My Sexy Life

My Sexy Life
23. Di Dalam Hutan


__ADS_3

Suara langkah kaki terdengar di telinga sepasang kekasih yang sedang berduaan. Keduanya saling tatap dengan pandangan yang sama. Pandangan yang terlihat bingung. Ya siapa yang tidak bingung jika sedang enak enaknya berduaan ada yang datang.


"Siapa sih?." Suara Pria itu pertama kali terdengar dengan dengusan yang menandakan dia sedang kesal. Ya, lebih tepatnya sedang terganggu. Memang selalu seperti itu jika sedang bersama kekasihnya pasti merasa ada saja makhluk yang mengganggu aktivitasnya.


Sedangkan Wanita di hadapannya menatap Pria itu datar. Terlihat dari wajahnya yang tidak ada ekspresinya.


"Aku bingung kemana perginya mereka?." Suara lain terdengar tidak jauh dari sepasang kekasih itu berada. Dan terdengar langkah kaki yang mendekat.


Srak


Suara semak-semak yang berada tidak jauh dari sepasang kekasih itu terdengar, Pria itu menatap Wanitanya dalam diam dan tangannya menarik tubuh Wanita itu agar lebih mendekat dengannya. Takut jika keberadaan mereka di ketahui padahal hanya mencari kesempatan.


"Tidak ada." Suara lainnya terdengar. 


Langkah kaki tepat di belakang sepasang kekasih itu terhenti. Orang-orang yang berdiri di belakang semak menatap ke segala arah mencari seseorang. Apakah ketemu? Jawabannya tidak.


"Mungkin mereka sudah pergi." Suara orang ketiga terdengar. Kedua rekannya mengangguk saat mendengarnya. 


"Kita kembali." Dan mereka bertiga melangkahkan kakinya menjauhi semak tempat sepasang kekasih itu berada. 


Keberadaan sepasang kekasih itu tidak di ketahui karena semak yang begitu lebat dan keduanya berjongkok di bawahnya tetapi jika orang orang tadi mencari mereka dan membuka semak tepat di belakang mereka mungkin sepasang kekasih itu dapat di temukan. 


"Tapi tunggu." Ucap salah satu dari ketiga orang yang berada di balakang sepasang kekasih itu, dia berhenti dari tempat mereka berpijak tadi. Kedua rekannya menatap rekan satunya yang berbicara dengan wajah bingung. Apa lagi yang harus di tunggu, bukankah sepasang kekasih itu tidak mereka temukan.


Orang yang berbicara menatap kedua rekannya. "Apakah kita akan membiarkan mereka berbuat mesum di hutan kita?." Kedua rekannya yang mendengar terdiam. Pria yang berjongkok mendengus mendengar ucapan dari mereka. Yang benar aja tadi dia mengatakan apa? Hutan mereka? Yang benar saja!.


Lalu sepasang kekasih yang mendengar ucapan orang itu saling tatap. Pria di hadapannya menatap Wanitanya dengan seringai berbeda dengan Wanita itu yang menatap orang di hadapannya datar.


"Itu tidak akan terjadi." Ucap orang yang berada di hadapan rekannya. Kedua orang itu mengernyit bingung. Sedangkan, orang itu tertawa pelan. "Disini banyak binatang buas dan ada banyak lebah juga. Berdoa saja semoga mereka berdua menjadi sasaran." Setelah orang itu mengatakan itu dia tertawa dan di ikuti kedua rekannya.

__ADS_1


"Kau sungguh kejam." Ucap rekannya.


"Dan aku bangga." Ketiganya tertawa.


Ketiga orang itu pergi menjauh dari keberadaan sepasang kekasih itu. 


Saat suara langkah kaki menjauh dari sepasang kekasih itu. Keduanya dapat bernapas dengan legah.


"Aman." Ucap Pria yang sedang merangkul pinggang Wanitanya. 


Wanita itu diam menerima perlakuan kekasihnya. Jika kalian ingin tahu siapa mereka. Mereka adalah_


"Sayang, kita pindah?."


"Gak mau jalan, Thomas." Ucap Wanita itu dia adalah Jessica dan Thomas yang tidak sengaja berjalan jalan ke dalam hutan. Entah apa yang keduanya cari, memang kurang kerjaan mereka.


