Mystery And Trouble

Mystery And Trouble
EPISODE 5.Kuntilanak nga ada akhlak


__ADS_3

Aleta, Alana dan Shila berjalan beriringan menuju kelas mereka, mereka bertiga kini tengah menjadi pusat perhatian di koridor sekolah banyak yang menatap mereka tak suka dan banyak juga yang menatap mereka takjub setelah kejadian Aleta di perpustakaan nama nya kini sedang menggemparkan satu sekolah, banyak orang-orang yang membicarakan dia karena sebagian dari murid SMA Taruna pelita percaya jika Aleta memiliki ilmu hitam.


Bisikan-bisikan dari para murid yang berada di koridor mulai terdengar di telinga mereka banyak orang-orang yang memuji Aleta dan banyak juga orang-orang yang menjelek-jelekkan Aleta namun Aleta hanya acuh dia terus berjalan dengan wajah datar nya, Aleta dkk sampai di kelas 11 IPS 2 mereka masuk lalu duduk di bangku masing-masing,


Hingga bel masuk telah bunyi guru wanita berparas cantik dan di segani oleh murid-murid SMA Taruna pelita kecuali Galen dan inti Vexo yang tidak pernah tau apa itu arti takut itu masuk kedalam kelas 11 IPS 2 dan membuat kelas yang tadinya ricuh kini menjadi hening ada yang pura-pura buka buku dan ada juga yang sudah duduk manis di bangku mereka sambil melipat tangan di atas meja.


“baik anak-anak kalian kumpulkan tugas yang kemarin ibu beri” mereka pun berjalan satu persatu Aleta sibuk mencari buku tugas nya di dalam tas namun dia tidak dapat menemukan benda yang sedang dia cari


“maaf bu buku saya tertinggal kumpulin besok bisa nga ya bu?” bu sita menatap Aleta tajam


“kenapa bisa ketinggalan kan itu tugas satu Minggu yang lalu?” omel bu sita


“kamu bersihin kolam ikan di taman belakang sampe kinclong” semua murid tersentak kaget ketika mendengar hukuman yang di berikan bu sita pada Aleta


Sedangkan Aleta yang di suruh pun hanya mengangguk tanpa membantah dia berjalan menuju taman belakang dan mengambil perlengkapan kebersihan untuk membersihkan kolam ikan di taman,Aleta mulai menjalankan hukuman nya dia membersihkan sudut demi sudut kolam ikan itu setelah cukup lama membersihkan kolam ikan yang letaknya berada di taman belakang Aleta pun sudah selesai dengan hukuman nya,


Aleta menyeka buliran-buliran keringat di keningnya menggunakan tangan kirinya, Aleta duduk di salah satu bangku taman yang keberadaan nya tepat di bawah pohon besar Aleta mendongak keatas lalu melihat sosok perempuan sedang duduk di salah satu cabang pohon yang berada di atas kepalanya Aleta hanya acuh tak memperdulikan hantu di atas nya, hingga hantu itu pindah duduk di sampingnya


“hai” sapa mbak Kunti di sebelah Aleta lalu mengeluarkan tawa khas para kuntilanak lainnya


{Rekor terbaru mbak Kunti punya sopan santun nyapa orang dulu baru ketawa}


“ngapain lo di sebelah gua?” celetuk Aleta


“ya mau nakut-nakutin kamu lah” jawab kuntilanak di sebelah Aleta dengan santai


“tapi sayang nya gua nga takut gimana dong?” Kuntilanak itu melotot kearah Aleta


“kalo gini takut nga?” tanya kuntilanak di sebelah Aleta yang di balas gelengan oleh Aleta


“muka lo nga cantik jadi nya nga serem” tutur Aleta membuat kuntilanak di sebelah nya kena mental Kuntilanak itu pun menghela nafas sabar


{ coman di sini doang kuntilanak nafas}


“aku capek deh jadi setan, padahal aku pengen nya jadi bidadari cantik yang make gaun warna-warni bukan make gaun putih kan nga epik banget gitu udah model nya sama lagi kaya Kuntilanak yang lain”keluh kuntilanak di sebelah Aleta


