
Di Sore hari yang cerah, terlihat kelima gadis cantik sedang berlari di pinggir jalan. Olahraga?tentu tidak. Mereka sedang berlari menghindari sesuatu yang masih mengejar Mereka di belakang, melihat tempat tukang bakso langganan mereka telah buka. Kelima gadis tersebut masuk terburu buru, menghindari anjing yang mengejar mereka. Anjing? Ya mereka saat ini sedang di kejar kelima anjing.
"Sialan! Ini semua gegara Lo," ucap Clarien sambil melotot kearah Nata.
" Lah,kenapa gue?" Balas Nata dengan memasang wajah bingung.
"Misi kita berantakan anj-" Sambung Stevie.
"Percuma, gue udah capek capek bawa karung, malah gagal gegara Lo" tunjuk Xian sewot.
"Sialan Lo Nat, udah seminggu gue mantau tempat itu" sambung Zhou
Keempat gadis itu menatap Nata dengan memasang wajah datar,sedangkan yang mereka tatap memasang wajah tidak berdosanya.
"Denger yak, jangan salahin gue lah. Kenapa pula tuh anjing ada di bawah pohon," ucap Nata santai dan langsung duduk di kursi.
"Mang!!! Kayak biasa 5," Clarien duduk di samping Nata. mengeluarkan rokoknya dan menghisap rokok yang di tangannya.
"Gue udah menghayal dapat banyak, malah gagal gegara lu Nat" sambung Stevie menuang air lalu meminumnya.
"Tau gitu,ngak gue bawa ini karung njing" Xian meletakan karung yang ia bawa di sampingnya.
"Tapi kenapa pas gue mantau, ngak ada anjing yak? Berarti ini kita sial, pas mau maling mangga malah ada anjing" sambung Zhou berfikir.
Penjualan bakso yang telah mengenal kelimanya dengan baik, meletakkan kelima mangkok bakso di hadapan mereka.
" Gimana udah dapat maling mangga nya neng?" Kang bakso menatap mereka.
"Gagal mang, noh gegara si cadel" balas Xian menunjuk Nata.
Nata hanya menunjuk diri sendiri,lalu kemudian menggeleng "enak aja nyalahin gue."
"Lagian ya non, kenapa harus maling. Kan bisa beli di pasar" balas kang bakso yang langsung mendapatkan gelengan dari kelima gadis itu.
" Loh mamang ngak tau rasanya sih mang, enak an maling daripada beli" balas Zhou santai.
" Ada anti mainstream nya loh mang" sambung Stevie.
" Kek ada gimana gitu mang kalo maling tuh" tambah Xian.
Kang bakso tersebut hanya menggelengkan kepalanya sambil meninggalkan tempat tersebut.
" Kok bisa, maling aja di bilang enak. Aneh banget anak jaman sekarang."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Nata keluar dari minimarket dan berjalan disekitar toko, ia meminum susu pisang yang baru dia beli.
"Enak banget, ngak salah gue beli mahal " Ucapnya sambil berjalan menatap kedepan.
Nata menatap seorang lelaki tampan yang sepertinya umurnya tidak jauh sekitar 30 tahun, namun yang menarik perhatiannya bukan ketampanan lelaki itu, tetap ada sinar laser yang sedang mencari bidik sasaran tepat. Nata menatap arah laser itu dan menemukan seseorang dengan pakaian hitam di gedung lain,gadis itu berlari mendorong lelaki yang telah menjadi bidik sasaran tembak tersebut.
" Om awas," ucap Nata sambil mendorong lelaki itu.
Prangggg.
Terlihat pecahan kaca mewah dari deretan toko itu membuat lelaki yang awalnya tidak tau apa yang terjadi lalu tersadar. Lelaki itu berlari kearah Nata dan menarik gadis itu kedalam pelukannya sebelum dirinya terkena pecahan kaca.
" PENGAWAL CARI TAU!!" Ucapnya dengan tegas.
" Kamu tidak apa apa ?" Ucap nya sambil memeluk Nata, Nata hanya mengangguk. Tanpa sengaja, tangan Nata menarik sebelah tangan kemeja lelaki itu, terlihat tatto yang selama ini dia kenal.
" Sial kenapa dia ada disini " ucap Nata kaget.
Nata masih berada didalam pelukan lelaki itu,iya menundukkan kepalanya supaya tidak ada yang mengenali dirinya. Lelaki itu masih memerintahkan bodyguardnya untuk mencari tau si penembak.
Di gedung tua, terdapat lelaki yang memasuki tembakan yang baru dia gunakan untuk menembak seseorang, lelaki itu memasukinya dengan santai, lalu berjalan meninggalkan gedung itu. Meskipun sasarannya tidak mati, tetapi sudah ada rencana yang akan dia lakukan.
" Selamat menikmati mangsa mu cantik."
Dengan santai, lelaki itu berbaur berjalan keluar melewati para bodyguard buruannya itu yang berbondong-bondong masuk kedalam gedung. Ia hanya melirik sekilas kearah Objeknya lalu berjalan meninggalkan tempat itu.
" Terimakasih telah menyelamatkan saya" ucap lelaki itu membantu Nata berdiri,Nata hanya menunduk tanpa menatap lelaki itu.
" Kenapa parfumnya seperti tidak asing bagi saya. Ahhh tidak tidak dia tidak mungkin berada disini" ucap lelaki itu sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Awww" Nata meringis ketika lelaki itu memegang pundak kirinya, membuat lelaki itu mengangkat tanganya dan melihat noda darah.
