Mystery And Trouble

Mystery And Trouble
EPISODE 15.Belanda


__ADS_3

Acara tiup lilin pun akan segera di mulai Revan sudah berdiri di belakang kue ulang tahun yang menjulang tinggi dengan riasan kapten Amerika di kue itu,setelah alunan lagu mulai di nyanyi kan Revan pun meniup lilin nya lalu memotong kue yang berada di depan nya.


Galen mengajak Aleta untuk duduk bergabung bersama keluarga besar nya, Aleta ingin sekali menolak permintaan Galen namun dia merasa tidak enak pada laki-laki di depannya,Aleta pun dengan terpaksa harus mengikuti langkah kaki Galen yang membawa nya mendekati satu meja khusus dan di isi oleh keluarga besar satyo,Tamara tersenyum hangat kearah Galen dan Aleta ketika melihat Aleta serta Galen berjalan beriringan menuju meja yang sedang dia tempati.


“ayo sini leta duduk di sebelah tante” Ajak Tamara Aleta hanya mengangguk lalu berjalan ke bangku sebelah Tamara,


“wah cucu omah udah besar ya sekarang udah bisa gandeng cewek” goda seorang wanita berkepala tujuh yang sudah berambut putih itu Galen hanya tertawa kecil, menanggapi godaan omah nya


“Apa nya gandeng cewek, jadian aja belom” batin Galen di dalam hati,


“nama kamu siapa cantik?” tanya omah Galen


“Aleta omah” Jawab Aleta singkat karena merasa canggung, mereka semua pun berbincang dengan hangat membuat rasa canggung di diri Aleta berkurang,


Galen mengantarkan Aleta pulang setelah acara ulang tahun Revan selesai,Aleta masuk kedalam kamar, lalu setelah itu Aleta duduk di atas kasur Quinn size milik nya Aleta mengambil ponsel yang dia letakkan di dalam tas selempang berwarna putih yang sedari tadi dia bawa ke acara ulang tahun Revan, Aleta pun menyalakan benda pipih itu karena saat Aleta berada di acara ulang tahun Revan dia tidak pernah menyalakan ponsel nya.


Aleta mengernyit bingung saat melihat puluhan pesan masuk dari kakek nya yang berada di Belanda pikiran buruk mulai terlintas di kepala Aleta, apa mungkin kakeknya sedang membutuhkan dia sehingga membuat kakek nya berkali-kali menelfon, Aleta menelfon balik kakeknya yang langsung di terima oleh pria itu,


“hey opa, wat is er, heb net Aleta gebeld? ” Sapa Aleta dengan bahasa Belanda yang lancar (hai kakek ada apa ya tadi telfon Aleta)


“Ben je veilig, Aleta, heb net opa gebeld?” Bentak pria paruh baya dari seberang sana (kamu kemana aja Aleta baru telfon kakek sekarang?)


“Het spijt me, Aleta, opa, Aleta had zaken en had geen tijd om haar mobiel te openen” sesal Aleta dengan wajah yang terkejut karena mendengar bentakan dari kakeknya(maafin Aleta kakek tadi Aleta ada urusan dan nga sempet buat buka handphone)


“ok nu moet je terug naar Nederland Aleta opa heeft je nodig” (baiklah kamu sekarang harus pulang ke Belanda Aleta kakek butuh kamu) Aleta tau apa yang kakek nya maksud dari kata butuh dia sudah tahu kalau kakek nya membutuhkan dia untuk membantu nya menyelesaikan masalah yang bersangkut paut dengan makhluk gaib,


Hanya Aleta saja yang dapat membantu Hans Anderson Magenta dalam menyelesaikan masalahnya Hans adalah nama laki-laki yang sedang berbincang dengan Aleta lewat telepon seluler atau ayah dari Alberto Goncalves Magenta, Alberto memiliki darah Italia Belanda karena almarhum ibu Alberto memiliki darah Italia walau hanya sedetik sedang kan ayahnya memiliki darah Belanda Indonesia sama seperti Aleta.


