
Pagi ini adalah hari pertama Aleta sekolah di SMA Taruna pelita Aleta dan Allano berbeda sekolah karena itu permintaan Aleta sendiri yang tak mau berdekatan dengan Allano, Aleta dan Allano hanya berbeda satu tahun Aleta yang duduk di bangku 11 SMA sedang kan Allano yang duduk di bangku 12 SMA Aleta berangkat dengan di antara supir pribadi milik nya dan di temani juga oleh Freya.
“Fre nanti kamu jangan bikin ulah ya sama hantu yang lain nya” Supir yang mengantarkan Aleta hanya melihat Aleta sekilas karena dia sudah tau kalo bos nya yang satu ini memiliki kemampuan yang tak semua orang lain punya
“oke” Jawab Freya singkat, dan setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit Akhirnya sampai di depan gerbang SMA Taruna Nusantara
Aleta turun dari mobil nya lalu berjalan di koridor sambil mencari ruang kepala sekolah Aleta kebingungan mencari Ruangan kepala sekolah sekolah hingga dia memilih untuk bertanya kepada segerombolan laki-laki yang sedang berdiri di depan perpustakaan
“emm sorry numpang tanya Ruangan kepsek ada di mana ya?” mereka semua pun menoleh ke arah Aleta
“lo lurus Abis itu belok” ucap salah satu laki-laki itu
“oh di situ ruang kepsek nya” laki-laki itu kembali membuka suara ketika melihat Aleta yang ingin pergi
"Eh bukan di situ mah Ruang musik"
"Nih terus kalo lo udah belok lo lurus lagi Nanti ada ruangan” lanjut laki-laki itu kembali
“itu ruangan kepsek nya?”
“Bukan itu Dapur,nih Abis itu lo belok terus lo masuk aja”Aleta mengangguk tapi langkah nya kembali terhenti ketika mendengar ucapan laki-laki itu lagi
“nah di situ ruang BK nanti lo tanya aja sama guru BK Ruang kepsek ada di mana” Aleta menatap laki-laki di depan nya dengan wajah datar dan juga aura yang mencengkam sehingga membuat mereka yang lewat di buat merinding
Bahkan Freya yang sedari tadi berdiri di sebelah Aleta memekik ketakutan karena Aura yang jarang sekali Aleta keluarkan
“kalo nga niat nolongin mending nga usah dan makasih” setelah mengucapkan kalimat itu Aleta pun melangkah pergi
“Gila tuh cewek Aura nya serem banget ngalahin pak bos” ucap laki-laki di sebelah nya
“tau Lo si” timpal teman nya yang lain
Balik lagi ke Aleta, setelah berjalan cukup lama akhirnya Aleta pun sampai di ruangan kepala sekolah dia mengetuk pintu itu lalu masuk kedalam dan duduk di depan kepala sekolah, Setelah menyelesaikan urusan nya dengan kepala sekolah Aleta pun melangkah pergi menuju kelas nya dengan di Antar oleh pria paruh baya yang baru dia temui tadi.
Tok
Tok
Tok
Setelah mengetuk pintu itu kepala sekolah itu pun masuk di ikuti oleh Aleta di belakang nya, Semua siswa dan siswi yang awalnya asik dengan kegiatan mereka masing-masing kini mata mereka terfokus kearah Aleta mereka semua menatap Aleta dengan tatapan takjub berbeda dengan segerombolan laki-laki yang duduk di bangku paling pojok.
“oke anak-anak kita kedatangan murid baru,ayo silahkan perkenalkan diri kamu” Aleta hanya mengangguk
__ADS_1
"Aleta gua pindahan dari Belanda salam kenal” setelah memperkenalkan diri Aleta pun di suruh duduk oleh guru tersebut sedang kan kepala sekolah yang tadi mengantarkan Aleta pergi meninggalkan Ruangan 11 IPS 2
Aleta memilih duduk di bangku paling belakang yang kosong dia lebih suka duduk sendiri di banding duduk bersama teman-teman nya, pelajaran pun berlanjut hingga bel istirahat berbunyi semua siswa dan siswi berbondong-bondong keluar kelas dan pergi menuju kantin.
