
AUTHOR
"Kamu…"
Pria itu tersenyum memandang Nira, yang masih terkejut memandangnya. Bahkan mata wanita itu tidak berkedip dengan jari telunjuk menunjuk Pria itu.
"Apa yang kamu lakukan disini?." Tanya Nira memandang Pria itu sinis. Setelah apa yang dia lakukan kepada Jessica masih berani saja dia memunculkan tampang -tampan- nya itu.
Pria itu tertawa kecil memandang Nira. "Adik ipar." Matanya menyipit memandang Nira dengan tangan kiri memegang kaca mata hitam dan tangan kanan masuk ke saku celana.
Nira mengernyit mendengar panggilan tidak waras Pria di hadapannya. Tempo hari Pria ini bahkan bermesraan kepada wanita lain bahkan sampai Nira melihat dia mencium kening wanita itu. Sangat menyebalkan.
"Apa maksud mu?." Tuntut Nira memandang tajam Pria itu.
"Aku datang ke sini ingin bertemu dengan wanita ku." Setelah Pria itu mengatakan kalimatnya, dengan langkah pelan kakinya melangkah ke teras rumah Nira lalu berjalan masuk ke dalam rumah. Nira yang masih terkejut atas tindakan Pria itu hanya mampu membisu setelahnya berlari cepat mengejar.
"Thomas… Keluar lagi rumah ku sekarang!." Teriak Nira menarik jas Pria itu, ya Pria itu adalah Thomas.
Thomas memandang tarikan dari Nira di lengan jas nya. Alis nya terangkat satu menandakan bingung. "Adik Ipar, aku hanya merindukan kakak mu." Ucapnya tersenyum, tangannya melepaskan tarikan Nira pada jas nya.
"Tenang lah aku tidak akan menyakitinya." Thomas melangkahkan kakinya menaiki tangga di tengah tangga Thomas berhenti. "Kamu bisa beristirahat, jangan lupa tutup pintu depan Adik Ipar!." Setelah mengucapkan nya Thomas melanjutkan jalannya ke kamar Jessica.
Thomas sialan…
Bisa-bisanya Pria itu datang ke rumah Nira setelah apa yang dia lakukan kepala Jessica. Tadi apa katanya Adik Ipar. Nira bahkan tidak berpikir memiliki Kakak ipar sepertinya.
Tetapi, Nira tetap mengikuti perintah Thomas untuk menutup pintu lagian hari sudah menjelang malam. Setelah menutup pintu, Jessica duduk di soffa panjang depan tv, Nira menonton siaran kartun.
Di lantai atas tepatnya di kamar Jessica yang hanya di terangi pencahayaan dari lampu tidur yang redup. Jessica sedari tadi tidur setelah perdebatan singkat dengan Nira.
Thomas yang melihat Jessica tertidur menatap tajam tubuhnya. Dari depan pintu Thomas dapat melihat bercak merah ke unguan di leher Jessica. Wanita nya ini sepertinya harus di berikan pelajaran, agar terlihat jerah.
__ADS_1
Setelah menutup pintu, dengan langkah pelan mendekati Jessica. Thomas menaiki tempat tidur Jessica dan berbaring di sampingnya menghadap Jessica. Tidak tinggal diam tangan kiri Thomas melingkar di perut Jessica, mendekatkan kedua tubuh mereka.
Thomas memandang sayup wajah Jessica. Ini semua salahnya yang justru terlena oleh Wanita lain. Sedangkan, Thomas saat Wanita nya di goda Pria lain justru tidak terima. Thomas membenci fakta jika di luar sana banyak yang menyukai Jessica, bahkan ada banyak Pria yang menginginkan tidur bersama Jessica.
"Maafkan aku sayang." Thomas mencium puncak kepala Jessica lama. Thomas sangat mencintai Jessica, bahkan Jessica pun juga. Tetapi hasrat Thomas tidak untuk satu Wanita itu yang belum bisa berubah dari Thomas sedang kan Jessica yang mengetahui ke gilaan Thomas beberapa waktu lalu murka hingga membuat Wanita itu datang ke club malam dan bertemu dengan beberapa Pria, di pikirannya Jessica selalu berpikir apakah tubuhnya kurang di mata Thomas hingga Pria itu mencari yang lain. Lalu, terlintas di pikirannya saat Jessica melamun. Jika Thomas bisa melakukannya mengapa Jessica tidak bisa.
Dari situ semua di mulai, awal mula kegilaan di antara kedua nya.
Jari Thomas mengelus lembut wajah Jessica. Dari kening, mata, hidung, kedua pipi hingga berhenti di bibir Jessica. Thomas mendekat mencium bibir Jessica pelan lalu menjauh.
