
Setelah berkutik cukup lama di dapur mereka bertiga pun sudah selesai dengan acara memasak nya, Alana membawa mangkok besar yang berisi kan spaghetti dengan keju di atasnya, sedang kan Shila membawa beberapa tumpukan piring dan sendok Aleta memiliki tugas untuk membawa nampan yang berisi teko jus dan gelas.
Aleta cukup terkejut ketika melihat Galen juga ada di sana duduk manis di sofa sambil berbincang dengan teman-teman nya, ketika melihat kedatangan ketiga gadis itu mereka semua langsung mengalihkan pandangan mereka kearah Aleta dkk, Alana menaruh spaghetti itu di atas meja Shila dan Aleta pun melakukan hal yang sama menaruh barang yang tadi mereka bawa,
“loh Galen sejak kapan lo disini?” tanya Alana bingung
“sejak tadi” jawab Galen singkat Alana berjalan ke dapur mengambil piring dan gelas untuk Galen mereka semua pun mulai mengambil spaghetti di mangkok besar lalu menaruh nya di piring masing-masing,Mereka semua mulai menyantap spaghetti yang dibuat oleh Aleta
“asli ini spaghetti enak banget siap yang masak?” tanya Nico dengan mulut yang penuh spaghetti
“Aleta” jawab Shila dan Alana kompak
“enak” puji Dito, Aleta hanya tersenyum senang ketika teman-teman nya sangat menyukai spaghetti yang dia masak
Galen memakan spaghetti yang dibuat oleh Aleta dengan lahap, mereka semua pun sudah selesai dengan acara makan nya, Alana mengajak teman-teman nya untuk keruang TV.
“mau pada nonton apa nih?”
“nonton Raya the last And Dragon aja lan” Alana mengangguk menyetujui usul Shila
“kaga ganti ogah banget gua nonton film bocel” ucap Nico
“is lo ribet banget si” ketus Alana
“tau lo udah nonton Raya aja” Shila pun ikut berucap
“nga” bantah Dito yang membuat Nico senyum penuh kemenangan
“nonton layangan putus aja” Aleta yang sedari tadi jengah dengan perdebatan di depan nya pun berujar
“nah boleh tuh nonton layangan tepal biar gua sekalian belajar gimana caranya selingkuh dari Alana” Alana melotot kan mata nya yang membuat bulu kuduk Nico merinding
“berani lo selingkuh” Alana siap melayang kan tinjuan namun di tahan oleh Nico
“bercanda sayang mana bisa aku selingkuh dari kamu” ucap Nico lembut sambil mengelus tangan Alana yang tadi ingin di gunakan untuk memukul nya
“ekhm masih ada yang lain kali” sindir Shila
“besok gua pindah ngontrak di bulan” timpal Aleta
“yoi let nanti kita ke bulan aja nikah sama Thanos” Dito menatap Shila sengit
“berani lo” ketus Dito yang membuat Shila takut
“nga hehehe” jawab Shila cengengesan
“gc nonton” ucap Galen yang diangguki Alan, Alana menyalakan TV dan mencari film yang ingin mereka tonton
Mereka semua pun mulai menyimak film yang di tayangkan di TV, Alana duduk di sebelah Nico sedang kan Shila duduk di sebelah Dito dan Aleta yang duduk di sebelah Galen, episode demi episode sudah mereka tonton Galen menengok kearah sebelah nya dan melihat Aleta yang sudah terlelap di bahunya Galen juga melihat teman-teman nya yang lain mereka semua juga sudah terlelap,
hanya tersisa Galen yang masih membuka matanya Galen menatap wajah Aleta dengan dalam lalu mengelus pipi Aleta dengan lembut Wanggai khas dari tubuh Aleta mampu memenuhi Indra penciuman nya wangi Anggur yang akan menjadi candu untuk Galen.
__ADS_1
“cantik” gumam Galen pelan lalu setelah itu dia ikut memejamkan mata nya dan menyusuri alam mimpi seperti teman-teman yang lain Galen memeluk pinggang Aleta dan menaruh kepalanya di atas kepala Aleta.
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Jam menunjukkan 18.20 Aleta membuka matanya dia cukup terkejut ketika melihat tangan Galen yang memeluk erat pinggang ramping nya Aleta mengangkat kepalanya pelan lalu memindahkan pala Galen kebahunya kini kepala Galen sudah berpindah tempat ke bahunya karena jika Galen tidur di atas kepalanya itu mampu membuat leher Galen sakit.