“monmap ni ye Tante Kunti lo kalo mau curhat Jan Ama gua dah Ama Dora noh kan Dora kepo kali aja dia mau denger cerita dan keluh kesal lo” ujar Aleta sedang kan kuntilanak yang masih duduk di sebelah Aleta hanya diam sambil mengelus dadanya sabar

__ADS_1


“dah lah capek ngomong sama manusia kaya kamu” ketus kuntilanak itu lalu terbang kembali keatas pohon yang dia duduki tadi


“dih dia yang ngajak ngomong napa dia yang capek” Aleta menggelengkan kepalanya lalu berjalan kembali menuju kelas nya


Bel pulang sekolah berbunyi Aleta dkk pergi kearah gerbang sekolah, seperti biasa inti Vexo sudah berada di depan gerbang karena Dito dan Nico yang harus mengantar Shila dan Alana pulang, ponsel Aleta berdering menandakan ada panggilan masuk dari ponsel nya Aleta melihat kearah ponsel menampakan nama supir pribadi Aleta.


“hallo”


“hallo non ini bapak nga bisa jemput non mobil nya tadi mogok di jalan jadi bapak bawa ke bengkel dulu” jelas supir pribadi Aleta yang bernama Suryo {tanpa nama panjang dan nama tengah}


“oh iya pak Aleta bisa naik taksi”


“tapi uang nya ada kan pak?kalo nga ada nanti Aleta transfer” lanjut Aleta lagi


“oh ada ko non”


“ya udah kalo gitu Aleta tutup ya pak”


“iya non” Aleta pun menutup sambungan nya lalu menatap Shila dan Alana yang juga menatap mereka


“kenapa let?” tanya Alana


“ya udah lo mending bareng kita” timpal Ata yang di angguki mereka


“nga usah gua naik taksi aja” ujar Aleta lalu hendak melangkah pergi namun pergelangan nya di cekal oleh Galen


“lo bareng gua nga ada bantah!” perintah Galen dengan nada dingin nya Aleta pun dengan terpaksa harus duduk di boncengan Galen, Galen dan inti Vexo pun mulai melajukan kendaraan mereka masing-masing


~•••~


Para inti Vexo memarkirkan motor sport mereka di lobi gedung tua berlantai tiga yang sudah tak terpakai gedung itu terlihat menyeramkan sehingga membuat siapapun yang melewati gedung tersebut akan di sambut oleh hawa menegangkan, Aleta turun dari motor Galen dia di buat heran oleh tempat ini, untuk apa Galen membawa dia ke sini.


Aleta mengikuti langkah kedua teman perempuan nya dan juga inti Vexo dari belakang, walau masih bingung namun Aleta tetap melanjutkan langkahnya hingga mereka sampai di depan sebuah pintu besi yang sudah karatan namun masih kokoh Galen membuka pintu itu dengan perlahan mereka masuk kedalam ruangan tersebut Aleta takjub dengan disain ruangan yang kini tengah dia tempati.


Di luar memang horor namun di dalam terkesan bagus di disain dengan warna hitam dan putih lalu tertempel banyak stiker tengkorak dan motor sport serta di atas sofa singel khusus ketua terdapat figuran samurai menyilang seperti gambar jaket kebanggaan mereka bukan hanya itu di ruang tengah berjajar bingkai foto angkatan sebelum nya yang telah gugur.


Vexo adalah geng motor yang selalu menjunjung tinggi solidaritas, mereka saling menguatkan satu sama lain di saat sebagian anggota mereka sedang memiliki masalah dan tidak baik-baik saja.Di gedung ini juga terdapat banyak kamar karena di disain oleh ketua angkatan pertama Vexo agar terdapat banyak ruangan bermanfaat untuk anggota lain nya contoh ada dapur 5 kamar mandi dua di lantai du dan dua lagi di lantai tiga sedang kan satu di lantai bawah,

__ADS_1


Bahkan gedung itu sudah di lengkapi oleh dapur tempat nge-gym dan juga tempat main game serta ruang musik, markas Vexo adalah rumah untuk mereka tinggal tempat mereka untuk berpulang ketika tak memiliki arah untuk kembali.


