Mystery And Trouble

Mystery And Trouble
EPISODE 21.Menginap


__ADS_3

Aleta membuka kelopak mata nya dia melihat kesekitar, dia cukup bingung ketika melihat peralatan medis ada di sebelah nya, batin Aleta terus bertanya-tanya siapa orang yang sudah membawa nya kerumah sakit bukan kah tadi dia sedang tenggelam di danau yang berada di alam gaib lalu mengapa dia bisa selamat apa mungkin dia masih di alam yang berbeda atau ada orang yang membantu nya keluar dari dalam danau itu.


Pertanyaan demi pertanyaan hadir di fikiran Aleta hingga membuat dia tidak sadar dengan kehadiran seseorang yang memasuki ruang rawat nya,


"Ekhm" dehem laki-laki yang duduk di sebelah berangkar Aleta membuat Aleta sadar dari lamunannya


"Sejak kapan lo disini?" Tanya Aleta bingung ketika melihat laki-laki tampan duduk di bangku yang letaknya tepat di sebelah kasur Aleta


"Sejak kucing gua jadi duda" canda cowok itu membuat Aleta menatap laki-laki di sebelah nya dengan jengah,


"Maka nya kalo beli kucing jangan yang cabul kena karma nya kan jadi nga laku, sama kaya yang punya" Allano menjitak pelipis Aleta dengan kencang karena tak terima dengan ucapan Aleta.


"Sakit ogeb" ketus Aleta sambil mengelus pelipis nya yang sakit


"Maka nya kalo ngomong jangan sekate-kate gua tuh gini-gini banyak yang demen"


"Tapi ko gua nga pernah ngeliat lo jalan sama cewek" Allano mengacuhkan pertanyaan Aleta dia beralih mengambil kotak makan di atas meja yang berada di sebelah Aleta lalu menyodorkan kotak makan itu kearah Aleta.


"Nih makan" Aleta menerima kotak makan itu dengan senang hati


"Eh btw gua mau nanya deh lo tau nga orang yang nyelamatin gua dari danau itu?" Aleta menatap Allano dengan serius


"Mr.Hans yang bawa lo keluar" Aleta terkejut bagaimana kakek nya bisa tau jika mereka ada di hutan itu seingat Aleta dia dan Allano tidak pernah memberi tahu Hans tentang posisi keberadan mereka waktu itu,


"Tunggu ko kake bisa tau kita ada di hutan bukan nya kake cuman tau kalo kita ada di kantor polisi doang ya?"


"Gua juga nga tau dari mana dia tau kalo kita ada di hutan" jawab Allano tanpa ekspresi


Suasana pun berubah jadi hening mereka berdua sama-sama sibuk dengan kegiatan masing-masing Aleta yang sibuk menyantap makanan nya dan Allano yang sibuk dengan ponsel nya membuat ruang rawat itu jadi sunyih,


"Bang lo tau nga waktu itu pas gua ada di perahu merah itu gua ngeliat tulis yang sama" tutur Aleta membuat Allano mengernyitkan dahi nya bingung,


"Maksud lo?" Aleta mulai menjelaskan semu kejadian yang dia alami saat di danau tadi


"Jadi maksud lo tulisan dan simbol yang ada di tangan mereka berdua ada sangkut pau nya sama hantu biarawati itu?" Tanya Allano yang di angguki oleh Aleta,


"Kemungkinan kaya gitu" setelah itu tidak ada lagi percakapan di antara mereka


Aleta sibuk dengan ponsel nya dia sedang mencari arti dari kalimat Δόξα σ' αυτούς που λατρεύουμε


Dóxa s' aftoús pou latrévoume dan Allano sedang mencari data kedua orang yang kasus nya sedang dia selidiki,


"Ketemu" ucap mereka serempak


"Lo dulu aja" tutur Aleta pada Allano


"Lo aja duluan gua kan abang jadi nya harus ngalah" Aleta hanya mengangguk lalu menatap layar ponsel nya kembali

__ADS_1


"Oke gua tau Arti dari kalimat misterius itu" Allano melihat Aleta dengan wajah yang serius


"Arti nya apa?" Tanya Allano penasaran


"Arti nya terpujilah mereka yang kami sembah kalimat itu di ambil dari bahasa Yunani" terang Aleta


"Dan lo merasa aneh nga si bang sama kasus misteri yang lagi kita selidikin sekarang?" Tanya Aleta


"Iya gua juga ngerasa aneh sama kasus kali ini" jawab Allano sambil mengetuk-ngetukan jari nya di meja sebelah berangkar Aleta


"Setiap mayat yang terikat sama kasus ini pasti di tangan nya ada tanda salib kebalik" lanjut Allano


"Iya gua juga pas di perahu tadi ngeliat tangan cewek itu ada tanda salib kebalik yang kaya nya emang sengaja dia buat dan bukan cuman tanda di tangan nya dong yang gua liat tapi gua juga ngeliat boneka jerami yang bentuknya itu sama persis kayak boneka jerami di penjara waktu itu" jelas Aleta panjang lebar


"Menurut lo apa mungkin tante Emeli bakalan sama kaya mereka berdu?"


"Gua juga nga tau bang" Aleta dan Allano sama-sama menghembuskan nafas lelah mereka di buat lelah dengan kasus yang penuh dengan tekateki,


"Oh iya let tadi gua mau nunjukin lo ini" Allano menyerahkan ponselnya kearah Aleta,


"Data pribadi" beo Aleta ketika melihat ponsel Allano yang menampilkan data pribadi seseorang.


