Mystery And Trouble

Mystery And Trouble
EPISODE 17.Alam yang berbeda


__ADS_3

Hans masih mencari keberadaan Alita di halaman belakang rumah Piter sedang kan Piter mencari Alita di halaman depan, mereka berdua sudah cukup lama mencari Alita namun hasilnya sia-sia karena tidak ada sedikitpun jejak yang Alita tinggalkan,berbeda dengan Aleta yang masih berusaha mencari Alita di dalam besmen itu, Aleta cukup kesulitan mencari Alita karena penerangan yang terbatas dan juga banyaknya barang-barang bekas di dalam basmen.


Aleta berjalan dengan di temani oleh Freya dan Monic hingga tiba lah mereka di depan ruangan yang sangat gelap Aleta menyorot ruangan itu mengunakan senter yang dia pegang dan dalam seketika tubuh nya tertarik masuk kedalam ruangan itu Aleta dapat melihat seorang gadis kecil yang sedang di kejar-kejar oleh hantu biarawati dengan wajah hancur dan kantung matanya berwarna hitam.


Aleta ikut berlari mengikuti gadis kecil itu yang tak lain adalah Alita, Aleta terus berlari mengikuti Alita dari belakang hingga bayangan itu menghilang, Aleta tersadar dari lamunannya dia cukup kaget karena sudah masuk kedalam alam yang berbeda atau bisa di bilang alam gaib Freya dan Monic berjalan mendekati Aleta.


“let lo masih mau lanjut atau kita pergi dari sini?” tanya Monic karena sadar nyawa Aleta yang sedang terancam


“lanjut” Aleta pun melanjutkan langkahnya walau dia sendiri tidak tahu dengan ruangan yang sedang dia telusuri,


“Aaaaaaaa” samar-samar Aleta dapat mendengarkan teriakkan dari salah satu ruangan di tempat itu,


“Alita ini Kaka kamu di mana” Aleta terus berjalan mencari sumber suara itu


“tolong Alita takut” Freya menuntun Aleta berjalan menuju sebuah ruangan yang sangat sudah kumuh lumut hijau memenuhi tembok ruangan itu,


Aleta dapat melihat Alita yang sedang duduk terikat di sebuah bangku kayu sambil menangis, Aleta pun menghampiri Alita lalu berusaha membuka ikatan tali itu pada tubuh Alita namun semuanya terlambat hantu biarawati yang sedari tadi mengejar Alita datang mendekati mereka.


“twee prooien” (dua mangsa) ucap biarawati itu dengan semirik yang menyeramkan,


Aleta masih berusaha membuka tali di tubuh Alita,biarawati itu semakin berjalan mendekati mereka,dan setelah menguras tenaga cukup banyak akhirnya Aleta bisa membuka tali yang mengikat tubuh Alita, Aleta pun menarik lengan Alita dengan tergesa mereka berdua berlari dengan cepat karena biarawati itu semakin mendekati mereka,


nafas Aleta sudah tersengal-sengal tapi dia tetap memaksakan untuk berlari mengikuti Freya yang terbang begitu cepat di depan sedangkan Monic berada di belakang mereka karena takut biarawati itu melakukan tindakan yang mampu membuat Aleta atau Alita terluka mereka pun menemukan sedikit cahaya dari pintu basmen yang masih terbuka.


Pintu itu cukup dekat namun terasa sangat jauh bagi Aleta hantu biarawati itu masih mengejar Aleta dari belakang Aleta terus mengegam erat tangan Alita karena takut terlepas sedangkan Alita sudah sangat tidak kuat untuk melanjutkan langkahnya badannya sudah sangat lemas tak bertenaga Aleta menengok kearah belakang dan melihat Alita yang sudah memejamkan mata Aleta pun menghentikan langkahnya sejenak lalu mengendong Alita di punggungnya.


“sebentar lagi Alita sebentar lagi kita sampe” batin Aleta dalam hati, Aleta pun semakin melajukan langkah nya,


Satu langkah lagi Aleta bisa keluar dari ruangan itu namun sayangnya dia terjatuh karena sebuah tarikan yang cukup keras dari hantu biarawati itu Aleta berusaha memberontak namun cengkeraman tangan hantu biarawati itu sangat kuat membuat Aleta kesulitan untuk melangkah, Monica dan Freya membantu Aleta untuk berdiri dari duduknya tapi tidak bisa karena hantu biarawati itu tidak mau melepaskan kaki Aleta.


