
Papa dan Mama sudah pulang dari tempat berobat Nenek dan syukur nya kesehatan Nenek sudah jauh lebih baik dari sebelum nya.
Sekarang di ruang tamu kumpul Papa, Mama, Jessica dan aku. Tadi jam tujuh pagi Papa dan Mama pulang, membuat ku dan Jessica yang masih tidur terbangun karena bell yang berisik. Jika di tanya mengapa aku tidak ke kampus jawaban nya karena malas. Gampang sekali bukan, jika malas berarti tidak usah di kerjakan. Kalau Jessica dia hanya ikut ikutan saja. Tadi saat ku tanya jawaban nya "karena kita kembar jadi jika kamu tidak ke kampus aku pun juga tidak." Seperti itu lah perkataan Jessica.
Jessica tengah asik membalas pesan untuk Thomas sang belahan jiwa. Jijik memeng saat mendengar langsung dari mulut Jessica.
Tidak henti henti nya Jessica tersenyum saat membalas nya bahkan sesekali wanita itu tertawa. Sarap memang. Papa dan Mama yang melihat menatap bingung Jessica. Tuh kan Papa Mama saja bingung.
"Jessi.." suara Papa memecahkan ke sunyian, ya walaupun gak terlalu sunyi soal nya suara Jessica lebih mendominasi. Jessica melihat Papa yang menatap Jessica dengan seringai nya. Duh.. berulah lagi nih aki-aki.
Mama yang melihat tingkah Papa tertawa, ada ada saja suami nya itu.
"Ada apa, Pa?." Jessica mengernyit melihat Papa. Aneh sekali pak tua ini.
Papa tertawa pelan. "Kamu sudah memiliki kekasih?."
Jessica beralih menatap ponsel nya yang terdapat notifikasi dari Thomas. Jessica mengangguk. "Sudah Pa."
"Bagaimana jika kamu bawa kekasih mu ke sini." Papa mengucapkan nya dengan santai sambil meminum teh yang sudah di seduh Mama.
Sebenar nya ini rekor sih, soal nya Papa itu tidak pernah memperbolehkan anak nya berpacaran. Tetapi, ini Jessica yang bahkan sudah lebih dari pacaran, sampai melakukan hubungan suami istri pun pernah. Ya untung saja tidak ketahuan Papa jika ketahuan. Tamat lah Jessica. Di Nikah Paksakan. Ya walaupun Jessica akan menerima dengan lapang dada jika di nikah kan dengan Thomas, lalu jika dengan Pria lain bagaimana. Kan Jessica tidak melakukan nya dengan satu orang Pria saja, upsss…
Julid banget aku, ya tentu saja ini kan hanya aku yang mendengar nya.
"Kekasih ku, ya.." Gumam Jessica.
Papa dan Mama mengangguk. Ya karena Jessica yang tertua jadi harus memperkenalkan calon nya dulu bukan. Masih lama masih lama..
"Aku akan menyuruh nya datang Ma, Pa."
Jessica beranjak dari duduk nya pergi ke dapur, dengan ponsel yang sedang menghubungi Thomas. Jauh sekali hanya menghubungi saja.
__ADS_1
Ini Jessica tidak ada bosen bosen nya apa bertemu Thomas terus. Perasan tadi malam sudah bertemu kemarin juga bertemu bahkan menginap dan sekarang ingin bertemu lagi. Sungguh, Cinta itu buta. Tiada hari tanpa bosan melihat nya. Si buluk Thomas.
"Lalu, Nira belum memiliki kekasih?." Tuh kan kenapa lari nya ke aku sihh??. Tapi kalau Niell aku terima dengan lapang dada kok Ma Pa. Salah nya Niell tidak menyukai ku, mungkin hanya tubuh ku saja aku kan seksi. Hei,, tidak mungkin aku mengatakan itu kan.
Aku menggeleng menatap Mama dan Papa. Menjadi anak yang baik itu bagus. "Enggak punya Pa, Ma."
Mama mengernyit menatap ku, apa semencurigakan itu aku?
Tapi, seriusan aku tidak memiliki kekasih.
"Masa.. kamu kan cantik." Makasih Ma udah bilang anak bungsu mu ini cantik. "Masa gak laku sih." Aku menatap Mama datar, ya aku tadi senang di puji tapi ya tidak seperti ini juga.
"Bukan gak laku Ma. Hanya tidak ingin menjalin hubungan saja, itu merepotkan." Jawab ku sok bijak. Duh.. padahal aku mau saja jika Niell yang mengajak ku menjalin hubungan, salah nya sangat mustahil untuk terjadi. Atau dengan Kevin saja?. Atau mungkin Willy?, jangan Willy dia terlalu manis untuk di jadikan kekasih yang ada orang orang mengira kami itu lesbi. Sama sama terlihat wanita soalnya.
