
Nira duduk di soffa sedang melamun. Nira memikirkan apa yang di lakukan Thomas dan Jessica saat ini di kamar, mengapa keduanya belum keluar juga. Sudah jam setengah sepuluh malam tetapi mereka tidak turun juga, atau mereka tertidur dan terbangun besok pagi.
"Jika aku memikirkan mereka terus, bisa gila aku." Gumam Nira menyandarkan kepalanya di tangan soffa.
Jessica sudah memiliki kekasih apakah Nira juga harus mencarinya. Siapa kandidat yang cocok untuk menjadi kekasih Nira.
Willy atau Pak-Anatomy.
Pak-Anatomy boleh juga tetapi pasti Pria itu sudah memiliki kekasih bukan? Terlihat sekali kalau Pria itu terlihat tampan pasti sudah memiliki gandengan. Terlebih, Nira tidak terlalu kenal dengan Pak-Anatomy apakah bisa Pria itu menjadi kekasihnya. Pak-Anatomy itu tampan, kaya, dingin, tatapan tajam dan terlihat sempurna. Sangat cocok jika menjadi pacar Nira.
Sedangkan, Willy sahabatnya dan mantan dari Jessica. Yang benar saja, jika Nira bersama Willy bukankah sama saja Nira mengambil mantan kakaknya. Apa yang akan di katakan orang-orang, pasti mereka mengatakan "pagar makan tanaman" Nira akan mengambil apa yang pernah di miliki Jessica. Bertambah kotor sudah nama Nira di mata orang-orang jika seperti itu.
Nira menghela napas lelah. Ini seperti beban yang menimpah kepala Nira, Terlalu berat.
"Nira mau cogan Mamaaaa!.." Teriak Nira dengan mata tertutup.
"Lakik terooossss…."
Sebuah suara menyaut membuat Nira terkejut. Nira mengenal suara itu. Matanya menatap ke arah tangga, disana Jessica dan Thomas berjalan menuruni tangga.
"Kakak!!." Tetiak Nira lagi.
Jessica tertawa pelan lalu lari menghampiri Nira.
"Sayang jangan lari, nanti jatuh." Teriak Thomas karena khawatir melihat Jessica berlari.
Jessica memeluk tubuh Nira erat. Tidak peduli dengan apa yang di katakan Thomas "Maafkan aku, Nira karena mengabaikan mu." Nira menangis terisak karena ucapan Jessica. Baru sadar ya kalau kamu salah Jessi.
"Gak papa." Nira mengangguk.
Jessica menghapus jejak air mata Nira. Dan mengacak rambut Nira agar terlihat berantakan. "Kamu menginginkan kekasih?." Tanya Jessica terkekeh melihat wajah Nira memerah.
Nira mendengus membuang pandangannya karena malu.
"Butuh bantuan?." Sahut Thomas menyarankan bantuan.
Jessica mengalihkan pandaangannya ke arah Thomas, ternyata Pria itu sudah duduk di soffa sebrang. Thomas membalas tatapan Jessica dengan mengedipkan sebelah matanya yang di balas delikan tajam dari Jessica.
"Tidak-tidak, jangan mempengaruhi adik ku, Thomas!." Tatapan Jessica menajam ke arah Thomas.
Thomas tertawa gemas melihat wanitanya. "Sayang sini." Thomas menganggukkan kepalanya tanda memanggil ke arah Jessica. Jessica menurut, melepas dekapannya dari Nira dan beranjak mendatangi Thomas, duduk di samping Thomas.
Tangan Thomas menarik tubuh Jessica kedalam dekapannya dan tangannya mengelus kepala Jessica tidak lupa menciumnya.
Nira yang melihat pemandangan di hadapannya mendengus. Menatap sinis pasangan itu. Tidak tahu tempat sama sekali, terlebih sudah hampir jam sepuluh malam.
Dekapan Thomas mengerat, terlebih keduanya sekarang justru bermesraan tanpa mempedulikan keberadaan Nira.
"Kamu cantik sayang."
__ADS_1
Cup
Thomas mencium bibir Jessica cepat. Lalu tertawa melihat wajah Jessica memerah. Mengganggu Jessica adalah kesenangan bagi Thomas, karena wajah Jessica sangat lucu. Jessica milik Thomas.
"Jadi…" Ucap Thomas menggantung. Jessica yang penasaran memandang wajah Thomas bingung.
Thomas yang di suguhi pemandangan di hadapannya tidak bisa menahannya lagi. Thomas mendekap lalu mencium seluruh wajah Jessica.
"Thom-mas hen-ti-kan." Ucap Jessica terbata karena gangguan dari Thomas yang menciumnya tanpa henti.
"Hahaha…" Tawa Thomas menggelegar di ruang tamu, Thomas bahagia melihat wajah Jessica yang sangat tertekan karena gangguan darinya.
Jessica menatap sinis Thomas.
Sedangkan Nira sedari tadi yang melihat ke-uwu-an mereka hendengus iri. Awas saja jika aku sudah memiliki kekasih.
Nira beranjak dari duduknya menuju ke dapur, lama-lama Nira kepanasan melihat kedua makhluk itu. Jadi, Nira butuh air dingin.
"Adik Ipar, mau kemana?." Sebelum menjauh dari keduanya, Suara Thomas membuat langkah Nira terhenti.
