
"Nyonyaaaaa nyonyaaaaa."
Teriak dari pelayan yang berlari terburu buru membuat seseorang yang fokus dengan kerjaan nya menoleh menatap pelayan tersebut.
" astaga bi,,,ada apa pelan pelan bi ada apa."
Sheila sambil menenangkan pelayannya yg menampilkan muka ketakutan.
"D- di luar nyonyaa!! musuh tuan telah sampai diluar nyonya, nyonya harus pergi sekarang nyonya!!! selamatkan nyawa anda nyonya demi nona kita."
Pelayan tersebut sambil menggeret Sheila ke arah pintu dapur lalu mendorong Sheila pergi melalui pintu belakang. pelayan tersebut menutup kembali pintu setelah memastikan istri dari tuannya telah pergi menjauh.
"Saya berharap nyonya tetap hidup demi nona muda,"ujar pelayan tersebut dalam hati sebelum sebuah peluru menembus jantungnya.
Setelah berhasil keluar dari mansion yang di bantu oleh pelayannya. Sheila terus berlari menjauh dari mansion masuk kedalam labirin taman yang sangat dirinya ketahui.
"ITU ISTRINYA KEJAR DIA!!!" ucap seseorang yang melihat wanita paruh baya sedang berlari kedalam taman dibelakang mansion mewah tersebut.
"Yatuhan jika ini akhirnya aku harap ada yang memberitahukan putri ku."
Sheila yang belari sekuat tenaga sambil menoleh kearah beberapa orang yg mengejarnya. Sheila terus berlari melewati setiap labirin yang ada.
"CEPAT CARI WANITA ITU!!! JIKA BERTEMU BUNUH LANGSUNG!," perintah seseorang yang berpakaian serba hitam kepada beberapa orang yang mengikutinya.
"Dasar! wanita tua tidak berguna. Kau dan keluargamu sungguh menyusahkan,dasar para manusia bodoh," Ucapnya geram, sambil terus mencari Sheila yang menghilangkan jejak digelapnya malam.
Sedangkan disisi ujung taman Sheila terus berlari tanpa arah didalam taman seperti hutan ini,meskipun dirinya telah mengalami banyak luka Sheila terus berlari.
"Ya tuhan apa yang harus aku lakukan," ucap Sheila yg pasrah melihat jurang yang didepan nya. Sambil menatap kearah para orang yang mengejarnya.
"Itu !!!! itu wanita tua yang sedang di cari bos."
Seorang pakaian hitam yang tanpa sengaja melihat Sheila berdiri membelakangi jurang, membuat semua anggotanya belari menuju Sheila berada.
"ya tuhan,,,, maaf kan mommy dek kamu harus hidup tanpa kami. Mommy mencintai kamu," dengan pasrah Sheila menjatuhkan dirinya kejurang sebelum para musuh menangkapnya.
Melihat Sheila yang terjung kejurang membuat mereka semakin cepat berlari menuju jurang tersebut. Dan memastikan bahwa Sheila telah tiada.
"Ayo kita kembali, dan melapor pada bos bahwa wanita tua itu telah mati."
Titah seseorang itu dan kembali menjauh dari jurang untuk melaporkan kepada pemimpinnya diikuti semua anggota yg berada dibelakangnya.
Di dalam mansion besar tersebut terdapat seseorang lelaki tua yang sedang menatap foto pria paruh baya yang merupakan pemilik mansion, sambil menunjukan senyum penuh kemenangan, disampingnya terdapat banyak mayat dari para pelayan yang telah mati dibunuh oleh anggotanya.
"Lapor tuan keluarga dari ozama telah mati semua, putranya telah tertabrak truk yang kita siapkan, mobil yang ditumpangi Gideon meledak didasar jurang, lalu istrinya telah mati di jurang." Ucap seseorang pria berbadan kekar dan muka penuh bekas luka.
__ADS_1
"Akhirnya musuh ku tiada, hanya akan ada aku yang memimpin dunia ini Gideon, sungguh dirimu bodoh sekali mempercayai diriku sebagai temanmu."
Kekeh lelaki tersebut sambil menatap foto Gideon. Menatap sekeliling mansion ini dan menggelengkan kepala.