Mama tertawa pelan mendengar jawaban ku, tidak ada yang lucu loh. Tetapi, Papa hanya tersenyum dan mengangguk pelan. Memang Papa yang terbaik deh. "Kasian banget masa kalah sama Jessi." SAMA SAJAAAAA….. Tidak Mama Tidak Papa sama saja.
Aku menatap Papa dan Mama datar. Mereka jahat sekali kepada Putri Bungsu nya.
Mata Mama berbinar mendengar jawaban Jessica. "Wah.. Cepat sekali kekasih mu itu, Jessi." Tentu saja Ma nama nya juga bucin [Budak Cinta].
"Jadi nama nya Thomas."
Jessica mengangguk membenarkan ucapan Papa. Papa melihat ke arah ku. Apa lagi inii!!!
"Nira, Papa lupa. Papa membelikan mu oleh-oleh loh."
"Manaa.." Aku suka oleh-oleh dari Papa. Soal nya oleh-oleh nya makanan. Lalu kenapa baru sekarang sihh..
Papa melihat ke arah Mama. Mama mengernyit lalu seelah nya beranjak pergi ke kamar. Aku menunggu Mama kembali, lama sekali apa Mama bersemedi.
"Oleh oleh nomor satu, Yaa…" Gurau Jessica menatap ku dengan seringai nya. Ingin ku robek bibir wanita itu.
__ADS_1
Aku menatap nya sinis. "Tentu saja. Menikmati makanan lebih menyenangkan dari pada dingin dinginan." Aku terkekeh melihat perubahan raut wajah Jessica. Hahahaha Mamam Tuhhh…
"Jessi, kamu suka dingin dinginan?." Sahut Mama yang sudah datang dengan paperbag di kedua tangan nya. Setengah di serahkan ke aku setengah nya lagi ke Jessica. Kebagian juga dia.
Jessica mengerjap pelan lalu tersenyum canggung. Bingung dia ingin menjawab apa. "Emm.. Itu Mam, beberapa hari ini cuaca sungguh panas. Jadi, Jessi suka yang dingin dingin." Jawab Jessica gugup. Cih.. gitu saja gugup, kan bisa jawab nya karena suka berendam. Maksud nya merendamkan Junior Thomas. Hahahahaha
Aku membuka pemberian Mama. Ternyata ada notebook. Untuk apa ini aku tidak mau menulis sayang tinta ku iya tinta seperti aku yang tinta dengan nya. Eaaakkkk. Alay anjir.
"Kamu suka makanan nya, Nira?." Papa menatap aku lembut. Dan, Mama tersenyum menunggu jawaban ku. Aku tidak mau mengecewakan tetapi memang aku menyukainya nama nya juga makanan tentu saja aku suka.
"Apa yang Nira tidak suka coba. Nama nya juga makanan." Sahut Jessica tanpa beban.
"Diam shaiton." Sinis ku menatap tajam Jessica. Ikut saja sih.
"Cih.. Rakus. Makan banyak tetapi tidak gendut." Jessica menatap ku tajam. "Kurang Gizi?." Lanjut Jessica dengan seringai nya di selingi kekehan.
Bugh
Aku melempar bantal soffa ke arah Jessica kuat hingga kepala Jessica menghantam sandaran soffa. Aku menatap nya tajam. Ngeselin banget punya kakak bentuk nya kaya gini.
"Lo itu ya!!!."
"PA LIAT INI KAK JESSI BILANG LO LO LO." Teriak aku kuat padahal jika aku berbicara pelan pun Papa mendengar nya. Tidak apa apa mendramatiskan keadaan bukan.
"Jessi, jaga ucapan kamu. Dan, jangan mengganggu adik mu!." Rasain di marahin Papa. Ya Jessica di marahin Papa. Jika kalian lupa, di keluarga kami tidak di perbolehkan memanggil selain kata Aku dan Kamu. Tetapi, saya boleh kok tenang saja. Niell masih masuk kriteria keluarga ini.
Aku menjulurkan lidah mengarah ke Jessica yang menatap ku kesal. Tuhh rasain…
Tettt…. Teetttttt…. Teeettttt….
Suara bell berbunyi. Sepertinya Thomas sudah sampai. Jessica beranjak dari duduknya menghampiri pintu utama untuk menyambut kedatangan kekasih nya.
__ADS_1
Dihh.. Lebay..