Nira menatap Thomas dan Jessica yang sedang memandang ke arahnya. Dengan alis menaut Nira masih mempertahankan tatapannya. "Dapur. Panas. Setan." Ucap Nira tanpa beban. Lalu, melanjutkan langkahnya menujuh dapur.
Thomas dan Jessica yang di tinggalkan terdiam karena mendengar sahutan dari Nira. Keduanya saling bertatapan dengan pandangan bingung. "Maksud adik kamu apa, Yang?." Tanya Thomas yang di balas gedikan bahu dari Jessica, karena Jessica sendiri pun tidak tahu apa maksud dari tiga kata yang di ucapkan Nira.
"Dapur. Panas. Setan." Ulang Jessica memandang Thomas.
Bugh
Tangan Jessica memukul kepala Thomas kuat sanking gemasnya. "Yang, sakit." Keluh Thomas mendapat serangan dari Jessica.
"Nira mau ke Dapur. Lalu di sini Panas karna dia tidak memiliki kekasih." Ucap Jessica memandang Thomas.
Thomas mengernyit. "Lalu Setannya?."
Jessica menggedikkan bahunya. "Mungkin saja dia merasa Setan karena menjadi orang ketiga." Sahut Jessica ringan.
Thomas mengangguk mengerti. "Berarti yang Setan itu Adik Ipar ya."
"Kalian berdua yang Setan!." Tekan Nira pada kalimatnya.
Nira datang membawa nampan, tiga gelas dan satu teko berisi cokelat panas di atasnya. Melangkah mendatangi kedua orang di soffa. Nira mendengus memandang keduanya.
Tangannya meletakkan nampan di meja dan tidak lupa menuang ke gelas. Dua gelas Nira letakkan di hadapan Jessica dan Thomas. Sedangkan, satunya lagi Nira letakkan di hadapannya.
"Terima Kasih, Bik." Thomas tersenyum memandang Nira tanpa beban.
Bugh
Tangan Jessica memukul belakang kepala Thomas, hingga menyebabkan badannya terdorong kedepan.
__ADS_1
"Nira Adik ku bukan Pembantu, Thomas!." Thomas tertawa mendengar nya. "Dia Adik ku juga Sayang." Ucap Thomas mencium pipi Jessica.
"Kalian memuakkan." Sahut Nira memandang sinis keduanya.
"Hohoho… Adik Ipar!." Tawa Thomas menirukan suara Sinterklas, lalu Thomas mengedipkan sebelah matanya. Jessica yang melihat Thomas mengedipkan mata sebelah kiri kepada Nira, tangannya spontan..
Plak
Memukul mata Thomas, tidak terlalu kuat hanya saja meninggalkan rasa sakit.
"Mata mu, Thomas!."
"Maafkan aku, Sayang."
Nira memandang terkejut Jessica, apa begini cara mereka menjalin hubungan. Saling menyiksa? Walaupun di mata Nira, hanya Jessica yang lebih unggul turun tangan, tetapi Nira yakin pasti Thomas juga melakukannya tetapi dengan cara berbeda. Memanjakannya, mungkin.
"Adik Ipar bukankah kamu ingin Kekasih?." Kedua wanita di sana memandang Thomas dengan pandangan yang berbeda. Jessica dengan pandangan sinis dan marah sedangkan Nira dengan pandangan bingung.
Thomas meringis menerima pandangan dari Jessica. "Sayang, tenang lah. Aku tidak akan menjerumuskan Adik ku sendiri." Jessica diam lalu mengambil minum yang sudah di sediakan Nira tanpa mempedulikan Thomas. Thomas yang di abaikan meremas pinggang Jessica hingga membuat Jessica tersentak, jika Jessica tidak dapat menyeimbangkan tubuhnya pasti sudah tumpah Cokelat panasnya.
"Ada seseorang yang cocok dengan mu."
Jessica memandang Thomas. "Siapa, Thom?." Thomas menyeringai.
"Niell." Mata Jessica membulat terkejut.
"Kamu yakin?."
"Tentu saja. Aku rasa Niell cocok untuk Nira." Tatapan Thomas berpaling ke arah Nira yang memandang keduanya bingung. "Terlebih bukankah panggilan mereka sama-sama N."
"Aku rasa itu tidak ada hubungannya." Jawab Nira datar. Alasan yang di berikan Thomas tidak masuk akal.
"Maksud mu, kita menjodohkan keduanya?." Tanya Jessica kepada Thomas.
Thomas mengangguk dengan semangat. "Tentu Niell adalah sahabat pertama ku." Jawabnya dengan mata berbinar semangat. "Walaupun dia terlihat aneh." Lanjutnya.
"Kau akan memperkenalkan ku dengan orang yang aneh?!." Tuduh Nira memandang Thomas penuh permusuhan.
Jessica memandang Nira terkejut. "Nira, tenang lah."
"Bagaimana aku bisa tenang kak."
"Kita dengar kan apa yang akan di katakan Thomas." Jessica memandang Thomas untuk melanjutkan ucapannya.
Sedangkan, Nira mendengus dengan mata menajam memandang Thomas.
"Aku mengatakan Niell cocok dengan mu, karna Niell adalah Pria yang baik."
Mata Thomas menatap Nira lembut. Mau bagaimana pun Nira akan menjadi adiknya jika Thomas dan Jessica menikah walaupun umur Thomas dan Nira tidak jauh berbeda. Terlebih Thomas tidak memiliki adik menyebabkan dia ingin selalu mengganggu Nira, tetapi selalu mendapatkan pukulan dari Jessica.
__ADS_1