Nano Nano

Nano Nano
#16 Pengakuan Hazlan


__ADS_3

Warung Mak Nema memang selalu ramai tiap sore. Apalagi seragam abu-abu tua yang selalu jadi ciri khas anak STM itu tidak pernah absen dari warung Mak Nema. Di depan warung sana, lebih tepatnya tempat parkirnya anak Nusatama. Rade dkk sedang menikmati soto yang baru saja di antar Mak Nema.


"Kira-kira Manda mau gak ya ke sini?" Rade melirik Fajar yang sedang menyuap kuah soto itu ke mulutnya sendiri lalu beralih menatap Hazlan yang sedang meletakan gelas capucino pesanan Fara.


"Rehan tadi udah chat gue, katanya Manda mau kok ke sini." Terang Hazlan yang ikut duduk di samping Rade.


"Itu Manda tuh." tunjuk Fara.


Fara segera berdiri saat melihat Manda yang ragu mendatangi mereka. Cewek itu sedikit merasa bersalah setelah di bentak Hazlan kemarin tentunya. Lagi pula Hazlan juga bilang kalau ia suka sama Manda karena ketemu virtual.


"Manda! Sini~" 


Manda menatap heran Fara yang tengah memanggilnya dengan gerakan tangan. Belum lagi senyum di wajah Fara itu terbilang mustahil bagi Manda. Terakhir kali mereka bertemu juga perang urat yang di lerai karena kedatangan Hazlan.


"Tumben manggil pake senyum gitu." kata Manda.


Fara mengulurkan tangan kanannya dengan wajah yang tersenyum. "Gue minta maaf tentang tuduhan gue kemarin. Kayaknya gue udah salah paham sama lo."


Manda memanyunkan bibirnya sambil menganggukan kepalanya. Itu tandanya Manda sedang berfikir keras. "Beneran salah paham?" Tanya Manda memastikan.


Fara mengangguk dengan tangan masih di posisi yang sama. Setelah berfikir sejenak, Manda menyambut jabatan tangan Fara tapi gadis itu menarik Manda dalam pelukannya.


"Makasih. Btw lo gemoy banget sumpah." Fara mengurai pelukan mereka lalu kedua tangannya reflek menekan kedua pipi Manda.


"Iiiih Fara lepasin. Sakit tau..." Manda memukul tangan Fara yang tak kunjung lepas dari kedua pipi Manda.


Fara malah jadi semakin gemas karena Manda mencebikan bibirnya dengan lucu dengan mata bulat yang mengerjap. Sampai...


BUGH


"Anjing! Sakit!" Pekik Fara saat seseorang menabraknya. Tentu saja tangan Fara terlepas dari Manda bahkan tubuhnya terjungkal ke tanah. Sedangkan Manda sedikit limbung tapi Manda merasakan ada tangan yang menariknya sebentar.


"Weh, paketu dateng nih woy!" pekik Cakra sambil menyambut kedatangan cowok yang menabrak Fara tadi.


Fara mengejar cowok itu dan menarik lengannya. "Minta maaf dulu gak?!? Sakit anjir lo tabrak kayak gitu!!" Geram Fara tapi tak berapa lama nyali Fara menciut saat cowok yang di sapa paketu itu menatapnya tajam.


"Sakit kan? Terus lo ngerasa gak apa yang lo lakuin ke dia nyakitin juga? Beda fisik beda rasa sakit. Jadi kalau bercanda ngotak dikit, paham." ucapnya sebelum masuk, meninggalkan Fara yang menggerutu kesal.


"Itu siapa ra?" Tanya Manda yang merasa familiar dengan suaranya.


"Ketua kelas rese yang sok dingin padahal recehnya minta ampun." Ejek Fara.


"Gue denger ya!" Teriak cowok itu dari dalam.


Sedangkan yang lain jadi tertawa karena reaksi Fara yang tiba-tiba diam. Manda hanya ikut saja saat Fara menariknya ke dalam dan duduk di antara anak-anak yang kemarin meninggalkannya. Tragedi di kejar bencong itu loh.


"Eh Manda. Sehat kan, cantik?" Rade mulai berbasa-basi karena dia juga merasa bersalah.


"Kenapa manggil Manda ke sini? Rehan bilang tadi." Manda langsung to the point meski sambil memainkan hpnya.

__ADS_1


"Kita minta maaf sama lo karena udah ninggalin lo kemarin." Hazlan mengutarakannya lebih dulu karena melihat semua bungkam.


"Manda maafin. Udah itu aja kan?" Manda melirik Hazlan dan yang lain satu persatu.


"Ada lagi yang mau gue bilang sama lo tapi.." Hazlan terlihat ragu mengatakannya.


"Apa?" Manda mulai penasaran.


"Boleh kita ngobrol berdua aja?" Tanya Hazlan yang mentap Fara lebih dulu. Seperti meminta izin. Tentu saja Fara mengangguk karena sudah mendapat kejelasan dari Hazlan.


"Gak mau bilang di sini aja? Manda gak mau denger kalau ke tempat lain." kekeh Manda dengan mata yang lurus menatap Hazlan.


"Sebelumnya gue minta maaf banget sama lo."


"Hmm."


"Gue pen ngaku satu hal, gue minta maaf karena udah bohongin lo sejak awal." Manda menaikan alisnya sebelah karena menunggu kelanjutan perkataan Hazlan.


"Gue bukan Sanji yang selalu nemenin lo tiap malem."


Setelah mengatakan itu Hazlan menunduk. Takut akan kemarahan Manda dan tentu saja marahnya orang itu lebih menyeramkan. Karena hening, Hazlan kembali menatap Manda.


