
Aleta sedang bersiap-siap untuk berangkat ekskul di sekolah karena hari ini adalah hari Sabtu, setelah selesai bersiap Aleta turun kebawah dengan memakai baju bebas Aleta mengenakan Hoodie pink dengan celana jeans putih dan di padukan snicers putih.
Setelah duduk cukup lama di mobil, Aleta pun sampai di SMA Taruna pelita,lapangan sudah di penuhi oleh siswa dan siswi yang sedang melaksanakan kegiatan ekskul, Aleta berjalan kearah ruang musik dan di sana juga sudah di penuhi oleh murid-murid yang mengikuti ekskul musik, Aleta memilih ekskul musik karena dia sangat menyukai musik dan lagu, selain hobi melukis Aleta juga memiliki hobi bernyanyi.
Aleta ikut duduk berbaris dengan murid-murid yang lainnya dia menyimak semua materi yang di terang kan oleh pembina di depan, dan sekarang kini semua murid di suruh membawakan sebuah lagu dengan teknik mereka masing-masing, Aleta maju ke depan karena sekarang adalah giliran nya untuk menyanyi.
“kamu mau nyanyi apa?” Tanya guru pembina itu
“pinjam peluk pak” jawab Aleta yang di angguki guru tersebut, Aleta mulai bernyanyi dengan menggunakan mikrofon di tangannya,
AGSEISA _ PINJAM PELUK
♪Lambatkan sedikit arah matamu arahkan kehadapan ku tak terlihat kah air mata ku telah lemah untuk menyerah ho.....
Ruangan mendadak hening karena suara merduk Aleta yang membuat mereka semua terpanah Aleta menyanyikan lagu Agseisa dengan penuh penghayatan,
♪Jika memang terpaksa tak perlu kau memaksa berbagai detik mu dan detiku sungguh terakhir aku meminta apa boleh aku pinjam pelukan mu....
♪Sebentar saja ku kembali kan seusai menangis karena dirimu membuat ku terbiasa berkawan dengan lara jika memang terpaksa tak perlu memaksa berbagai detik mu dan detiku sungguh....
♪Terakhir ku meminta apa boleh kah aku pinjam pelukan mu sebentar saja ku kembali kan seusai menangis ho....ho....
♪Tlah jatuh hati aku di buat mu lalu kau jatuh kan ku sedalam-dalam nya lagi....
Jika memang terpaksa tak perlu kau memaksa berbagai detik mu dan detiku terakhir ku meminta apa boleh kah aku pinjam pelukan mu sebentar saja ku kembali kan seusai menangis
Semua nya bertepuk tangan ketika melihat penampilan yang Aleta berikan,Aleta mampu membawakan sebuah lagu dengan bagus dan penuh penghayatan bahkan ada sebagian siswi yang menangis karena ikut menghayati lagu yang Aleta nyanyikan, ekskul pun telah selesai semua siswa dan siswi SMA Taruna pelita berbondong-bondong pergi meninggalkan sekolah mereka.
Aleta sedang menunggu supir pribadi nya di depan gerbang sekolah, hingga sebuah mobil sport berwarna hitam berhenti tepat di depan Aleta, Aleta sangat familiar dengan mobil itu mobil yang kemarin mengantarkan nya pulang, kaca mobil pun terbuka dan menampilkan sosok laki-laki berwajah dingin yang duduk di bangku kemudi.
“naik”ajak Galen dingin
”gua nunggu supir” tutur Aleta takalah dingin
“nga nerima penolakan”Aleta mendengus malas lalu dia berjalan memasuki mobil Galen dengan terpaksa dia harus pulang bersama Galen karena Aleta tidak bisa membantah apa yang Galen perintah kan percuma dia melawan Galen karena pada akhirnya Galen lah yang akan menjadi pemenang nya.
