
Hari ini SMA Nusatama lagi ada event dari eskul sekolahnya. Event-event seperti ini memang selalu di adakan saat menjelang akhir tahun atau lebih tepatnya merayakan selesainya perjuangan di semester satu.
Theo seubuk dengan eskul basketnya, sedangkan Manda dari pentas seni menyarankan untuk cosplay character.
Jujur saja, sebenarnya Manda bukan seorang wibu atau anime lovers. Dia hanya seorang cewek yang terpikat pesona Ace dan Sanji di acara teater waktu dia SD dulu.
Sejak saat itu Manda mulai tenggelam di dalam pusaran kisah-kisah menarik perjalanan Luffy dkk a.k.a One Piece, Just One Piece.
Event ini memang di adakan seminggu lagi. Jadi minggu ini masa sibuk buat mereka walaupun sebenarnya mereka sudah bersiap sejak sebelum ujian. Apalagi Manda yang antusias menyarankan teman-temannya untuk cosplay character One Piece.
"Manda!" Ia menoleh saat namanya di panggil.
"Iya, Kenapa lintang?" Manda memasang wajah bingung.
For You Information, Lintang itu beda kelas sama Manda, beda eskul juga. Gak ada satu alasan pun untuk Manda berurusan dengan Lintang, Kecuali di panggil guru. Mereka kenal hanya sebatas teman satu grup saat ospek.
"Kak rabel nyari lo dan dia nyuruh lo dateng ke aula pas pulang sekolah."
Manda nengerutkan keningnya. "Kak Rabel dari kelas bahasa 1?“ Lintang hanya menanggapi dengan anggukan.
Oh iya! di SMA Nusatama ini bukan hanya ada dua jurusan tapi ada tiga. Tentu saja MIPA, IPS dan Bahasa. And one more, di sini bukan Sains yang di banggakan melainkan Public Speaking dari jurusan Bahasa.
"Oke deh. Makasih ya." ucap Manda. Mereka kembali ke kelas masing-masing.
__ADS_1
Mereka masih kelas sepuluh yang belum ada jurusan dan eskul tetap. Pemilihan wajib dan pasti itu saat mereka kenaikan kelas. Nah karena itu banyak anak kelas sebelas yang menjadi inti masing-masing eskul mempromosikan apa yang mereka buat di event kali ini untuk menarik anak-anak incaran mereka dari kelas sepuluh.
Manda sedikit kaget saat melihat kelasnya sedikit ramai karena kedatangan kakak kelas yang very famous di sekolah ini.
"Jadi gimana salsa?“ Tanya cewek dengan wajah cantik yang menggunakan seragam Cheerleader di depan sahabat Manda. Salsa.
" Oke, gue ikut kak."
Mendengar jawaban Salaa, Manda mendekat. Sedangkan Bianca —Sang ketua Cheers— sudah mengunci jawaban Salsa dengan anggukannya lalu pergi. Manda heran saat tatapan Bianca yang sinis tertuju padanya.
"Sa, Yakin ikut event sama mereka?“ tanya Manda setelah duduk di kursinya.
" Yakin dong. Sorry ya kalau gue gak bisa ikut event bareng lo." kata Salsa dengan tangannya yang menggoyangkan siku Manda.
"Its Oke kalau itu udah keputusan lo."
"Intinya yang mau masuk Basket harus seleksi dulu dan yang dari SMP udah jadi tim inti sekolahnya akan dapat privilege dari kami yaitu masuk tanpa seleksi kayak nih bocah, Theo yang gue seret ke sini buat jadi contoh." Penjelasan Daren mengundang tawa mereka semua.
"Jadi ada yang mau ikut seleksi gak nih? tim kita butuh penerus." pancing Yongki karena sudah melihat wajah-wajah antusias kelas ini.
"Mau lah kak" sahut para kaum cowok yang memang pemain basket dari SMP dulu.
"Kak, Kapten nya siapa ya? saya dari kemaren nanya jawabannya gak jelas."
__ADS_1
Para cewek yang doyan gibah yang tau akan keadaan langsung melirik tajam pada teman sekelasnya itu. Mereka berharap gak ada pertikaian yang terjadi setelah pertanyaan seperti itu terdengar.
Hening sesaat sebelum salah satu dari inti yang di panggil Zai itu mengambil alih obrolan.
"Lo mau jadi Kapten? Yok mulai seleksi biar tau. siapa Kapten yang harus lo lewatin lebih dulu." Ucap Zai dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.
Semua anak di kelas yang merinding karena suasana kelas tadi sudah menghembuskan nafas lega. Zai memang bisa mencairkan suasana.
Kenapa suasana jadi horor karena satu pertanyaan? Itu karena antar eskul SMA Nusatama banyak dramanya. Jadi anak kelas sepuluh harus tau basic basic dasar gosip sekolah mereka. Bahkan, SMA Nusatama punya nih lambe lambe turah yang selalu update tentang gosip terkini di cuitan Lamtur Nusatama Area.
Example gosip basic nya ya, Jangan pernah tanya siapa kapten tim basket saat semua inti lagi kumpul. Inti mereka ada 6 orang dari jurusan yang berbeda. Ada Arbay dan Yoga Dari kelas XI IPS 1, Ada Daren, Yongki dan Egi dari kelas IPA 3 dan terakhir ada Zai yang satu satunya dari kelas Bahasa. Anak buangan meskipun inti tim Basket, dia juga selalu jadi pemain cadangan saat lomba.
Awalnya ketua mereka itu Arbay dan pemilihan ketua waktu itu sangat kejam. Arbay mati matian berusaha agar ia terpilih menjadi kapten. Walaupun awalnya dia di remehkan Alvin, kapten basket sebelum Arbay. Sebagai calon kapten basket selanjutnya ia tidak pernah patah semangat. Arbay juga sempat frustasi saat tangannya harus di gips saat penentuan kapten tapi akhirnya ia di percayakan sebagai Kapten. Alvin sendiri yang bilang padanya kalau usaha tak pernah menghianati hasil kecuali lo pake cara curang.
Namun semua usahanya itu seakan menghianati nya. Kapten Basket yang ia usahakan harus lenyap saat pergantian ketua MPK. Ada orang yang suka ikut campur tanpa melihat perjuangan orang lain. Ketua MPK baru itu dalang dimana kapten basket di ganti hanya dama waktu dua minggu. Ketua MPK yang memang musuh bebuyutan Arbay.
Dalang dari semua drama eskul di SMA Nusatama. Ketua MPK baru.
.
.
.
__ADS_1
.
TBC