My Sexy Life

My Sexy Life
13. Anthony ataupun Niell sama


__ADS_3

"Bro, bagaimana? Cocok?." Ucap Thomas menatap Pria di samping ku.


Pria itu mengangguk dengan tangan kanan masih memeluk tubuh ku erat, seakan akan takut jika aku akan menjauh atau pun menghilang. tenang Pria tampan-ku, aku tidak akan pergi kemana-mana karena aku tidak tahu jalan keluar dari istana Thomas ini.


"Kamu lihat sayang. Niell mengatakan cocok." Thomas meniup telinga Jessica pelan. Dasar pasangan zaman sekarang.


Jessica melihat ku yang tidak berontak di dalam dekapan Pria itu. "Cih... kamu terlalu terbuai akan ketampanannya, Nira!." 


"Bukan. Aku sudah mencoba melepaskannya tapi dia terlalu mengeratkan tangannya." Sahut ku gugup. Aku memang benar sudah berusaha melepaskannya tetapi Pria ini tidak mau melepaskannya.


"Niell, jaga Adik Ipar ku." Thomas menatap Pria di samping ku. Tapi mengapa Niell bukankah Anthony?. Sangat rumit panggilan untuk orang kaya.


"Anthony atau Niell?." Jessica memandang Thomas, Thomas yang di pandang segera mendaratkan bibirnya ke bibir Jessica.


"Anthony ataupun Niell sama." Jessica mengangguk.


"Sayang ayok." Thomas beranjak dari duduknya dengan tangan menggenggam tangan Jessica.


"Ke mana?."


"Terbang ke langit." Ujar Thomas dengan seringai menatap Jessica menggoda. Pipi Jessica bersemu, lalu mengangguk kecil. Ikut dengan Thomas.


"Kami ke atas dulu. Kau bisa di sebalahnya, Niell." Kata Thomas sebelum meninggalkan ku dan Niell/Anthony. Tetapi mata kanan Thomas mengedip ke arah ku.


Plak


"Thomas, mata mu. Jangan sampai aku keluarkan dari tempatnya!." Amuk Jessica atas kejahilan Thomas.


"Maafkan aku sayang. Khilaf." Thomas membawa Jessica keluar.


Di dalam ruangan hanya ada aku dan Pria ini. 


[Disini Anthony kita panggil Niell ya.]

__ADS_1


Niell menatap ku tajam, wajahnya mendekat dan mengendus leher ku. "Jangan pergi." Bisik nya di telinga ku tidak lupa dengan kecupannya pelan.


Aku menatapnya. "Pak." 


Oke aku lupa kalau tidak boleh manggil Bapak. Soalnya sekarang dia sedang menatap ku lebih tajam.


Kedua tengan nya berada di kedua sisi pinggul ku. Dengan sekali sentak aku berada di pangkuannya dan berhadapan. Duduk ku seperti menaiki motor, jadi kedua kaki ku berada di sisi kaki nya. Dia memeluk ku erat. Aku mencoba berontak dengan tangan memukul bahu nya.


"Passion, diam lah." Desisnya di telinga ku. Tapi aku tidak menghiraukannya, aku masih tetap memberontak.


"Lepaskan aku, brengsek." Teriak ku memberontak dalam dekapannya.


"Passion diam!!." Niell menatap ku tajam. Dia memajukan wajahnya, kening kami menyatu bahkan hidung kami sudah bersentuhan sanking dekatnya. Tidak lupa dia mennyatukan bibirnya ke bibir ku dan menggigitnya pelan, aku terkejut sehingga bibir ku yang terkatup menjadi terbuka. Dia tidak menyia-nyiakannya, dengan cepat dia mengulum bibir ku dan melummatnya pelan. Jantung ku berdegub kencang. Ini seperti baru pertama ku alami, mungkin. Aku sudah lupa soalnya.


Aku memukul-mukul bahunya karena kesusahan bernapas, sepertinya dia akan membunuh ku dengan memakan bibir ku. 


Semenit kemudian dia melepaskannya. Aku memandangnya tajam. "Kau." Tunjuk ku ke wajahnya. Tidak lupa jari telunjuk ku mendorong keningnya. Terlalu dekat, tidak aman untuk jantung ku. Kasihan Papa dan Mama jika putri bungsu nya mendadak terkena penyakit jantung. Dan, aku tidak terimah jika harta warisan semua jatuhnya kepada Jessica. Masa aku tidak kebagian.


Cup


"Hentikan Pak Anatomy, Anthony, Niell apa pun itu. Terserah." Kesal ku. Banyak sekali namanya. Terlebih ini sudah hampir sore hari aku lapar. Jam berapa sih sekarang, atau aku yang salah tebak jika hari ini sudah sore.


"Hei jorok!!." Teriak ku kuat. Pasalnya Pria itu menjilat tangan ku yang menutupi wajahnya. Tidak sengaja sisi tangan ku juga menutupi mulutnya.


Astaga tangan ku bauk jigong. aku butuh kembang tujuh rupa.


"Tenang lah." Dia menyenderkan tubuhnya lalu menarik tubuhku sehingga tubuhku jatuh dalam dekapannya. Jika aku tidak menahan tubuh ku, kening kami pasti sudah terbentur. 


