Nano Nano

Nano Nano
#10 Persaingan?


__ADS_3

" Loh ada Manda di sini?" Heran orang itu.


"Lo juga ngapain di sini? hah?!? lo yang punya?“ Manda mendadak bingung pada sosok yang ia kenal.


"Kalian kenal?!?“ Tanya Hazlan yang juga ikut bingung. Rade dkk saja ikut menyimak.


" Ya iyalah kenal, gue kan Sekolah di Nusatama juga." Jelasnya.


"Oalah iya cok! Gue ampe lupa dia beda sekolah sama kita." Rade ikut menimpali.


"Tapi Manda juga gak begitu kenal Rehan." Jelas Manda.


Ya! Orang itu Rehan. Dia murid unggulan dalam Futsal seperti Theo tapi Rehan berbeda karena ia sudah masuk kedalam jangkauan para atlet futsal. Rehan itu bawa nama kota sedangkan Theo hanya bawa nama sekolah saja.


"Yakin gak begitu kenal? Setau gue lo kan yang milih gue jadi ketua regu pas kita ospek?" Rehan hanya bermaksud menggoda Manda karena Manda terlihat canggung padanya.


"Iih enggak ya. Itu karena Manda gak tau aja siapa yang mau di pilih, yang lain juga milih Rehan kan?" Klarifikasi dari Manda membuat semuanya tertawa kecuali satu cewe di antara kumpulan cowok itu. Selain Manda tentunya.


Rade juga sebenarnya gak terlalu membenci Manda karena Hazlan juga cerita kalau Manda orangnya gak sesombong yang mereka kira. Kejadian Fajar waktu itu juga itu salah paham. Bukan Manda yang nyuruh Theo untuk melakukan itu tapi Theo sendiri yang gak suka kalau ada yang ganggu Manda.


"Eits! Kok langsung ngelak?!? Jangan-jangan lo naksir Rehan yaaaa?!?“ ledek Rade yang semakin membuat wajah Manda memerah karena kesal.


"Gak gitu! Rehan itu banyak yang suka tau. Dia banyak Fansnya." Elak Manda.


"Terus lo termasuk fans gue yang lo bilang banyak itu?“ Lagi-lagi Rehan menggoda Manda yang sudah kepalang malu dan kesal.


" Pede banget sih! Theo juga keren kok, Gak Rehan aja yang keren!" Jawaban Manda mengundang tawa semuanya kecuali satu cewek itu dan juga Hazlan.


Hazlan mulai merasa gerah saat Rehan terus menjahili Manda. Ia kurang suka jika ada yang ingin mendekati Manda.


"Berarti gue keren ya di mata lo? selain Theo?" Rehan menaik turun kan alisnya dengan tatapan jahil tertuju pada Manda.


"Apaan sih kok jadi bahas itu! Manda mau nyari costum yang bisa di sewa tau gak sih!?!?" Kesal Manda yang lagi-lagi membuat mereka tertawa.


"Udah udah, ntar anaknya ngambek bisa berabe urusannya nanti." ucap Hazlan yang sedikit tertawa agar tak terlihat wajah kesalnya.


"Oh jadi Manda ke sini mau nyewa costum buat event?" Manda hanya mengangguk atas pertanyaan Rehan.


"Ya udah biar Hazlan yang nemenin. Dia yang paling tau costum-costum yang bagus." Rehan menepuk bahu Hazlan.


"Yang lain bantu gue pasang action figure Sanji sini." Lanjut Rehan.


Sementara yang lainnya sibuk, Fara yang sejak tadi memperlihatkan ketidak sukaannya pada Manda hanya duduk di sofa yang ada di samping kasir. Memperhatikan tingkah Manda yang menggelikan di mata Fara.

__ADS_1


Sebenarnya bukan karena Manda sendiri yang membuat Fara jadi sediki membenci Manda tapi karena orang yang Fara suka itu menyukai Manda. Mencari perhatian Manda di depannya. Benar-benar sangat menyebalkan.


"Lo duduk aja dulu Manda, nanti gue tanyain sama Rehan masalah harga."


Mereka baru selesai memilih costum yang akan di sewa. Manda juga puas dengan costum pilihan Hazlan.


"Manda tunggu di sana aja ya?" Manda menunjuk sofa yang di duduki Fara. Memang sofa itu sofa panjang jadi masih banyak sisa untuk Manda bisa duduk di sini.


Manda melirik Fara yang sangat familiar di matanya. "Kamu temen Hazlan juga kan?" Tanya Manda memecahkan keheningan karena Fara juga hanya diam saja memperhatikan sepatunya yang mungkin akan berubah warna kalau ia baca mantra. Mungkin.


"Gak usah sok akrab!" jawaban Fara membuat Manda mengerutkan kening. Heran.


"Ya udah maaf." ucap Manda dengan mata yang mendelik.


