Mystery And Trouble

Mystery And Trouble
EPISODE 4.Telat


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 07.00 Aleta yang sudah ketar-ketir karena bangun telat bergegas masuk ke kamar mandi lalu setelah siap dia pergi berangkat ke sekolah dengan di antar supir yang bisa mengantarkan Aleta ke sekolah, saat sampai di sekolah gerbang utama SMA Taruna pelita sudah di tutup Aleta pun pergi berjalan menuju gerbang belakang namun nihil hasil nya sama gerbang itu juga sudah di tutup.


“Tumben telat?” suara berat itu berhasil membuat Aleta terlonjak kaget


“eh kesiangan” Aleta masih memikirkan bagaimana cara dia agar bisa masuk ke sekolah


“Ayo gua bantu” Aleta melihat laki-laki di depan nya jongkok pun mengernyit kan dahi nya bingung


“Maksud lo gimana len?” Galen yang mengerti kalo Aleta kebingungan pun langsung menepuk pundak nya


“naik ke atas kita manjat tembok” Aleta ragu namun mau tidak mau di harus naik ke bahu Galen agar bisa masuk ke dalam sekolah, dengan susah payah akhirnya Aleta sudah berada di atas tembok yang berada di sebelah gerbang belakang SMA Taruna pelita


Aleta melihat kebawah dia ingin loncat tapi takut karena tembok itu sangat tinggi meminta bantuan Freya itu tidak mungkin mana bisa Freya menangkap Aleta yang wujud nya manusia, karena terlalu lama berfikir Aleta tidak sadar di sebelah nya sudah ada orang yang duduk, orang itu meloncat kebawah lalu menatap Aleta dari bawah.


“mau sampe kapan nangkring di situ” suara berat milik Galen mampu menyadarkan Aleta dari lamunannya


“gua takut ini tinggi banget” Galen menghela nafas sabar


“loncat nanti gua tangkep”


“nga mau kalo nanti gua jatoh gimana kan sakit” Galen hendak melangkah pergi, Aleta yang melihat itu pun buru-buru berteriak


“Galen jangan pergi bantuin gua!” Galen menengok ke arah Aleta lalu berjalan tepat di bawah Aleta


“chik maka nya cepetan loncat”Aleta diam sebentar karena dia masih ragu untuk loncat kebawah hingga dia merasa kan ada sesuatu yang yang menyentuh tangan nya Aleta pun berbalik menatap tangan kana nya yang terasa dingin dan dam ketakutan nya semakin menjadi ketika dia melihat satu ekor cicak yang hinggap di tangan nya,


“AAAAAAA cicek!” Aleta pun langsung loncat kebawah dan dengan sigap di tangkap oleh Galen


“ama cicek aja takut” ledek Galen yang membuat aura Aleta menjadi berubah, Aleta memang takut cicak dari dulu kelemahan Aleta adalah cicak bahkan dia lebih takut dengan cicak dari pada makhluk gaib


Aleta yang tersadar masih berada di gendongan Galen pun langsung loncat turun dan membenarkan seragam nya yang sudah berantakan karena loncat tadi Aleta mengambil tas nya yang tersungkar di tanah lalu menatap Galen dengan muka judesnya.


“modus banget si lo pake gendong gua segala” ucap Aleta sinis


“modus? harus nya lo bilang makasih udah gua tolongin kalo nga gua gendong lo udah jatoh bego” Galen menoyor jidat Aleta pelan lalu setelah itu pergi meninggalkan Aleta sendirian di gerbang belakang


Aleta menghentak-hentakkan kaki nya karena kesal dengan Galen sedang kan Freya yang sedari tadi menyimak pertengkaran mereka hanya diam sambil cekikikan, Aleta menengok kearah Freya sebentar lalu memasang muka datar nya kembali setelah itu dia berjalan menuju kelas nya.


Saat sampai di kelas Aleta hanya di sambut oleh ke sunyi han karena Kelas Aleta yang sedang melaksanakan pembelajaran olahraga di lapangan Aleta pun pergi ke loker nya lalu mengambil seragam olahraga nya dan pergi ke kamar mandi untuk mengganti baju, Aleta keluar dari kamar mandi dengan seragam olahraga yang sudah melekat di tubuhnya.


Bel istirahat berbunyi semua murid pun ber bondong-bondong pergi ke kantin berbeda dengan Aleta dia memilih untuk pergi ke perpustakaan dari pada kantin, Aleta sudah berada di perpustakaan cukup sunyi karena hanya ada di dan juga dua orang murid lain nya yang sedang membaca buku Aleta pergi menyusuri rak-rak buku yang menjulang tinggi rak-rak buku itu berjejer rapih di ruangan perpustakaan dia sedang mencari buku novel horor untuk dia baca.

