Nano Nano

Nano Nano
#20 Si Tuan Muda


__ADS_3

Bunyi suara peluit yang menandakan pertandingan akan mulai, menyadarkan Manda dari keterkejutannya. Kedua tangannya merapikan anak rambutnya yang terlihat mencuat kemana-mana. Itu reaksi alami Manda kalau sedang di perhatikan banyak orang.


Fara mendekati Manda dan menarik Manda untuk bergabung bersama mereka. Manda sedikit menghembuskan nafas. Fara membantunya karena di saat panik ia akan terdiam seperti orang bodoh. Ia akan kebingungan di tempat sampai ada orang yang memanggilnya.


"Kenapa? Dia bilang apa sama lo sampe bengong gitu? gak ngatain Manda lagi kan?" Fara sudah sangat penasaran sejak tadi. Apalagi ia sudah tau tentang kejadian Hazlan yang mengaku sebagai Sanji agar dekat dengan Manda.


Manda menggeleng. Ia tak tau harus cerita atau tidak dengan Fara karena yang Manda tau kalau Fara menyukai Hazlan. Manda tidak tau kalau Fara sudah mendengar semuanya dari Hazlan.


"Dia cuma larang Manda untuk bagiin minuman aja tapi Manda heran aja kenapa dia bisa kenal sama kak Rabel." kata Manda. Tangannya menggaruk pelipis. Mereka masih berjalan menuju tempat duduk anak-anak STM.


Fara menghentikan langkahnya lalu meletakan tangannya di kedua bahu Manda, membuat Manda menatapnya bingung. "Gue mau ngasih tau lo satu hal tapi jangan kaget dan jujur dulu, lo merasa tertarik gak sama Tuan Muda kami?"


"Tuan Muda?" beo Manda


"Itu si paketu kami, kapten basket." Fara menunjuknya dengan pupil matanya.


"Aaah~ Kayaknya enggak." sahut Manda ragu.


Fara mengangguk dan mencibir. "Menurut lo dia ganteng gak?" pancingnya.


"Hmm postur badannya sama mukanya okelah tapi kalau attitude kan Manda belum tau jadi masih terbilang b aja sih." Kata Manda. Ia terkikik saat matanya beradu pandang dengan orang yang mereka gibahin.


"Dih, bilangnya gak tertarik tapi liat orangnya malah ketawa." Ledek Fara.


Manda merengut. "Iiih enggak loh, gak gitu. Tadi tuh dia kedip-kedipin Manda tapi malah kecolongan bola." Jelas Manda dengan bibir yang cemberut. "Kan lucu." Lanjutnya.


"Iya iya dia lucu." Fara segera menyetujuinya begitu saja.


Habis dia sudah terlanjur gemas melihat reaksi Manda. Ingin rasanya Fara meletakan kedua tangannya menangkup pipi Manda dan menekannya dengan gemas atau sekedar mencubit kedua pipi Manda sampai dirinya puas.


"Tapi menurut lo nih ya Man, di antara semua cowok seumuran yang lo kenal, mau di sekolah lo ataupun gue. Menurut lo siapa yang paling ganteng?" Fara menatap Manda penuh selidik. Bisa saja ia memberikan clue kepada si Tuan Muda.


"Hmmm mungkin.... Ini mungkin yaa tapi bukan berarti Manda suka ya. Manda cuma menilai aja ya." Manda mewanti wanti agar dirinya tidak di ejek habis-habisan karena kejujurannya.


Mendapati Fara yang mengangguk setuju dan menunggunya berbicara lagi, Manda baru ingin mengeluarkan pendapatnya tanpa rasa cemas. "Mungkin Rehan." sahutnya dengan santai dan bibir bawahnya maju menutupi bibir atasnya.


Kening Fara mengernyit. "Rehan? yang punya toko cosplay?" Fara ingin memastikan.


Manda mengangguk dan semakin membuat Fara bingung. "Emang kalian pernah deket? Selain waktu ospek ya!"


"Kemaren Rehan jemput Manda ke rumah terus ke sekolah bareng deh. Itu termasuk deket gak sih?" Manda juga ragu kalau mengatakan ia dekat dengan cowok most wanted sekolahnya itu.


Fara menghela nafasnya. Nampaknya sudah gak ada jalan lagi buat Tuan Mudanya kecuali kejujuran tentang siapa dirinya pada Manda. Di dalam hati, Fara mengasihani paketu mereka karena sejak tadi paketu mereka itu terus melirik ke arah Manda.

__ADS_1


Sebuah tepukan di pundak Fara membuat cewek itu reflek memukul orang itu.


"Anjir! Sakit bego!" Umpat Rade, pelaku yang menepuk pundak Fara. Manda kembali terkikik geli lalu kembali diam saat di tatap Fara dan Rade.


Bukannya apa-apa ya, Manda tuh kalau udah ketawa kek bener-bener kegelian gitu jadi mancing orang lain gemes dengernya. Jadi siapapun yang dengar Manda ketawa itu pasti reflek liat orangnya langsung.


"Ngapain ke sini?" Tanya Fara yang kesal karena kedatangan Rade terbilang mengganggu ya.


