Mystery And Trouble

Mystery And Trouble
EPISODE 20.Tulisan Misterius


__ADS_3

Di sini lah Aleta dan Allano berdiri di depan sebuah kantor polisi yang menjadi rumah untuk para kriminal di tahan, setelah menemukan Emeli Aleta memutuskan untuk menyelidiki kasus ini dengan datang ke penjara yang menjadi tempat bunuh diri salah satu tahanan di penjara itu.


Hans tidak bisa menemani Aleta ke kantor polisi karena dia memiliki urusan penting yang tidak dapat di tunda dan mengutus Allano untuk menemani adik nya ke kantor polisi,


Aleta dan Allano masuk kesalah satu penjara di temani oleh dua orang polisi di belakang mereka.


Aleta mengintari penjara itu hingga mata nya terpaku pada sebuah tulisan di tembok yang berada di sebelah kasur berukuran sedang,


Δόξα σ' αυτούς που λατρεύουμε


Dóxa s' aftoús pou latrévoume


tulisan itu mengunakan bahasa yang tidak pernah Aleta ketahui Aleta mengambil ponsel nya lalu memotret tulisan di tembok yang cat nya yang sudah mengelotok,


"Lo ngerti maksud tulisan itu?" Tanya Allano pada Aleta


"Bhasa ini terlalu asing untuk gua" terang Aleta yang masih menatap tembok itu dengan serius,


Allano berjalan mendekati kasur itu lalu menunduk dan melihat kekolong kasur dia cukup terkejut ketika melihat benda aneh di bawah kolong kasur itu sebuah boneka yang terbuat dari jerami dengan cairan berwarna hitam yang melumuri boneka itu Allano yakin jika cairan berwarna hitam itu adalah darah yang sudah membusuk.


Allano memakai sarung tangan berwarna hitam yang dia bawa lalu mengambil boneka itu dari kolong kasur,Aleta cukup terkejut ketika melihat benda aneh yang Allano pegang,saat boneka itu di angkat dari bawah kasur bau busuk langsung menyengat di penjuru ruangan.


Semua yang ada di dalam situ langsung menutup hidung mereka karena tidak kuat dengan bau busuk yang di keluarkan oleh boneka itu,Aleta berjalan menuju Allano di melihat boneka itu dengan seksama,


Bayangan masalalu seseorang kembali hadir di dalam fikiran Aleta,Aleta di bawa kedalam sebuah ruangan yang iya yakin adalah tempat dimana dia berada sekarang,namun ruangan itu tampak  berbeda lumut hijau memenuhi tembok ruangan itu.


Aleta bukan hanya berada di dalam masalalu orang lain namun dia juga berada di alam yang berbeda,alam yang bukan tempat asal nya atau manusia lain nya,suara bising seseorang membuat mata Aleta teralih kearah kasur dimana di kasur itu terdapat dua orang laki-laki dan satu orang perempuan Aleta cukup kenal dengan muka mereka semua.


Wajah yang sangat familiar di benak nya,Aleta berjalan mendekat kearah kasur itu namun dorongan keras membuat tubuh Aleta mundur kembali kebelakang Aleta melihat ke sekeliling nya tetapi dia tidak menemukan satu orang pun ada di dekat nya


Aleta hanya melihat tiga orang itu dan tak ada satu pun dari mereka yang merubah posisi mereka lalu siapa yang mendorong tubuhnya apa mungkin tempat ini sudah di portal.


Allano melihat kearah Aleta yang diam dengan tatapan kosong, Allano menepuk pelan bahu Aleta namun tak kunjung mendapatkan respon dari sang mempunya,


"Dek" panggil Allano namun Aleta masih tidak merespon sedikit pun ,


Hinga Tiba-tiba tubuh Aleta terjatuh kebawah dan dengan sigap Allano menangkap tubuh Aleta yang sudah tak sadarkan diri kepanikan Allano tidak hanya sampai situ saja, tubuh Aleta bergetar hebat membuat semua yang ada di dalam ruangan itu juga ikut panik.


"Moeten we een ambulance bellen?" (Apa kita perlu menelfon Ambulance?) tanya salah satu polis yang berdiri di sebelah kiri Allano.


"Niet nodig" (tidak perlu) dalam sekejap tubuh Aleta sudah tidak bergetar lagi namun Aleta masih tidak sadarkan diri di pangkuan Allano.


Sedangkan Aleta di dalam alam bawah sadar nya berusaha melawan hantu biarawati yang sedang mencekik lehernya nya,penyebab tubuh Aleta bergetar adalah hantu  biarawati di depan tubuh Aleta yang berusaha mengambil alih Raga Aleta membuat Aleta harus melawan hantu biarawati itu dengan susah payah.