__ADS_1


Aleta berhenti di salah satu rak buku yang berisi buku-buku novel Aleta membaca satu persatu judul novel di rak tersebut mata nya tak sengaja menangkap sosok laki-laki mengerikan dari balik celah rak itu sosok laki-laki berseragam sama persis dengan seragam yang dia kenakan dan wajah yang hancur serta darah di mana-mana.


Aleta mengambil buku asal lalu pergi dari situ dia berjalan mencari tempat duduk setelah menemukan tempat yang pas Aleta pun berjalan menuju meja paling pojok lalu duduk di meja itu, Aleta asik dengan buku nya hingga lampu perpustakaan tiba-tiba mati nyala mati nyala suasana di perpustakaan itu pun semakin mencekam, Aleta melihat ke depan hingga satu siswi yang berada di perpustakaan menghampiri nya,


Sedang kan siswi yang lain nya hanya bisa diam karena ketakutan, murid perempuan itu pun mencekik Aleta lalu mengangkat nya hingga terbang keatas dan membuat dia tak bisa menapakkan kaki nya di lantai sedang kan siswi yang satu nya pergi berjalan keluar ketika melihat Aleta yang sudah terbang ke atas,


“mau apa lo?” tanya Aleta sedang kan siswi itu menyeringai lebar dengan mata gelap nya


“aku tidak bisa mendapatkan tubuh ibumu jadi tubuh mu harus jadi milik ku” jawab sosok yang merasuki tubuh murid perempuan di depan Aleta


Aleta semakin terangkat ke atas hingga tubuh nya di lempar dan menabrak rak-rak buku di belakang nya sehingga membuat rak-rak buku itu berjatuhan Aleta melihat ada rak buku yang ingin menimpanya pun langsung bergegas menghindar, sosok itu mengangkat semua bangku dan meja yang berada di situ lalu mengarahkan nya ke arah Aleta.


Aleta yang melihat meja di situ akan menghantam nya pun langsung berlari kearah meja kayu lalu berlindung di kolong meja kayu tersebut tubuh nya sudah sangat lemas dan juga sakit-sakit akibat terbentur oleh rak buku tadi, Freya datang menghampiri Aleta dia burasaha melawan sosok itu namun justru di yang terlempar keluar ruangan hantu wanita yang selalu ada setiap kali Aleta kerumah sakit itu memiliki energi sangat kuat di bandingkan hantu lain nya yang pernah dia temui.


Siswi perempuan itu menarik tangan Aleta hingga membuat Aleta keluar dari tempat persembunyiannya murid perempuan itu kembali mencekik Aleta dan membuat tubuh nya semakin lemas, cekikikan itu semakin kencang hingga membuat dia sulit bernafas, pintu ruangan pun di dobrak dari luar menampilkan guru agama Alana, Shila, Galen inti Vexo dan satu siswi yang tadi juga berada di perpustakaan,


Siswi itu melaporkan ke guru agama jika salah satu teman nya yang berada di perpustakaan sedang kerasukan hantu dan mencekik Aleta,Alana yang tak sengaja mendengar pun langsung pergi ke arah kantin dengan terburu-buru dan memberi tahu Shila yang tengah berada di meja inti Vexo,


Semua inti Vexo yang mendengar itu pun langsung menyusul Shila dan Alana ke perpustakaan, dan benar saja mereka melihat seorang siswi perempuan tengah mencekik Aleta hingga membuat tubuh Aleta terhayung ke atas, guru agama itu mendekat ke arah mereka lalu mulai membacakan doa demi doa berupaya mengusir setan itu pergi namun hasil nya tidak ada.


“h-h-a-n-t-u i-i-ni nga a-a-kan bi-bi-sa pergi dengan do-do-a” ucap Aleta terbata-bata karena oksigen yang dia hirup mulai menipis


Aleta mengambil sebuah benda di saku rok nya lalu mengalungkan benda itu di leher siswi yang sedang mencekik nya, siswi itu pun melepaskan cengkraman nya pada leher Aleta lalu dia berjalan mundur dan menjerit kesakitan, Aleta mendekati gadis yang sedang meronta kepanasan itu.


“tapi kamu akan mati hahahahahahaha” Aleta semakin muak dengan hantu di depan nya dia memegang pundak murid tersebut hingga suara jeritan kembali terdengar lebih keras dari yang tadi


Semua orang yang berada di situ pun semakin ketakutan ketika melihat siswi itu memuntahkan cairan hitam bahkan guru agama yang sedari tadi diam pun pergi berjalan menuju murid-murid nya yang sedang berdiri di depan pintu perpustakaan, tak ada satu pun orang yang berani mendekati mereka karena Aura dari dua kubu itu sama-sama menyeramkan.


