
Hans dan Piter masih berusaha mencari keberadan Emeli mereka sudah menyusuri daerah yang mereka tempati namun nihil tidak ada sedikitpun jejak yang Emeli tinggalkan.
Cara satu-satunya yang bisa mereka lakukan adalah meminta bantuan dari Aleta karena hanya Aleta yang mampu menemukan Emeli,Hans merogoh saku celana nya lalu mengambil ponsel berwarna hitam dan setelah itu mengetikan nomor Aleta di benda pipih itu,
"Kamu sekarang kesini Aleta alamat nya kake sherloc"
"Iya" Aleta mengambil jaket dan tas nya lalu pergi menuju alamat yang di berikan oleh Hans
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama Aleta sampai di tempat tujuan nya,Aleta sudah berada di sebuah rumah sakit jiwa yang menjadi rumah pengobatan untuk orang-orang yang memiliki gangguan pada mental mereka.
Aleta melihat kesekitar dan menemukan Hans yang sedang berbincang dengan salah satu polis di sana,
"Gimana udah ada petunjuk?" tanya Aleta tothepoin
"Kita belum bisa menemukan Emeli" jawab Hans dengan wajah yang di penuh oleh bulir keringat.
"Oke Aleta ke kamar rawat bibi Emeli dulu" Aleta melangkah menuju salahsatu kamar rawat yang sudah kosong
Aleta sudah berada di dalam kamar rawat Emeli dia duduk di salah satu bangku itu dan dalam waktu yang sekejap roh Aleta tertarik kedalam masa lalu seseorang Aleta berdiri dengan wajah yang terkejut ketika melihat seorang wanita cantik berjalan kearah jendela yang berada di dalam kamar itu,Emeli menghantamka kursi besi kearah jendela yang berada di depan nya, jendela itu hancur berkeping-keping akibat hantaman kursi yang Emeli barusan lempar.
Aleta keluar dari rumah sakit dengan langkah yang terburu-buru Aleta berlari mengejar bayangan Emeli, Hans,Piter dan beberapa polisi mengeryit bingung ketika melihat Aleta berlari terburu-buru.
Hans yang memiliki firasat tidak enak pun mengikuti Aleta dengan mengunakan mobil nya,Aleta masih terfokus kedalam masalalu Emeli hingga dia tidak menyadari jika ada sebuah mobil hitam yang mengikuti nya.
Tin
Tin
Tin
Hans membunyikan klakson nya untuk menyadarkan Aleta yang berlari tanpa arah,tapi hasil nya sia-sia karena Aleta masih terus berlari mengejar bayangan Emeli.Hans hanya bisa mengawasi Aleta dari belakang hingga langkah kaki Aleta membawa nya kesebuah gereja tua yang terbengkalai.
Aleta berhenti ketika bayangan Emeli sudah menghilang dia mengatur nafas nya yang tersengal-sengal Aleta membungkuk seperti orang sedang ruku kaki nya sudah tidak kuat untuk berjalan lagi karena terlalu lama berlari Hans keluar dari mobil nya sambil membawa sebotol Air mineral.
"Nih minum dulu kakek tau kamu capek" Aleta mengambil Air mineral yang di sodorkan oleh Hans dia meneguk nya hingga tandas,
Aleta melihat kearah gereja tua di depan nya gereja itu sudah di penuhi oleh lumut hijau yang mewarnai tembok dari gereja tersebut ,Hans juga ikut menatap bangunan tua di depan nya aura mistis yang begitu kental dapat Hans rasakan ketika manik matanya menatap kearah pintu utama dari gereja tua itu.
__ADS_1
"Kita masuk sekarang" perintah Aleta tanpa mau di bantah
"Kamu yakin tempat ini terlalu bahaya untuk kita leta"
"Bibi ada di dalam sana kek kalo kita nga cepet nolongin dia bibi nga akan selamat"
"Kake tau tapi resiko masuk kedalam sini terlalu bahaya kita tunggu paman Piter dan polisi dulu nanti setelah mereka datang kita masuk sama-sama" Aleta hanya mengangguk sedangkan Hans sedang berkutat dengan ponsel nya,
Sirine mobil polisi pun mulai terdengar di telinga Aleta dan Hans hingga mereka melihat Piter yang keluar dari mobil polisi bersama beberapa polisi lain nya,Piter berjalan kearah Hans dan Aleta.
"Kalian sudah ketemu Emeli?" Tanya Piter pada Hans dan Aleta,
"Kemungkinan bibi Emeli ada di dalam paman" jawab Aleta
"Ya sudah kalau begitu kita masuk kesana sekarang" (Ya sudah kalau begitu kita masuk kesana sekarang) Aleta dan Hans mengangguk kompak lalu mereka masuk kedalam gereja tua itu dan sebagian polisi yang ikut ketempat itu di tugas kan untuk berjaga di luar takut ada kejadian yang tidak di inginkan.
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Gelap dan sunyih dua kata yang mampu menggambarkan kondisi gereja tua ini hanya terisi irama langkah kaki dari Aleta,Hans,Piter dan beberapa polisi lain nya mereka mulai menelusuri gereja tua yang cukup luas,Aleta berjalan bersama Piter dan dua orang polisi lain nya,
Sedangkan Hans berjalan bersama dengan tiga orang polisi yang lain mereka di bagi menjadi dua tim agar dapat menemukan Emeli dengan cepat,Aleta memandu mereka semua masuk kedalam perpustakaan gereja tersebut hingga mereka bertemu dengan rak-rak buku yang menjulang tinggi hingga menyentuh atap ruangan itu.
Hans mendekati lukisan itu dia menemukan banyak sekali kejanggalan di dalam lukisan tersebut.
