NATATUSHA

NATATUSHA
Chp 07


__ADS_3

Seorang gadis berseragam SMA yang sangat pas dengan tubuhnya berjalan di koridor yang sepi karena jam pelajaran telah dimulai. Dirinya terlambat? Tidak, ia siswa baru di SMA yang terkenal ini, ia masih mencari kelas yang sebenarnya dirinya tau akan letaknya, hanya saja ia berinisiatif untuk memutar dari jalan yang seharusnya.


Gadis berambut panjang di gerai dengan name tag bertuliskan 'Natatusha Anzelvanzia'. Nata tetap berjalan santai sambil memakan permen lolipop kesukaannya itu.


"Ini kelas kemana,ya? Apa jangan jangan gue kejauhan ngambil jalan, kan kalo kata mereka tadi pas udah sampai di aula sekolah belok kiri,eh tapi ini kok?" ujarnya sambi meneliti sekeliling kemudian pandangannya jatuh kearah kantin yang berada di depannya.


"Tuhan tuh tau aja kalo gue tadi pagi gak sarapan dulu," Nata berjalan santai sambil menuju kantin, ia berencana untuk sarapan sambil menunggu jam pelajaran selesai.


"Anak baru?"


Baru saja Nata melangkahkan kaki  memasuki daerah kantin, ia berhenti ketika mendengar suara seorang lelaki di belakangnya. Dengan menghela nafas sebentar, Nata berbalik menatap lelaki yang berdiri dengan tangan di masukan kedalam saku celananya.


"Makhluk tuhan darimna ini, sempurna sekali pahatan mukanya." Nata berdehem sambil mengangkat alisnya sebelah " benar ada apa?"


Lelaki berwajah datar dengan tatapan tajam itu pun, berjalan menuju Nata lalu menatap gadis itu dari atas kebawah kemudian keatas  sebelum akhirnya tatapan ia  jatuh kepada mata cantik gadis itu.


"Tatapan ini dan mata ini kenapa gue rasa sangat kenal,tenang tapi menghantui siapapun yang menatapnya."


Nata yang dari tadi memperhatikan kelakuan lelaki itu hanya menghembuskan nafasnya kemudian tatapannya mengarah kepada name tag di baju lelaki itu  yang bertuliskan ' William Kaivan A'.


"Ngapain Lo di kantin? Bukannya murid baru itu harus masuk kedalam kelas?"Tanya William sambil menatap Nata heran.


Nata hanya menatap lelaki itu sesaat sebelum ia menunjuk kantin yang berada di balik punggungnya dengan suara lembutnya "gue laper,gue belum sarapan."


William melihat arah tangan Nata dan mengangguk "oke lo boleh makan, tapi setelah itu gue akan anter lo kekelas gimana?"


Nata mengangguk kemudian berjalan meninggalkan William menuju kantin,sedangkan William hanya tersenyum tipis sambil mengikuti Nata.


"lo mau sekalian? Pesen gih nanti gue bayar,sebagai tanda perkenalan" ujar Nata sambil menatap William yang duduk di hadapannya, William hanya menggelengkan kepalanya dan membuka hpnya membiarkan Nata memakan sarapannya.


Pemandangan langka yang disaksikan oleh beberapa siswa yang melewati kantin kala melihat William, si ketua OSIS yang terkenal anti berdekatan dengan seorang perempuan. Kini William malah dengan santai duduk dihadapan seorang perempuan yang tengah menyantap makanannya dan menatapnya.

__ADS_1


Karena kejadian ini pula, berita tentang William yang tengah berada di kantin bersama seorang perempuan yang mereka duga adalah murid baru itu, menyebar dengan cepat pada seluruh murid SMA Sphinx.


Sedangkan sahabat William menatap heran akan berita yang sudah menyebar dikalangan siswa siswi SMA Sphinx. Bingung? Jelas. Apalagi mereka mengenal William yang sangat anti berdekatan dengan perempuan. Tapi, mereka tidak akan menyusul William ke kantin untuk sekedar meminta penjelasan dari dirinya, melainkan mereka akan menunggu William sendiri yang akan menjelaskan pada mereka


"Selesai?" Tanya William menatap Nata yang berdiri sambil merapikan pakaiannya, Nata hanya memberikan anggukkan.


"Ayok, anterin gue ke kelas," Nata melempar senyum kearah William,  lelaki itu pun berdiri lalu berjalan terlebih dahulu, Nata hanya mengikuti langkah kaki William sambil menundukkan kepalanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lelaki yang diketahui bernama ' William Kaivan A'. Berhenti di depan kelas yang telah memulai pelajaran, sehingga gadis yang dari tadi berjalan  sambil menunduk dibelakangnya pun menabrak punggung lelaki itu.


