
Hari ini hari H event berlangsung. Nusatama membuka gerbang sekolah mereka membiarkan sekolah lain ikut berpartisipasi ikut. Tentu saja tidak banyak sekolah yang bisa ikut dalam event SMA Nusatama ini karena event ini berlangsung di jam pelajaran sekolah lain. Jadi hanya tiga sekolah yang masih di kawasan sama yang di undang langsung ke event mereka termasuk STM dan juga Sekolah khusus putri Darma Agung.
"Wih kak arbay ganteng banget"
"Eh eh kok anak-anak basket udah mau lewat aja sih?"
"Dis sini cepet?!? Kak Yongki lewat dis, dia jidatan."
Kelas yang tadinya ramai segera keluar saat rombongan anak basket melewati koridor sekolah menuju Lapangan Basket. Manda baru saja keluar dari ruang Theater bersama Rabel harus melihat keramaian menggelikan seperti ini.
"Haha! Jual tampang bos?" celetk Rabel.
Arbay yang mendengar itu menghentikan langkahnya. Entah kenapa perkataan Rabel itu selalu berhasil mempengaruhi Arbay. Arbay menatap tajam Rabel yang sedang berjalan ke arahnya, lebih tepatnya mereka menuju tempat yang sama.
"Bilang apa lo barusan?" Arbay menarik Rabel yang tadinya melewati dirinya begitu saja.
"Ih pegang pegang, gue bilangin pacar lo nanti ya?!?" Rabel menepis tangan Arbay dan menatap cowok itu dengan tatapan remehnya.
Manda yang tadi hanya mengekori Rabel harus ikut dalam situasi tak nyaman ini. Manda tau kalau sejak tadi Theo memperhatikannya. Manda hanya berusaha tak melihat sahabatnya itu dan memilih fokus dengan kakak kelasnya yang sedang bertengkar ini.
"Idih najis, lo kira gue gak tau kalau lo mancing gue kan biar nahan lo?" ucap Arbay karena tak terima dengan ucapan Rabel.
"Hahaha situ ikan butuh dipancing? Lele ya yang suka matil anak orang." Ejek Rabel dengan lidah yang menjulur lalu menaikan alis matanya sebelah.
Arbay tertawa dalam marahnya. Ia sungguh tak bisa lagi menahan emosinya jika sudah berhadapan dengan Rabel yang menjengkelkan. Jadi dengan mudahnya tangan Arbay melayang meangkap Rambut panjang Rabel yang tadi di ikat cewek itu. Satu teriakan lolos keluar dari mulut Rabel.
"Anjing lo!!!!" Umpat Rabel saat rambutnya di jambak Arbay.
Dengan kekuatan entah dari mana, Rabel menjambak Arbay dengan tenaga yang lebih kuat sampai Arbay sedikit melonggarkan tarikannya di rembut Rabel. Tidak sampai situ, Arbay menarik kepala Rabel lalu memitingnya dengan ketiaknya.
"Eh dedemit lepasin gak tangan lo!" geram Arbay. Ia mengencangkan pitingannya agar Rabel melepas jambakannya.
"Lo duluan ye lele! Ketek lo bau ******!" Balas Rabel yang masih bertahan dengan jambakan di kepala Arbay.
Itu kejadian luar biasa yang bisa di lihat penjuru sekolah. Bahkan siswa sekolah lain yang datang lebih awal melihat pertengkaran mereka. Ada juga yang mengabadikannya dengan ponsel mereka. Kapan lagi coba bisa liat ketua MPK sama kapten basket Nusatama berantem live.
"Kak Rabel udah, kita mau mulai eventnya." Manda mencoba menengahi dengan melepas tangan Arbay.
"Ini tangan kakak lo belom lepas." Kesal Arbay karena hanya dia yang di paksa melepaskan Rabel.
__ADS_1
Manda bergidik ngeri karena teriakan Arbay padanya. "Kak Rabel lepas yaa.." Pinta Manda.
Rabel yang sudah sangat kesal karena di jambak duluan, menghempaskan kepala Arbay dengan kuat.
"Wah sialan nih cewek!" Arbay kembali mendekati Rabel namun di hadang anggota timnya.
"Udah bay udah, kita mau tanding." Yongki mengelus punggung Arbay. Menyabari sahabatnya yang masih emosi itu.
"Dasar lele! Tukang matil orang! Gak cocok lo di basket. Noh sono berenang di kolam taik!" Setelah puas mengatakan itu Rabel segera pergi karena di tarik Manda.
Tentu saja pertengkaran itu tak akan berhenti kalau mereka tak di pisahkan. Buktinya Arbay berniat mengejar Rabel dengan sumpah serapah di mulutnya. Zai hanya menggelengkan kepalanya. Ia juga terkekeh pelan melihat keberanian Rabel pada Arbay. Sebenarnya Zai juga korban dari pertengkaran mereka tapi ia hanya bisa mengikuti kemauan Rabel. Sahabat kesayangannya.
