Nano Nano

Nano Nano
#15 Menjelang Event


__ADS_3

Bell pulang sekolah sudah lewat setengah jam yang lalu tapi murid SMA Nusatama masih berkeliaran di area sekolah. Ini karena hari rabu besok, mereka harus sudah memastikan event akan di mulai tanpa kendala apapun.


Kostum-kostum yang Manda pilihkan sudah datang ke sekolah dan mereka menyimpannya di ruang Theater. Kini Manda sedang bersama Gracia dan Zenna yang menjadi ketua dan wakil eskul Theater. Cosplay kali ini juga di bawah tanggung jawab eskul Theater dan eskul kecantikan.


"Manda juga ikut cosplay kan?" Tanya Via yang juga anggota di sana.


Manda mengangguk senang. "Iya dong kak, makanya Manda tuh seneng banget kalau banyak yang ikut." Via terkekeh pelan melihat wajah ceria Manda.


Mereka sedang menyusun laporan yang akan di serahkan pada panitia event. Mereka masih membutuhkan beberapa orang yang ingin berpartisipasi dalam cosplay kali ini. Arbel datang bersama anggota MPK yang lain.


"Gimana? udah fix belum?" Tanya Arbel pada Zenna.


"Udah, tapi gak semua dari tim kita yang bisa ikut cosplay. Mereka ada bagiannya masing-masing." Jelas Zenna.


Arbel mengangguk paham lalu melirik Manda yang terlihat murung. Arbel paham kalau adik kelasnya itu takut kalau ide yang usulkan batal sementara adik kelasnya itu sudah menyiapkan semuanya dengan sempurna.


"Yang punya ide cosplay siapa?" Tanya Arbel dengan sengaja.


"Manda kak." sahut Manda. Ia berjalan mendekat ke arah Arbel karena tadinya ia berdiri di balik Cia.


Anak-anak yang lain juga memperhatikan. Merasa bersalah pada Anggota baru mereka yang imut itu karena tidak bisa bantu berpartisipasi.


"Kostumnya udah siap semua?" Arbel menatap tajam Manda. Walaupun sebenarnya Arbel tak tega melihat Manda yang menahan bibirnya untuk tidak mencebik dan menahan tangis.


"Udah kak."


"Make upnya nanti gimana?"


"Eskul kecantikan mau kerja sama kok kak."


"Terus Man powernya gimana? Orang yang akan berpartisipasinya gimana?" Tanya Arbel dengan tegas.


Manda menggigit bibirnya. Ia tidak tahu harus bicara apa. Ia menatap Arbel bingung lalu kembali menunduk.


"Bel kalau mau buka cast masih sempet sih." Usul Zai yang sejak tadi diam dan menatap Manda kasihan.


Arbel mengangguk, lalu matanya kembali menuju pada adik kelasnya yang menggemaskan itu. "Gimana Manda dek? Kamu mau jadi juri cast nya?"


Mendengar itu semuanya ikut bernafas lega. Mereka kira Arbel juga akan bersikap kejam pada adik kelas mereka yang lucu itu.

__ADS_1


Manda itu periang dan ramah. Cara bicaranya yang lucu dan meskipun tanggapan ia atas pembicaraan orang padanya sedikit lama, Ia tetap terlihat menggemaskan. Lihat saja sekarang. Mata bulatnya yang bebinar sedikit menyipit karena tersenyum senang


"Manda mau kak, tapi Manda gak bisa sendiri." ucap Manda seraya mencebikan bibir bawahnya yang membuat semua orang menahan gemas padanya.


"Di sini ada yang mau bantu Manda gak buat milihin castnya?" pertanyaan Arbel membuat semuanya menawarkan diri.


Manda terkekeh ringan. "Makasih banyak semuanya. Manda akan kerjain sebaik mungkin. Yeay."


"Yeay..." semuanya mengikuti Manda yang terpekik girang seperti itu.


****


Manda sekarang berjalan menuju gerbang sekolah untuk pulang. Tentu saja gadis itu melewati lapangan futsal untuk menghindari kelas Theo karena di sana Manda melihat Salsa sedang menunggu sahabatnya itu.


Eh, Sahabat? entahlah! Apa Theo masih menganggapnya sahabat atau tidak. Manda heran saja, kalau mereka memang pacaran kenapa harus sembunyi dari dirinya? Kenapa juga Salsa bersikap seperti ingin mejauhi Theo dari dirinya.


"Manda!!!" suara teriakan itu membuat Manda memutar tubuhnya mencari sumbernya.