"Kenapa lukisan ini di taru di tembok paling bawah dan hampir menyentuh lantai" monolog Hans dalam hati nya
"Maaf pak seperti nya di sini tidak ada orang bagaimana jika kita mencari di tempat lain" (Maaf pak seperti nya di sini tidak ada orang bagaimana jika kita mencari di tempat lain) Hans kembali tersadar dari lamunannya ketika mendengar suara salah satu dari polisi yang ikut dengan nya berbicara.
"Baik kita cari di tempat yang lain" (Baik kita cari di tempat lain) mereka pun berjalan meninggalkan ruangan itu.
Aleta dan Piter menyusuri setiap rak buku yang ada di dalam perpustakaan itu hingga mereka menemukan pintu berwarna merah yang cukup besar Aleta membuka pintu itu berharap dapat menemukan Emeli di dalam ruangan itu.
Setelah pintu merah tersebut terbuka Aleta dapat melihat ruangan yang cukup berantakan dan di penuhi oleh debu Aleta yakin jika itu adalah gudang yang di gunakan untuk menyimpan barang-barang tak terpakai dan juga data-data penting milik pengurus gereja tua itu,
Karena Aleta dapat melihat banyak sekali map yang tersusun rapih di dalam sebuah lemari kaca dan jangan lupakan ada sebuah lukisan sedang di sebelah lemari kaca lukisan itu sama persis seperti lukisan yang di lihat oleh Hans,Aleta memotret lukisan itu dengan handphone nya karena dia rasa lukisan ini memiliki arti lain.
Selesai memotret lukisan tersebut Aleta berjalan kesalah satu rak di sebelah lukisan itu lalu membuka laci yang berada di dalam rak kaca itu Aleta menemukan satu map biru yang masih tersegel Aleta pun membuka map itu lalu membacanya,
__ADS_1
Aleta cukup terkejut kala melihat foto pendeta laki-laki yang sama persis seperti lukisan di sebelah rak kaca itu tak mau ketinggalan sedikit informasi Aleta pun memotret biodata dari pendeta laki-laki itu,
Aleta menaruh map itu kembali ketempat nya dan Aleta beralih melihat map hijau yang warna nya paling mencolok hendak mengambil map itu namun tiba-tiba ada tangan seseorang yang mencekik lehernya Aleta berusaha berontak ketika cekikikan itu semakin mengencang,
Dan berhasil Aleta berhasil melepaskan tanggan yang mencekik nya dia menengok kearah belakang betapa terkejut nya Aleta melihat Emeli tersungkur di bawah dengan pakaian yang begitu berantakan,Aleta membantu Emeli berdiri dari duduknya nya Aleta yakin yang tadi mencekik nya adalah Emeli karena dia melihat mata Emeli berubah menjadi berwarna merah dengan tatapan kosong.
Aleta membawa Emeli keluar dari gudang tersebut lalu mengantarkan nya menuju Piter,Piter yang melihat Aleta keluar bersama Emeli pun langsung menghampiri Aleta,Piter mengambil ahli tubuh Emeli dia membekap erat tubuh Emeli walau Emeli tidak membalas pelukan nya.
...Mister Hans ...
...Online ...
^^^Kakek bibi udah kita temuin tunggu Aleta di pintu utama^^^
...Iya...
Aleta pun memasukan kembali ponselnya kedalam saku celana lalu ikut bergabung bersama piter dan juga beberapa orang polisi lain nya,mereka semua berjalan menuju pintu utama,
Disana sudah ada Hans dan juga polisi yang ikut bersama Hans mereka semua berjalan ingin keluar namun langkah mereka terhenti ketika pintu gereja itu tertutup dengan kencang membuat mereka semua yang ada di situ terlonjak kaget,
Hans memutar-mutar knop pintu namun pintu itu tak sedikitpun terbuka suara jam berbunyi dengan nyaring menandakan sudah tengah malam Hans masih berusaha membuka pintu kokoh itu di bantu dengan beberapa polisi lain nya,
"Kita lewat jendela disitu ada jendela" (Kita lewat jendela disitu ada jendela) usul Aleta sambil menunjuk kearah sebuah jendela yang kaca nya sudah hancur sebagian
Mereka semua pun mengangguk setuju lalu satu persatu mulai keluar dari gereja tua itu melalui jendela,mereka semua sudah berada di luar gereja itu salah satu polis mulai menghitung untuk memastikan tidak ada satupun orang yang tertinggal di dalam.
"Semua aman sekarang kalian bisa kembali untuk pulang" (semua aman sekarang kalian bisa kembali untuk pulang) tutu inspektur polisi,
"Baik terimakasih sudah membantu kami untuk memecahkan kasus yang belum tertuntaskan saya dan cucu saya yang akan membantu kalian" (Baik terimakasih sudah membantu kami untuk memecahkan kasus yang belum tertuntaskan saya dan cucu saya yang akan membantu kalian)
"Oke baiklah kalau begitu kami permisi" (oke baiklah kalau begitu kami permisi) setelah pamit mengundurkan diri komplotan polisi itu pergi meninggalkan Hans.
Hans masuk kedalam mobilnya yang sudah di isi oleh Piter,Emeli dan Aleta Hans mulai melajukan mobil nya menuju kerumah yang di serta Aleta tempati.
_________________________________________
Hai semua mungkin banyak yang bingung kenapa judul Alam yang berbeda ada tiga dan di sini aku mau nge jelasin kekalian jadi episode 16 itu Alam yang berbeda 1 dan episode 17 itu Alam yang berbeda 2 nah episode 18 Alam berbeda yang ke 3
__ADS_1
Kalo misalkan kalian nga ngerti kalian baca aja semua nya karena pasti nanti nyambung.
Oke Babay spam next buat episode selanjutnya 🐨