Mystery And Trouble

Mystery And Trouble
EPISODE 6.Bakso dan Pesugihan


__ADS_3

Aleta tersentak kaget ketika seseorang menepuk bahunya roh Aleta pun kembali lagi kepada tubuh nya, Aleta melihat kearah belakang dan dapat dia lihat Galen yang sedang berdiri tegak di belakang nya dengan tangan kanan yang berada di pundak Aleta.


“ngapain lo?” sentak Galen dingin


“liat foto” jawab Aleta singkat, Galen pindah berdiri di sebelah Aleta


“Rico meninggal karena di keroyok tiga tahun yang lalu” Galen tertegun ketika mendengar kalimat yang Aleta lontarkan


“lo tau dari mana?” tanya Galen dengan raut wajah bingung


“masalalu Rico” terang Aleta Galen masih tidak mengerti maksud dari penuturan Aleta


“mksd?” Aleta menghela nafas sabar


“gua ngeliat masalalu dari foto ini dan cuman foto ini doang yang mau nunjukin masalalu nya” jelas Aleta panjang Galen hanya mengangguk mengerti


“lo tau siapa yang ngeroyok Rico?” tanya Aleta


“kita semua belum tau dari geng motor mana yang ngeroyok bang Rico dulu angkatan 13 udah coba nyari pelakunya tapi nga nemuin hasil apa-apa” sebuah misteri baru yang harus Aleta pecahkan yaitu mencari dalang dari kematian Rico Revino witama


Aleta masih bingung kenapa foto ini membawa nya ke dalam masalalu orang yang dia tidak kenal bahkan Aleta tidak pernah bertemu dengan hantu Rico apa mungkin ini semua ada sangkut pautnya dengan kematian Monic, Aleta masih bertanya-tanya di benak nya


Shila dan Alana datang dari arah dapur sambil membawa Pai apel buat Anak-anak Vexo mereka berdua mendekati Aleta dan Galen yang berdiri di depan banyak nya bingkai foto kedatangan mereka berdua mampu membuat Aleta tersadar dari lamunannya.


“gua mencium bau-bau akan ada pasangan baru nih di Vexo” ujar Shila


“yoi bau nya lebih nyengat dari pada bau Pai yang kita buat” timpal Alana


“rusuh lo berdua” setelah mengucapkan kalimat itu Galen beranjak pergi meninggalkan mereka semua di ruang tengah


“yah ngambek dia” celetuk Alana


“lo si lan ngambek kan cowok nya si leta” Alana yang merasa tak terima dengan ucapan Shila dia menjitak kepala Shila dengan tangan kirinya yang tidak di gunakan untuk membawa Pai


“ko gua lo kan juga ikutan kadal”


“tapi kan lo juga yang nambahin kalimat gua tadi”


“tapi kan salah lo Shila kalo lo nga godain cowok nya leta gua juga nga bakal ikut-ikutan”


“is tapi ini salah lo kan kalimat lo yang bikin Galen marah lana”


“lo berdua berisik banget” geram Aleta lalu setelah itu Aleta meninggalkan mereka yang masih asik beradu mulut


“tuh kan lo si shil” kesal Alana pada Shila


“lah ko gua lo juga lah” ketus Shila

__ADS_1


“dah lah debat Ama lo mah kaga bakalan kelar dah yok ke depan” Shila mengangguk lalu berjalan beriringan bersama Alana menuju ke ruang tamu


Para anggota Vexo kini tengah sibuk menyantap Pai apel yang di buat oleh Shila dan Alana sesekali mereka bercanda hanya Aleta dan Galen saja yang tak tersentuh oleh lelucon yang di buat ata Nico dan Gerald berserta anggota yang lain sedangkan Dito hanya tersenyum kecil dalam menanggapi lelucon yang mereka buat.


“eh lo tau nga Vixion” ujar laki-laki yang baru masuk kedalam markas Vexo


“Vixion knp?” tanya Dito wakil dari Vexo


“kata nya mereka lagi nyiapin strategi buat nyerang kita” jelas laki-laki tadi yang bernama Vero inti Vexo namun berbeda sekolah dengan Galen, Vexo memiliki 8 anggota inti yang bertahta dan selalu berdiri paling depan ketika berperang


Galenard Bramasta satyo ketua dari Vexo


Dito Mahendra Gretchen wakil dari Vexo


Atlanta Georgia Wijaya inti Vexo


Nico Richie Ricardo inti Vexo


Gerald Fernando inti Vexo


Veronico Renaldo inti Vexo


Leon Bastian Erland inti Vexo


Mereka adalah inti Vexo yang sangat berperan besar di dalam pertempuran, Aleta hanya diam karena tidak mengerti pembahasan mereka.


                                ~•••~


Sebelum Galen mengantarkan Aleta pulang Galen membawa Aleta pergi ke angkringan pinggir jalan, mereka berhenti di salah satu tukang bakso yang cukup terkenal ketika Galen sudah berjalan menuju ke penjual bakso itu Aleta masih berdiri di dekat motor sport merah milik Galen dia enggan untuk pergi menyusul Galen.


Sedang kan Galen yang menemukan Aleta tidak ada di belakang nya dia pun menoleh kearah motor besar milik nya Galen memutar balik langkah nya kembali dia berjalan mendekati Aleta yang masih diam di dekat motor nya.


