
Tepat berada di sebuah jalanan yang di penuhi oleh pepohonan kini tengah terjadi perang besar antara dua geng motor yang cukup terkenal di kalangan masyarakat
Galenard Bramasta satyo (Galen)
Pemimpin dari salah satu geng motor terbesar itu yang memiliki nama Vexo
Maxi Danendra Maharaja (Max)
Pemimpin musuh dari Vexo yang memiliki nama Vixion,
Mereka saling beradu skill kekuatan dengan kemampuan bela diri yang mereka kuasai Hingga muncul sosok gadis mungil yang berdiri di tengah mereka dengan menggunakan dress hijau tosca dan pita kecil berwarna pink yang terkait di kepala nya dengan indah,
Monica Gisella Maharaja Gadis itu yang tak lain adalah monic,
"Monic Lo jangan di situ"ucap pria berparas tampan di depan nya
"Minggir Monic"ucap pria yang satu nya
"Gua nggak akan minggir kalo kalian nggak berhenti perang"ucap gadis itu yang masih setia berdiri di Antara pemimpin ketua geng besar tersebut,
__ADS_1
Mereka tidak menghiraukan ucapan Monic sehingga mereka pun melanjutkan baku hantam nya dengan Monic yang masih berdiri di tengah mereka, hingga Monic melihat laki-laki berpakaian misterius yang bersembunyi di balik pohon sambil mengisi peluru di pistol nya lalu mengarahkan senjata api itu ke arah Galen.Monic berlari kearah sang kekasih yang masih fokus baku hantam dengan pasukan Vixion
Monic memeluk Galen dari belakang hingga peluru itu mengenai dirinya
Galen yang merasa dirinya di peluk pun menoleh ke belakang dia sangat terkejut karena mendapati sang kekasih yang sudah ambruk ke tanah dengan keadaan bersimbah darah Galen terduduk lemas dan menjatuhkan pistol yang dia pegang.
Max yang melihat adiknya berada di pangkuan sang musuh dengan bersimbah darah pun berlari mendekati mereka tanpa ba-bi-bu lagi max langsung menghantam Galen dengan membabi buta tanpa mau mendengar penjelasan dari Galen peperangan di Antara mereka pun berhenti karena melihat dua pemimpin mereka yang terduduk lemas di depan gadis cantik yang sudah menutup mata nya,
"Kenapa Lo bunuh Adek gua bangsat"max berucap sambil memegang kerah jaket Galen
"Bukan gua yang bunuh Adek Lo"setelah diam cukup lama Galen pun kini kembali membuka suara nya
"Kalo bukan Lo siapa jelas-jelas pistol ada di tangan Lo brengsek"max semakin di buat marah oleh jawaban musuh nya
"Kan bisa aja Lo mau bales dendam sama gua dengan Monic perantaraan nya"
"Gua nggak sebodoh lo"Galen yang sudah terpancing emosi pun akhirnya meninju wajah max dengan keras
"Udah cukup kita harus bawa Monic ke rumah sakit"ucap salah satu dari banyak nya orang di situ
__ADS_1
Galen dan max yang mendengar kalimat itu tersadar lalu Galen segera menggendong tubuh lemah Monic masuk kedalam mobil Nico inti dari Vexo Nico pun melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi di susul dari belakang oleh anggota Vexo dan Vixion.
Setelah sampai di rumah sakit Galen dan Nico di sambut oleh dokter dan suster yang sedang bertugas di sana mereka pun mendorong brangakar yang di tiduri oleh Monic, Monica di bawa masuk kedalam ruangan ICU dan setelah itu koridor di penuhi oleh anggota inti dari Vexo serta Vixion,
Dokter pun keluar dari ruangan itu setelah menghabiskan waktu dua jam di dalam ruangan ICU, mereka semua pun berjalan mendekati dokter tersebut.
"Gimana keadaan adik saya dok"tanya max dengan raut cemas nya, dokter yang mendapatkan pertanyaan itu mendengus pasrah lalu berucap
"Maaf adik kamu tidak mampu kami selamat kan karena kekurangan banyak darah dan kerusakan jantung yang cukup parah"
Max terduduk lemas di lantai rumah sakit Galen meninju tembok karena mendengar penuturan dari laki-laki yang menggunakan jas dokter itu
💐Satu tahun setelah kepergian Monic kedua geng besar itu semakin saling memusuhi karena Max yang masih tidak terima kalau adik kesayangannya sudah tiada 💐
______________________________________________
Yuk let's go to part
Jangan lupa tinggalin jejak ya ges 😘
__ADS_1
Oh ya jangan lupa follow
@MGA_Adinda di Instagram dan join juga yuk ke grup ★MGA suporter★