“je zult mijn huis niet kunnen verlaten” (kalian nga tidak akan bisa pergi dari rumah ku) Monica menatap Freya dengan mata yang memiliki arti setelah mendapatkan anggukan dari Freya mereka berdua pun menendang hantu biarawati itu dengan tenaga yang cukup besar hingga membuat hantu biarawati itu terpental jauh.


°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°


Aleta melangkah kan kaki nya keluar dari ruangan basmen, Hans dan Piter yang tak sengaja melihat Aleta berdiri di depan pintu basmen sambil menggendong Alita pun berjalan mendekati Aleta dan Alita Piter mengucapkan rasa syukur pada tuhan nya karena sudah mengembalikan Alita, Piter langsung mengambil alih tubuh Alita dari gendongan Aleta, keringat sudah membanjir tubuh Aleta karena olahraga nya tadi di dalam alam gaib.


Atlet menatap Alita yang masih tak sadarkan diri di dalam gendongan Piter dia tersenyum lega karena sudah bisa menyelamatkan nyawa keponakan nya Aleta melihat kearah Hans yang sedang tersenyum kearah Freya dan Monic lalu setelah itu pandangan nya berubah menjadi buram Aleta pun terjatuh kelantai Hans berlari panik kearah Aleta dia pun membopong tubuh Aleta kesalah satu kursi ruang tamu.


Piter mengunci pintu basmen itu dan pergi menyusuli Hans yang berada di ruang tamu, Hans menelfon Dokter pribadi nya untuk datang kerumah Piter, setelah menunggu cukup lama Dokter pribadi Hans pun datang dengan membawa tas yang di dalamnya sudah di lengkapi dengan peralatan medis, Hans menuntun Dokter itu kedalam ruang tamu dan membawa nya kearah Aleta serta Alita yang masih tak sadarkan diri.


Laki-laki berambut pirang dengan mengunakan jas putih dan teleskop di lehernya itu mulai memeriksa Aleta, setelah Aleta sudah di periksa dokter itu gantian memeriksa Alita,


“mereka hanya kelelahan karena melakukan aktivitas fisik yang menguras sekali banyak tenaga” (mereka hanya kelelahan karena melakukan aktivitas fisik yang menguras sekali banyak tenaga) jelas Dokter itu


“en voor dit kleine meisje is het waarschijnlijk dat ze een ernstig trauma zal hebben als gevolg van een incident dat haar mentaal gestoord heeft.Ik raad je aan om je dochter naar een psychologisch centrum te brengen om haar mentale genezing te helpen.” (dan untuk gadis kecil ini kemungkinan akan memiliki trauma berat karena satu kejadian yang menggangu mental nya saya sarankan pada bapak untuk membawa putri anda ke tempat psikologi agar membantu untuk penyembuhan mental nya)

__ADS_1


“Deze uithoudingsvermogenverhogende vitamine kan eenmaal per dag worden ingenomen, dan zal ik mezelf excuseren” (ini vitamin penguat stamina bisa di minum sehari sekali, kalau begitu saya permisi) laki-laki dengan jas putih itu pun menaruh botol vitamin berwarna putih di atas meja lalu setelah itu berjalan menuju pintu depan dengan di antar oleh Hans.


“bedankt dat je me lastigvalt” (terima kasih sudah mau saya repotkan) ucap Hans setelah sampai di samping mobil dokter yang tadi memeriksa Aleta dan Alita


“Het maakt niet uit, je bent zoals iedereen, ik heb afscheid genomen, ja, er zijn nog veel patiënten die behandeld moeten worden in het ziekenhuis” (tak masalah kau ini seperti dengan siapa saja ya sudah saya pamit ya masih banyak pasien yang harus di tangani di rumah sakit)


“oke nogmaals bedankt” (baik lah terima kasih sekali lagi) laki-laki itu hanya tersenyum ramah kearah Hans lalu melenggang pergi memasuki mobilnya.


Hans kembali masuk kedalam ketika melihat mobil dokter pribadi nya sudah menghilang dia duduk di sebelah Piter yang sedang mengelus pucuk Alita dengan penuh kasih sayang Hans sangat kasihan dengan Piter karena ujian berat yang tengah tuhan berikan pada dirinya.


