NATATUSHA

NATATUSHA
Chp 05


__ADS_3

"Berikan aku minuman lagi."


Itu suara dari seorang Clarien Thanita Ozama, gadis yang memiliki kulit pucat itu sedang berada disebuah club mewah menikmati Wine mahal bersama ketiga sepupunya menunggu seseorang yang telah menjanjikan pertemuan.


" Hey baby!!! Berhenti minum, kau sudah menghabiskan beberapa botol wine ini" panggil seorang pria sambil mengambil cangkir Clarien dengan santainya, kemudian ia duduk disamping Clarien dan menatap kearah gadis yang lainnya mencari seseorang yang memiliki peran penting bagi mereka.


Clarien menatap sedikit kesal orang tua tersebut dan memutarkan bola matanya malas "Kembalikan minumanku."


"tidak perlu minum kembali, bagaimana apakah tugas kalian telah selesai" ucapnya sambil menatap mereka, sedangkan Clarien dan yang lainnya menatap kearah lelaki tua itu dan memicingkan senyuman mereka,seakan tanda bahwa tugas mereka telah selesai.


"Dimana Dia? apakah gadis itu tidak ikut dengan kalian."


Hey!! lelaki tua ini apakah sudah lupa? Gadis introvert itu tidak akan pernah menunjukkan dirinya ditengah keramaian seperti ini.


" apakah ingatanmu telah berkurang Tuan Alvaro?" Ucap Clarien menatap lelaki tua itu sambil memicingkan matanya, menandakan dirinya sedang mengejek lelaki di hadapannya itu.


Alvaro Bautista Ozama pemimpin dari keempat gadis cantik ini, sekaligus menyandang gelar sebagai kakek dari mereka semua.


Alvaro sambil memijat pangkal hidungnya dan menghembuskan nafas.


" Ya sepertinya aku semakin lama semakin tua, sehingga ingatanku semakin berkurang."


" cepat lah engkau membuat daftar wasiat kakek tua."


Alvaro mendengar ucapan itu,menoleh kearah gadis berambut pirang yang menatapnya dengan santai, Itu Stevie Blanzke Ozama


"sialan kau anak muda!!"


" Tenanglah tidak perlu emosi, pertahankan detak jantung mu."


Alvaro memicingkan matanya kearah gadis Berambut pendek yang duduk sambil menyilangkan kakinya, itu Xian Gloria Ozama.


" Sudah lah tidak perlu mendengarkan ocehan mereka kakek, cukup katakan apa yang akan kami lakukan selanjutnya."


Alvaro menatap gadis yang terlihat lebih dewasa dari ketiga gadis lainnya, membuat emosinya yang dari tadi ditahan akhirnya melunak.


" akhirnya ada yang tidak membuat ku emosi, Terimakasih Zhou. Berkatmu jiwa tua ku ini tidak akan selalu emosi."


Zlianie Zhou Ozama, Cucu tertua dari seorang Alvaro Bautista, pemilik sifat dewasa dan tenang dari ketiga sepupunya yang lain.


"Untuk saat ini, Kalian cukup menghilang, kalian tidak meninggalkan jejak sedikit pun bukan?."


Alvaro menatap keempat gadis itu,dan mendapatkan gelengan kepala dari mereka semua,membuat Ia bernafas dengan tenang.


" baiklah kalo begitu kami kembali kakek."


" Lakukan latihan kalian kembali," ucap Alvaro menatap keempat gadis itu yang menghilang dengan cara berbaur bersama para penikmat club itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah menghilang dari club' keempat gadis itu tidak langsung menuju tempat mereka, tapi  Clarien menjalankan mobil ke area toko yang telah tutup dan terlihat sepi yang jarang sekali dilewati oleh orang orang sekitar.


Didepan sana, telah menunggu beberapa motor besar yang menanti kedatangan mereka. Sang pemimpin mereka pun turun dan menghampiri mobil Clarien yang telah berhenti sedikit jauh dari posisinya.


"Bos ini barang yang di minta oleh nona besar," ucap seseorang yang berdiri disamping jendela kaca mobil Clarien yang terbuka.


Lelaki itu berdiri membelakangi cahaya lampu yang ada di jalan itu, sambil menatap keempat gadis yang berada di mobil.