“ja Aleta vertrekt nu naar het vliegveld” ( iya sekarang Aleta berangkat ke Bandara) sambungan pun terputus secara sepihak,

__ADS_1


Aleta bergegas mengambil password nya di dalam laci meja belajar lalu dia memasukkan password itu kedalam tas nya Aleta pun memesan tiket pesawat lewat aplikasi online karena dia tidak ada waktu untuk mengantri membeli tiket pesawat,Aleta turun kebawah tanpa menganti baju nya lalu setelah itu Aleta meminta tolong pada pak Suryo untuk mengantarkan dia pergi menuju bandara,


Suryo cukup bingung ketika melihat Aleta yang tergesa-gesa dan menyuruh nya untuk mengatakan dia ke bendara hari sudah malam untuk apa majikan nya pergi ke bandara pertanyaan demi pertanyaan hadir di dalam pikiran Suryo,namun dia harus menuruti perintah yang Aleta berikan, Suryo mengantarkan Aleta ke bandara dengan selamat mobil yang Aleta tumpangi sampai di bandara pada pukul 09.45 sedangkan pesawat nya akan berangkat pada pukul 10.00,


“pak nanti kalau papah nanya aku kemana bilang aja ya aku pergi ke rumah kakek yang di Belanda” jelas Aleta karena dia tidak ingin Abang dan papah nya khawatir,


“iya non tapi ko non Aleta nga bawa koper nanti kalo mau ganti baju gimana? terus kan non Aleta baru aja pulang dari acara temannya non,emang nya non Aleta nga capek? kenapa ngga besok pagi aja non?” tanya Suryo berutu karena di sangat cemas dengan keadaan majikan nya yang satu ini,


“enggak ko leta nga cape terus kalo soal baju mah gampang leta harus berangkat sekarang karena waktu nya mepet” jawab Aleta,


“yaudah hati-hati ya non nanti bapak bilangin ketuan  biar di buatin surat izin,soal nya kan non leta Senin juga harus sekolah nanti bapak yang antar surat izin non leta ke sekolahan” Aleta tersenyum hangat dia sangat bersyukur karena memiliki supir pribadi yang begitu pengertian, dan menganggap nya seperti anak sendiri.


“iya pak, yaudah Aleta masuk dulu kedalem nanti bapak pulang nya hati-hati ya jangan ngebut” Suryo mengangguk sambil menaruh tangannya di pelipis seperti sedang hormat pada seorang jenderal.


Aleta masuk kedalam lalu duduk di salah satu bangku tunggu yang di sediakan di tempat itu setelah menunggu cukup lama Aleta pun berdiri dari duduknya ketika mendengar suara pemberitahuan bahwa pesawat yang dia tumpang akan segera lepas landas, Aleta pun berjalan menuju pesawat itu dan duduk manis di dalam pesawat tersebut.


°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°


“sudah sampai kenapa tidak mengabari kakek?” Hans berucap dengan bahasa Indonesia, walaupun dia di besar kan di Belanda Hans Anderson Magenta masih mengerti bahasa Indonesia bahkan Hans menguasai empat bahasa yaitu bahasa Indonesia, bahasa Belanda, bahasa Italia dan juga bahasa Inggris.


“batere handphone Aleta habis kek jadi nya nga bisa ngabarin” Hans hanya mengangguk lalu mempersilahkan Aleta masuk kedalam,


“ya sudah yuk kamu masuk ke kamar gih pasti capek kan duduk lama di pesawat” Aleta menuruti perintah kakek nya dia melangkah menuju kamar tidur yang sudah menjadi milik nya sejak Aleta tinggal di Belanda.


Aleta membersihkan dirinya terlebih dahulu karena setelah pulang dari acara ulang tahun Revan Aleta tidak sempat untuk membersihkan diri, Aleta keluar dari kamar mandi lalu menjatuhkan tubuhnya di atas kasur dia mulai memejamkan mata nya karena sangat lelah.