Di sepanjang jalan hanya diisi oleh keheningan Aleta dan Galen sama-sama bungkam, Galen memberhentikan mobilnya ketika melihat ada seorang ibu-ibu hamil yang terduduk di trotoar Galen turun terburu-buru menghampiri wanita itu, Aleta mengernyit bingung ketika melihat Galen turun terburu-buru dari mobil Aleta pun mengarahkan pandangan nya ke trotoar dan dia juga ikut turun dari mobil,
Ketika melihat seorang ibu-ibu hamil yang sedang menahan sakit sambil memegang perut besar nya Aleta membantu Galen membopong ibu-ibu tersebut masuk kedalam mobil, setelah menaruh ibu hamil itu di bangku penumpang,Galen melajukan mobilnya dengan cepat menuju rumah sakit terdekat.
Mereka sampai di rumah sakit Galen pun langsung berteriak memanggil dokter hingga seorang suster pun datang dengan membawa brangkar rumah sakit Galen membantu ibu hamil itu naik ke atas brangkar, lalu suster mulai mendorong berangkar tersebut kedalam ruangan bersalin, Aleta dan Galen menunggu di kursi tunggu yang letaknya berada di depan ruangan untuk bersalin.
Mereka sama-sama diam tak ada satu pun diantara mereka yang mau membuka suara hingga suara tangisan bayi dari dalam ruangan membuat mereka berdua berdiri, dokter pun keluar dari ruangan bersalin tersebut.
“selamat ya pak anak bapak perempuan” ucap dokter itu pada Galen sedangkan Galen menatap dokter itu dengan bingung, Aleta menahan tawanya ketika mendengar ucapan yang dokter itu lontarkan
“ha anak? Perempuan?” beo Galen bingung sedangkan dokter itu mengangguk
“iya anda boleh masuk kalau gitu saya permisi dulu masih ada pasien yang harus saya tangani” dokter tersebut pun pergi berlalu dan meninggalkan Aleta serta Galen di depan ruangan bersalin.
“eh itu bukan anak gua anjing!” teriak Galen dengan geram sedang kan dokter itu sudah tidak bisa mendengar kan teriakkan dari Galen karena jarak yang sudah jauh,
“selamat ya len udah jadi bapak”ledek Aleta lalu berjalan masuk kedalam ruangan bersalin tersebut
Galen memasang wajah datar dan menyusul Aleta masuk kedalam ruangan bersalin, walau dia masih kesal dengan kejadian yang tadi.
__ADS_1
“bu suaminya udah di kabarin?” tanya Aleta, sedang kan ibu-ibu itu yang tadi memasang wajah bahagia kini wajah nya berubah menjadi murung,
“suami saya sudah tidak ada” jawab ibu-ibu itu dengan nada yang lirih
“maaf ya bu saya tidak bermaksud” wanita yang sedang duduk di atas brangakar sambil bersandar itu hanya tersenyum, Aleta menengok kearah sebelah ranjang bayi perempuan itu dan dia menemukan sosok hantu laki-laki dengan tangan yang sudah tidak ada sebelah serta darah yang berlumuran di mana-mana hantu itu sedang tersenyum menatap bayi perempuan di dalam box tersebut.
Aleta tidak tau siapa sosok hantu laki-laki itu tapi dia yakin hantu itu adalah hantu yang baik, Galen mengikuti arah pandang Aleta yaitu box bayi dia mendekati box bayi tersebut lalu melihat kedalam nya dan menemukan sosok malaikat kecil yang sedang terlelap.