“welcome to home Vexo” sambut para inti Vexo pada Aleta


“kenapa?hm” tanya Galen yang melihat wajah bingung Aleta


“nga” Albi Aleta Galen pun menarik tangan Aleta pelan lalu membawa Aleta berjalan menuju Ruftop


Galen duduk di pembatas Ruftop sedang kan Aleta hanya berdiri sambil melihat pemandangan di depan nya yang menampilkan hutan hijau membuat suasana semakin sejuk, markas Vexo terletak di tengah-tengah hutan yang tidak terlalu luas,Galen menatap Aleta dengan dalam rambut coklat milik Aleta berterbangan tertiup oleh angin yang membuat Aleta tampak lebih cantik di mata Galen.


“lo suka pemandangan nya” tanya Galen yang di anggukui oleh Aleta


Aleta dan Galen sama-sama hanyut dalam pikiran mereka masing-masing, pemandangan yang indah ini mampu membuat Aleta diam membisu Galen pun sama dengan Aleta pandangan lurus ke depan dan menatap pepohonan yang mengelilingi markas Vexo, setelah merasa cukup lama di Ruftop Galen mengajak Aleta untuk turun.


“turun yuk” ajak Galen pada Aleta


“yuk” mereka berdua pun berjalan beriringan meninggalkan Ruftop


Saat sampai di bawah Aleta di sambut oleh kegaduhan dari anggota Vexo yang sedang bermain mono poli dan catur sedang kan Shila beserta Alana mereka berdua sibuk di dapur membuat Pai apel, Aleta berjalan ingin nyusul mereka namun saat dia sampai di ruang tengah Aleta terpaku melihat bingkai-bingkai foto yang terpajang rapih di sana.


Aleta mendekat kearah deretan bingkai itu mata nya terfokus pada satu bingkai usang yang di bawah nya terdapat tulisan angkatan 13 yang berarti dia gugur baru-baru ini karena angkatan yang di pimpin Galen adalah angkatan 14, Aleta menatap foto itu dengan dalam dan membawa dia kembali ke masalalu.


Aleta dapat melihat satu orang di keroyok oleh banyak orang dia terus mengamati pergerakan demi pergerakan dari orang-orang yang ada di depan nya, Aleta dapat mengenali siapa orang yang sedang di keroyok tersebut orang yang sama dengan foto di depan nya. Aleta menutup telinga nya ketika melihat orang yang sedang di keroyok itu tertusuk pisau wajah yang penuh dengan lembam dan darah serta perut yang sudah di penuhi oleh darah karena luka tusuk.


“dia udah mati ayo pergi” ucap dari orang yang menusuk pemuda itu walaupun Aleta menutup telinga nya tapi suara Aleta masih bisa mendengar suara mereka


“Ayok bos” mereka semua pun pergi meninggalkan laki-laki yang sudah pingsan tak berdaya


Aleta memejamkan matanya lalu membukanya dan sekarang Aleta sedang berada di rumah sakit Aleta melihat seorang suster tengah mendorong brangakar rumah sakit yang di tiduri oleh laki-laki tadi, Aleta berlari kecil mengikuti mereka hingga dia sampai di ruang ICU Aleta dapat melihat banyak orang mengerumuni ruang ICU siapa mereka Aleta terus bertanya-tanya tentang orang-orang di depan ruangan ICU.


Hingga dokter tiba mereka semua pun berdiri dan menghampiri dokter yang membantu melakukan operasi pada pemuda tadi, wajah laki-laki yang masih lekat dengan pakaian khusus untuk operasi itu terlihat tampak lelah dan di penuhi oleh bulir-bulir keringat hingga salah satu dari banyak nya pemuda di depan ruangan ICU itu bertanya pada pria paruh baya yang mengenakan baju hijau khusus operasi dengan teleskop di lehernya.


“gimana keadaan Riko dok” serbu laki-laki berparas tampan


“maaf teman kalian tidak bisa selamat” seketika semua nya menjadi sendu


________________________________________________________

__ADS_1


hai jangan lupa jejak nya ya dan sebarin cerita ini ketemen kalian 😘


__ADS_2