Jessica yang merasakan ada seseorang yang memeluknya membuka mata. Dan terkejut saat di dapatinya Thomas berada di hadapannya.
Tangan Jessica berusaha mendorong tubuh Thomas tetapi sia-sia tenaga Jessica kalah dengan tenaga besar Thomas.
"Maaf…" Jessica hanya mampu memandang datar Thomas, hati nya sakit mengingat Thomas dengan Wanita lain.
Thomas mengeratkan pelukkannya. "Sayang."
Thomas membalas pelukan Jessica. Pria itu mendekap erat tubuh Wanitanya seakan tidak ada hari lagi untuk mereka berpelukan. Bibirnya mengukir senyum dan memejamkan matanya.
Tubuhnya leleh karena tugas yang di berikan Daddy nya. Thomas memang masih kuliah tetapi Thomas juga ikut serta dalam membantu perusahaan Daddy nya, tentu saja jika di butuhkan. Thomas tidak ingin mengajukan diri untuk langsung berkerja lebih baik waktu Pria itu dia habiskan dengan bersenang senang, seperti sekarang melepas rindu kepada Wanitanya.
"Sayang kamu tidur?." Thomas meniup pelan telinga Jessica, membuat Jessica merinding.
"Thomas, hentikan."
Thomas tertawa. "Ingin bermain?." Tawar Thomas kepada Jessica.
Jessica menggeleng dalam dekapan Thomas. "Jangan sekarang, Thomas. Ada adik ku di rumah." Jessica mengingat Nira yang ada di rumah. Walaupun Jessica tahu pasti Nira mengetahui apa yang dia perbuat di luar sana tetapi Jessica tidak ingin membuat Nira mendengar atau bahkan melihat secara langsung perbuatannya.
Thomas mengangguk paham. Lalu melanjutkan mendekap wanitanya.
__ADS_1
"Thomas."
Thomas diam mendengarkan apa yang akan di katakan selanjutnya oleh Wanitanya.
"Apakah dia akan kembali?." Kedua mata Thomas langsung terbuka mendengar ucapan Jessica. Thomas menghela napas, ada saja masalah yang dia dan Wanita nya hadapi tidak henti-henti.
"Aku tidak tahu, Sayang." Sahut Thomas pelan. "Lagi pula bukankah dia sudah mati?."
Jessica yang mendengar terlihat bimbang apakah benar jika dia mati, bukankah dia hanya menghilang?.
"Aku tidak yakin dia sudah meninggal." Jawab Jessica.
"Mati atau pun hidup. Dia tidak akan mengganggu lagi." Thomas menatap tajam jendela yang sudah tertutup gorden, jika mengingat apa yang terjadi beberapa tahun lalu membuatnya geram. Bukan hanya satu nyawa yang menjadi taruhan tetapi banyak nyawa. Jadi bukankah sepantasnya Dia itu Mati.
"Iya terserah lah aku lelah." Keluh Jessica.
Thomas yang sedang melamun seketika tertawa mendengar ucapan Jessica. "Sayang kamu lelah bukankah kamu sudah tertidur sedari tadi?." Thomas memundurkan tubuhnya untuk dapat menatap Jessica, Jessica yang di tatap mendengus. Thomas yang melihatnya gemas lalu menyerbuh wajah Jessica tengan ciuman.
Jessica tertawa kecil. "Thomas, hentikan itu geli!." Ucap Jessica menjauhkan wajah Thomas dari wajahnya.
Tidak kehilangan akal, Jessica mencubit perut Thomas hingga Thomas mengaduh kesakitan. Thomas menarik tubuh Jessica hingga berada di atasnya. "Sayang kamu keterlaluan itu menyakitkan." Thomas menatap Jessica tajam. Jessica yang di tatap hanya menampilkan senyum nya lalu mencium bibir Thomas cepat.
Keduanya tertawa karena melihat wajah mereka masing-masing.
"Aku mencintai mu."
Thomas mengucapkannya dengan masih mempertahankan Jessica di atasnya.
"Aku juga mencintai mu."
Keduanya terlelap dalam posisi seperti itu, dengan kenyamanan yang mereka rasakan. Walaupun mereka memiliki masalah tetapi Thomas ataupun Jessica akan berusaha memperbaikinya jika mereka berbicara berdua.
__ADS_1
Thomas dan Jessica berdoa somoga tidak ada yang merusak hubungan mereka walaupun mereka tahu masing-masing dari mereka memiliki kegilaan yang membuat mereka berdua ngelus dada mencoba sabar.