Mystery And Trouble

Mystery And Trouble
EPISODE 8.Sekolah di serang


__ADS_3

Anak-anak Vixion berhasil menerobos masuk kedalam dan menghampiri semua anggota Vexo yang berbaris di lapangan,Galen menatap mereka dengan dingin namun terkesan santai sedang kan semua siswa dan siswi SMA Taruna pelita sudah berkumpul di aula hanya Aleta saja yang masih berada di kelas nya di penasaran dengan siapa orang-orang yang berani nyerang sekolah mereka.


Max leader dari Vixion maju selangkah dan menatap Galen dengan sengit namun berbeda dengan Galen dia tetap setia memasang wajah datar nya, Galen pun ikut maju selangkah dan jarak mereka kini terkikis hanya sedikit.


“wih jago juga lo semua masuk kandang harimau” bukan Galen yang berbicara melainkan salah satu anggota Vexo yang berbaris di belakang Galen


“napa lo kita bukan pengecut” sahut anggota Vixion


Galen hanya tertawa remeh ketika mendengar penuturan anggota Vixion Max yang sudah terpancing emosi pun meninju wajah Galen tanpa aba-aba Galen yang belum siap sedikit terhayung kebelakang Galen membalas pukulan Max dengan brutal pertempuran pun di mulai mereka saling baku hantam hingga darah segar mulai berjatuhan ke lantai lapangan.


Aleta menyaksikan pertempuran dari balkon dia berdiri di balkon tanpa rasa takut ketika semua murid sedang ketar-ketir di aula hanya dia saja yang masih asik menonton pertempuran itu Aleta sangat familiar dengan adegan pertempuran ini adegan di mana sebelum seorang Monica Gisella Maharaja meninggal, Aleta tidak menyadari jika dari tadi ada seseorang yang berdiri di belakang nya,


Orang itu membawa Aleta paksa menuruni tangga sedang kan Aleta tidak memberontak dia hanya mengikuti kemana laki-laki itu membawa nya, Aleta dan satu orang laki-laki itu tengah berdiri di tengah lapangan Galen yang tadi nya Sibu baku hantam dengan Max kegiatan nya terhenti ketika melihat Aleta berada di genggaman Laskar, Galen mengeraskan rahangnya ketika melihat Laskar menodongkan belati ke leher putih milik Aleta.


Netra Aleta tak sengaja bertubrukan dengan mata milik Allano ya Allano adalah inti dari Vixion Aleta memberikan sinyal lewat mata nya bahwa dia baik-baik saja sedangkan Allano yang mengerti maksud dari tatapan mata Aleta hanya mengangguk dia yakin jika Aleta bisa menyelesaikan semua nya sendiri.


Aleta memejamkan mata nya dia menarik nafasnya perlahan lalu menyikut perut Laskar keras hingga dia bisa terlepas dari kukungan Laskar Aleta menendang dan meninju Laskar hingga tersungkur mereka yang melihat itu di buat takjub setelah berhasil menjatuhkan musuhnya Aleta berjalan santai meninggalkan mereka karena Freya memberi tahu dia bahwa sebentar lagi polisi akan datang.


Aleta berpapasan dengan Galen yang hanya memasang wajah datar nya sama seperti Galen Aleta juga mempertahankan wajah datar khas nya Aleta menyusul teman-teman nya di aula sekolah, setelah kepergian Aleta sirine mobil polisi pun terdengar tiga mobil polisi masuk ke dalam SMA Taruna pelita mereka semua bergegas ingin pergi dari lapangan utama itu namun polisi lebih dulu menangkap mereka semua.


“Aleta ya ampun lo kemana aja” panik Alana sambil berlari kecil kearah Aleta di ikuti oleh Shila


“iya lo kemana kita panik tau nga” timpal Shila lalu membolak-balik tubuh Aleta guna memastikan jika keadaan temanya itu baik-baik saja


“gua ke toilet” jawab Aleta singkat


“syukur deh lo nga papa” ucap Alana dan Shila kompak, mereka bertiga pun kembali duduk di aula yang sangat ricuh


Kini inti Vexo dan Vixion tengah di interogasi oleh polisi terkait aksi tauran mereka tadi, orang tua Galen datang hadir dan menjadi wali untuk Galen Alberto pun juga ikut hadir untuk menjadi walinya Allano Alberto hanya pasrah ketika mendapatkan jika putra nya terlibat dalam kasus tauran ini bukan kali pertama dia mendapatkan kabar jika putra nya ikut terlibat dalam kasus tauran tapi untuk kesekian kalinya.


Alberto hanya memaklumi aksi yang Allano buat karena sifat Allano sama persis seperti sifat nya waktu muda, mereka semua yang sudah di jemput oleh orang tua masing-masing di perbolehkan untuk pulang,di sepanjang jalan Galen hanya mendengar celotehan dari Tamara yang terus memarahi nya Galen mencoba untuk meminta bantuan dari Hendrik tapi justru Hendrik malah cuek dengan nya.