"Je zult ze leuk vinden " (kamu akan sperti mereka) ucap hantu biarawati itu dengan suara yang serak dan myeramkan


"En voordat dat gebeurt ben jij de eerste die vergaat" (Dan sebelum itu terjadi anda yang akan musnah terlebih dahulu) ketus Aleta dengan nada yang dingin dan semirik menyeramkan di wajah nya


Aleta mengeluarkan kalung berbentuk kunci dengan berlian ungu di tengah nya dan dalam waktu yang sekejap hantu biarawati itu terpental jauh dari Aleta, merasa ada celah untuk melarikan diri Aleta memanggil Freya dari batin nya saat itu juga dia melihat Freya di sebelah tubuh nya sedang berdiri tegak sambil menatap Aleta,

__ADS_1


"Ayo kita kedunia yang asli" Freya mengangguk lalu mengegam erat lengan Aleta,


°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°


Allano bernafas lega ketika melihat Aleta membuka kelopak mata nya,Aleta pun mengangkat kepala nya dari paha Allano?


"Are you oke?" Tanya Allano pada Aleta yang baru saja bangun dari pingsannya


"I'm fine" Allano mengangguk lalu membantu Aleta untuk berdiri,Aleta berjalan mendekati dua polisi yang sedari tadi menemani mereka berdua di dalam ruangan itu.


"Is de dader van de moord op 5 oktober 2021 gevonden?" (Apa pelaku pembunuhan pada tanggal 5 oktober 2021 sudah di temukan?) tanya Aleta kepada kedua polisi itu


"We hebben de moordenaar van die zaak nog niet kunnen vinden omdat er geen spoor is achtergelaten door de dader" (Belum kami tidak bisa menemukan pelaku pembunuhan dari kasus itu karena tidak ada sedikit jejak pun yang di tinggalkan oleh sang pelaku) jelas salah satu polis.


"Kun je ons naar het toneel brengen?" (Bisa antarkan kami ke TKP) kini Allano bertanya


"Laten we natuurlijk meteen gaan" (Tentu saja mari kita langsung berangkat) mereka pun keluar dari tempat itu lalu berjalan menuju mobil yang berada di parkiran lapas,


2 jam sudah berlalu Aleta serta Allano sudah sampai di hutan yang menjadi saksi bisu terbunuh nya seorang gadis perempuan yang ber inisial R,Aleta serta Allano tak hanya berdua tapi berenam dengan di temani empat polisi yang sengaja ikut mereka karena takut ada kejadian yang tak di inginkan.


"Bang lo ikutin gua dari belakang" jelas Aleta pada Allano


"Oke" Aleta menyentuh tanah yang dia pijak lalu memejamkan mata nya dan berjalan mengikuti bayangan seseorang


Aleta terus berjalan mengikuti bayangan masalalu orang lain di mana di dalam bayangan itu terdapat satu gadis cantik yang berlari tergesa mengunakan Dress putih tanpa alas kaki,


Aleta kembali kedalam tubuh asli nya dia dan Allano sudah berada di tengah hutan,Aleta masih berusaha mencari keberadan sosok perempuan tadi tapi di situ hanya ada dirinya dan Allano membuat Aleta kebingungan harus berjalan kemana karena dia kehilangan jejak perempuan tadi.


"Bang lo bisa ngerasain energi yang ada di sini nga?" Allano menatap Aleta lalu diam sejenak sebelum membuka mulutnya,


"Gua ngerasa energi negatif yang kenceng dari arah sana" tutur Allano sambil menunjuk kearah depan


"Kita kesana" tegas Aleta namun baru berjalan satu langkah lengan nya sudah di tarik seseorang yang tak lain adalah Allano


"Lo yakin di sana terlalu bahaya buat kita energi negatif di tempat itu kuat banget" jelas Allano dengan tangan yang masih mengegam lengan Aleta


"Udah lo ikutin gua aja" Aleta menyeret lengan Allano yang masih mengegam nya membuat Allano mau tak mau harus mengikuti langkah Aleta,


Allano mengarahkan Aleta ke sebuah danau yang cukup luas dan besar danau itu sangat cantik namun di balik kecantikan nya memiliki kisah mistis yang kental karena saat Allano dan Aleta sampai di danau itu mereka berdua di sambut dengan hawa yang tak bersahabat.


"Lo ngeliat sesuatu?" Aleta hanya menjawab pertanyaan Allano dengan gelengan kepala,


Mereka berdua sama-sama terjebak dalam keheningan Aleta masih mencari bayangan perempuan yang tadi dia ikuti namun nihil bayangan perempuan itu sudah tidak bisa Aleta temukan,hingga manik mata Aleta tak sengaja melihat perahu merah yang berada di tengah-tengah danau,bukan hanya Aleta saja yang melihat perahu itu tapi Allano juga melihat perahu yang sama.