"Ledakan mansion ini."
Suara lelaki itu sambil merapikan jas yang dikenakannya lalu berjalan keluar dari mansion kemudian masuk kedalam mobil yang telah menunggunya diluar mansion.
Dengan menjauh mobil yang ditumpangi lelaki itu, terdengar suara ledakan dari arah belakang mobil. Membuat seseorang dalam mobil tersebut tersenyum kemenangan.
"Kita kembali pak." Ucap nya tegas dan menggunakan kacamata hitam sambil menatap jalan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sebuah mansion indah di sisi alaska. Terdapat kelima remaja cantik yang sedang Melakukan liburan indah mereka tanpa diganggu oleh siapapun. Terdapat satu gadis yg tanpa dirinya ketahui keluarganya telah tiada akibat semua yang dilakukan seseorang yang serakah dan iri terhadap orangtuanya.
"OIII !!!! BANGUNNN UDAH SIANG OI ASTAGA."
suara cempreng dari gadis cantik yang masih menggunakan pakaian tidur menandakan dirinya baru bangun dan menatap keempat sahabat yang masih setia dengan bantal dan selimut . Stevie Blanzke Ozama atau lebih dikenal dengan Stevie.
" NANTI OI MASIH MALAM INI."
ujar seseorang gadis yang masih menenggelamkan diri didalam selimut. Xian Gloria Ozama atau lebih sering dipanggil Xian. Membuat Clara menggelengkan kepala melihat tingkah gadis gesrek itu yang bernotabek sahabat sekaligus sepupunya.
Keributan tersebut tidak memengaruhi gadis cantik berambut pirang yang sedang tertidur pulas sambil memeluk boneka. Natatusha Anzelvanzia Ozama al-Fatih sering disapa dengan Nata.
" Serah lu semua dah gue mau ke dapur."
Stevie berjalan menuju arah dapur berencana membuat sarapan untuk dirinya sendiri dan ketiga sahabatnya yang masih tertidur pulas di keluarga tamu mansion. karena setelah melakukan meeting semalam membuat mereka malas kembali ke kamar masing-masing dan memilih tidur diruang keluarga.
"Astaga stok tinggal telur doang,disini pasar dimana dah emang ada ya."
Sambil menutup pintu kulkas membawa 5 butir telur dan menuju pantri untuk memasak.
"Emang bener bener dah si Nata kalo nyari tempat liburan, harusnya ada pasar kek atau mall kek jadikan kalo stok makanan habis ga repot mau belanja dimana. Sultan mah bebas. "
Setelah selesai memasak Clara membawa makanan yang dibuatnya kearah meja makan. dan menatap salah satu sahabat sekaligus sepupu yang paling kecil sedang di ruang latihan sendiri.
" OI CILL, MAKAN DULU SINI BURU DAH ."
Membuat seseorang itu berjalan mendekati clara. Dengan tatapan mata dingin dan muka datar. Clarien Thanita Ozama lebih sering dikenal dengan nama Clarien.
Stevie dan Clarien makan dengan tenang tanpa menghiraukan Xian dan Zhou yang berjalan kearah meja makan.
"Kenapa muka lo Clarien ada masalah? gue ngeliat dari tadi keknya lu terlalu banyak emosi, ada apa?" ujar Stevie Sambil menatap Clarien yang makan dengan penuh rasa emosi.
__ADS_1
"Tumben Clarien lo kek gini, ada apa? cerita geh sama kita biar lo ga terlalu emosi seperti ini," ujar Xian sambil memakan sarapan mereka membuat Clarien menoleh kearahnya dengan muka datar.
"Bukannya muka nya emang udah setelan begitu ya? kan selalu diliputi emosi." ujar Zhou santai sambil makan dan mendapatkan lemparan sendok tepat di kepalanya.
Jngan ditanya siapa pelaku dari pelemparan sendok tersebut tentu itu pasti ulah dari seorang yang sedang dibicarakan.
"Mom,dad dan bang king tewas di bunuh sama musuhnya,"ujar gadis itu yang berhasil membuat mereka bertiga menatapnya penuh kaget.
