NATATUSHA

NATATUSHA
Chp 19


__ADS_3

Di apartemen mewah, terlihat seorang gadis yang masih nyenyak dengan tidurnya, gadis itu merupakan seorang Natatusha. padahal pukul telah menunjukkan 12.00, gadis itu masih terlelap di kasur empuknya.


sedangkan alarm terus berdering tanpa henti, merasakan suara berisik. Nata mengambil alarm itu dan melemparnya sembarangan, ia melanjutkan tidur tenangnya.


"Zhou, dimana Nata?" tanya Clarien yang telah rapih dengan pakaian santainya.


Hari ini Minggu mereka semua akan berencana menghabiskan waktu untuk menyelidiki kasus yang selama ini mereka cari.


"ya seperti biasa, semalam gue liat dia sibuk banget," balas Zhou sambil menata masakan di meja makan.


Stevie berdehem lalu menatap mereka semua dengan serius "gue curiga sama rombongan William."


"maksud Lo?"tanya Xian mewakili semuanya.


"iya gue curiga,mereka belum menemukan bukti apapun. sedangkan kita, kita sudah banyak mengumpulkan bukti" sambung Stevie.


"loh bener, gue curiga dari awal sama mereka," tambahan Zhou.


"menurut Lo gimana clar," Xian menatap Clarien sedangkan Stevie dan Zhou hanya diam.


"sama sih, gue juga curiga. ya mau gimana kita gak ada bukti sama sekali" ujar Clarien melanjutkan makannya.


"tidak perlu mencari tau, biarkan saja sendiri. lagi pula tanpa kita cari mereka akan segera melakukan kesalahan-kesalahan,"


mendengar suara itu, keempatnya menoleh melihat Nata yang berjalan kearah mereka sambil mengucek mata.


"iya,tapi kan..." ucap Xian terpotong.


"sudahlah lanjutkan sarapan kalian," ujar Nata dingin.


Mendengar suara Nata yang berubah, mereka melanjutkan makan kecuali, Clarien yang menyeduh kopi tidak lupa rokok di jarinya.


Clarien duduk di samping Nata memberikan segelas susu pisang kearah Nata, lalu meletakkan kopinya sendiri.


"cepat atau lambat, kita akan tau. siapa dalang di balik ini semua" sambung Clarien.


"and, bagaimana dengan lu Nat?sudah berhasil," tanya Zhou.


"sudah, semuanya sudah berhasil tapi ada satu yang buat gue bingung"balas Nata.


"apa?"


"bagaimana jika bukan Ibra dalang di balik semua ini?tapi ada orang yang berusaha menjebaknya," Ujar Nata mantap mereka semua.


keempat gadis itu hanya terdiam dengan fikiran mereka masing-masing, mereka takut jika yang di katakan Nata adalah kebenaran. lalu siapa dalang yang sebenarnya,atau kah mereka orang asing atau orang yang selama ini mereka kenal.


tinggal tunggu waktu dan semua bukti telah pas, maka mereka akan segera tau siapa dalang semuanya.


"sudahlah, pergilah. bukannya kalian ada tugas?"tanya Nata.


"hanya mereka bertiga, gue ngak,"jawab Zhou.


"ya sudah kamu berangkat"


"kembalilah dengan bertiga" ujar Nata santai sambil membaca koran.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"sial !! siapa yang telah memutar balik fakta ini," bentak Ibra.


semua orang yang berada dalam ruangan itu hanya menunduk,tidak ada yang berani menatap lelaki yang telah di kuasai oleh emosi itu.


iya, ada yang menuduh Ibra melakukan sabotase tentang barang yang telah di rampas oleh Nata,bukan hanya itu ada beberapa barang seperti berlian yang di inginkan oleh Ibra telah di curi.


