
Setelah bell istirahat berbunyi di kelasnya, Amanda Ramadhini sedang mengecek handphone nya yang sejak tadi terus bergetar di dalam sakunya. Matanya membulat saat notif ig nya tiba-tiba meledak.
JDAK
Manda menoleh ke pintu kelasnya saat terdengar bunyi yang sangat keras dari sana. Manda menatap heran sahabatnya yang dari kelas lain sedang mendekatinya dengan nafas terengah-engah.
"Lo udah liat postingannya?" Tanya Salsa dengan nafas terengah.
Manda kembali fokus pada notif yang tadi membuatnya penasaran. Dengan cekatan jarinya menscroll layar handphone nya, matanya juga fokus membaca point masalah kenapa namanya tertera di sana.
"Rade siapa?" Manda mengerutkan dahinya. Ia tak mengenal akun yang mentag dirinya di story ig itu.
"Rade bukannya yang satu sekolah sama Hazlan?" Salsa menscroll handphone miliknya mencari bukti atas ucapannya.
"Ini foto angkatan mereka pas liburan kemaren. Sekolah kita sama mereka liburannya di puncak tapi beda Villa." Salsa berusaha mengingatkan ingatan Manda yang memang dasarnya pelupa.
"Oh yang STM itu?" Salsa mengangguk membenarkan.
"Terus urusan si rade sama gue apaan?" bingung Manda.
Waktu liburan saat itu memang Manda dan teman sekelasnya sempat berselisih dengan anak-anak STM itu. Hanya perkara sewa kuda yang dulu di dapatkan anak-anak STM tapi setelah kawanan Manda datang, para pemilik kuda itu malah mendahulukan Manda dan teman-temannya.
"Lo cantik tapi bego soal ngantri. Kemana-mana itu jangan bawa tampang doang, otak juga di pake." ucap salah satu dari mereka sebelum menabrak keras bahu Manda.
Sejak mendengar ucapan cowok itu, Manda menyamaratakan murid-murid STM. Sampai salah satu di antara mereka mengajaknya untuk menonton bioskop.
__ADS_1
Fajar bahkan sudah membeli tiket lebih dulu dan menunggu Manda di depan sekolah gadis itu. Namun yang datang bukan Manda, melainkan Theo. Sahabat kecil Manda yang terkenal garang dan suka berkelahi.
Fajar habis di ejek Theo karena berani mengajak Manda keluar bersamanya. Theo juga membelah ban belakang motor Fajar.
"Jangan pernah jadiin sahabat gue bahan mainan kalian. Sempat gue denger lo ngajak dia karena taruhan, lo dan anak-anak tongkrongan lo gak bakal aman." Peringatan jelas dari Theo memicu pertengkaran dua sekolah.
Fajar mengatakan semuanya pada teman kelasnya. Kakak kelas mereka juga tahu akan peringatan Theo yang bikin satu sekolah jadi merasa tertantang.
"Sialan! Cewek modal tampang kek gitu aja di lindungin banget.“ Gumam siswa berseragam STM itu.
Sementara Manda sudah menahan rasa kesal saat melihat postingan Rade yang semakin menjadi jadi. Caption yang sangat menyebalkan dengan foto Manda yang di ambil entah kapan secara diam-diam oleh mereka.
Primadona SMA Nusatama di kelillingi anjing gila.
......................
Ada anak STM yang berani memberi pesan padanya. Hanya menyebutkan nama dan sekolah juga memasang profil tanpa wajah. Sangat menyebalkan untuk Manda. Apalagi kejadian di story ig Rade masih membuat Manda kesal setengah mati.
tok tok tok
Suara ketukan di pintu kamar membuat Manda segera membukanya. Ia menatap Theo yang datang dengan membawa donut kesukaan Manda.
"Kenapa dari pulang sekolah di kamar terus? Hmm?" tanya Theo. Cowok itu masuk ke kamar Manda dan meletakan donut itu di atas meja belajar Manda lalu ia duduk di bangku.
"Masalah Rade tadi?" Manda mengangguk lalu memperlihatkan pesan yang tadi membuat dirinya bingung.
__ADS_1
Theo terkekeh pelan saat membaca pesan itu. "Hazlan? Kemarin Fajar dan sekarang Hazlan. Kayaknya anak sekolahan sana kagak ada kapoknya." kesal Theo dan bangkit dari duduknya lalu melangkah pergi tapi tangan Manda cepat menahannya.
"Mau kemana? Jangan kek kemarin lagi yo. Aku gak mau jadi bahan buat mereka lagi." Terang Manda.
Manda hanya malas meladeni tingkah orang-orang yang menurut Manda tidak tahu malu. Seharusnya kalau mau sombong gak usah ngemis di akhir. Manda kesal dengan orang yang menghinanya saat di puncak kemarin tapi Manda lebih jijik lagi dengan teman-temannya orang itu yang dengan tidak tahu malunya mengajak ia nonton bersama.
"Jadi maunya gimana?" Tanya Theo yang sudah kepalang kesal.
"Kayaknya mereka cuma mau bales dendam aja. Jadi kita setujuin aja dulu, apalagi ini One Piece. Kan kamu tau aku suka banget sama Ace." kata Manda. Tangannya memilin ujung baju Theo. Matanya mengerjap lucu.
"Ya udah. Tapi ikutin rencana gue." ucap Theo.
Manda mengangguk. Yang penting ia jadi nonton One piece.
+628786554xxxx
Hai Manda, Aku Hazlan satu sekolah sama Fajar. Btw One Piece keluar lagi nih, mau nonton bareng gak?
.
.
.
.
__ADS_1
TBC