Tribun itu ramai di penuhi para siswa dan siswa Nusatama dan juga sekolah lain. Manda bisa melihat Hazlan yang berdiri bersama Fara di tempat tim Basket dari STM. Mungkin pertandingan pertama tim sekolah mereka melawan Nusatama. Manda mendekati mereka usai mendapat perintah dari Rabel.
"Kalian yakin duduk di sini? Gak di atas aja?" Tawar Manda yang sedikit kikuk karena di perhatikan anak-anak STM yang juga tak ia kenal.
"Iya gak papa kok Manda. Lo lanjut aja, pasti sibuk nanti kan?" Jawab Fara mendahului Hazlan.
"Eh si cantik, Jangan lupa nonton futsal juga ya, gue main nanti." Itu Rade beserta antek-anteknya. Manda hanya mengangguk lemah.
Kemudian tatapan Manda jatuh pada seseorang yang baru saja datang dengan seragam Basket STM. Manda hanya termenung sesaat. Bukan terpesona ya tapi cuma termenung. Kayak tiba-tiba ngelamun gitu loh.
"Ih Emang Manda gak boleh liat apa?!? Terserah Manda dong mau liat siapa?!? Faraaaaa! Hazlan nyebelin..." Manda mengadu pada Fara yang tadi juga sempat tertawa.
"Halah halah! Naksir ya sama paketu kami?" Rade ikut meledek Manda.
"Ih Apaan sih! Kenal juga enggak. Rade ga jelas banget!" Gerutu Manda dengan bibir cemberut yang membuatnya lucu.
Sepasang mata itu juga ikut menatap Manda. Bahkan ia ikut tertsenyum melihat reaksi Manda yang menggemaskan di matanya.
Saat Manda tengah asik di isengi anak-anak STM, Tim Cheerledears dari Nusatama datang mengganggunya.
"Aduh dek, untung aja gak temenan lagi sama dia. Entar ketularan murahannya...." Manda menatap heran Bianca yang mengatakan itu sambil melihatnya.
Fara menyenggol Manda. "Kenal?" tanyanya.
"Kakak kelas." Sahut Manda karena masih bingung perkataan itu di tujukan pada siapa.
Namun melihat Salsa yang juga menatapnya, Manda jadi paham kepada siapa perkataan itu di tujukan. Tentu saja padanya karena ada Salsa di sana.
__ADS_1
"Murahan kok teriakan murahan." celetuk Fara sambil meminum Lemon tea di tangannya.
"Biasa deh, Anjing menggonggong itu minta tulang..." Kini Rade ikut bersuara memancing tawa yang lain. Kirain Rade mau menyebutkan sebuah pribahasa ternyara otaknya bener-bener gak nyampe ke sana.
"Udah pick me, Sasimo lagi. Udah lah yuk Girls, entar ketularan lagi." Bianca mengajak yang lain beranjak dari sana tentu saja setelah mendapat sorakan dari Rade dkk.
"Woi Manda! Lo kan yang bagiin minum? malah nyantol di situ." Itu suara Riston, timnya Theo.
Manda hanya mendengus kesal. Setahunya buka dia yang membagikan. Ia hanya membawa beberapa dus dengan troli tentunya kepada mereka dan Rabel bilang biar mereka sendiri yang Ambil.
"Itu kan udah Manda taro di sana!" kesal Manda dan menunjuk setumpuk dus air mineral itu.
"Dih! Di suruh bagiin malah nunjuk doang. Lo anak sekolah mana sih, Masa dirinya di sana." Geram Reno yang di senggol Theo sebelumnya.
Manda menghentakan kakinya ingin mendekat ke arah tim basket mereka tapi tangannya di tahan oleh orang yang manda tahu kalau dia kaptem basket tim STM. "Gak usah. Emang tugas lo bagiin?" tanyanya dengan suara yang familier di telinga Manda.
"Gak sih. Kak Rabel cuma suruh taro di sana aja." Jelas Manda.
"Ya udah, Ngapain dengerin mereka. Mending balik ke Rabel sekarang." Ucapnya.
Manda menatap cowok itu heran. Dia tau darimana kalau Kak Rabel yang menyuruhnya.
Manda sedikit kaget dan melangkah mundur saat cowok itu mendekatka wajah padanya.
Cowok itu berbisik. "Ternyata Nami tambah cantik kalau lagi kaget."
"Hah?!?" Manda sedikit mendorong cowok itu dan menatap heran.
Cowok itu hanya melambaikan tangan dan pergi, membiarkan Manda tetap menatapnya dalam keadaan linglung. Sementara semua yang berada di sana cukup kaget melihat keakraban dua sekolah yang harusnya tidak akur itu.
"S.. Sa-sanji?"
.
.
.
.
__ADS_1
TBC