"Lepaskan aku makannya." Kesal ku. Tapi nyaman juga dalam pelukannya. Hehe.. lumayan.


Dia menggeleng. "Saya tidak akan melepaskan mu, Passion. Kamu milik saya. Dan jangan berdekatan dengan Pria lain termasuk Willy!." Kalimat dia seperti ancaman untuk ku. Tapi mau gimana lagi Willy sahabat ku.


"Apa urusannya dengan mu. Dia sahabat ku."

__ADS_1


Bugh


Dia-Niell membanting tubuhku di soffa dengan dia yang berada di atas ku. Tatapannya tajam menatap tepat di mata ku. Aku sedikit gemeteran karena takut, tapi hanya sedikit soalnya sedikitnya lagi terpesona akan ke tampanannya. Gilak Niell bahkan lebih Tampan dari pada Willy atau pun Thomas. Jika di penglihatan ku Willy dan Thomas di bawah standar maka Niell di atas standar.


"Hen-tikan." Jawab ku terbata.


Niell menelusupkan wajahnya di lekuk leher ku. Tubuhnya sepenuhnya tertidur di atas ku. Tidak berat soalnya tangan Niell bertumpuh agar aku tidak menjadi penyet. Kan bahaya baru pdkt masa sudah penyet atau geprek saja. Bukan ayam penyet atau ayam geprek tetapi manusia penyet/geprek. amit amit jabang bayi jangan sampek.


"Saya merindukan mu, Passion." Bisik Niell di telinga ku. Hangat, karena hembusan napasnya.


"Sudah cukup kamu pergi. Dan, Saya tidak akan pernah melepaskan mu." Desisnya dan mencium leher ku. Tetapi aku merasakan basah di sana dan sapuan yang lembut terasa hangat. Apakah itu ingus Niell yang mengalir. Jorok sekali Pria ini.


"Kamu yang mendatangi saya. Jadi sudah seharusnya saya tidak melepaskan mu." Wah sarap padahal kita baru ketemu loh Pak Niell hellooo. Apa aku memiliki kembaran lain sehingga yang di temui Niell itu bukan aku. Tapi yang benar saja kembaran ku hanya Jessica itu pun kami tidak mirip sama sekali.


"Njiirr geli woi." Bentak ku kuat bahkan terkesan berteriak dalam volume pelan, mungkin. Niell yang berada di atas ku dengan kepala di samping ku berbuat ulah. Dia menyedot kulit leher ku, apa yang di lakukan Makhluk satu ini apakah dia meniru Vampir. Niell menyedotnya lagi tetapi tidak lupa dengan gigitan kecil dan sedotan. Aku bersyukur tidak ada taring di sana.


"Niell hen-tikan. Nan-ti Kulit leh-her kuh Kendoorrr." Teriak ku marah dengan tangan kanan ku menjambak rambutnya berutal, ya Niell pindah ke sisi leher kiri ku dan melakukan hal yang serupa. Niell gila aku sudah susah payah merawat diri. Tetapi dengan seenaknya dia ingin membuat kulit ku yang putih mulus ini kendor akan sedotannya. 


Aku menatapnya tajam, karena sekarang dia sudah mendongak menatap ku dengan seringainya. Apa yang dia lihat sampai menyeringai seperti itu.


"Passion, kamu seksi."


"Gilak. Orang geletak sambil marah kok di bilang seksi." Sinis ku menatapnya tajam.


Cup


Niell mencium ku lagi. "Kamu seksi sayang." Anjir. Sayang… sayang… wahhh, aku padahal tidak memakai pelet apapun tetapi aku dapat memikat seorang Pria. Ya jelas lah kan aku cantik.


Aku menatapnya kaget, walaupun aku senang karna Pria tampan-ku memanggil ku sayang tetapi aku cukup terkejut pasalnya aku tahunya kami berdua baru sekarang sedekat ini. Apa aku terlalu murahan hingga diam aja saat Niell semena-mena, tapi gimana lagi nyaman. Berbeda dengan Willy. Jika di dekat Niell aku terasa aman dan juga terancam. 


"Kenapa, hm?." Ucapnya. Niel melemparkan tubuhnya ke samping ku. Dan, membenarkan posisi kami. Kepala ku berada di lengannya dan tangan kekarnya memeluk tubuh ku, posisi kami berhadapan. 


"Kamu milik ku, Passion. Ingat, jangan pernah berdekatan dengan Pria lain atau kamu akan mendapatkan hukuman." Ancam nya memandang ku tajam. 

__ADS_1


Niell mendekap ku, wajah ku berada di dadanya sedangkan kepalanya berada di atas kepala ku dengan gadu nya di sana. Sedangkan kakinya melingkar di kaki ku, aku sudah selayaknya bantal guling di buatnya. Ini nyaman dan aku ngantuk tetapi ada yang mengganggu ku di bawah sana seperti ada yang menonjol menusuk aku tidak tahu itu apa mungkin batu yang tidak sengaja di kantongi Niell.


Aku selalu Positif kannn.....


__ADS_2