
Siang ini anak-anak STM seperti biasa makan di warung mak Nema. Hazlan lagi ngambilin pesenannya Fara, sementara cewek itu lagi asik jambakin rambut Fajar dan Rade secara bersamaan.
"Cieee yang udah jujur kalau suka sama si tengil boy." Fara mendelik, Kini Wingki ikut mengejeknya.
Setelah kemaren gagal untuk makan di angkringan. Teman sekelas mereka mengundang mereka ke rumahnya. Mengganti tempat karena angkringan tempat mereka biasa nongkrong sudah tidak aman.
Belum lagi, Fakta kalau Hazlan dan Rade sempat tertangkap dua bencong makin membuat mereka sedikit trauma berkeliaran di sana.
Kepo gak ? Kepo lah masa enggak.
Jadi kemarin tuh Hazlan sempat marah sama Fara yang narik dia untuk lari duluan. Hazlan sempet panik waktu gak ada Manda di antara mereka. Dia nyalahin Fara sambil teriak-teriak. Ada Rade sih yang bikin situasi jadi dingin. Walaupun Rade tuh biang onar tapi dia juga satu-satunya orang yang berani nyiramin air biar gak panas.
Fara juga sempat gak terima karena Hazlan sepertinya sudah keterlaluan. "Kenapa jadi gue yang salah?!? Gue narik lo kan biar lo gak di tangkep. Bukannya makasih malah nyalahin gue kek gini?!?Bangsat!" Maki Fara tanpa mau melihat Hazlan.
"ARGH tai lo pada! Kenapa gak ada satupun dari kalian yang narik Manda?!?" geram Hazlan yang juga kesal pada dirinya sendiri.
"Udah jangan ribut lagi. Udah kejadian juga kan. Coba lo telfon Manda, dimana dia sekarang." usul Rade.
Namun gak berlangsung lama, Rade mendapat pesan dari Wingki untuk datang ke rumah ketua kelas sekarang.
"Gimana lan?" Tanya Rade
Hazlan hanya menggeleng lemah. Tak satupun panggilan yang di jawab Manda. Chatnya pun hanya di baca saja. Hazlan melirik Fara yang seperti menjauh darinya.
Ting!
Hazlan langsung melirik ponselnya saat nada khusus yang ia gunakan untuk orang itu berbunyi.
'Gak usah panik. Dia udah gue anter pulang dengan selamat tapi usaha lo cukup sampe di sini.'
Hazlan menghela nafas panjang. Seenggaknya ia sudah pernah mencoba berusaha meskipun ia gagal, yang penting gadis itu baik-baik saja. Hazlan sudah ikhlas.
"Kenapa lan? Muka lo gak enak bener di liat." Tanya Fajar yang paling peka.
Fara juga ikut melirik Hazlan yang terlihat menyedihkan.
__ADS_1
"Gak papa. Jadi kita kemana nih? Gak mungkin balik ke sana?" Tanya Hazlan
Rade merangkul Hazlan. "Kita nongki di tempat paketu aja. Wingki bilang kalau dia yang nyuruh." Hazlan hanya mengangguk.
Mereka masih asik berbincang berdua sementara Fajar, Ongki dan Reno yang menarik Fara dengan spontan sudah lari menjauh dari sana. Hazlan dan Rade baru sadar kalau teman-temannya sudah lari menjauh saat ada dua orang dewasa yang merangkul mereka.
"Kek ada bau bau laknat ye lan." lirih Rade yang tak berani melirik orang yang merangkulnya.
Hazlan juga sama merindingnya tapi ia mencoba berani melirik orang yang merangkulnya dengan slow motion tentunya.
"Mau kemana kalian anak tengil?" suara berat yang berbeda dengan pakaian yang mereka kenakan membuat Rade dan Hazlan terpekik ngeri.
Mau mencoba lari dari sana, kepala Rade sudah di piting duluan oleh bencong yang mengejarnya tadi. Sementara Hazlan sudah di peluk dari belakang bak jek and ros di film titanium yang akan tayang lagi tahun ini di bioskop. *Jangan lupa nonton ya :)*
"Tolooooooong!"Teriak Rade setengah menangis.