"Lo merasa aneh nga si sama perahu itu?" Allano mengangguk lalu menatap kearah Aleta yang sedang melihat ketengah danau


"Iya gua ngerasa ada kejanggalan di perahu merah itu" mata Aleta sudah tak lagi melihat kearah danau  melainkan membalas tatapan Allano


"Harus nya perahu itu ada orang nya nga mungkin kan tuh perahu jalan sendiri ke tengah danau kalo emang di bawa sama gelombang dari air danau harus nya perahu itu ada di tepi danau atau seberang danau dan nga mungkin ada di tengah danau" lanjut Aleta dengan penjelasan yang sangat rinci

__ADS_1


"Lo bener gimana kalo kita balik abis itu panggil polisi biar mereka yang selidikin perahu itu" usul Allano


"Kaya nya lo aja deh yang manggil gua tunggu di sini" Allano cukup terkejut ketika mendengar penuturan Aleta


"Lo gila kalo lo tetep di sini yang ada nanti lo kenapa-napa mending lo ikut gua" perintah Allano dengan suara yang sedikit meningi


"Kalo gua pergi nanti perahu nya ilang udah lo aja yang manggil polis gua bisa jaga diri gua sendiri, di sini ada Freya sama Monic lo tenang aja" Allano diam membeku ketika mendengar nama Monic terlontar dari mulut adik nya,


"Oke gua yang manggil" putus Allano lalu berjalan meninggalkan Aleta


Setelah kepergian Allano, Aleta menaiki satu perahu kayu yang ada di dekat nya,Aleta mengayuh perahu itu hingga ke tengah danau dia mensejajarkan perahu nya dengan perahu merah yang berada tepat di tengah-tengah danau itu,


"Let lo mau ngapain?" tanya Monic ketika melihat Aleta berdiri di atas perahu


"Gua mau loncat kalian tunggu sini" Aleta sudah berancang-ancang untuk loncat namun suara Freya membuat nya berhenti,


"Stop ka leta jangan loncat itu terlalu bahaya" tutur Freya namun tak membuat Aleta mengurungkan niat nya untuk meloncat


"Aku nga papa kalian tunggu sini aja" Aleta loncat keperahu itu dan dalam waktu yang sekejap danau itu bergelombang dahsyat membuat perahu yang Aleta tumpangi terombang-ambing,


Aleta melihat kesekitar namun dia tak dapat melihat apapun karena semua nya telah tertutup kabut putih Aleta pun menunduk kebawah dan menemukan jasad perempuan yang sudah memucat Aleta melihat ke sebelah jasad itu betapa terkejut nya dia ketika menemukan tulisan aneh yang sama persis dengan tulisan di tembok penjara tadi pagi.


Δόξα σ' αυτούς που λατρεύουμε


Dóxa s' aftoús pou latrévoume


"Sebenarnya arti kalimat ini apasi" monolog Aleta dalam hati


Aleta melihat kearah jasad perempuan itu dia menemukan luka sayatan yang Aleta yakin itu adalah luka yang di buat oleh gadis di depan nya Aleta hendak melangkah mendekati jasad di depannya namun sebuah tarikan dari belakang membuat Aleta tercebur ke danau,


Kaki Aleta di tarik dari bawah membuat dia sulit untuk berenang Aleta berusaha melepaskan cengkeraman di kakinya dia terus menendang-nendang air di bawah nya walu semua usaha yang Aleta lakukan sia-sia.


"Freya,Monic tolong leta" Aleta berteriak dengan keras namun Freya dan Monic tidak memunculkan diri mereka di dekat Aleta membuat Aleta panik dan ketakutan.


"Bang Lano tolong leta" Aleta sudah kehabisan tenaga nya dia pun jatuh tenggelam ke danau itu.


_________________________________________


Hai Divers gimana nih part kali ini memuaskan atau tidak yuk tulis di kolam komentar ya


Dan buat kalian yang mau aku rajin up bantu semangattin aku lewat komen atau like karena jejak dari kalian itu berpengaruh penting buat aku.


Aku juga pengen cerita sedikit ke kalian, mungkin banyak dari kalian yang nga terlalu suka sama cerita  aku karena cerita ini tuh garing dang nga menarik aku mau minta maaf karena gimana ya umur aku itu masih 14 thn jadi pola pikir aku nga terlalu mateng kaya penulis dan author lain nya jadi aku minta maaf sekali lagi.


Aku juga mau bilang makasih buat yang udah komen asli aku seneng banget dan biar kita lebih akrab lagi kalian bisa panggil aku Danti jangan panggil aku ka atau pun dek karena menurut aku kalian semua itu temen buat aku.


Oke sekian pidato dari calon ibu Rt terimakasih yang sudah mau membaca pidato panjang saya terimakasih saya pamit undur diri.


Babay spam next buat episode selanjutnya🐨

__ADS_1


__ADS_2