“setelah Aleta sadar kita cari Emeli” tutur Hans pada Piter,


“ayah yakin Aleta baru saja melewati rintangan yang besar dan sekarang kita harus menyuruh dia buat membantu kita mencari Emeli” sentak Piter karena sudah kesal dengan jalan pikiran ayah nya


“kita berdua yang mencari Emeli kalau misalkan Emeli belom bisa kita temui dengan terpaksa kita minta bantuan Aleta” Piter hanya mengangguk mempersetujui saran dari Hans,


Aleta sudah sadar dari pingsannya dia merubah posisi nya menjadi duduk Aleta melihat kesekitar dan berjalan mencari Hans hingga telinga nya tak sengaja mendengar suara dua orang laki-laki yang tengah berbincang di ruang makan Aleta menghampiri suara itu dan melihat Piter serta Hans yang sedang berbincang ringan di ruang tamu.


“Aleta kamu sudah sadar” Aleta hanya mengangguk lalu berjalan menuju Hans dan juga Piter,


“leta nanti malam Paman dan kakek ingin pergi mencari Bibi mu jadi kamu nanti di rumah kakek sama Alita” terang Piter pada Aleta


“kalian yakin nyari nya mau nanti malem kenapa nga besok pagi aja?” tanya Aleta pada mereka berdua


“kalo besok Paman takut akan terjadi hal buruk sama Bibi mu jadi nya Paman dan kakek memutuskan untuk mencari sekarang” jawab Piter Aleta hanya diam karena tidak bisa membantah keputusan yang di buat oleh kakek dan pamannya.


“Alita nga mau cerita ke Kaka kenapa kamu tadi bisa ada di dalam ruangan itu?” Alita masih diam membisu tatapan nya hanya terfokus pada pemandangan yang berada di luar mobil,


“oke kalo Alita nga mau cerita nga papa kok Kaka nga maksa Alita bisa cerita kalo Alita udah siap” Aleta menghela nafas sabar karena tak sedikitpun mendapatkan sautan dari Alita.


Mobil yang Aleta kendarai berhenti di sebuah tempat yang cukup indah Alita turun dari mobil dengan wajah yang kembali ceria Aleta membawa Alita ke sebuah pantai yang pemandangan nya cukup indah apa lagi sekarang sedang sunset menambah keindahan dari pantai itu,


“Alita mau main di pantai bareng Kaka?” Alita yang di tanya hanya mengangguk dengan wajah yang berbinar


Mereka berdua pun berlarian di pantai sambil menikmati sunset yang sedang melihat mereka berdua tengah bermain kejar-kejaran Alita sudah kembali ceria bahkan dia sudah bisa tertawa tidak seperti tadi saat dia rumah Piter yang hanya diam dengan tatapan kosong.


“Alita mau eskrim?” tawar Aleta sambil menunjuk ke arah gerobak eskrim,


“aku mau” Aleta mengandeng tangan Alita menuju kearah gerobak eskrim itu lalu memesan dua eskrim dengan rasa strawberry dan juga rasa anggur,


Mereka berdua duduk di pinggir pantai sambil memakan eskrim di bawah langit senja dan juga di temani oleh suara ombak yang begitu menenangkan, Aleta tersenyum senang karena sudah berhasil membuat Alita kembali ceria lagi,


Setelah cukup lama berada di pantai mereka berdua pun memutuskan untuk pulang ke rumah Hans karena sebentar lagi awan akan berubah menjadi gelap Aleta kembali mengendarai mobil Hans menuju ke rumah nya, mereka pun sampai di kediaman Hans Aleta menuntun Alita masuk kedalam kamarnya lalu menyuruh Alita masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Aleta duduk di sofa putih yang cukup besar dia menyalakan televisi lalu memutar film Disney karena merasa bosan, Alita keluar dari kamar mandi dengan mengunakan piyama tidur bergambar beruang Alita ikut duduk bergabung bersama Aleta yang tengah fokus menonton film di layar televisi.

__ADS_1


______________________________________________


Aleta Anastasya Magenta (Aleta)



Galenard Bramasta Satyo (Galen)


Leader VEXO



Dito Mahendra Gretchen (Dito)


wakil dari VEXO



Atlanta Georgia Wijaya (Ata)


inti VEXO



Nicole Richie Ricardo (Nico)


Inti VEXO



Gerald Fernando (Gerald)


Inti VEXO



Asihla Laura Mikhayla (Shila)



Alana Nolanda Syahara (Alana)



______________________________

__ADS_1


oke ges mungkin visual nya segini dulu nanti untuk tokoh antagonis nya bakalan nyusul


Babay jangan lupa tinggalin jejak🐨


__ADS_2