"lo kalau ngomong jgn aneh aneh gue tau lo cenayang tapi jgn kek gitulah gk asik bet cuy," ujar Xian sambil mengalihkan pandangan yang disebabkan matanya memerah.
"Tau dari mana lo Clarien?ada buktinya gak?bukan apa apa nih gue tau lo paling gk bisa bohong tapi kali ini gue butuh bukti lo aja." ujar Zhou dengan muka yang masih tidak percaya.
"Gue serius dan buktinya udah gue kirim ke hp kalian gue kekamar dulu." ujar Clarien sambil mengantongi rokok lalu berjalan meninggalkan ketiga manusia yang melamun dan bergelut dengan pikiran masing masing.
"Gue takut Nata tau apa yang terjadi, dan kalian tau Nata seperti apa." Ujar Stevie sambil pandangan kosong dan memikirkan perasaan sahabat mereka yang masih tertidur lelap. Membuat Xian dan Zhou menoleh kearah Stevi lalu melirik sedih kearah ruang keluarga yang terdapat Nata. mereka semua menundukkan kepalanya supaya tidak terdengar tangisan mereka.
"WOY NATA DE COCO BANGUN LO IKUT GUE SEKARANG PENTING GK PAKAI BANTAHAN," ujar Clarien sambil teriak serta tangannya menarik selimut Nata.
"****!! diem gue masih ngantuk jangan ganggu,"ucap Nata sambil menarik selimut sampai menutup kepala kembali menandakan dia sedang tidak ingin diganggu.
Clarien menatap tajam kearah Nata yang ketika bertemu dengan bantal dan kasur tidak ingin bangun sedikitpun.
"ini tentang mom dan dad serta abang, buruan bangun!! tanpa bantahan." sambil berbisik Clarien berhasil membuat Nata terbangun dari tidur nyenyak nya.
"Ada apa? jangan membangunkan gue cuma gegara berita ga penting, lo paham." berusaha mengumpulkan nyawa yang masih terbang kemana mana.
"Mom dan dad dibunuh sama mereka, termasuk kembaran lu bang king yang lebih mengenaskan," ujar Clarien santai sambil menunggu reaksi dari seorang Nata yang sedang mengumpulkan nyawa dihadapannya.
Mendengar berita yang disampaikan oleh seseorang yang berdiri dihadapannya. Membuat Nata diam memikirkan apa yang sedang dialami keluarga dirinya yang jauh disana dengan pandangan penuh kekosongan beserta air mata yang jika dirinya berkedip akan siap jatuh dengan indahnya.
Clarien diam memandang Nata yang penuh akan pandangan kosong serta air mata yang menumpuk dimata cantiknya, membuat sisi dalam dirinya menyesal telah memberitahukan berita yang sangat menyakitkan bukan untuk Nata sendiri tapi untuk dirinya juga, yang dimana dirinya pun hidup bersama keluarga Ozama setelah kematian orangtuanya selama ini.
Stevie Xian serta Zhou yang berdiri tidak jauh dari posisi Nata dan Clarien merasakan sakit yang dialami keduanya. Meskipun mereka tidak terlalu dekat dengan Gideon dan Sheila tapi kehilangan sosok itu sama menyakitkan meskipun tidak sedalam Clarien apalagi Nata yang nyatanya putri yang selama ini disembunyikan dari dunia oleh kedua sosok yang telah tiada itu.
"Kapan, kapan mereka tiada."
Mendengar suara dingin yang keluar dari mulut gadis cantik yang selalu ceria setiap hari itu membuat keempat orang yang sedang bergulat dengan fikiran mereka tersadar akan betapa hancurnya gadis yang sedang terdiam dengan tatapan kosong itu.
" kemarin malam waktu negara itu," Ujar Clarien langsung lari memeluk Nata yang menangis tanpa suara dan penuh dengan tatapan kosong.
Melihat itu Xian Zhou serta Stevie berlari memeluk Clarien dan Nata , untuk menguatkan satu sama lain.
"Kita kembali, kita kasih pemakaman terhormat buat mereka, dan kita hancurkan semua yang menjadi musuh kita."
suara tegas dari seorang Nata membuat semuanya menjadi diam dan terkejut, itu tandanya mereka akan kembali ke dunia yang selama ini mereka jauhin.
__ADS_1