"bagaimana pun, berlian itu harus sampai di tangan ku. aku membelinya untuk Nata,tetapi ada yang merampasnya. tidak akan ku biarkan"


Ibra menyuruh mereka semua keluar, ia duduk kembali ke kursi kebesarannya. Smirk licik telah bertengger di bibirnya.


"*dia telah melihatnya, bagaimana kau akan berkelit kali ini. akan ku pastikan kau menyesal berurusan denganku."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...


siang ini, Nata mendapatkan telfon dari agensi Model yang menawarkan dirinya kemarin,bahwa gadis itu di terima. mereka meminta Nata untuk datang dan melakukan pemotretan.


dengan senang hati Nata menerima tawaran itu, dengan menjadi seorang model tidak akan ada yang berusah mengusik kehidupan pribadinya.

__ADS_1


Nata berjalan menuju Zhou yang sedang sibuk di ruang keluarga.


"ikut gua,"ajak Nata.


"kemana? gua sibuk ini," balas Zhou dengan kacamata yang bertengger di hidungnya.


"buru deh, gue ada kerjaan baru. jadi tidak ada yang bisa mengusik kehidupan gue. untuk kerjaan lo,bawa aja." balas Nata.


"oke tunggu gue," Zhou dengan sigap memasukan beberapa file penting dan juga laptop ke dalam tas.


Nata berjalan mengambil kunci mobil, lalu keluar meninggalkan Zhou. Zhou mengikuti langkah kaki Nata tidak lupa dengan kacamata hitamnya.


mereka berdua memasuki lift yang menuju lobby, banyak pengunjung yang menatap mereka dengan takjub. apalagi dengan barang yang di kenakan Nata.


terlihat simpel, tapi jika bagi para sosialita. pakaian gadis itu di rancang oleh butik terkenal di dunia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Clarien menatap Stevie, mereka berdua berjalan bergabung dengan para pengunjung. mereka berhasil mendapatkan apa yang mereka incar.


sedangkan Xian bertugas untuk membantu mereka keluar dari sana. Gadis itu duduk di dalam mobil lalu menjalankan mobilnya menjemput dua gadis itu.


Clarien duduk di kursi pengemudi setelah Xian berpindah tempat lalu menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Stevie duduk dengan tenang, ia membuka jaket dan mengambil satu barang yang berada di dalam jaketnya memasukan kedalam kotak yang telah di sediakan.


Xian menelfon seseorang,lalu mengangguk menatap mereka berdua. Stevie hanya menghela nafas menyenderkan dirinya. Clarien masih fokus dengan mobilnya.


"kita di ikuti," ujar Xian melirik mobil hitam di belakang mereka.


"persiapkan posisi kalian," ujar Clarien


Xian dan Stevie telah berada di posisi mereka, kedua gadis itu menunggu waktu yang tepat untuk melancarkan aksi mereka.


Clarien memelankan mobilnya,membuat laju mobil hitam itu telah berada di samping mereka. Stevie membuka pintu bagian tengah, memasang bom yang telah mereka perkirakan. sedangkan Xian, sedang sibuk menghitung waktu.


"sekarang"titah Xian.


Clarien melajukan kecepatan mobilnya dengan sangat cepat, tidak terlalu jauh terdengar suara ledakan dari belakang mereka.


ketiga gadis itu hanya tersenyum lalu mobil yang di Kendarakan mereka menghilang dari lokasi kejadian.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"loh yakin?"tanya Zhou.


"menurut Lo" ujar Nata.


Nata dan Zhou berjalan masuk kedalam gedung mewah itu, banyak orang dan para peserta yang mengalihkan perhatian mereka.


"itu calon model semua?"


"bisa bisa kalah kita"


"yang pake kaca mata baju putih aja kita ga kesaing,apalagi yang baju hitam"


"baju hitam visualnya kayak bukan manusia"


banyak bisik bisik yang di dengar oleh Nata,dia tidak peduli tujuannya hanya satu. masuk dalam deretan model dan mencari tau semuanya.