"Oh" Hazlan melongok kayak orang bego padahal emang sih. Cuma lebih kelihatan lebih bego lagi karena tanggapan Manda yang singkat.


"Lo gak marah sama gue?" Tanya Hazlan memastikan.


"Gue gak marah kalau lo jawab jujur." mendengar itu Hazlan langsung menegang. Ia takut sekali di tanya siapa Sanji yang sebenarnya. Ia belum bisa bilang karena orang itu melarang keras identitasnya di katakan oleh orang lain.


Hazlan menampilkan senyum tengil di wajahnya. "Cie kepo juga gue siapa."  Manda mendengus sebal. Hazlan di mode menyebalkan selalu menguji kesabarannya.


Fara yang memperhatikan sejak tadi mengelurkan tangan kanannya dan....


TAK


Satu jitakan yang cukup memilukan mendarat di kepala Hazlan. Rade saja yang mendengar suara jitakan itu meringis. Fara kalau masalah pukul memukul itu gak pake sortir tenaga lagi. Langsung di gas aja sama dia pake seluruh kekuatan yang ada.


"Sakit bego! Kalem dikit kenapa?!? Orang yang gue isengin aja diem bae..." Hazlan mengelus kepalanya yang nyut nyutan karena jitakan Fara.


Fara hanya mengedikan bahu, tak peduli. Sedangkan Manda tertawa puas meliat Hazlan yang terlihat takut pada Fara.


"Gue usopp, sesuai dugaan lo yang kemarin." Mata Manda membulat. Pasalnya Usopp akhir-akhir ini selalu saja mengusilinya di grup.


"Sialan! Jadi lo orangnya!!!" Umpat Manda.


Yang lain termenung mendengar umpatan Manda. Bukannya apa-apa tapi nada saat Manda mengucapkan itu kenapa terasa....


Hahahaha


Pecah sudah pertahanan mereka untuk tidak tertawa. Mereka tertawa sambil mengikuti gaya umpatan Manda kecuali Hazlan dan Fara yang mendadak bingung.

__ADS_1


"Iiih kok Manda di ketawain, Manda pulang aja." Manda bangkit dari duduknya dan mengambil tasnya ingin pergi dari sana. Namun lagi-lagi suara itu menghentikan langkahnya.


"Udah tau anaknya cengeng, mainnya ngaduan masih aja di jaihilin. Kalian cari target lain kalau mau isengin orang. Paham?"


"Siap paketu!" sahutan serempak itu malah membuat Manda jadi dongkol.


"Manda gak cengeng tuh! Manda gak ngaduan!!!" Ucap Manda yang tak terima di depan cowok menyebalkan itu.


Cowok itu hanya menatap Manda saat melakukan pembelaan diri. "Iya, Manda gak gitu." Ucap cowok itu sambil menepuk puncak kepala Manda.


"Iiiih nyebelin banget sih!" Manda menghentakan kakinya dan keluar dari warung Mak Nema dengan mulut yang komat kamit.


Semua yang melihat itu kembali terkikik geli. Manda itu definisi lucu natural. Meskipun banyak yang gak suka dan ada yang mencap Manda 'Pick me girl', mereka semua yang ada di sana adalah saksi bahwa sifat Manda itu alami, gak di buat-buat. Mungkin liat Manda batuk, nafas, atau kaget aja mungkin mereka semua akan menahan gemas.


"Eh Manda, udah siap?" Itu Rehan yang baru saja ingin memarkirkan motornya tapi tidak jadi karena Manda sudah keluar.


Manda mengangguk lalu melirik anak-anak itu yang keluar. "Ayok pulang. Mereka nyebelin."


"Kan kan ngaduuu..." Ejek Rade lalu kembali memancing tawa teman-temannya keluar.


"Iiih kan Manda cuma ajak Rehan pulang aja loh Rade!!!! Udah sana masuk!"  gerutu Manda sambil di pakaikan helm oleh Rehan.


Rehan hanya terkekeh pelan. "Udah ayo naik, gue anter. Gak usah peduliin mereka." bisik Rehan.


"Wah si Rehan modus nih mau deketin kembang loyangnya Nustama." kini Hazlan ikut mengejek Manda.


"Bodo ya! Kalian nyebelin tau! Semoga di kejar bencong lagi. Ayok han." Manda menepuk bahu Rehan saat sudah naik ke atas motor. Rehanpun mengklakson motor nya dua kali tanda pamit  pada teman-temannya itu.


"Astagfirullah, mulutnya yang satu itu." ucap Hazlan sambil mengelus dada.


Sedangkan Rade sudah mengetuk kepalanya dua kali dan mengetuk dinding di sampingnya dua kali juga sambil mengatakan 'Amit-amit jangan sampe'. Mungkin udah trauma kali di kejar bencong.


Kepergian Manda juga membuat  yang lain ikut pulang. Paketu contohnya, Dia segera naik ke atas motornya untuk pulang setelah pamit pada yang lain.


"Balik ya?" Tanya Hazlan basa basi tapi ketua kelasnnya itu hanya mengangguk sambil memasang helm full facenya.


"Yah udah di tikung orang duluan. Kasian." Ejek Hazlan.


"Bacot lo!" mendengar itu Hazlan terdiam dan membiarkan ketua kelasnya itu pergi.  Bahaya juga kalu cari gara-gara dengan ketua kelasnya itu.


.


.


.


.


TBC

__ADS_1


Ayo yang kepo mana nih ? Yang kepo? Mau tau castnya gak?


__ADS_2