Rade menunjuk bangku tribun membuat Fara menoleh ke arah yang Rade tunjuk. Ia medapati Hazlan yang menunjukan ponselnya. Fara hanya mengangguk.


"Udah di sana aja kalian ceritanya dari pada bediri diri di sini kek orang tolol." kesal Rade yang masih kesal karena pukulan Fara.


"Eh mulutnyaa, kasar banget sih." protes Manda yang mendapatkan cengiran pepsodent dari Rade.


"Maaf Manda bukan buat Manda kok tapi buat cewek jadi-jadian ini." Rade menunjuk Fara dan langsung di hadiahi pelototan tajam dari Fara.


"Issh Rade gitu. Suka ngatain orang... Emang Rade mau di bilang cowok jadi-jadian karena mulutnya lemes banget kayak cewek." Bela Manda.


Fara langsung merangkul Manda dan menepuk-nepuk pelan pundak Manda. Merasa terbela.


"Tuh dengerin..." Fara mencibir. Rade hanya menghela nafas menandakan kekalahannya.


"Yee daah tuuu. Udah sana gabung, dari tadi di tungguin juga." Rade misuh misuh sendiri sambil berjalan menuju tempat teman-temannya, tentunya di ikuti dua cewek di belakangnya.


"Fara." Manda menggandeng tangan Fara. "Kayaknya Manda gak bisa gabung bareng kalian deh." ucapnya.


"Kenapa?" Fara menatap sekelilingnya, waspada nenek lampir tadi datang kembali mengganggu Manda.


"Itu..."Manda menunjuk Zenna yang memanggilnya dengan gerakan tangan. "Manda udah di panggil. Nanti mampir aja di stand Manda, kami buka tempat foto bareng. Berbayar yaa..." jelas Manda yang di akhiri dengan kekehan lucunya.


"Dimana stand lo?"


"Deket lapangan futsal."


"Jadi karakter apa?" Fara memegangi Manda. Ia masih belum ingin berpisah dengan cewek menggemaskan milik Nusatama ini.


"Nami lah, Emang Manda mau jadi apa lagi. Kalau bisa Fara ajak tuh Hazlan biar sekalian cosplayin Usopp." Manda mengatakannya dengan bibir yang cemberut.


Augh. Lucu sekali.


"Tenang aja. Abis pertandingan ini selesai, kayaknya kami langsung ke sana." Ucap Fara sambil melepaskan tangannya yang memegangi Manda sejak tadi.


Manda mengangguk singkat. "Ya udah Manda pergi dulu ya."

__ADS_1


"Ya udah sana..." Fara melambaikan tangan saat Manda sudah berbalik ingin pergi tapi Fara mengerutkan keningnya saat Manda sedikit berlari berbalik ke arahnya.


"Kenapa balik?" tanyanya.


Manda menarik nafas dalam lebih dulu lalu "Nama kapten basket kalian siapa?"


Fara tersenyum meledek. "Kan kan kan...." Fara menunjuk Manda dengan senyum jahilnya.


"Iiih Fara! Cepetan." Kesal Manda.


Fara berbisik di telinga Manda." Rafi Sardi Ferdinand. Tuan Muda di keluarganya."


Manda terdiam. Seperti mengingat sesuatu yang lama ia lupakan tapi tetap saja lupa tapi ia merasa harus ingat. Ngerti kan? kayak itu ingatan dia tau tapi lupa ingatan itu tentang apa.


Manda mengangguk lalu mengedipkan matanya ke Fara. Ia terkekeh geli sendiri karena tingkahnya membuat Fara dan juga Rade yang melihat itu ikut tertawa.


"Ya udah baybay..." Manda melambaikan tangan dan berlari menuju kakak-kakak tercintanya.


Belum sampai pintu, Manda berbalik menghadap lapangan basket. Manda membawa tangannya mengurung mulutnya. Berancang-ancang ingin berteriak.


"SEMANGAT RAAAAFFIIII!!!" Teriaknya yang membuat ricuh anak-anak STM yang mendengar teriakan itu.


Manda tertawa geli melihat Rafi yang tersentak kaget saat namanya di teriaki oleh Manda. Manda menjulurkan lidahnya ke arah Rafi sebelum pergi berlari ke arah Zenna yang sudah terpingkal-pingkal melihat aksi Manda. Rabel juga buru-buru mengajak mereka pergi dari sana karena melihat Manda mengacaukan pertandingan karena teriakan dari tubuh mungilnya.


Apalagi Arbay sudah berdiri. Arbay sudah dari tadi menyadari keberadaan Rabel meski orang lain tak sadar. Arbay sudah cukup kesal melihat adik kelas yang ia banggakan permainan bagusnya ini harus hilang konsentrasi karena keberadaan cewek bertingkah imut itu.


"Sialan." Umpatnya.


Sedangkan Rafi sedang di ledek habis-habisan oleh anggotanya di lapangan yang terhenti karena teriakan itu. Peluit tanda berakhir sesi pertama berbunyi. Pertandingan juga belum bisa di lanjut karena harus di jeda jam istirahat sebentar.


Rafi berjalan ke arah bangku istirahat mereka beserta yang lain tapi seseorang dari tim lawan datang menghampirinya.


"Ada yang mau gue omongin sama lo!"


.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2