Thomas memandang Wanitanya dan mendekatkan wajahnya sudah tahu kan apa yang mereka lakukan. Thomas melummat bibir Jessica dalam tidak lupa menggigitnya. Jessica mencubit Thomas, yang benar saja jika di biarkan bisa bisa mereka berdua melakukannya di dalam hutan tanpa alas apapun dan itu bukan gaya Jessica.


Tak 


"Apa yang kau lakukan bodoh!." Ucap Jessica marah dan tangannya tidak tinggal diam, Jessica menjitak kepala Thomas. 


Thomas mengusap kepalanya bekas jitakan dari Jessica. 


"Sakit yang.." Cicit Thomas pelan. Padahal hanya jitakan tetapi sudah merasa kesakitan. Dasar Lemah!


Jessica beranjak dari jongkoknya dan berdiri di depan Thomas. Sedangkan, Thomas memandang Jessica dari bawah yang masih dengan tangan mengusap kepalanya bekas jitakan dan jambakan.


Jika melihat posisi mereka berada terlihat seperti Jessica yang sedang membujuk anaknya untuk segera beranjak berdiri. Sayangnya tubuh Thomas yang sebesar titan tidak cocok di katakan anak kecil.

__ADS_1


Tangan Jessica terulur menarik kerah baju Thomas agar berdiri. "Jangan manja cepat bangun." Jessica menatap tajam Thomas yang tidak mau beranjak dari jongkoknya bahkan Pria itu sedang menulis di tanah dengan jari telunjuk tangan kanannya sedangkan tangan kirinya masih mengusap bekas kekerasan dalam berpacaran dari Jessica. Dan mengabaikan Jessica yang menarik narik kera bajunya padahal jika di turuti leher Thomas cukup tercekik karena ketatnya baju yang dia kenakan.


Jessica menggeram marah. Apakah tidak bisa bersikap sedikit dewasa manusia satu ini? Jessica bingung mengapa dapat jatuh hati pada Pria yang sedang berjongkok di depannya.


"Thomas, Berdiri!." Suara Jessica memelan. Tetapi, tatapan mata Jessica menajam dan siap untuk menguliti tubuh Thomas.


Thomas melihat Jessica dari bawah dan menggeleng dengan bibir di majukan. "Gausah sok imut." Sinis Jessica ke arah Thomas. Thomas yang mendapatkan respon seperti itu dari Jessica bergumam tidak jelas. 


Tangan Jessica mengacak rambutnya frustasi, jika di hadapkan dengan Thomas dalam mode anak anak ingin sekali Jessica membuang Thomas.


Haahhh


Helaan napas Jessica terdengar di telinga Thomas tetapi di abaikan Pria itu. Aneh memang, tadi manja sekali sekarang bocah sekali.


"Thomas, bukankah kamu ingin kita berada di kamar sepanjang waktu." Ucap Jessica lembut. Thomas mendongakkan kepalanya menatap Jessica lalu mengerjap. Kepala Thomas dia miringkan ke sebelah kanan dengan tatapan yang masih mengarah ke arah Jessica.


"Astaga. Terbuat dari apa manusia satu ini." Gumam Jessica pelan. Jessica memalingkan wajahnya ke arah lain, takut terbuai dengan wajah menggemaskan Thomas. Ya.. Thomas sangat imut jika seperti itu. Karena sangking imutnya ingin sekali Jessica menabok wajahnya.


Jessica melangkah pelan menjauh dari tempat Thomas berada. "Kamu tidak ingin kita melakukan hubungan itu?." Ucap Jessica berhenti sebentar melihat Thomas di belakang masih berjongkok, Jessica menghela napas pelan lalu berjalan cepat mengabaikan Thomas. Persetan dengan manusia satu itu. Jika Thomas mati Jessica akan mencari penggantinya, sudah selesai. Tidak berperasaan? Memang.


Thomas mengerjap pelan. Di pandanginya punggung Jessica yang semakin menjauh. 


"Jessi, ngajak tidur bareng? Serius." Ucap Thomas pada dirinya sendiri.


Senyum terbit di bibir Pria itu. Mimik wajahnya berubah drastis dengan yang tadi dia tampilkan.


Thomas beranjak dari jongkoknya.


"SAYANG.. AYOK ***-***!!!!." Teriak Thomas menggema di dalam hutan itu.

__ADS_1


Sedangkan Jessica yang mendengarnya mendengus geli.


"Thomas, bodoh!." Gumamnya dengan kekehan pelan.


__ADS_2