Mystery And Trouble

Mystery And Trouble
EPISODE 14.Revan VS Galen


__ADS_3

Setelah pulang dari pantai Aleta langsung bersiap untuk menuju ke pesta ulang tahun ponakan nya Galen karena jam sudah menunjukkan pukul 04.15 dimana acara nya di mulai pada pukul 05.00 Aleta sudah siap mengunakan Dress hitam dengan lengan yang seperti pita dan mengunakan sepatu hak tinggi yang senada dengan baju nya.


Aleta berjalan menuju pintu utama karena mendengar bel yang berbunyi dengan nyaring, Aleta pun membuka kan pintu dan melihat Galen yang sudah berada di depan pintu dengan menggunakan setelan yang sangat rapih Galen terlihat tampan hari ini membuat Aleta terpanah dan selalu ingin menatap nya setiap saat, kaus hitam dengan di padukan jaket kulit berwarna putih membuat penampilan Galen semakin berkesan di tambah wajah nya yang sangat cool.


Mungkin semua kaum hawa yang melihat penampilan Galen sekarang akan terpikat dan tersanjung dengan ketampanan nya,Galen pun sama seperti Aleta dia menatap Aleta dengan penuh puja karena kecantikan Aleta yang menambah dua kali lipat dari biasanya hingga Galen tersadar dari lamunannya dan mengulurkan tangannya kearah Aleta lalu membungkuk kan badan nya sedikit, seperti gerakan pangeran yang sedang mengajak seorang putri cantik untuk berdansa.


“mari berangkat sekarang tuan putri” canda Galen yang mendapatkan kekehan kecil dari Aleta


“saya menerima ajakan pangeran” Aleta ikut membalas candaan yang Galen buat mereka sama-sama tertawa di depan pintu,


Aleta dan Galen berjalan bersamaan menuju mobil sport hitam milik Galen mereka pun masuk kedalam mobil hitam tersebut,lalu Galen mulai melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan mansion Magenta.


Hingga tiba lah merekah di tempat tujuan Galen mengajak Aleta turun lalu menggema tangan putih milik Aleta karena Galen tau Aleta tengah di serang dengan rasa gugup Aleta berjalan beriringan dengan Galen tangan kanannya menggenggam erat tangan miliki Galen dan di tangan kirinya Aleta memegang kotak biru muda dengan pita berwarna gold di atas nya.


“nyantai aja kali pangeran akan selalu ada di sebelah tuan putri” tutur Galen berusaha menenangkan Aleta yang gugup


“gua takut di terkam keluarga lo” Galen tertawa kecil yang membuat Aleta geram


“is nyebelin gua lagi gugup lo malah ketawa” ketus Aleta dengan wajah julit nya Aleta pun menghempas tangan miliki Galen dengan kasar,Aleta pun berjalan mendahului Galen karena kesal dengan laki-laki di belakang nya.


“kata nya gugup tapi ko jalan duluan emang nya lo berani masuk tanpa gua” teriak Galen ketika melihat Aleta yang sudah berjalan jauh,


Aleta pun menghentikan langkahnya dia lupa jika acara ini adalah acara milik keluarga Galen, Galen pun mendekati Aleta lalu menggenggam tangan gadis mungil di depan nya dan mengiring langkah Aleta masuk kedalam mansion milik keluarga satyo.


°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°


Suasana di sana sangat ramai sudah banyak tamu yang berdatangan, Galen mengajak Aleta ikut bersamanya untuk bertemu dengan sepupunya yang memiliki acara tersebut, keringat dingin mulai mengalir deras di pelipis Aleta dia sangat gugup karena Galen membawa nya kehadapan keluarga besar satyo bukan hanya ada Tamara saja di situ namun ada Hendrik Narendra satyo yang tak lain ayah dari Galen.


Kakek dan nenek Galen juga ada di situ dan juga saudara-saudara Galen lain nya, Aleta melihat ke arah anak kecil yang mengenakan kemeja berwarna biru dengan dasi pita sebagai Pelengkap penampilan nya Aleta memberikan kado yang dia pegang ke anak laki-laki itu karena dia tau yang ulang tahun adalah pria kecil di depan nya.


“selamat ulangan tahun” ucap Aleta


“makasih Kaka cantik” Aleta hanya mengangguk sedangkan Galen menatap ponakan nya dengan jengah


“wis sepupu gua udah punya gandengan nih” ledek sepupu Galen yang memiliki nama Galang Gavino Satyo


“apan si lo” ketus Galen dengan tatapan yang dingin

__ADS_1


“ya elah bos nga usah malu-malu kucing kali kalo punya pacar tuh di kenalin bukan diumpetin ngeri bat Galang tikung” sepupu Galen yang bernama Adista Kiara satyo ikut menimpali candaan yang Galang buat


“is ka Kiala Kaka cantik ini tuh bakalan jadi pacal nya levan” ucap anak laki-laki yang tadi menerima kado dari Aleta


“eh masih bocil jangan pacar-pacaran liat noh pawang nya udah kaya mau nerkam orang” Revan tidak memperdulikan peringatan yang di berikan oleh Kiara dia malah berjalan mendekati Aleta.