Ketukan dari pintu membuat Aleta terbangun dari tidur nyenyak nya jam menunjukkan pukul 13.17 yang menandakan jika hari sudah siang, Aleta  melangkah kan kaki nya kearah pintu lalu membuka pintu tersebut pintu pun terbuka menampilkan Hans yang berdiri di depan pintu kamar Aleta,


“Aleta kita makan dulu yuk kakek sudah masak steak daging kesukaan kamu” Ajak Hans yang di balas anggukan oleh cucu nya itu,

__ADS_1


Mereka berdua sudah duduk di meja makan dan memulai acara makan siang nya hanya dentingan garpu serta pisau yang terdengar dari ruangan itu, meja makan tampak sunyih karena Aleta


dan Hans sama-sama fokus menyantap makanan mereka, Aleta sudah menghabiskan makan siang  nya Aleta meneguk segelas air putih yang berbeda di sebelah nya hingga setengah lalu mengelap mulutnya mengunakan tisu.


“kakek ada apa nyuruh Aleta ke Belanda?” tanya Aleta pada Hans yang baru saja meneguk segelas air putih,


“kita harus bantu bibi kamu leta dia sedang butuh kita” jawab Hans


“memang nya bibi kenapa ke?” Hans mulai menceritakan apa yang terjadi pada bibi Aleta


“kemarin paman kamu datang kerumah kakek dan dia bilang kalo bibi Emeli masuk kerumah sakit jiwa karena memiliki gangguan pada kejiwaannya setiap malam bibi kamu selalu teriak-teriak sendiri dan dia juga hampir membunuh paman mu tapi untungnya Paman Piter bisa menyelamatkan dirinya ketika hendak di tusuk oleh Emeli” Hans menjeda cerita nya sebentar lalu melanjutkan nya lagi


“kemarin kakek habis menjenguk bibi mu dan kakek tidak dapat menemukan titik terang dari masalah ini mungkin kamu yang bisa memecahkan semua ini Aleta, alasan kakek memanggil mu adalah ini dan bukan hanya bibi mu saja yang mengalami kejadian ini, tapi setelah kakek selidiki banyak orang yang mengalami kejadian yang sama seperti bibi mu bahkan sudah ada yang meninggal”


Aleta cukup yakin misinya kaliini tidak gampang karena kakek nya saja tidak mampu memecahkan misteri ini,apa lagi dia yang masih berstatus seorang pelajar dan belum menjadi paranormal terkenal.


“tapi kakek Aleta ragu dan Aleta takut nga bisa mecahin semua ini” Aleta memang sering mendapatkan misi dari Hans tapi tidak sesusah ini, dia cukup ragu untuk menjalankan misi ini namun hanya Aleta lah satu-satunya harapan untuk Hans.


“kakek akan selalu ada di belakang kamu leta dan bantu kamu menyelesaikan semua ini hingga tuntas, kakek hanya bisa berharap pada kamu karena cuman kamu yang mampu melihat masa lalu di keluarga kita” Aleta hanya diam di sangat takut menjalani misinya yang satu ini, bukan takut dengan makhluk yang akan di hadapi nya nanti namun dia takut mengecewakan Hans karena kegagalan nya dalam menjalankan tugas yang diberikan oleh hans.


Aleta ingin menolak namun dia juga tidak tega melihat kakaknya yang berharap tinggi pada nya Aleta berfikir sejenak lalu dia mengangguk.


“oke Aleta mau” Hans tersenyum senang Aleta adalah cucu nya yang paling pengertian dan selalu siap sedia membantu dia dalam menyelesaikan kasus-kasus yang sulit di pecahkan oleh para detektif maupun polisi.


__________________________________________________


Hai semua nya gimana part kaliini menurut aku episode15 ini cerita nya agak garing si karena nga banyak adegan yang menegang kan tapi aku bakalan usahain di episode selanjutnya ada adegan yang bisa bikin kalian semua tegang.


Dan jangan lupa jejak nya ya karena semakin banyak kalian ninggalin jejak semakin cepet juga aku upaya episode selanjutnya,

__ADS_1


Babay spam next buat episode selanjutnya🐨


__ADS_2