"Arghhhh!!! kalo mau stop bilang dong" ucapnya dengan sewot sambil mengusap kepalanya.


"Kalo jalan tuh pandangannya kedepan, bukan ke lantai," Dingin itulah yang keluar dari mulut William, tetapi berbanding terbalik tangan lelaki itu mengelus kepala Nata.


"Jantung gue,"Nata menjauhkan tangan William dari kepalanya.


Tok tok tok


Lelaki yang diketahui bernama ' William Kaivan A' itu mengetuk pintu kelas yang sedang belajar, membuat semua siswa bahkan guru yang mengajar dikelas itu pun menatap pintu kelas, tak lama kemudian pintu itu terbuka dan menampilkan guru paruh bayah yang sedang mengajar.


"Loh William? Bagaimana sudah selesai tugas kamu sama kepala sekolah nak?" Tanya wanita itu dengan suara lembutnya.


"Sudah Bu, ini muridnya," Ujar William melirik gadis yang berdiri di belakang.


Bu Puput mengalihkan atensi ke arah Nata yang berdiri sambil tersenyum di belakang William. "Jadi dia anak barunya?" Tanya Bu Puput dan di balas anggukan oleh William.


"Yasudah nak, kamu masuk dan ikut belajar"


William berjalan memasuki kelas,membuat atensi seluruh siswa menatap ke arah William termasuk Clarien dan saudaranya.

__ADS_1


Mereka masih memikirkan berita tentang William dengan perempuan dikantin tadi.


Bu Puput menatap Nata sambil tersenyum " ayo masuk, perkenalkan dirimu pada teman teman ya, nak."


Saat Nata berjalan masuk, membuat kelas yang awalnya diam menjadi sedikit ribut akibat bisikan tentangnya. Nata yang mendengar itupun hanya berjalan dengan santai, ia berdiri di hadapan mereka semua dengan tatapan dingin didukung oleh wajah yang datar, membuat kelas yang awalnya ribut menjadi hening seketika.


"Keknya, gue tau deh siapa yang di rumorkan tadi" ujar Clarien sambil berbisik ke Xian yang duduk disampingnya.


"Tidak perlu susah payah emang ni betina yang buat heboh di mana pun dia berada" balas Stevie yang mendengar bisikan Clarien dan Xian, Zhou hanya fokus menatap Nata yang berdiri didepan sana.


"Diam atau kalian akan di gantung sama dia, kalian ga liat lirikan matanya kearah kita,"  bisik Zhou membuat ketiga gadis lainnya terdiam lalu secara serentak Meraka melihat ke arah dimana Nata berdiri, mereka menelan ludah dengan susah payah ketika menatap Nata yang masih dengan tatapan tajam kearah mereka.  Keempat gadis itu nyengir lalu membuang pandangan mereka tidak ingin bertatapan langsung dengan gadis itu. Bagaimana pun tatapan dirinya saja sudah mampus menggoyangkan ketenangan mereka.


Berbeda dengan keempat gadis itu, keempat lelaki di barisan pojok kiri memaksa William untuk menjelaskan rumor tentang dirinya dan perempuan yang di kantin tadi, William yang mendapatkan pertanyaan itu pun hanya menatap mereka tajam, sebelum mengalihkan pandangannya kearah Nata yang masih terdiam di depan kelas.


"Cantik ya"


" Mau kenalan ah, siapa tau bisa jadiin pacar."


" Beneran nambah satu lagi bidadari SMA kita."


" Fiks!! nenek lampir beneran kalah kali ini."


Terdengar beberapa bisikan dari teman-teman sekelasnya yang ingin menjadikan Nata sebagai kekasih mereka, membuat William yang mendengarnya menjadi merasa- marah? Bahkan aura yang ada didalam tubuh nya keluar begitu saja, sedikitnya membuat aura kelas juga ikut terasa hawa tidak enak.


"Mari nak silakan perkenalkan dirimu" ujar Bu Puput sambil menatap Nata, gadis itu hanya menganggukkan.


" I am Natatusha Anzelvanzia"  tegas dan singkat yang keluar dari mulut seorang Nata.


"Ya sudah nak, silakan kamu duduk di dekat William dan kita kan melanjutkan pelajaran yang tertunda" Bu Puput menunjuk kursi kosong yang berada di samping William.


Nata berjalan kearah meja yang di tunjukkan oleh Bu Puput, William yang melihat Nata berjalan kearahnya dengan spontan berdiri, ia membiarkan Nata duduk di kursi bagian dalam, melihat Nata yang telah duduk di tempatnya ia kembali duduk dan mengikuti pelajaran yang berlangsung.

__ADS_1


__ADS_2