"*aku percaya kepada mu, tapi kau adalah dalangnya. sampai bertemu kembali dengan iblis yang nyata"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...


"bagaimana kalian mendapatkan barang itu," ujar Alvaro.


"tenang kakek, kami mendapatkannya," balas Stevie.


Clarien meletakan box di depan kakeknya itu, Alvaro tersenyum puas. tidak sia-sia dirinya melatih ketiga gadis di hadapannya itu. mereka selalu memuaskan.


"kembalilah" titah Alvaro.


Stevie dan Xian berjalan meninggalkan ruangan sang kakek, hanya tersisa Clarien. Alvaro menatap gadis bermuka datar itu.


"ada apa rien?" tanya Alvaro.


"apakah William dan yang lainnya pengkhianat,"

__ADS_1


to the point adalah identitas dari seorang Clarien. wanita dingin itu tidak suka dengan hal yang berbau basah basi.


Alvaro menyenderkan punggungnya ke kursi dan menatap Clarien. ia menghela nafas dan kemudian mengangguk.


"****!!"


"tenanglah, Nata tidak akan melepaskan mereka begitu saja. percayakan kepada saudaramu itu."


"baiklah,"


Clarien berjalan meninggalkan ruangan sambil menatap tajam apapun yang di lalu dirinya.


"bagaimana"tanya Xian menatap Clarien.


"tebakan kalian benar," jawab Clarien.


"lalu apa yang akan kita lakukan?" sambung Stevie.


"hanya menunggu Nata bergerak. ayo pulang "


ketiga gadis itu berjalan meninggalkan rumah yang sangat mewah itu, mereka masuk kedalam mobil yang membawa Mereka kesini. tujuan mereka hanya menanyakan langkah selanjutnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"good job"


sahut sang fotografer melihat hasil pemotretan Nata yang di luar dari ekspektasi mereka semua.


bukan hanya sang fotografer semuanya pun melihat proses pemotretan Nata. termasuk sang pemilik agensi berada disana.


"dia manusia atau?"


"menurut Lo"jawab Zhou.


"manusia, tapi visual dia melebihi kapasitas manusia"


"lebay lo. jadi gimana kontrak sama kita atau tidak"


"kontrak, gue mau dia jadi model utama disini" lelaki itu memberikan berkas kontrak yang sesuai dengan permintaan Nata.


"oke" jawab Zhou lalu membawanya kepada Nata.


Nata membaca kontrak itu dengan puas,kemudian menandatangani.


"gue bakalan melakukan pemotretan sekali dalam satu musim, dan itu sesuai pembayarannya," ujar Nata santai.


"tidak masalah, asalkan gue mendapatkan potret lo"


"oke bisa lo tf aja pembayaran ya, yok Zhou kita balik" ajak Nata


"bye Zoya" ungkap Zhou.


"tidak apa menghabiskan uang banyak, asalkan itu sepadan dengan hasilnya. Thnks Nata"


Zhou berjalan di samping Nata,mereka memutuskan berkeliling gedung ini. sebelum kembali ke rumah.


dering telfon Nata mengalihkan pandangannya mereka berdua. Nata menatap layar ponselnya.


"sayang kamu dimana?"


"ada apa Ibra?" Nata memasuki mobilnya.


"hanya rindu, bisa kah kau menyusul ku?"


"dengan senang hati sayang"


"baiklah aku akan mengirimkan pengawal dan jet pribadi kepada mu, sampai bertemu sayang"


"iya sayang"


Zhou melirik Nata, perhatiannya hanya fokus membawa mobil menuju apartemen.


Nata memejamkan matanya "cepat atau lambat kalian semua harus bersiap, kita akan membalaskan dendam. setelahnya baru kita akan memulai hidup baru."


"kapan pun itu kami akan selalu siap Nat" jawab Zhou meyakinkan Nata

__ADS_1


__ADS_2