Ia hanya tak ingin membuat musuh saja tapi emang bawaan anak STM kali ya kalau di ajak ngobrol baik-baik malah sinis duluan. Itu menurut Manda ya.


Manda memilih memainkan ponselnya ketimbang diam jadi patung di samping orang yang tidak menyukainya.


"Woi cewek sok imut!" panggil Fara.


Manda melirik Fara yang juga menatapnya. Manda menujuk dirinya sendiri karena tak percaya dia akan di panggil seperti itu.


"Iya lo!" Fara memasang wajah garangnya.


"Kenapa?!? Perasaan Manda gak pernah cari masalah sama lo!" sahut Manda.


'Hah'


Manda memasang raut wajah bingung. Ia benar-benar tak mengerti dengan pembahasannya saat ini dengan Fara. Memangnya Manda cari masalah dengan siapa?


"Lo mau balas dendam karena Rade ngerjain lo lewat Hazlan kan? Jujur aja udah!“ Fara terlihat memaksa Manda untuk menjawabnya.


"Gue gak pernah tuh berniat balas dendam. Emang susah ya jadi cewek cantik kalau ada yang deketin pasti ada aja yang sirik!" Manda mengibaskan rambutnya.


"Dih! Sok cantik banget lo!“ Fara mendorong bahu Manda cukup keras.


Sepertinya Fara memang ingin mencari ribut dengannya. Untung saja Hazlan datang saat kemarahan Fara yang sudah di ujung tanduk karena Manda memasang ekspresi menyebalkan.


Manda itu malas menanggapi orang yang menurutnya bukan lawannya. Dia memang terlihat kecil, lucu dan imut tapi memang ada yang pernah melihatnya benar-benar marah. Ada sih yang pernah liat cuma orangnya lagi di panggil pacar.


"Kalian kenapa?" Tanya Hazlan bingung melihat pemandangan yang ada di hadapannya.


Manda yang terlihat cuek sambil memegang ponsel dan Fara yang menatap Manda penuh kebencian.

__ADS_1


"Gak papa, emang kenapa?" Tanya Manda yang terlihat biasa saja.


Kini Hazlan menatap Fara yang juga di tatap balik Fara. Sebelah alis Hazlan naik, seakan meminta penjelasan oleh Fara.


"Tau ah! Awas aja lo ngajak dia pas kita makan-makan nanti." Kesal Fara dan bangkit dari duduknya.


Hazlan menahan tangan Fara yang hendak pergi. "Pasti gue ngajak dia lah, Lo kenapa sih?"


"Lepas" Fara menepis tangan Hazlan lalu pergi mendekati Rehan dan yang lainnya yang hampir siap memasang Action Figure Sanji.


"Lan gue balik sendiri aja nanti kalau lo ada acara sama yang lain." Ucap Manda.


Manda yang begini malah membuat Hazlan semakin suka padanya. Cewek itu memperlihatkan sisi pengertiannya.


Tapi itu bukan maksud Manda. Ia hanya malas berseteru dengan Fara jika ia terus mengekori Hazlan sampai ia pulang ke rumah nanti.


Rade melirik Fara yang memasang wajah kesal di sampingnya lalu melirik Hazlan yang sedang menemani Manda di sofa. Rade menyenggol tangan Fara.


"Kenapa tuh muka di Tekuk begitu? udah kek laki sekarang mukanya tambah garang. Serem lo, Kek gak ada kesan ceweknya sama sekali." Rade sepertinya ingin uji nyali.


Rade sangka, Fara akan memukulnya tapi yang di lakukan cewek itu malah membuat Rade merasa bersalah.


"Lo liat gue laki banget ya? Gue gak ada cantik cantiknya sedikitpun ya?" pertanyaan Fara bikin Rade merinding.


"Lo kenapa sih? gitu aja baper. Maksud gue gak gitu. Kalau lo dandan kek Manda, Lo cantik juga kali. Anak kelas lain juga pada naksir sama lo kan, tapi emang aslinya lo ganas makanya gak ada yang berani deketin lo." Rade mencoba menghibur Fara tapi rasanya tak cukup.


Fara terlanjur merasa payah karena perkataan Rade yang pertama. Fara pergi menyendiri di ujung lemari pajangan anime Naruto.


Dia membuka ponselnya lalu membuka kamera. Ia memperhatikan wajahnya lewat ponselnya.


"Apa emang gue jeleknya karena keliatan laki? padahal gue kira karena dia suka anime makanya gak suka cewek yang menye menye" Gumam Fara.


Tingkah Fara yang seperti ini tak luput dari pandangan Hazlan. Cowok itu mengira Fara marah padanya karena membawa Manda nanti. Hazlan mengalihkan pandangan ke ponselnya yang bergetar. Menandakan pesan masuk.


'Nanti gue nyusul makan-makan kalian'


"Haduh, apa gue anter Manda pulang aja ya?" Pikir Hazlan yang tiba-tiba panik saat mendapatkan pesan itu.


.


.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2