“Hai leta nama gua Asihla Laura Mikhayla Lo bisa panggil gua Shila” ucap gadis yang duduk nya di depan Aleta
“gua Alana Nolanda Syahara Lo panggil aja Alana” gadis di sebelah Shila pun ikut memperkenalkan diri nya
“hai” jawab Aleta singkat, Shila dan Alana saling tatap karena mereka sudah kehabisan kata-kata untuk berbicara dengan Aleta
“emm leta gimana Lo ikut kita ke kantin” Aleta menengok kearah Shila tanpa minat, lalu dia mengangguk mereka bertiga pun jalan menuju kantin yang letaknya agak jauh dari kelas mereka
~•••~
Saat berada di kantin Aleta dkk menjadi pusat perhatian karena banyak yang bertanya-tanya siapa wanita bermata biru yang berdiri di sebelah Alana dan Shila, mereka bertiga mengedarkan pandangannya untuk mencari tempat duduk yang kosong namun nihil semua meja sudah di isi penuh oleh para murid hingga Shila melihat bangku kosong yang di duduki oleh inti Vexo Shila mengajak Alana dan Aleta duduk di meja yang sama dengan Vexo,
“Hai baby” Teriak Alana yang membutuhkan mereka jadi pusat perhatian
“Hai sayang” tutur salah satu pria yang duduk bersama dengan inti Vexo yang tak lain adalah kekasih Alana Mereka bertiga pun duduk setelah memesan makanan
Aleta memicingkan mata nya ketika merasa familiar dengan wajah di depan nya ya mereka semua adalah orang yang di temui oleh Aleta saat sedang mencari Ruangan kepala sekolah, mata Aleta tak sengaja melihat ke sebelah laki-laki berparas tampan dan juga memiliki wajah tegas Aleta melihat ada sosok gadis bergaun hijau tosca dengan pita pink yang terpasang cantik di rambut nya.
Aleta di buat heran oleh sosok di sebelah laki-laki itu karena dress yang dia pakai sama persis dengan dress yang di gunakan oleh hantu perempuan di rumah nya dan juga pita yang Pernah dia temui di laci kamar Allano, gadis itu tersenyum pada nya dengan senyum yang lebar namun tersirat kesedihan di wajahnya Shila menepuk bahu Aleta hingga membuat Aleta kembali tersadar dalam pikiran nya
“nga papa” ucap Aleta singkat Shila hanya mengangguk lalu beralih menatap kelima inti Vexo
“oke kenalin namanya Aleta” inti Vexo Satu persatu mulai memperkenalkan nama mereka
“Nama gua Dito Mahendra Gretchen (Dito)”
“Gua Nicole Richie Ricardo (Nico)”
“Kalo gua Atlanta Georgia Wijaya (Ata)”
“kalo nama gua Gerald Fernando (Gerald) mau panggil Akang juga boleh asal neng cantik yang manggil mah nga papa” Ata menjitak kepala Gerald karena jengah dengan sikap temanya
“Anzer akang cok Akang loak kali yang biasa mintain barang bekas terus mangkal di tikungan” Gerald di buat kesal ketika mendengar ucapan Nico namu berbeda dengan yang lain justru mereka di buat tertawa ketika melihat wajah masam Gerald hanya Aleta dan satu laki-laki yang memasang wajah datar nya yang tak lain adalah leader dari Vexo,
“mau jadi sule tapi sayang nya nga lucu”Mereka semua yang mendengar kalimat dari Aleta pun menghentikan tawanya
“ya elah mbak nya serius bat” Aleta menatap wajah Nico dengan datar
Jam istirahat telah usai Aleta dkk kini berjalan menuju kelas mereka,di sepanjang jalan Aleta sibuk mencari keberadaan Freya yang sejak tadi tidak muncul di hadapan nya, hingga langkah gadis itu berhenti di dekat tangga ketika melihat Freya yang sedang bermain dengan hantu anak kecil lainnya sosok hantu tanpa kaki dan juga terdapat sosok hantu anak kecil tanpa kepala.
