NATATUSHA

NATATUSHA
Chp 01


__ADS_3

"selamat pagi tuan, saya membawa jadwal yang telah disusun oleh nona,untuk kegiatan tuan pada siang hari ini." Ucap seorang lelaki paruh baya berkacamata yang menggunakan setelan jas rapih layaknya seorang asisten pribadi.


"Baiklah, apa jadwal kita siang ini."


"Kita akan melakukan penandatanganan kontrak kerjasama penjualan senjata yang telah disepakati mereka tuan." Ucap lelaki tua itu diumur yang tidak muda lagi,telah membuktikan betapa lama dan setianya lelaki tua ini kepada orang yang di hadapannya.


Tampak pria paruh bayah sedang menatap keluar jendela,tanpa menoleh kepada orang yang berdiri dibelakangnya itu, meskipun wajah dan umurnya sudah tidak muda lagi, kharisma dan wajah tampan,tidak melunturkan citra dirinya sebagai pengusaha terkenal dan ditakuti.


"Lakukan yang terbaik Huang,jangan membuatnya marah." Suara berat bercampur dingin ini tersenyum penuh arti kepada lawan bicaranya, sedangkan lelaki paruh baya berkacamata itu hanya mengangguk dan membalas senyum dari tuannya. Asisten Huang.


"Baik tuan,saya akan melakukan yang terbaik tidak akan mengecewakan anda serta juga nona muda. Sekedar info tuan,nona telah berpindah negara bersama para sepupunya." Asisten Huang menatap tuannya yang tersenyum penuh arti.


"Selalu pantau dan jaga dia dari jauh Huang." Asisten Huang hanya mengangguk lalu berjalan meninggalkan ruangan yang penuh akan aura intimidasi tersebut setelah mendapatkan izin dari tuannya.


Pria paruh bayah itu menatap sebuah figuran foto besar yang berada didalam ruangan itu yang berisi foto seseorang gadis remaja penuh senyum yang indah namun mematikan


"Pergilah dan bersenang-senang lah putriku,sebelum semua beban akan kau tanggung." Ucapnya sambil menatap foto tersebut penuh keyakinan dan kepercayaan.


" Apa yang sedang dilakukan oleh seorang GIDEON OZAMA AL-FATIH."


Suara lembut dari balik punggung Gideon itu menyadarkan dirinya bahwa ada seorang wanita yang telah berdiri di depan pintu sambil menatap penuh akan kasih sayang kepadanya.


"Kemarilah, aku hanya menatap wajah cantik copyan dirimu lalu bersifat seperti ku." Gideon menjulurkan tangannya sambil tersenyum penuh kehangatan kearah wanita yang sedang berdiri di sampingnya menatap foto besar dihadapan mereka, meskipun umurnya telah menua tidak melunturkan kecantikan sempurna yang dimiliki wanita itu.

__ADS_1


GIDEON OZAMA AL-FATIH siapa yang tidak mengenal lelaki paruh baya ini yang kekuasaannya mempengaruhi dunia,seorang pengusaha yang berjalan di bidang persenjataan seluruh dunia. Dia kejam dingin tidak tersentuh,tapi sifatnya akan berubah ketika telah bersama keluarganya, menjadi sosok ayah yang diinginkan oleh setiap anak didunia ini. Yang akan rela melakukan apapun demi melindungi keluarganya meskipun nyawa menjadi taruhannya.


"Kau yang menginginkan dia menjauh demi keselamatannya,percayalah dia gadis yang sangat kuat, meskipun wajahnya mirip dengan ku tetapi sifat dan keberanian yang tertanam dalam dirinya adalah turunan mu Gideon," Sambil menyambut uluran tangan Gideon dan tersenyum manis menenangkan sang suami, Sheilla Pratistha.


Sheilla Pratistha seorang model sekaligus dokter ahli kimia yang terkenal didunia, wanita cantik berhati lembut serta memiliki tutur kata sopan,membuat seorang Gideon jatuh dalam pesonanya, ia merupakan seorang ibu yang paling dilindungi oleh anak anaknya.


"Ayo, sudah waktunya sarapan bukan sebelum dirimu berangkat kerja." Sheilla dan mendapatkan anggukan dari suaminya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sheilla menggandeng tangan Gideon keluar dari ruangan pribadi pria tua itu berjalan menuju ruang makan tanpa melepaskan genggaman tangan satu sama lain, dari kejauhan mereka hanya tersenyum menatap lelaki yang menjadi copyan dari seorang GIDEON telah duduk dengan tenang dimeja makan.