“saya boleh izin menggendong bayi nya Bu?” tanya Galen dengan sopan
“boleh nak” Galen pun mengangkat bayi tersebut dengan perlahan Aleta berjalan mendekati Galen dan melemparkan senyum pada hantu laki-laki yang sedari tadi tersenyum hangat kearah bayi perempuan itu
“lucu ya len cantik lagi” Galen hanya mengangguk dia terus menatap bayi di dalam gendongan nya dengan lekat Galen sangat kasian dengan bayi di gendongan nya yang harus hidup tanpa figuran seorang Ayah,
“nama nya siapa Bu?” tanya Aleta
“nama nya Anggelina putri” ujar ibu itu
“wah nama nya bagus banget”beo Aleta dengan berbinar
Setelah berpamitan pada ibu-ibu itu Galen dan Aleta keluar dari ruangan bersalin karena keluarga ibu-ibu tadi sudah datang langkah Aleta terhenti ketika melihat sosok yang sama sosok laki-laki yang tadi berada di ruangan bersalin itu, laki-laki itu tersenyum kearah Aleta sedangkan Aleta membalas nya dengan senyuman yang tak kalah hangat,
“makasih ya sudah mau menolong istri saya” hantu laki-laki di depan Aleta tak melunturkan senyum nya
“sama-sama saya senang bisa membantu andah dan sekarang Anda bisa pergi karena saya yakin putri anda akan di kelilingi oleh orang-orang yang cinta dan sayang sama dia” Galen menatap Aleta bingung dia tidak melihat siapa-siapa di depan Aleta lalu Aleta sedang berbicara dengan siapa, hantu di depan Aleta pun berubah menjadi debu hitam lalu debu itu terbang keatas bagaikan tertiup angin.
“ngomong Ama siapa Lo?”
“kepo, dah yuk balik”
Mereka sedang berada di parkiran rumah sakit karena hendak beranjak pulang, Aleta dan Galen memasuki mobil secara bersamaan setelah memastikan Aleta memasang sabuk pengaman nya dengan benar, Galen pun mulai melajukan kendaraannya meninggalkan parkiran rumah sakit.
Mobil Galen berhenti di sebuah pekarangan rumah mewah Aleta mengernyit bingung ini bukanlah mansion milik nya Aleta menatap Galen dengan tatapan yang meminta penjelasan sedangkan Galen hanya acuh lalu pergi meninggalkan Aleta tanpa sepatah kata pun, Aleta mendengus kesal lalu keluar dari mobil dan menyusul Galen.
Saat mereka sampai di depan pintu yang menjulang tinggi bagaikan pintu di istana mereka berdua di sambut hangat oleh para Maid yang berbaris rapih di dekat pintu Aleta merasa ini sangat berlebihan karena yang datang adalah Galenard Bramasta satyo dan juga Aleta Anastasya magenta bukan seorang presiden atau pun seorang raja.
Aleta menyamakan langkah nya dengan langkah kaki laki-laki gagah yang berjalan di depan nya, Galen membawa Aleta kedalam ruang tamu yang sangat mewah di disain dengan gaya yang elegan dan semua barang-barang di situ tersusun rapih serta sangat bersih bahkan jika di bilang tidak ada sedikit debu pun yang menempel di barang-barang tersebut..
“loh Galen itu siapa yang di sebelah kamu?” tanya wanita setengah paruh baya dengan paras yang sangat cantik
“tanya aja sendiri” wanita itu menatap Galen dengan tajam
“kurang ajar kamu ya mamah cabut semua fasilitas kamu lagi liat aja nanti” Galen hanya menghiraukan ucapan mamah nya dia pergi berjalan menuju kamar yang sudah jarang Galen kunjungi karena Galen lebih suka menetap di apartemen nya dari pada di rumah.
“hai nama kamu siapa cantik?”Aleta tersenyum kearah wanita di depan nya lalu menyodorkan tangannya
“Aleta tante” Tamara pun membalas uluran tangan Aleta
“nama tante Tamara, duduk dulu sayang” Tamara mempersilahkan Aleta duduk
“kamu siap nya Galen cantik?” Aleta duduk di sebelah Tamara lalu menaruh tas kecil yang dia gendong di meja dan setelah itu Aleta kembali menatap Tamara
“saya temen nya Galen tante” jawab Aleta jujur
“yakin temen doang nga lebih” goda Tamara yang membuat Aleta tersenyum tipis
__ADS_1
“saya teman sekaligus musuh nya Galen” canda Aleta yang membuat Tamara tertawa
“masa musuhnya Galen cantik banget sayang jangan jadi musuh nya Galen mending jadi calon istri nya aja biar nanti tante punya menantu yang kaya bidadari” Galen yang baru datang menatap mamah nya datar
“coman buat pansos percuma” ketus Galen
“eh mamah nga pansos ya” Tamara membalas Galen dengan nada yang tak kalah ketus
“bagus deh leta kamu jadi musuh nya Galen aja biar nanti tante punya temen buat nyerang Galen” lanjut Tamara,Aleta menggelengkan kepalanya ketika menyaksikan perdebatan ibu dan anak ini,
“yuk berangkat” ajak Tamara yang membuat Aleta bingung walaupun dia bingung Aleta tetap mengikuti kemana Tamara dan Galen membawa nya.