Manda menatap Rehan yang berlari ke arahnya dari tribun yang cukup jauh jaraknya. Mata Manda mengerjap saat Rehan sampai di depannya dengan nafas yang tersengal.


"Kenapa han?" Tanya Manda.


"Gue denger dari Ferdi hhhh..." Rehan mengatur nafasnya dulu sebelum melanjutkan ucapannya.


"Audisi Cosplay yang kamu buat." terang Rehan yang nafasnya mulai stabil.


"Oh cast nya? Kenapa emangnya han?" Tanya Manda yang terlihat antusias saat membahas ini.


"Gue mau gabung dong boleh?" izin Rehan tapi cowok itu mengerutkan keningnya karena Manda yang terdiam.


"Mandaaa..." Panggil Rehan dengan lembut.


"Boleh gak??" tanya Rehan sekali lagi tapi sekarang Manda sudah mengangguk tanda menyetujui Rehan untuk bergabung.


"Tapi temen kelas gue juga pada mau ikut. Manda bisa Audisi mereka dulu aja, gak papa. Kalau ada yang gak kamu suka dari mereka, Skip aja...." ucapan Rehan mengundang Manda untuk tertawa.


"Iiih Makasih banget loh han karena udah mau ikut." Manda tersenyum senang.


Asik berbincang dengan Rehan membuat ia lupa kalau mereka masih di sekolah. Manda tidak sadar kalau sejak tadi Theo memperhatikan mereka dengan tatapan tajam. Langkah Theo sudah pasti ingin menyusul Manda tapi Salsa ada di sana untuk menahannya.

__ADS_1


"Itu sahabat kamu kan? Kalian mau balik?" Tanya Rehan yang sedikit terganggu dengan perdebatan Theo dan Salsa.


Manda juga terusik saat mendengar nada suara Salsa yang meninggi. Ada namanya juga yang di sebut dalam perdebatan mereka.


"Gak kok han. Aku gak pulang sama mereka." sahut Manda.


"Jadi pulang sama apa?" tanya nya.


"Manda mau pesen ojol aja nanti di depan. Ya udah Manda duluan han." Manda ingin beranjak dari sana tapi Rehan kembali memanggilnya.


"Mandaaaa..." Rehan kembali mendekat ke arah Manda yang tadinya sudah pergi.


"Kenapa han?" Mata Manda mengerjap lucu.


"Mau bareng gue gak? Gue juga udah mau balik. Itupun kalau kamu mau." Tawar Rehan yang tentu saja berharap kalau Manda menerima ajakan mereka.


"Gak lah Han. Nanti Manda ngerepotin Rehan. Lagian rumah kita gak searah, kan?" Manda juga sebenarnya juga tidak tau dimana rumah Rehan tapi ia segan untuk menerima ajakan Rehan.


Kenapa Manda segan? Karena Rehan termasuk dalam list cowok yang pernah Manda suka pas ospek dulu. Inget ya! Pernah bukan berarti masih ataupun gak suka. Siapa tau aja rasa suka Manda kembali setelah di pepet Rehan tanpa space.


Rehan terkekeh pelan karena reaksi Manda itu lucu. "Nggak lah Manda. Kamu gak ngerepotin kok. Gue ambil tas bentar. Tunggu aja di warung Mak Nema. Mereka bilang ada yang mau di omongin sama kamu." Jelas Rehan.


"Mereka siapa?"


"Yang ninggalin kamu kemaren. Gue udah tau ceritanya, Mereka merasa bersalah juga tapi untuk lebih lanjutnya mending mereka aja yang bilang. Manda mau kan, kesana?"


Manda hanya mengangguk. "Ya udah, gue ambil tas dulu." pamit Rehan sebelum kembali ke tempatnya semula.


Sementara tadi Manda sempat melihat aksi tarik menarik antara Salsa dan Theo. Rasanya Manda masih tidak percaya kalau mereka yang di anggap sahabat malah membuatnya terlihat seperti orang lain.


Manda lebih gak habis pikir sama Theo. Cowok itu seakan takut kalau Manda akan menyakiti pacarnya kalau Manda tau siapa pacarnya. Kenapa Manda berasumsi seperti itu? Buktinya Theo terus mengelak saat Manda ingin di kenalkan dengan pacar Theo. Belum lagi Theo yang gak jujur pas mereka lagi di toko cosplaynya Rehan.


~Ah sudah lah. Manda malas sekali memikirkan mereka yang ingin menjauhinya.


.


.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2