"Tidak ada yang melihat kalian bukan?" Ujar Clarien menatap kearah kaca depan mobilnya dan melihat beberapa orang yang duduk diatas motor Mereka.

__ADS_1


Semua lelaki yang masih duduk di atas motor mereka, memberi kode kearah mobil Clarien.


"Aman bos, tidak ada yang mengetahui keberadaan kami" ujar lelaki itu sambil menatap Clarien, Clarien hanya mengkode lelaki itu untuk memasukan koper yang dibawanya dari tadi.


"selesai bos" balas lelaki itu setelah memasuki barang yang dipesan oleh ketua mereka itu kedalam mobil.


Clarien menoleh kearah Zhou yang duduk di kursi penumpang, Zhou yang paham kode pun mengeluarkan sebuah amplop tebal dari tasnya.Clarien mengambil amplop itu dan memberikan kepada lelaki itu.


"bayaran untuk kerja keras kalian."


Clarien memutar balik mobilnya meninggalkan lelaki itu dan anak buahnya, sedangkan lelaki itu memberi kode kepada anggotanya untuk meninggalkan tempat itu.


Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang berdiri diujung jalan yang gelap, menyaksikan transaksi yang mereka lakukan.


"ternyata kalian"ucap nya sambil meninggalkan tempat ia berdiri dan berjalan kembali masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan tempat itu.


"siapa yang melakukan transaksi di daerah kita" tanya seseorang yang fokus ke cctv di tempat Clarien transaksi tadi.


"Clarien dan sepupunya" balas  lelaki itu dengan fokus menyetir mobilnya, sedangkan orang yg bertanya hanya mengangguk mengerti.


"apakah nona besar ada?."


"apakah, kau pikir gadis berdarah dingin itu akan berada disini?."


"tentu tidak, diakan lebih senang berada diruangan yang gelap, bersama anak-anak kesayangannya."


anak-anak?tenang bukan anak manusia hanya beberapa berkas,yang sering mereka sebut sebagai anak dari gadis itu, karena setiap detik hidup gadis itu, diisi oleh berkas yang tidak dimengerti oleh orang lain.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mobil yang dikendarai Clarien memasuki kawasan hutan yang sangat rimbun dan didepan sana terdapat sebuah mansion mewah, yang terlihat seram karena minimnya pencahayaan.


"Sejak kapan betina itu suka dengan cahaya?" Stevie menimpali ucapan Xian sambil memainkan hpnya.


"Akses masuknya udah lu dapat Zhou?" Ucap Clarien tetap fokus mengendarai mobilnya dan mengabaikan kedua sepupunya yang berkomentar tentang mansion mewah yang akan mereka tinggalin itu.


"clear!! Kita tinggal masuk aja, nyatanya mobil kita udah di kenalin dari awal kita masuk hutan" balas Zhou menunjukkan tablet kearah Clarien,sedangkan gadis itu hanya mengangguk.


" perfect, lu selalu menyiapkan hal hal yang tidak terduga kak, pengamanan lu bahkan sulit untuk gue tembus," Clarien memiliki rasa kagum yang hebat dalam hatinya untuk gadis yang pemilik mansion mewah itu.


Tanpa mereka sadari, sang pemilik rumah telah berdiri di balkon sambil menatap mobil mereka yang masih jauh didalam hutan.


"Sambut mereka."


Mendengar perintah dari gadis cantik itu, beberapa bodyguard yang berdiri dibelakangnya,turun untuk menunggu di depan mansion mewah itu.


Clarien dan ketiga gadis lainnya turun dari mobil sambil membawa kotak hitam, mereka melewati jalan setapak yang kiri kanannya terdapat kolam berisi ikan piranha untuk menuju pintu mansion mewah itu,mereka sempat melirik isi kolam itu dan menggelengkan kepala tetap berjalan kemudian menatap beberapa bodyguard yang berjaga di depan pintu.


"Selamat datang nona di ASTERIAN MANSION."


ucap mereka semua sambil menundukkan kepala,pintu mewah mansion itu terbuka dengan lebar menampilkan isi dalam rumah itu yang terlihat mewah.


"silakan masuk."


Clarien dan yang lainnya mengikuti seorang wanita tua yang berjalan didepan mereka. Setiap isi dari dalam rumah itu membuat mereka berempat menatap kagum.


