
Di atas motor beat dengan kecepatan 40 km per jam, Manda menikmati angin segar yang berhembus ke wajahnya dengan kepala yang memakai helm bogo classic. Tentu saja Helm itu bukan punyanya melainkan punya sang pemilik motor yang sedang mengajaknya jalan-jalan.
"Kita mau kemana?" Tanya Manda dengan mata yang masih fokus pada ponselnya.
Manda sedang di bonceng Hazlan saat ini. Meskipun ia harus sembunyi dari pandangan Theo agar bisa pergi dengan Hazlan. Manda akan melakukannya karena masih tak percaya kalau Sanji nya adalah Hazlan.
"Jalan-jalan aja sih. Laper gak? mau makan dulu?" Tanya Hazlan sambil menatap Manda lewat kaca spion.
"Boleh"
"Mau makan apa?"
"Terserah"
Hazlan tertawa lepas mendengar jawaban Manda. Lalu melirik Manda yang memasang wajah heran.
"Sesuai ekspektasi. Ternyata cewek beneran." sahut Hazlan yang semakin membuat Manda tak mengerti.
"Hah? Apaan sih gak jelas! Maksudnya terserah itu ya terserah mau makan apa aja tau! Kan Manda gak tau di sini jual apa aja?!?" Kesal Manda yang semakin membuat Hazlan tertawa.
Hazlan membawanya jalan-jalan ke tempat yang belum pernah ia lewati. Jadi gak salah dong Manda jawab seperti itu. Misalnya Manda mau bilang makan batagor yang di sekitarnya jualan rujak sama bakso doang, kan Hazlan sendiri yang jadi susah.
"Ya udah iya. Makan nasi aja ya?" tanya Hazlan lagi yang hampir melepaskan tawanya karena melihat bibir Manda yang komat kamit menahan kesal.
"Sumpah ya! Lo tuh nyebelin banget tau gak sih!" Manda menggeplak kepala Hazlan yang berlapis helm itu dari belakang.
Tawa Hazlan pecah. Entah kenapa melihat Manda komat-kamit kayak mbah dukun baca mantra itu terlihat lucu di mata Hazlan.
"Ya udah kita makan Chicken Smackdown di sana tuh." Hazlan menunjukan kedai makanan yang baru saja di buka.
"Ayam di Smackdown?" Heran Manda.
"Ya tuhan. Ayam geprek loh Manda, masa gitu aja gak paham!" Hazlan kembali terkikir geli saat punggungnya di hajar Manda dari belakang.
"Tinggal bilang ayam geprek susah amat. Sok Inggris." gerutu Manda sambil turun dari motor karena sudah sampai.
__ADS_1
Hazlan masuk lebih dulu untuk meminta menu. Manda mengekor Hazlan dari belakang dan duduk di sebrang Hazlan. Mereka berhadapan.
"Pesen apa?" Hazlan melirik Manda yang asik dengan ponselnya.
"Samain aja." Manda menyimpan ponselnya di saku setelah selesai membalas pesan dari Theo.
Manda hanya memperhatikan Hazlan yang tengah menulis pesanan mereka sebelum di berikan pada penjualnya. Manda mengerutkan keningnya bingung. Masih tak percaya kalau Sanji berada tak jauh darinya.
"Btw tau Manda itu Nami sejak kapan?" Tanya Manda yang menatap lurus ke arah Hazlan yang sedang mengunyah.
"Grup kita itu tele Manda, jadi bisa cek sekitar. Terus lo pernah upload foto sama si salsa 2 detik sebelum lo hapus." terang Hazlan dengan kembali menyuapkan nasi ke mulutnya.
"lo sempet liat itu? padahal Manda gak sengaja upload, lupa akun." ucap Manda dengan cengirannya.
Tapi tanggapan Hazlan benar-benar menjengkelkan. Hazlan malah mengejek cengirannya yang membuat tangan ringan Manda terulur menjambak rambut Hazlan.
"Bisa gak sih lo tuh gak nyebelin sedetik aja. lo kayak usopp bukan sanji kalau nyebelin kek gitu!" gerutu Manda lalu fokus pada makanannya.
Manda tak menyadari kalau kata-katanya barusan membuat Hazlan menatapnya dalam. Jantung Hazlan sedikit berdebar. Hazlan mencoba terlihat biasa saja dan kembali menghabiskan makanannya.
"Hah? Akrilik?"
Manda mengerutkan keningnya. "Iya akrilik. Yang waktu itu kita batal meet up bareng beberapa anggota grup juga. Manda lupa harinya hari apa."
Manda mengambil gelas es tehnya dengan mulut sedikit menahan pedas. Melihat peluh yang membasahi kening Manda. Dengan cepat Hazlan mengambil tisu dari kantongnya lalu menghapus jejak peluh di kening Manda.
"Makasih" Manda segera mengambil alih tisu itu dari tangan Hazlan.
'Sumpah nih anak sok keren banget' batin Manda.
Jantungnya sedikit berdebar saat Hazlan melakukan itu secara mendadak. Meski dalam hati dan otaknya, Manda sedang berjingkrak girang. Wajahnya tetap stay cool. Ya kali! Manda nunjukin kalau apa yang di lakukan Hazlan berpengaruh padanya. Yang ada cowok itu langsung besar kepala.
"Udah selesai makannya?" tanya Hazlan samb mencuci tangannya.
Manda hanya mengangguk sebelum meminum es tehnya sampai habis. Tanpa Manda sadari kalau cowok di hadapannya tengah menghela nafas lega.
__ADS_1
"Abis ini mau kemana?"
"Hmm karena lo sanji coba ajak gue ke game coin yang pernah lo ceritain."
"Gak! Gue anter lo balik aja." putus Hazlan yang membuat Manda kembali mengerutkan keningnya.
Muka Hazlan yang tampak kesal bikin Manda merasa aneh. Perasaan tadi baik-baik saja. Manda hanya mengajak ke tempat yang selalu sanji ceritakan padanya setiap malam. Manda hanya butuh kebenaran tentang Hazlan adalah Sanji tapi cowok itu dengan anehnya terus menolak memberikan bukti.
"Ya udah!" sahut Manda yang ikut kesal.
Manda mendahului Hazlan ke kasir untuk membayar makanan mereka tapi tangan Manda terkunci oleh Hazlan yang tiba-tiba menggenggam kedua tangannya dengan satu tangan.
"Ini aja Mbak."
"Eh! Manda aja yang bayar."
"Gak usah. Mbaknya udah ambil duit gue."
"Seenggaknya bayar sendiri-sendiri aja, Manda gak mau hutang budi."
"kalau pun hutang, ini bukan hutang budi tapi hutang Manda." bisik Hazlan sebelum pergi meninggalkan Manda setelah menerima kembalian dari mbak kasirnya.
"Iiih nyebelin banget sih!" Manda menghentikan kakinya lalu pergi menyusul cowok menyebalkan itu.
Mereka gak sadar kalau ada sepasang mata yang memperhatikan mereka. Pemilik mata itu hanya tersenyum miris sebelum pergi dari sana.
.
.
.
.
TBC
__ADS_1