"Selamat pagi boy,silakan dimakan," Sapa Gideon dan dibalas anggukan oleh lelaki muda itu.


"Oh ayolah jangan tunjukan tatapan mu itu kepada kami, cukup tunjukan saya kepada musuhmu son," Gideon terkekeh kecil melihat dirinya sendiri dalam wujud putranya itu. Sedangkan King hanya mengabaikan ucapan dari ayahnya tersebut.


"Berhenti berbicara waktunya makan dan setelahnya pergilah berkerja," titah Sheilla memberikan piring yang telah terisi makanan kepada suami dan putranya itu.


Suasana ruang makan sungguh menampilkan keluarga yang sangat harmonis, meskipun posisi kursi utama meja makan sedang tidak diisi oleh sang pemilik.


"Aku telah selesai,baiklah aku harus pergi kerumah sakit sekarang," King mengelap mulutnya kemudian berdiri dari duduk berjalan mendekati kedua orang tuanya,mencium pipi mereka lalu meninggalkan ruang makan tersebut.


"Liat lah sayang, dia dingin tapi juga hangat," Sheilla hanya tersenyum sambil menatap suaminya.

__ADS_1


"Hahahah baiklah kalo begitu aku pun akan pergi kekantor, jaga dirimu baik baik dirumah," Gideon berdiri memeluk Sheilla lalu berjalan meninggalkan ruang makan.


Gideon berjalan kearah Huang yang telah menunggu dirinya disamping mobil yang pintunya telah terbuka.


"Huang.. apakah semuanya telah siap?" Gideon hanya fokus kepada hp yang berisi rekaman cctv yang menampilkan putrinya bersama keponakannya yang lain.


"Semua telah siap tuan tinggal kedatangan anda yang ditunggu mereka,"Balas Huang yang duduk disamping Gideon.


"Huang jika terjadi sesuatu kepadaku, biarkan dia beserta semuanya kembali jangan menghalangi,biarkan mereka kembali dengan sendirinya. Cukup pantau dia, karena kau mengetahui bukan bahwa dia sangat ceroboh dalam mengambil semua tindakan. Entah saya akan tetap bisa  bersamanya untuk menemukan kebahagiaannya atau tidak nanti,saya harap kamu akan tetap berada dibelakangnya untuk terus melindungi dirinya dari jarak jauh. Karena musuh akan selalu berada disekitanya baik itu dia sadar atau tidak sama sekali," Ucap Gideon sambil menerawang jauh kedepan,membuat semua yang berada mobilnya menatap Gideon dengan tanda tanya di kepala mereka.


"Saya akan menjaganya tuan, meskipun nyawa saya sendiri yang akan menjadi taruhannya, saya sudah menganggap nona sebagai putri saya sendiri tua, yang mana saya telah terlibat dalam pertumbuhannya sampai saat ini. saya juga tidak akan biarkan dirinya di bodohi oleh musuhnya," Balas Huang menenangkan Gideon dan mendapatkan senyum yang tidak pernah tuannya tunjukan kepada siapapun kecuali keluarganya.


"Daddy tidak tau apa yang akan terjadi suatu saat nanti, yang harus kamu tau Daddy mencintai dan menyayangi mu melebihi apapun nak, dad harap kamu lebih kuat bersama yang lain." Ucap Gideon dalam hati.


"Tuan,, sepertinya kita diikuti,"ucap sopir Gideon yang merasa janggal melihat banyak mobil yang terus mengikuti mereka dari belakang. Gideon dan Huang sama sama melirik kearah yang sama.


"Itu mereka kita dijebak, Huang apapun yang terjadi tetaplah idup dan untuk menjalankan sumpah mu kepadaku." Gideon dengan tenang menatap Huang yang terlihat bingung dengan ucapannya. lalu Gideon mendorong Huang keluar mobil setelah melihat beberapa mobil yang telah menyalip mobil yang mereka tumpangi.


Huang terlempar dari mobil yang dirinya dan tuanya tumpangin dan jatuh kearah semak semak ia melihat mobil tuannya ditembaki dan terjun bebas ke jurang Lalu meledak.


"Aku Huang bersumpah akan membuka jalan untuk nona membalaskan kematian anda tuan Gideon." Ucap Huang dalam hati penuh dendam dan bersembunyi sebelum jatuh tidak sadarkan diri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2