Aleta mengedarkan pandangannya kesekitar dan melihat semua nya yang masih terlelap, Alana yang tidur di pangkuan Nico dan Dito yang tidur dengan menjadikan paha Shila sebagai bantal nya, Aleta meraba wajah nya dia lupa jika wajah nya masih terlapisi oleh masker begitu juga dengan wajah Alana dan Shila,
Shila pun ikut terbangun dia melihat Dito yang masih terlelap di pahanya Shila mengelus pucuk Rambut Dito dengan lembut dan Shila melihat kearah Aleta yang sedari tadi melihat nya, Aleta mengajak Shila untuk membersihkan wajah nya dengan bahasa isyarat dia memperagakan gerakan cuci muka namu tidak menyentuh wajahnya.
Shila yang mengerti mengangguk lalu memindahkan pala Dito ke bantal sofa Aleta pun melakukan hal yang sama dia memindahkan pala milik Galen ke bantal sofa dengan perlahan karena takut menganggu tidur Galen, mereka berdua berjalan menuju kamar mandi dapur.
“eh gua pengen buang air kecil jadi gua dulu ya” ujar Shila dengan wajah yang sudah tak tahan
“oke” Shila pun keluar setelah selesai dengan kegiatan nya kini Aleta yang bergantian masuk kedalam kamar mandi
“shil lo duluan aja nga usah nunggu gua" ucap Aleta dengan sedikit berteriak
“emang nya nga papa gua tinggal?” tanya Shila berteriak
“iya nga papa”
“oke gua duluan” Shila tak mendapatkan balasan lagi dari dalam di pun pergi beranjak keruang TV
Aleta menyalakan keran wastafel dia melihat dirinya di pantulan cermin wastafel Aleta mulai membersihkan wajah nya dengan sabun cuci muka Milik Alana yang di sediakan di dalam kamar mandi itu setelah selesai membersihkan wajah nya Aleta kembali melihat kecermin wastafel,
dia terkejut karena melihat hantu wanita yang menjadi musuhnya Aleta mundur hingga tubuh nya mentok dengan dingin kamar mandi hantu wanita itu pun mulai keluar dari cermin yang berada di atas wastafel darah yang sudah membusuk mulai bercucuran kelantai hantu wanita itu terus mengeluarkan banyak darah dari mulut dan mata nya.
Wajah yang sudah hancur dan memperlihatkan daging yang membusuk membuat bulu kuduk Aleta berdiri hantu wanita itu terus berjalan mendekati Aleta hingga mengikis jarak di antara mereka wanita di depan Aleta tersenyum lebar dan membuat bibir nya sobek hingga ke telinga Aleta tetap berusaha berani dia mencoba menatap mata yang tajam milik hantu itu,
“aku mau kalian semua mati” hantu itu tertawa keras hingga suara nya menggema.
“gua nga akan mati di tangan lo” Aleta menatap hantu itu dengan tatapan yang tajam
“tapi kamu harus mati” sosok di depan Aleta mencekik leher Aleta dengan satu tangan nya
“gu-gua nga A-a-kan bi-bi-sa ma-ma-ti di tangan lo mi-mira” hantu bernama Mira itu semakin mencekik nya hingga menciptakan Bekasi merah di leher Aleta
Mira adalah hantu yang menjadi musuh Aleta dan hantu yang waktu itu ada di sebelah brangakar rumah sakit mamah nya Mira juga yang menyerang Aleta di perpustakaan dan juga di taman belakang waktuitu, Mira menjulurkan lidahnya lalu menjilat wajah Aleta.
Aleta di buat jijik karena liur berwarna hijau milik Mira mengotori wajah nya Aleta berusaha memberontak dia mencari kalung berlogo kunci yang selalu ada di saku rok atau celana nya namun dia lupa jika kalung itu tertinggal di tas sekolah nya Aleta tidak bisa melawan hantu itu dengan Aura nya karena Mira adalah sosok yang berbeda.
Oksigen di sekitar Aleta mulai menipis, hingga suara gedoran dari pintu membuat hantu itu lengah Aleta yang mendapatkan celah pun langsung menjambak rambut Mira lalu membentur kan kepala Mira di tembok Aleta berjalan kearah pintu namun pintu itu sudah di segel oleh Mira dan membuat Aleta tidak bisa keluar.
Mira berjalan mendekati Aleta yang berusaha membuka pintu kamar mandi dengan mata yang di penuhi Amara, Aleta berjalan menuju wastafel lalu mengambil gunting kecil yang tergeletak di wastafel itu Aleta menusuk mata Mira dengan gunting tersebut membuat Mira mengerang kesakitan Aleta terus menusukkan gunting itu.
Mira terus berteriak kesakitan dan perlahan dia menghilang Aleta bernafas lega lalu kembali membersihkan wajah nya yang terlena Liur menjijikkan milik Mira, setelah memastikan semua nya baik-baik saja Aleta melangkahkan kaki nya menuju pintu dia melihat ke lantai sebentar Aleta sudah tidak menemukan darah yang tadi Mira keluarkan Aleta pun memutar kenop pintu lalu keluar.