°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°


Aleta dan Allano sudah sampai di kediaman Piter mereka berdua memutuskan untuk menginap semalam di rumah Piter karena ingin memantau kondisi Emeli yang terbilang tidak baik-baik saja.


"Kalian tidur di kamar atas ya di atas masih ada dua kamar kosong" ucap Piter


"Ya udah gua kekamar dulu" Aleta mengangguk Allano pun berjalan menuju lantai atas,


setelah punggung Allano sudah tak terlihat lagi Aleta pergi berjalan kearah kamar Alita karena dia ingin menanyakan sesuatu pada adik sepupu nya itu


Tok


Tok


Tok


"Alita kakak boleh masuk" tak ada jawaban dari dalam namu pintu kamar Alita terbuka lebar dan menampilkan sosok anak perempuan dengan piyama tidur berwarna pink sambil memeluk boneka beruang.


"Ayu ka" Aleta menutup pintu kamar Alita lalu berjalan mengikuti Alita,


Mereka berdua sudah duduk di kasur Quinn size milik Alita, Aleta melihat kearah Alita yang hanya diam saja membuat dia merasa kasihan karena Alita harus ikut masuk kedalam permasalahan yang sedang menimpa bibi nya.


"Alita masih belum mau cerita kekaka tentang kejadian yang kemarin?" Tanya Aleta sambil mengelus surai piring milik Alita


"Alita takut ka"

__ADS_1


"Ada kaka di sini Alita jangan takut kakak akan selalu ngelindungi Alita" tutur Aleta dengan lembut


"Waktu itu Alita ada di dalam kamar terus ada hantu biarawati yang deketin Alita hantu itu muka nya hancur abis itu ketawa nga jelas di depan muka aku" Alita menjeda cerita nya


"Terus ada tiga sosok lagi yang dateng abis itu Alita lari dan Alita nggak tau kalo Alita lari kebesmen Waktu itu  Alita jalan masuk kedalam terus Alita ketemu sama hantu biarawati yang sama hantu itu ngejar Alita dan nangkap Alita biarawati itu bawa Alita ke ruangan yang gelap Alita takut" lanjut Alita


"everything will be fine" ucap Aleta lalu membawa tubuh mungil Alita kedalam dekapan nya.


Aleta menemani Alita hingga tertidur pulas setelah melihat ponakan nya yang sudah tertidur Aleta pun pergi meninggalkan kamar Alita dia berjalan menuju tangga namun saat berada di pertengahan jalan tangan Aleta di tarik oleh seseorang kedalam sebuah ruangan yang sangat remang-remang.


"Aleta tolong bibi" ucap orang yang menarik Aleta orang itu tak lain adalah Emeli


"Gimana caranya?" Tanya Aleta pada Emeli


"Kamu harus kegereja tua itu dan cari ruangan yang jadi tempat untuk melakukan persembahan biarawati itu" jawab Emeli


"Bibi mohon Aleta sebelum bibi yang menjadi tumbal selanjutnya" setelah itu Emeli menghilang bagaikan di telan bumi Aleta bingung bagaimana Emeli bisa menghilang secepat itu,


Aleta pun merasa ada seseorang yang memukul nya dari belakang dia terbangun dari tidur cantik nya yang memasukkan Emeli kedalam bunga tidur nya.


"Coman mimpi" monolog Aleta dalam hati dia baru menyadari jika dirinya tak sengaja tertidur di kamar Alita,


Aleta menengok kearah Alita yang sedang terlelap setelah itu dia memutuskan untuk pergi menuju kamar nya saat sampai di depan pintu kamar yang berwarna putih Aleta di kejutkan oleh suara jeritan seseorang dari kamar sebelah,


Aleta pun menghampiri suara itu saat ingin membuka kamar itu tangan nya di cekal oleh seseorang yang berada di sebelah nya Aleta pun menengok kesebelah dan menemukan Piter yang sedang berdiri sambil memegang tangan nya.


"Paman"


"Jangan di buka" Aleta cukup bingung kenapa dia tidak boleh membuka pintu itu,


"Tapi leta denger suara jeritan bibi Emeli di dalam" ucap Aleta, Piter membuang nafas nya lelah


"Kalo kamu buka, bibi mu akan membahayakan nyawa yang lain nya" jelas Piter lalu melepaskan tanggan Aleta yang di genggam nya,


Aleta menatap lurus kepintu itu ketika mendengar gedoran kuat yang menciptakan suara sangat nyaring,pintu terus di gedor hingga membuat Allano keluar dari kamar nya dan menatap kedua orang yang sangat di kenal dengan bingung.


"Kenapa?" Tanya Allano pada dua orang di depan nya


"Nga ada apa-apa lebih baik kalian balik gih kekamar masing-masing" perintah piter


Aleta menurut dia masuk kedalam kamar nya di susul juga dengan Allano yang kembali masuk kedalam kamar nya dengan sejuta pertanyaan yang hinggap di fikiran Allano.


_________________________________________


Hai ges gimana part kaliini memuaskan tidax yuk komen yang banyak biar aku makin semangat


Dan sekedar informasi aku mungkin bakalan up seminggu sekali jadi sabar untuk nunggu ya kalo kalian mau aku up cepat kalian harus terus sport aku.

__ADS_1


30 komen 20 like/vote aku bakalan up cepat


Babay ges spam next buat episode selanjutnya🐨


__ADS_2