My Sexy Life

My Sexy Life
15. Berkumpul


__ADS_3

AUTHOR


Thomas dan Niell duduk berhadapan setelah menghantarkan Jessica dan Nira kembali ke rumah. Di tangan Thomas sudah ada sepuntung rokok, dan Thomas menghisapnya asap yang keluar sudah mengepul di antara keduanya, ini ke empat batang yang Thomas hisap. Sedangkan Anthony atau di kenal dalam orang terdekatnya dengan Niell memandang Thomas datar.


Jarak usia Niell dan Thomas adalah tiga tahun. Mereka berdua adalah sahabat, bukan di perkenalkan dengan keluarga tetapi keduanya yang bertemu dengan sendirinya.


"Niell…" Thomas memandang Niell dengan bibir yang mengapit puntung rokok.


Niell menatap Thomas dingin. "Sudah pergi ke langit?." Thomas menyeringai.


"Belum."


"Kenapa?." Thomas mengernyit mengapa tidak melakukannya, padahal ini adalah kesempatan yang tepat untuk mendapatkan kenikmatan. Jika Thomas yang berada di sana pasti sudah Thomas buat Nira terombang-ambing.


"Saya tidak brengsek." 


"Anjing!." Teriak Thomas kesal. "Maksud lo, gue Brengsek?." Yang benar saja Thomas tidak brengsek hanya saja dia buaya. Buaya akan milik wanita.


"Saya tidak mengatakannya." 


"Terus lo ngapain aja?." Tanya Thomas. Thomas ingin tahu apa yang di lakukan keduanya di dalam kamar tadi. Soalnya tidak terdengar suara apapun tetapi leher Nira penuh dengan bercak merah keunguan jika hanya satu dua atau tiga tidak apa apa, ini banyak sekali hampir di penuhi tanda itu. Bahkan di tengkuk Nira juga ada. Jadi Thomas yakin pasti di tubuhnya ada atau memang keduanya sudah melakukan ritual pergi ke langit. Tetapi sangat di sangatkan Nira tidak berjalan seperti kepiting. 


Mata Thomas memicing memandang Niell curiga. Pasti Niell melakukannya dengan pelan kan makannya tidak terdengar suara.


"Saya tidak melakukan hal itu kepada Passion!." Ucap Niell dingin tahu akan pikiran kotor Thomas.


Thomas mendengus. "Sayang sekali padahal enak loh." Niell menatap Thomas tajam. "Eh.. Bukan bukan, bukan tubuh Nira tetapi tubuh Jessica." Thomas mengangkat tangan nya takut salah paham pasalnya Niell memandang Thomas seperti ingin memakannya hidup-hidup.


Niell beranjak dari duduknya lalu berjalan ke arah pintu. "Woi, mau kemana lo?." Thomas memandang Niell yang beranjak dari duduknya.

__ADS_1


"Passion." 


"Hah." Mulut Thomas terbuka. "Apaan sih?." Sungut nya geram.


"Rumah." 


Thomas mengangguk paham. "Oohh… Pulang ke rumah." 


"Passion." 


"Passion.. Rumah.. Passion.." Ulang Thomas. Rumah Passion!!!!..


"Niell mau ke rumah Passion?. Nira?." Kernyit Thomas. "Anjir. Ayang Jessica."


Thomas lari keluar rumah. "NIEEELLLLL IKUUTTTT." Teriak Thomas mencapai pintu samping supir. Di bangku supir, Niell duduk dalam diam sedangkan Thomas sedang mengatur napas.


"Ngapain sih?." 


"Niell sekali-sekali yang jelas bicaranya dong." Keluh Thomas.


"Nomor Passion." Mobil berjalan membelah jalanan kota di sore hari. Hari ini mereka bolos dari kelas nya. Dan pasti bertanya tanya bukan kah kelas nya kosong, heii ini udah beda hari. Soalnya Si kembar menginap di rumah Thomas. Dan mungkin saja akan bergantian. Kedua Pria ini yang akan menginap di rumah si kembar.


"Nginap yok?." Ajak Thomas. Tidak ada puas-puasnya ternyata mendapatkan kehangatan dari Jessica. Jessica itu Candunya Thomas tetapi Thomas bisa akan mencari kehangatan yang lain jika Thomas khilaf dan Jessica akan membalas nya juga mencari kehangatan yang lain. Api boleh juga…


Setengah jam lebih mobil yang mereka tumpangi berjalan, sekarang berhenti di depan rumah yang sering Thomas kunjungi diam-diam. Tetapi, di halaman rumah sudah terparkir sebuah mobil yang tidak Thomas kenali. Tidak mungkin Papa dan Mama si kembar kan, soalnya bukan itu mobil mereka.