“lo mau sampe kapan berdiri disini?” tanya Galen ketus


“kita pindah tempat aja len jangan di sini” Galen mengerutkan alisnya


“Kenapa?”


“Bakso nya di ludahin pocong” jelas Aleta Galen tercengang dengan penuturan Aleta


“lo yakin nga salah liat? mungkin bukan pocong, orang di sini bakso nya enak ko terus rame lagi nga mungkin dia make begituan”


“enak nga menjamin halal”


“gini aja deh lo beli satu bungkus bakso nya nanti kita beli lagi satu bungkus bakso yang beda penjual” lanjut Aleta sedangkan Galen hanya menurut dia memesan satu porsi bakso pada penjual itu


Setelah mendapat kan dua bungkus bakso yang berada penjual Galen mengantarkan Aleta pulang karena Aleta menyuruhnya untuk kerumah nya, mereka sampai di rumah Aleta Galen duduk di sofa ruang tamu ketika Aleta mempersilahkan nya, Aleta kembali dari dapur dengan membawa dua mangkok kaca yang transparan,

__ADS_1


Setelah meletakkan mangkok tersebut Aleta pun menuangkan bakso yang baru saja mereka beli, Aleta menaiki lift berjalan menuju kamarnya dan mengambil sebuah kotak yang terbuat dari kayu di atas kotak itu terdapat ukiran matahari yang memiliki arti tersendiri, Aleta turun lagi kebawah lalu duduk di sebelah Galen.


“oke sekarang lo mau apain bakso nya?” Aleta yang mendengar pertanyaan Galen hanya diam lalu dia mengambil botol kecil di kotak tersebut dan menuangkan setetes air berwarna bening kedalam setiap mangkok,


Salah satu dari mangkok itu warna nya berubah menjadi butek seperti air bekas cuci baju, Galen membeku dia sangat terkejut dengan semua nya Aleta adalah wanita yang sangat hebat kemarin dia berhasil mengalahkan hantu yang menyerangnya dan sekarang dia bisa mengubah kuah bakso apakah Aleta seorang pesulap itu adalah pertanyaan yang selalu hadir di benak Galen.


“udah jelaskan”


“ko lo bisa banget si let gerubah Air nya apa jangan-jangan lo pesulap” ucap Galen Aleta hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan yang di lontarkan oleh Galen


“terkadang hal yang kita liat mustahil itu belum tentu mustahil di mata orang lain karena mereka bisa mewujudkan hal mustahil yang nga bisa kita wujudkan”tutur Aleta


“oh ya lo laper ya mau gua masakin nasi goreng nga?” tawar Aleta


“nga usah gua makan nih bakso aja gua takut ngerepotin lo” Galen mengangkat salah satu mangkuk bakso yang berkuah bening


“jangan di makan bakso nya” cegah Aleta sambil merebut mangkok bakso yang Galen panggang


“kenapa?“ Galen di buat heran oleh Aleta


“kata kake gua makanan yang udah di campurin ramuan ini nga boleh di makan, jadi mending lo makan nasi goreng gua aja


“tapi nanti gua ngerepotin lo”


“nga ko lo tunggu sebentar ya gua masakin dulu” Aleta pergi menuju dapur sambil membawa dua mangkok bakso tersebut lalu membuang nya di wastafel dapur


Aleta mulai berkutik di dapur tempat sedangkan Galen dia memilih untuk duduk manis di ruang tamu Galen mengedarkannya pandangannya ke penjuru ruangan dia tidak dapat menemukan satu pun foto keluarga yang terpajang di dinding ruangan tersebut hanya terpajang beberapa lukisan alam yang tertempel indah di tembok ruang tamu.


Galen mendekati salah satu lukisan itu dia menatap nya dengan kagum netra hitam milik nya tak sengaja melihat sebuah tulisan kecil yang terpampang di lukisan hutan pink di mana hanya terdapat pohon sakura di lukisan itu Aleta Anastasya magenta nama yang tertera di lukisan hutan sakura tersebut Galen beralih melihat kearah lukisan lain dan nama Aleta juga melekat di lukisan lain nya,


Galen yakin bahwa semua lukisan ini di gambar sendiri oleh Aleta, Galen kembali lagi ke sofa bersamaan dengan datangnya Aleta yang membawa satu piring nasi goreng dan satu gelas jus jeruk Aleta menghidangkan makanan itu di depan Galen,


“nih udah jadi yuk di makan” suruh Aleta Galen pun mengambil nasi goreng itu lalu menyantap nya hingga tak tersisa lalu dia meneguk jus jeruk nya hingga tersisa setengah


“jago masak juga lo” puji Galen


“dulu waktu gua di Belanda gua selalu masak sendiri maka nya bisa” tutur Aleta yang di angguki Galen


“Rajin banget masak sendiri emang nya nga ada yang masakin lo?” tanya Galen


“Nga ada karena gua tinggal berdua doang ama kakek gua jadi yang masak gua lagi pula kake gua jarang pulang untuk apa nyewa asisten rumah tangga” jelas Aleta panjang


“emang kake lo kerjanya apa Ampe jarang pulang”


“kake gua paranormal di Belanda banyak banget yang minta bantuan dia jadi nya dia agak sulit buat nge luangin waktu tapi kadang-kadang gua juga bantu dia buat nyelesain misinya susah deh pekerjaan dia” terang Aleta


________________________________________________________

__ADS_1


Jejak nya ya makasih


__ADS_2