__ADS_1


“Galen kamu tuh udah mau kelas dua belas harusnya kamu lebih fokus buat belajar bukan main-main kemarin mamah di panggil guru BK di suruh kesekolah sekarang mamah di panggil kekantor polisi heran deh sama kamu” cerocos Tamara


“sekarang fasilitas kamu mamah sita uang jajan kamu mamah potong semua mobil kamu mama ambil dan motor sport kamu juga di sita” Galen melebarkan matanya


“nga bisa gitu dong mah kan motor aku kerja keras sendiri” ketus Galen tak terima


“oke motor yang papah kamu beliin dan semua barang-barang branded yang papah kamu beliin di ambil kecuali baju dan kartu black card kamu mama ambil juga” Setelah mengucapkan itu Tamara berjalan mendahului anak dan ayah itu


Galen menghela nafas nya pasrah Hendrik menepuk bahu putra semata wayangnya pelan lalu berjalan mengikuti langkah istri nya, Galen memutuskan untuk pergi ke markas di banding pulang kerumah Galen tidak memperdulikan luka lebam yang sudah memenuhi wajah tampan nya Galen menyuruh salah satu anggota Vexo untuk menjemput dia di kantor polisi karena mengigit motor merah milik nya yang tertinggal di sekolah Galen mau tak mau harus menumpang.


                               ~•••~


Alberto dan Allano sampai di rumah mereka bersamaan dengan Aleta turun dari anak tangga dia menghampiri kedua nya yang duduk di sofa ruang TV Aleta ikut bergabung dengan mereka suasana di ruangan itu sangat canggung karena Allano dan Alberto yang sedang perang dingin kedua kubu itu mengeluarkan aura yang berbeda membuat siapa saja yang berada di dekat mereka di buat merinding.


Hingga suara dering dari ponsel Alberto memecahkan keheningan Alberto pun melenggang pergi meninggalkan Kaka beradik itu di ruang TV Allano dan Aleta saling tatapan mereka sama-sama saling meminta penjelasan tentang kejadian tadi, Allano pun mengalah dia yang terlebih dahulu memberikan pertanyaan pada Aleta.


“oke lo kenal sama Galen?” tanya Allano tanpa basa-basi


“eh btw gua mau nanya deh ko geng motor lo bisa musuhan sama Vexo kalian punya masalah apasi” Aleta menatap Allano dengan wajah penasaran


“cerita nya panjang dan cukup ribet kalo gua jelasin mungkin otak kecil kaya lo kaga bakalan ngerti” ejek Allano dengan tawa jahat nya


“ih kurang ajar ya lo” Aleta melempar bantal sofa ruang tamu kearah wajah menyebalkan milik Allano


“eh terus sangkut pautnya sama Monic apaan?” beo Aleta


“lo tau Monic dari mana?” Allano bukan nya menjawab pertanyaan Aleta justru malah nanya balik ke Aleta


“ya ada deh lo tau gua kan bisa liat masalalu orang” Aleta benar dia memang memiliki kemampuan untuk melihat masa lalu dan terkadang juga dua bisa melihat masa depan


“lo ngeliat masalalu gua?” lontar Allano tidak suka

__ADS_1


“iya” bohong Aleta


“lo tau kan gua nga suka kalo lo buka privasi gua!” Allano yang sudah geram menaikan satu oktaf suara nya


“tunggu bang lano nga biasa nya marah kaya gini apa peran Monic itu penting banget di hidup dia sampe dia privasi semua tentang Monic” Batin Aleta dalam hati


“iya gua minta maaf nga lagi-lagi deh gua buka privasi lo” sesal Aleta Allano menghembuskan nafas nya pelan lalu pergi menuju kamarnya dan meninggalkan Aleta sendirian


Monic yang sedari tadi hanya menyimak dari balik pintu taman belakang menghampiri Aleta yang masih duduk terdiam di sofa ruang TV tatapan nya kosong dia masih bertanya-tanya apa Monic wanita sepesial di hati Allano sampai dia semarah itu pada nya Aleta tersentak kaget ketika mendapat tepukan di bahunya.


“gua nga nyangka ya bang lano semarah itu waktu lo bahas gua” ujar Monic lalu ikut duduk di sebelah Aleta


“lo sebenarnya punya hubungan apa si sama bang lano” tanya Aleta


“gua nga punya hubungan apa-apa sih tapi kita emang deket banget kaya ade ama kaka” jelas Monic sedang kan Aleta hanya mengangguk mengerti sepenting itu Monic di hidup Allano


Aleta mengalihkan pandangannya dari Monic dia melihat kearah ponsel nya yang menampilkan notif dari nomor yang tidak di kenal masuk ke ponselnya Aleta membuka pesan itu dia cukup terkejut dengan sederet kalimat yang masuk ke ponselnya.


+62 083878******


Tolong gua let


Gua butuh bantuan lo


lokasi nya udah gua Sherlock


Sekarang lo cepetan dateng kesini


______________________________________________


Yuk bantu ramein ya

__ADS_1


__ADS_2