"Mobil siapa ini?." Thomas berdiri di samping mobil itu. Seperti tidak asing  tetapi milik siapa?.


Sedangkan, Niell sudah melangkah masuk. Thomas yang melihatnya segera mengejar.

__ADS_1


Di dalam terdengar suara orang tertawa. Thomas ingin memukul Pria itu karena berani tertawa bersama Jessica-nya.


Thomas dan Niell sudah masuk tetapi belum membuat ke enam nya tersadar. Thomas melihat Jessica di dalam pelukan seorang Pria, dengan tertawa tetapi tidak satu Pria ada dua Pria di kanan dan kiri Jessica. Kaki Thomas melangkah cepat mendatangi mereka dan menarik tangan Jessica kuat.


Jessica yang merasakan tangan nya di tarik seseorang ingin memarahinya tetapi setelah tahu yang melakukannya Thomas, Jessica mendadak takut.


Tangan Thomas memeluk erat pinggul Jessica di dalam dekapannya. Dan matanya memandang Pria itu tajam. 


"Siapa kalian?." Suara Thomas Dingin dan berat, mata nya masih menatap tajam. Cengkreman di pinggul Jessica menguat menandakan amarah Thomas. Thomas panas melihat Jessica bersama Pria lain padahal Thomas tidak membuat kesalahan apapun. 


Sedangkan Jessica terdiam matanya hanya menatap dada Thomas. Jessica menyesal karena menerima kedatangan mereka ber-empat. Karena mereka Thomas-nya marah. Tetapi ada bagusnya juga sifat Thomas yang di rindukan Jessica keluar ya pastinya saat saat genting saja.


"Kami temannya." Ucap Pria yang memeluk Jessica tadi. Dia Rian. Masih ingat Rian siapa kan?.


"Cih.." Thomas muak jika ada Pria yang mendekati Kekasihnya. Tetapi jika ada wanita yang mendekati Thomas, Pria itu pasti akan diam aja. Kurang ajar memang.


Sedangkan, Niell menatap Nira yang duduk di samping seorang Pria yang tidak Niell kenal tetapi tatapannya seperti seseorang yang Niell kenal. Tidak mungkin bukan ada manusia bangkit dari kubur?


Kaki Niell melangkah mendekati Nira yang duduk di dekat pegangan soffa sedangkan Pria itu di sampingnya. Niell bingung ingin duduk di mana tidak mungkin mengikuti jejak Thomas yang menarik Jessica berdiri. Thomas itu menyesatkan, orang capek itu duduk bukan berdiri.


Jadi Niell menarik tubuh Nira dan Niell mendudukkan tubuhnya di soffa dengan Nira yang merada di pangkuannya. Niell baru sadar jika Nira memakai selendang di lehernya. Bibir Niell menyeringai dan tangan nya menarik selendang itu agar terlepas.


"Heii.." Teriak Nira memutar kepalanya kebelakang untuk menatap Niell. Niell menurun kan pandangannya dan melihat tanda yang dia buat, banyak sekali ternyata. Merasa puas saat melihat Pria-Pria itu melihat tanda yang Niell buat. Sayang sekali mereka tidak bisa melihat tanda di dalam tubuh Nira karena tertutupi baju. Niell mendekatkan wajah nya dan mencium bibir Nira, menggigit dan melummatnya pelan. Pria di samping Niell menggeram marah, tangan nya terkepal melihat itu semua.


Niell menjauhkan wajahnya dari Nira. "Jangan mendekati Pria lain, Passion!." Peringat Niell di akhiri ciuman. 


Sedang kan Pria itu dia adalah Kevin yang Nira kenal saat menelepon Jessica dan yang mengangkat adalah Kevin.


Niell menatap kesamping ke arah Pria itu. Sedangkan Nira sudah menunduk melihat kedua tangan Niell yang melingkar di tubunya, ternyata tangan mungil Nira memainkan jari jari tangan Niell. Kevin yang melihat itu terdiam. 

__ADS_1


Niell tertawa pelan. "Febrian Kevin Albara." Desis Niell dengan mata menajam memandang Kevin.


__ADS_2