Keempat gadis itu memiliki pemikiran masing-masing, terhadap isi rumah ini.


membuat para pelayan yang sedang menunduk tambah menunduk.

__ADS_1


" mantel dan sepatu kalian harap dilepas nona."


ucap pelayan itu menunjukkan lemari untuk menggantung mantel dan rak sepatu yang berisi sendal rumah.


Clarien melepaskan mantel yang digunakan dan mengganti sepatu yang di pakai dengan sendal yang telah tersedia, begitu juga dengan Stevie dan Xian. Melihat ketiga orang itu telah selesai mengganti sepatu menjadi sendal, Zhou memberikan kotak hitam itu ke Clarien,ia Menganti sepatunya dengan sendal yang telah tersedia atas namanya.


" Mari nona besar telah menunggu kedatangan kalian," ucap pelayan tua itu berjalan menuju sebuah ruangan yang terlihat minim pencahayaan.


"Silakan masuk para nona" ucap pelayan itu sambil membuka pintu ruangan tersebut. Ketika ruangan itu terbuka,terlihat seorang gadis cantik yang menatap mereka dengan penuh senyuman misterius.


" Selamat datang di mansion ku!!."


dingin itulah yang terdengar oleh keempat gadis yang masuk keruangan itu, kemudian mereka menganggukkan.


Zhou berjalan kearah gadis itu sambil membawa sebuah kotak hitam yang dari tadi dipegangnya, sedangkan ketiga gadis yang lainnya hanya duduk menatap mereka berdua.


"Sesuai keinginan lu Nat" ujar Zhou memberikan kotak yang dia pegang kepada gadis cantik dihadapannya.


Nat? Natatusha Anzelvanzia Ozama, gadis cantik pemimpin dari keempat gadis lainya, otak dari mereka semua, Pemilik wajah yang menenangkan tapi berdarah dingin itu hanya tersenyum.


" COLT M1911A1, yang telah dimodifikasi penyadap suara


lenght : 216mm


barell lenght vers government model : 5.03in ( 127mm)


Cartridge : 45ACP


muzzle Velocity : 830 ft/s ( 253 m/s)."


(Maaf kalo salah Mimin ambil contoh di google)


Zhou sambil membuka kotak hitam dihadapan Nata dan menampilkan 5 pistol yang telah di modifikasi khusus untuk mereka.


Nata hanya tersenyum mendengarkan penjelasan Zhou dan mengambil salah satu pistol yang menurut nya pas untuk digunakan .


"Good job,, kalian sungguh dapat diandalkan."


Keempat gadis itu hanya tersenyum manis mendengar pujian dari gadis yang sangat sulit untuk memuji orang lain itu.


"kasih mereka  Zhou" ucap Nata sambil fokus dengan berkas ditangannya, Zhou mengangguk kemudian melemparkan tiga pistol,kearah ketiga gadis yang sedang duduk santai di sofa tanpa menatap mereka.


" anj- sialan lu" Maki Xian yang belum sigap menerima lemparan itupun mendarat mulus di kepalanya.


"Goblok anj-" Umpat Stevie dengan cekatan menangkap pistol yang hampir jatuh dilantai. Sedangkan Clarien dengan santai menerima pistol yang di lemparkan tanpa menoleh sedikitpun.


" aku mendapatkan laporan dari pihak kepolisian, ada beberapa gengster yang akan melakukan transaksi, dan kita harus membatalkan" ujar Nata sambil mengirimkan berkas kepada mereka.


" Hm.... ternyata mereka,bukankah sudah mendapatkan peringatan, tetapi masih berulah." Clarien membuang hpnya  itu kemeja dihadapannya.


"izin melenyapkan?wahh sungguh ajaib." Kaget Stevie menatap hpnya yang menampilkan surat izin dari kepolisian.


" Lu yang turun nat?" Tanya Zhou mengalihkan perhatian mereka kepada gadis itu.


Nata menganggukkan kepalanya, dan menatap mereka semua.


" Cukup amankan jalanku."


Mendengar ucapan itu membuat keempat gadis itu paham, apa yang harus mereka lakukan.

__ADS_1


" Ayo berangkat.!" Nata berdiri sambil memasukan pistol yang baru, dan mengantongi hpnya. mereka berempat  menyusul Nata yang telah keluar dari ruangan itu.


__ADS_2