__ADS_1
Mereka adalah hantu anak kecil pribumi yang meninggal di saat jaman penjajahan Belanda bukan cuman sosok pribumi saja namun ada juga sosok yang sama seperti Freya berdarah Belanda, Aleta menengok sekilas lalu tersenyum dan dia melanjutkan langkahnya menuju kearah kelas
11 IPS 2
“oke anak-anak kita mulai pembelajaran hariini” semua murid pun langsung membuka buku pelajaran ,dan Guru mulai menerangkan materi di papan tulisan
Bel pulang sekolah berbunyi semua siswa dan siswi berbondong-bondong pergi keluar dari kelas ,Aleta dkk berjalan menuju gerbang utama SMA Taruna pelita di depan gerbang sudah di penuhi oleh banyak siswa dan siswi SMA Taruna pelita, mereka berdiri di sebelah pos satpam hingga terdapat segerombolan laki-laki dengan motor sport nya datang menghampiri mereka bertiga.
“Hai sayang yuk pulang sekarang” Alana mengangguk lalu menaiki motor besar milik Nico
“yuk bep pulang”ucap Shila yang sudah duduk manis di motor sport milik Dito
“neng cantik mau akang anter nga kali aja bisa silaturahmi sama calon mertua atau neng cantik mau akang sekalian anter ke pelaminan Kalo langsung kerumah nanggung neng mending langsung ke pelaminan yuk” Aleta memandang Gerald dengan tatapan permusuhan
“Soriy gua di jemput” setelah mengucapkan kalimat itu Aleta pergi kearah mobil jemputan nya yang baru saja datang
“jiak langsung nyari rumah sakit pakar cinta si Gerald”Nico berucap sambil mengeluarkan tawanya
“yoi nic mencari dokter yang mampu nyatuin hati nya Gerald”Ata ikut menimpali ucapan Nico
Sedang kan Gerald melajukan motornya meninggalkan inti Vexo yang masih asik tertawa di depan gerbang SMA Taruna pelita, sedang kan mereka semua masih asik tertawa hingga tidak menyadari kepergian Gerald,
“eh si Gerald mana?”tanya Ata pada Dito
“tau”jawab Dito singkat
“ya si Gerald ngambek,ah nga seru baperan”Mereka semua pun pergi meninggalkan SMA Taruna pelita
~•••~
Aleta sampai di kediaman besar milik Magenta dia berjalan menuju lift dan memasuki lift untuk menuju ke kamarnya lalu setelah sampai di lantai atas Aleta pun langsung berjalan masuk kedalam kamar tidur yang bernuansa putih Abu-abu dan membersihkan diri,setelah selesai dengan acara mandi nya Aleta merebahkan diri di atas kasur Quinn size nya sambil memainkan handphone.
Aleta keluar dari kamar dan berjalan menuju lantai bawah setelah memasuki lift Aleta menatap pantulan nya di pintu lift, namun bukan hanya ada bayangan dirinya saja namun ada bayangan yang lain bayangan sosok perempuan ber Dress hijau tosca yang sudah di penuhi oleh darah
“sosok itu lagi,dia siapa sih” Batin Aleta sosok itu pergi ketika pintu lift sudah terbuka
Aleta pergi keluar rumah lalu mengambil mobil nya yang terparkir di garasi, Aleta mengeluarkan mobil hitam miliknya lalu melajukan mobil hitam itu menuju rumah sakit tempat Vena di rawat
______________________________________________
Yoks jejak nya kawan-kawan 👣
__ADS_1