Hingga gadis di depan Aleta jatuh pingsan Aleta yang sudah tidak kuat pun juga ikut pingsan semua yang sedari tadi hanya menonton kini mereka masuk kedalam perpustakaan lalu menghampiri dua orang di depan sana yang sedang pingsan, Galen mengangkat tubuh Aleta menuju UKS sedang kan Ata mengangkat tubuh siswi itu.


~•••~


Aleta mengerjap kan mata nya perlahan, Galen yang melihat Aleta sadar pun langsung berdiri dari duduknya Aleta melihat ke sekeliling dan hanya Galen saja yang dapat dia lihat, ruangan ini di penuhi oleh bau obat-obat tan Aleta sekarang dia berada di mana, UKS ruangan yang sekarang Aleta tempati.


“len kalung gua mana” Galen yang mengerti maksud dari Aleta pun langsung merogoh saku celana nya dan mengambil sebuah kalung ber bentuk kunci terdapat mustika kecil di kunci itu,


“yang ini?” Aleta mengangguk lalu mengambil kalung itu dan memakainya


“lo ke kelas aja len gua bisa sendiri”


“nga gua di sini aja gua takut lo kenapa-napa apa lagi tadi lo baru aja di serang sama setan”

__ADS_1


“gua nga papa len lo balik aja” Aleta berusaha meyakinkan Galen kalau dia baik-baik saja namun percuma karena Galen sangat keras kepala


“gua nga mau” kekeh Galen sedangkan Aleta hanya bisa menghembuskan nafas pasrah, dan kini ruangan itu hanya di isi oleh keheningan ,mereka berdua sama-sama terjebak dalam pikirannya masing-masing


“eh let gua boleh nanya”Aleta menengok kearah Galen lalu mengangguk


“ko tadi lo bisa si ngalahin tu hantu sendiri bahkan guru agama aja nga bisa, terus emang lo nga takut apa sama tu hantu setau gua ya di mana-mana cewek tuh harus nya takut sama hantu apa lagi dia Ampe nye kek lo” Aleta tertegun karena mendengar pertanyaan dari Galen yang cukup panjang bukan nya dia di kenal sebagai sosok yang dingin tapi mengapa kini dengan dirinya Galen malah berubah jadi cerewet


“udah ngomong nya, minum dulu gih kasian Ama kerongkongan lo kasian aus” Galen mengikuti apa yang Aleta suruh dia mengambil Air mineral yang berada tepat di sebelah Aleta


“btw tenggorokan gua yang aus bukan kerongkongan” Aleta hanya tersenyum berbeda dengan Galen yang terpaku melihat senyum Aleta karena ini adalah senyum pertama yang Aleta tunjukkin


“ok gua bakal jawab semua pertanyaan lo pertama gua bisa ngalahin dia karena di bantu tuhan dan yang kedua gua nga pernah takut karena setiap hari gua selalu ngeliat mereka” Galen hanya mengangguk


“berarti lo punya kemampuan itu dong?”


“yaps kemampuan yang orang lain nga punya, tapi lo jangan kasih tau siapa-siapa ya gua cuman takut mereka bakalan nge jauhin gua kaya temen-temen gua di Belanda”


“berarti gua doang dong di sini yang tau kalo lo anak nga normal”


“anak nya asu, gua normal kambing”


“sori gua anak orang”


“ter serah lo dah, dan kalo Lo mau nge jauhin gua nga papa ko”Galen diam sesaat lalu dia duduk di pinggir kasur yang Aleta tempati


“gua nga bakal nge jauhin lo ko nyantai” ucap Galen sambil mengelus rambut pirang milik Aleta,pipi Aleta memerah karena mendapatkan perlakuan lembut dari Galen


“serius emang nya lo nga takut berteman Ama cewek aneh kaya gua” tanya Aleta


“untuk apa gua taku berteman Ama cewek penakut kaya lo” jawab Galen santai


“mana ada gua penakut kalo gua penakut harus nya gua selalu takut sama setan yang setiap gua liat” ide jahil terlintas di kepala Galen


“oh ya serius nga penakut” Aleta mengangguk yakin


“kalo gitu di sebelah lo ada cicek”Aleta yang mendengar kalimat cicak spontan pun langsung loncat dari berangkar dan mencari keberadaan cicak tersebut,Galen yang melihat reaksi Aleta tertawa terbahak-bahak


“kata nya nga penakut denger kata cicek aja langsung loncat hahahaha” Aleta menghampiri Galen lalu memukul wajah Galen dengan bantal UKS


“is nyebelin banget si lo”

__ADS_1


________________________________________________________


Hai ges jangan lupa jejak nya ya


__ADS_2