“hai Kaka cantik kenalin nama aku levan umur aku empat tahun” Aleta menerima uluran tangan Revan


“nama Kaka Aleta” Revan tersenyum senang karena tangan nya berhasil menjabat tangan seorang bidadari cantik


“kaka mau nga jadi pacal nya levan” ucap anak laki-laki yang masih berumur empat tahun itu


“punya apa lo bocil?” ketus Galen yang sudah geram


“punya motol klos sama tablet” Kiara dan Galang berusaha menahan tawa mereka mati-matian karena tingkah Revan yang begitu berani menantang Galen


“motor mainan aja bangga” Revan mendengus kesal dia pun menendang tulang kering Galen namun tidak mampu membuat Galen merasakan sakit karena tenaga Revan yang begitu kecil.


“is nga papa yang penting masih bisa gonceng Kaka leta” Sinis Revan sedang kan keluarga Galen yang menatap perdebatan di antara mereka tidak mau ikut campur dan terlibat dalam cinta segitiga antara kedua pewaris satyo itu.


“is ka Galen jangan peluk-peluk pacal levan” ucap Revan yang mulai berkaca-kaca sedangkan Galen semakin memeluk pinggang Aleta erat hingga membuat jantung Aleta kembang kempis dengan cepat,


“gaya mau pacaran ngomong R aja belom bener” Kiara ikut memanas-manas si karena dia yakin jika ikut di antara perdebatan mereka sangat seru


“is ka kiala ko malah belaian ka Galen levan malah sama kalian” dan Revan pun menumpahkan semua tangisan nya karena sangat kesal dengan kedu sepupu nya


Aleta panik ketika mendengar tangisan Revan yang sangat kencang dia pun menyamakan tinggi badan nya dengan tinggi badan miliki Revan agar bisa menatap wajah tampan dan lucu miliki Revan, Aleta mengelus surai rambut hitam milik Revan Galen menatap Revan dengan sengit.


“udah dong jangan nangis nanti ganteng nya ilang” rayu Aleta yang membuat tatapan Galen semakin menajam ,


“kaka leta nya sih selingkuh kan jadi nya levan sedih” Galang tertawa terbahak-bahak dia sudah tidak bisa menahan tawanya ketika melihat wajah Galen yang memerah akibat menahan emosi nya tingkah Revan berhasil menarik perhatian orang-orang di sana


“hahah sabar len orang sabar cewek nya banyak” Galen sudah siap melayang kan bogeman nya ke Galang namun terhenti ketika Tamara menatap nya dengan tajam


“iya maaf ya levan mau kan maafin kaka” Revan menatap Aleta dengan wajah yang di tekuk


“is Kaka nam aku levan bukan levan Kaka sala sebut” Aleta menyatukan alisnya dia di buat bingung oleh tingkah anak laki-laki yang satu ini

__ADS_1


“iya nama kamu levan kan?” tanya Aleta


“is bukan Kaka nyebelin, udah selingkuh salah sebut nama lagi” Revan semakin menangis kencang


Hingga datang seorang gadis kecil dengan menggunakan gaun ungu yang begitu berkilau gadis kecil itu berjalan mendekati Revan lalu menghapus air mata Revan dengan lembut, tatapan itu tak luput dari orang-orang termaksud keluarga besar satyo,


“levan jangan nangis levan jadi pacal nya alingk aja” Revan menepis tangan anak perempuan itu dengan kasar, karena dia tidak suka jika di pegang oleh orang lain kecuali orang-orang tertentu.


“levan udah punya pacal, alingk nga usah deket-deket lagi sama levan” ketus Revan yang membuat mata alingk berkaca-kaca,


“Revan momiy nga suka ya Revan kasar sama wanita” tegas Rosa momiy dari Revando Romeo Satyo


“tapi kan levan nga suka sama alingk momiy” Ucap Revan


“tapi nga gitu caranya Revan” Aleta pun ikut berbicara Revan sangat senang karena Aleta menyebut namanya dengan benar namun dia juga sedih karena Aleta berada di pihak momiy nya


“tapi alingk kan udah tau kalo levan udah punya pacal” Alingk menunduk lesu,


“maafin alingk ya levan alingk cuman mau hibul levan doang” setelah mengucapkan kan itu Alingk pun pergi kearah mamah nya lalu memeluk mamah nya dan menangis di gendongan mamah nya


“Revan minta maaf gih kasian alingk nya” Revan menggeleng dia menolak perintah yang Aleta berikan,


“Revan minta maaf atau tablet dan semua mainan kamu Dady sita” suruh Bima dengan nada yang tegas dan dingin Revan yang mendengar kalimat sita dari Dady nya pun mau tak mau harus menurut


Revan berjalan kearah Alingk yang sedang menangis di pangkuan mamahnya,dia berdiri di depan Alingk lalu menatap Alingk yang masih menangis sesenggukan, sebenernya Revan tidak mau meminta maaf kepada Alingk, namun karena ancaman dari Dady nya Revan dengan terpaksa harus minta maaf ke Alingk.


“Alingk maafin levan ya” Alingk hanya mengangguk Revan pun berjalan lagi kearah keluarga nya ketika merasa tugas yang di berikan oleh Dady nya selesai,


________________________________________________________


Jangan lupa jejak nya bep


Dan maaf banget kalo ceritanya berantakan


Spam next buat episode selanjutnya


Babay ges sampai berjumpa di Minggu depan😘🐨

__ADS_1


__ADS_2