Mobil sport hitam milik Galen berhenti di salah satu pusat perbelanjaan yang letaknya cukup jauh dari kediaman satyo Aleta masih di hantui dengan rasa bingung untuk apa Galen dan Tamara membawa nya kesini, Aleta tersentak kaget ketika tangan nya langsung di gandeng oleh Tamara.
Mereka kini sedang berada di lobi Galen sedari tadi menjadi pusat perhatian para kaum hawa karena ketampanan dan aura kewibawaan nya yang terpancar dapat memikat kamu hawa, mereka bertiga berjalan di sebuah toko mainan anak-anak.
“kamu bantuin tante buat milih kado ya” pinta Tamara yang di angguki Aleta
“jadi lo ngajak gua kesini coman buat nemenin nyokap lo beli kado?” Galen melihat Aleta sebentar lalu memfokuskan pandangannya kearah Tamara yang sedang asik memilih mainan anak-anak di depan sana
“hmm” Galen hanya menjawab pertanyaan Aleta dengan deheman
“kenapa gua harus ikut? kan ada lo yang bisa nemenin” tutur Aleta
“gua males belanja bareng mamah pasti kalo belanja ama dia gua yang jadi kelinci percobaan nya entah itu gua yang di makeup pin atau gua yang di suruh nyobain gaun” Aleta menahan tawanya ketika melihat raut dingin Galen yang berubah menjadi raut wajah yang ternistakan
“sabar ya cowok sabar di sayang cogan” ledek Aleta sambil mengelus bahu Galen
“sorry gua masih normal” sinis Galen
“oh ya kalo lo masih normal ko gua nga pernah liat lo pacaran sama cewek” ejek Aleta lagi
“karena mereka nga menarik” jawab Galen
“lo mau tau nga ada yang lebih menarik” tutur Aleta
“apa?” Aleta tersenyum jahil ke Galen
“janda lebih menarik karena dia lebih berkelas dan berpengalaman” Aleta pergi meninggalkan Galen menyusul Tamara.
“di hidup gua cuman lo cewek yang paling menarik let” gumam Galen pelan dengan seulas senyum tipis di bibir nya.
Aleta mendekati Tamara yang masih asik memilih mainan anak-anak bahkan kehadiran nya pun tidak di ketahui oleh Tamara Aleta mengikuti Tamara dari belakang bagaikan anak Ayam yang sedang mengikuti induk nya.
“loh Aleta sejak kapan kamu di sini?”Tamara di kejutkan oleh kehadiran Aleta di belakang nya
“baru ko tante, oh iya tante mau beli kado buat anak perempuan atau anak laki-laki?” tutur Aleta
“anak laki-laki soal nya kan ponakan tante cowok” Aleta memikirkan mainan apa yang cocok untuk anak laki-laki mata Aleta terpaku dengan mainan kereta api yang di setiap gerbong nya terdapat banyak angka mulai dari angka satu hinga sepuluh,
“kasih ini aja gimana biar sekalian belajar” usul Aleta pada Tamara
“wah boleh banget kamu pinter juga ya milih barang selain barang nya bagus barang yang kamu pilih ada gunanya juga”Tamara dengan semangat mengambil barang yang di usulkan oleh Aleta,
Setelah memilih beberapa barang di toko itu mereka pun berjalan menuju kasir dan membayar semua barang-barang yang mereka beli atau lebih tepatnya barang-barang yang Tamara beli karena sedari tadi hanya Tamara yang sibuk memilih sedang kan Aleta dia hanya memberikan sedikit pendapat pada Tamara dan Galen dia membantu Tamara membawa kan barang-barang nya.
__ADS_1
________________________________________________________
Yuk bantu ramein biar aku semangat nulis nya