Mereka berdua berontak geli saat tangan jahil bencong itu mulai masuk ke dalam bajunya. Dengan kekuatan yang entah datang dari mana. Hazlan berontak dengan sangat amat heboh karena sangat jijik dan geli sama bencong. Sama hal nya dengan Hazlan, Rade juga kembali menarik wik bencong itu ke sembarang tempat dan menendang kaki bencong itu.
Setelah lepas dari jeratan bencong itu. Hazlan dan Rade berlari sekencang mungkin. Apalagi saat mereka melihat silet yang keluar dari lidah dua bencong itu.
"Sialan! Gak ada apa orang yang lewat!" gerutu Rade dengan nafas terengah-engah.
"Woy! Jangan lari pake motor ya Bajingan" Murka bencong itu karena tak berhasil mendapatkan dua anak tengil.
Mungkin ini pelajaran juga buat mereka supaya gak gangguin bencong lagi. Karna marahnya bencong lebih mengerikan daripada marahnya ibuk tiri. Bencong haram sialan. Pikir mereka.
"Gimana rasanya di ehem ehemin bencong?" itu suara Rasyid yang baru saja membuka helm fullfacenya.
Mereka sudah berada di rumah ketua kelas baru saja. Sedangkan yang lain sudah sejak tadi sampai karena di jemput Rendi, kakak kelas mereka.
"Anjing! Geli gue dengernya!" Geram Hazlan yang masih merinding ngeri karena sempat di peluk bencong itu.
Wingki yang tadi membonceng Rade juga terkikik geli melihat reaksi dua temannya setelah kejar-kejaran tadi.
"Leher lo kenapa tuh weh?" Tanya Rasyid melihat jejak di leher Rade.
__ADS_1
"Diem lo bangsat! Aib ini anjing! Pokoknya jangan ada yang ngungkit ini di depan anak-anak!" Ancem Rade.
Sementara yang lain sudah meledakan tawanya yang tertahan sejak tadi.
"Sialan, si babi di ****** bencong." ucapan Rasyid memancing bengek yang lain.
Sementara Hazlan ikut pura-pura tertawa karena sebenarnya ia takut kalau ada yang melihat aibnya juga tapi kan? mmm Aibnya gak meninggalkan jejak. Jadi gak mungkin ada yang liat kan? pikir Hazlan.
Mereka masuk setelah puas tertawa. Rade sepertinya benar-benar kapok berurusan sama bencong. Sepertinya dia fobia bencong sejak saat itu.
Hazlan melirik motor yang baru saja parkir di samping motor Rasyid. Ia mengerutkan keningnya saat melihat Fara baru datang di bonceng oleh abang kelas mereka, Yoga.
"Bukannya lo bareng Fajar?" Tanya Hazlan saat cewek itu ada di dekatnya.
"Tadi gue, Rasyid ama Wingki lagi beli jajan dulu di minimarket deket kalian lari-lari tadi. Si Fara yang minta Rasyid ama Wingki nolong kalian. Yang lain udah duluan bareng Rendi." Jelas Yoga yang langsung masuk setelah tos ala laki-laki pada adik-adik kelasnya.
Mereka pun ikut masuk tapi bisikan Fara membuat Hazlan menegang. Fara saksi mata di mana Aib Hazlan yang cowok itu kira tidak akan terancam di publish itu harus ketar-ketir.
"Baek-baek sama gue baru gue gak mau gak bilang siapa-siapa." ujar Fara yang pergi meninggalkan Hazlan yang termenung.
'Sial!'
Jadi kalau kalian liat sekarang Hazlan ngambilin pesanan Fara kek babu, Jangan heran. Meskipun Hazlan sudah di kasih rahasia tentang Fara oleh Rade tetap saja Hazlan bungkam dan menurut pada Fara.
Ya! Hazlan sudah di bisikin sama si setan gosip kalau Fara tuh suka sama dia tapi Hazlan gak percaya. Hazlan malah menganggap itu akal-akalan Rade agar Hazlan memberi tahu kenapa dia bisa nurut sama si Fara.
Hazlan aneh di mata teman sekelasnya saat ini.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC
Nah loh, kira-kira apa yang di lihat Fara sampe Hazlan nurut sama dia?