Aleta di sambut dengan wajah panik milik Shila dan Alana, dia tau kedua temannya itu sangat khawatir dengan nya karena Aleta cukup lama berada di dalam kamar mandi Aleta berusaha memasang wajah baik-baik saja dan menahan rasa sakit di lehernya.
“let lo ko lama banget sih” tanya Alana
__ADS_1
“iya let lo ngapain aja si di dalem” lanjut Shila
“tadi gua pup dulu maka nya lama” Albi Aleta karena dia tidak ingin dua teman nya ini tau,
“lo yakin pup tapi tadi gua sama Alana di sini nga denger suara air atau yang lainnya” Shila masih tidak percaya dengan Aleta
“ya karena kan gua nga nyalain Air terus tadi kan gua lagi ngeden maka nya nga ada suara”
“udah yuk ah balik ke ruang TV” lanjut Aleta karena sudah capek menjawab pertanyaan dari Alana dan Shila, mereka bertiga pun berjalan kembali keruang TV
“eh Shil lan gua pamit ya udah malem nih takut bokap nyariin” tutur Aleta
“buru-buru banget belom Jam sembilan nga mau nginep aja di sini?” Aleta hanya menggelengkan kepalanya guna memberi jawaban ke Alana dia pun buru-buru mengambil tas nya yang ada di sofa ruang TV
“gua anter” Galen menarik lengan Aleta pelan lalu membawa nya berjalan menuju mobil pribadi milik Galen, ya Galen tadi membawa mobil dia tidak tertarik untuk mengendarai motor nya Harini
“nga usah len gua minta jemput supir aja” tolak Aleta halus ketika sudah berada di sebelah mobil hitam milik Galen
“nga ada bantah” Galen mendorong pelan tubuh Aleta agar Aleta masuk kedalam mobilnya
”Leher lo di cekek lagi?” Aleta bingung ingin menjawab apa karena dia tidak ingin Galen mengetahui yang baru saja terjadi tadi
“nga” Galen menarik Aleta agar lebih dekat dengan nya dia melihat Leher putih milik Aleta lalu mengelus lembut luka yang ada di leher Aleta
“gua tau lo di cekek lagi nga usah boong” setelah mengucapkan kalimat itu Galen pun mulai menancapkan Gas nya
“sok tau lo” ketus Aleta
“gua tau karena setiap kali lo berantem sama hantu perempuan itu pasti ada bekas cekekan” Aleta heran dari mana Galen bisa tau jika hantu yang selalu menyerang nya adalah wanita
“tunggu lo tau dari mana kalo hantu itu cewek?” Galen hanya acuh dan menghiraukan pertanyaan Aleta
Mereka pun sampai di rumah Aleta, setelah mengucapkan kalimat terimakasih pada Galen mobil milik Galen pun mulai menjauh dari pekarangan rumah Aleta tepat setelah mobil Galen menghilang Allano pun datang dengan menggunakan motor sport hitam nya dan menguntungkan jaket kebanggaan Vixion.
“untung aja Galen tadi nga ketemu bang lano” batin Aleta sambil menghembuskan nafas lega
“dari mana Lo?”
“rumah temen” Aleta berjalan meninggalkan Allano yang masih duduk di atas motor nya
Aleta menjatuhkan tubuhnya di atas kasur dia memegang luka di lehernya, Aleta teringat dengan usapan lembut dari tangan Galen, tangan yang di penuhi dengan kehangat dan membuat siapa saja yang mendapatkan usapan lembut itu menjadi tenang.
“sebener nya lo siapa si len ini pertama kali nya gua ngerasa tenang ketika deket sama orang lain dan cuman lo orang yang bikin gua tenang” gumam Aleta sambil menatap langit-langit kamar nya
“hidup lo terlalu banyak misteri yang bikin gua susah nemuin jawaban nya” Aleta masih terus bermonolog di dalam hatinya
Galen sangat pandai menutupi kehidupan nya mulai dari hubungan dia dengan Monic dan juga kemampuan yang Galen milik apakah Galen sama seperti nya memiliki kemampuan untuk berbicara atau melihat makhluk gaib tapi jika itu benar mengapa Galen tidak bisa melihat Monic apa semua nya hanya kebetulan.
Galen adalah laki-laki yang hidupnya sangat misterius, Galen bukan orang yang terbuka bahkan untuk melihat semua masalalu nya Aleta tak mampu untuk masuk kedalam masalalu Galen, dia selalu menutupi semua cerita tentang hidup nya dengan wajah dingin yang membuat siapa saja takut dan tunduk di bawah kaki nya, Galen sama persis dengan Allano namun bedanya Galen sangat memprivasi kehidupan yang dia jalani.
________________________________________________________
__ADS_1
**Hai semua nya jangan lupa like dan vote cerita aku ya
spam next buat episode selanjutnya 🐨**