" Kamu terluka" ucapnya khawatir, lelaki itu menuntut Nata untuk duduk di kursi tunggu. Ia berjalan meninggalkan Nata.
" Siapapun lo yang nembak ini om om. Sialan tau kalo itu dia ga bakalan gue tolong anj-"
Nata menatap lelaki yang pergi meninggalkan dirinya tadi, kembali dengan membawa kotak medis.
Lelaki itu membuka kotak medis dan menuangkan Betadine ke kapas yang berada di tanganya. Ia menatap Nata yang masih menunduk, kemudian sedikit merobek baju Nata yang terdapat darah.
"Ssshhh" Nata meringis ketika lelaki itu membersihkan lukanya dengan alkohol.
Mendengar suara Nata lelaki itu memelankan tekanan tanganya Ke luka gadis kecil di hadapannya itu, ia membalut luka Nata dengan rapih, kemudian menatap Nata dan terkejut.
"Sa-sayang" ucap nya terkejut setelah melihat Nata. Membawa gadis itu kedalam pelukannya.
" Awww bisakah kau berlaku pelan, ini sungguh sakit bodoh" bentak Nata.
" Maaf sayang" ucapnya melepaskan pelukannya lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Kenapa kamu berada disini" sambungnya.
"Bukan urusan mu Ibra," balas Nata singkat.
Ibra?lebih tepatnya Ibrahimovic Loqux. Lelaki dihadapan Nata merupakan orang yang telah masuk dalam perangkap Nata selama ini. Lelaki yang akan melakukan apapun untuk membuat Nata terus berada disampingnya. Tanpa ia ketahui, Nata menyimpan dendam yang begitu dalam kepadanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Darimana lu Wil?" Vegan menatap William heran.
" Ada urusan" William duduk di hadapan mereka.
" Will besok pagi kita akan kembali, sepertinya ada yang tidak bisa mereka urus disana." Nathan menatap William. Lelaki itu hanya mengangguk.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Kamu tadi kesini naik apa sayang?" Ibra menatap Nata yang menikmati makannya dengan sebelah tangan.
Nata menatap Ibra "jalan kaki heheh"
" Malam malam begini, kau berjalan jalan sendiri?" Ibra mengangkat alisnya membuat ketika Nata hanya mengangguk.
" Tidak baik perempuan berjalan jalan sendiri Nata" ucap Ibra dingin, membuat Nata menegang.
"Ta-tapi kamu lupa aku siapa?" Jawan Nata dengan gugup.
" Meskipun begitu, kamu perempuan. Mulai Nanti saya yang akan menemani diri mu" ucapan Ibra yang terdengar seperti perintah.
"Sialan kalo begini gimana gue bisa bebas!fck!" Nata terus mengomel didalam hati.
"Makan! bukan hanya kamu tusuk tusuk saja itu daging" ucap Ibra sambil makan dan menatap Nata. Nata melanjutkan makannya dengan perasaan dongkol.
" Habiskan makananmu. Akan aku antar kamu Kembali" ucap Ibra mengelap bibirnya.
" Aku bisa kembali sendiri " Nata tanpa menatap Ibra.
"Aku tidak ingin mendengarkan jawaban apapun,Nata!" Ibra mengabaikan gadis itu.
"Huffft! Apakah dia juga akan memindahkan diriku"
Nata mengikuti saja perintah Ibra, daripada lelaki itu menghancurkan segala rencana yang telah dirinya susun.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Nata belum kembali?" Zhou meletakkan makanan yang telah ia masak di atas meja.
" Belum, kemana anak itu" Stevie menatap hpnya.
" Gak ada tanda tanda anak itu balik." Xian berdiri di balkon sambil menatap lantai bawa, berharap menemukan Nata.
" Gue cari dulu" Clarien berdiri sambil memasukan hpnya dan menyambar kunci motor yang tergeletak di atas meja.
" Disitu" Nata sambil menunjuk daerah tempat ia tinggal, Ibra menatap wajah Nata dan melirik tidak percaya daerah yang gadis itu tinggalin.
" Kamu beneran tinggal Disini Sayang?" Ibra masih tidak percaya, Nata gadisnya yang biasa hidup mewah harus tinggal di tempat kumuh seperti ini, tidak dirinya harus membawa Nata segera pindah.
__ADS_1
Benar, Nata dan keempat saudaranya itu. Memilih tinggal di daerah kawasan rusunawa, yang memiliki tempat sedikit kumuh, untuk mendalami misi mereka.
" Iya benar, mobil kamu masuk aja nanti ada pakiran kok" balas Nata dengan santai, ibra hanya mengangguk.
Ibra memakirkan mobilnya di pakiran rusun itu, kemudian ia melirik Nata yang berusaha membuka seatbeltnya yang susah. Ibra mendekati gadis itu dan membukakan seatbelt itu untuk Nata, gadis itu hanya tersenyum.
" Jantung gue" Ibra mengalihkan pandangannya dan melirik Nata yang telah keluar dari mobilnya. Ia kemudian ikut turun dan berdiri di samping Nata, melirik sekitar.
"Kumuh" itulah yang ada dipikiran Ibra ketika melihat tempat tinggal Nata.
" Besok kamu pindah, kamu tidak terbiasa tinggal di tempat ini sayang" ucap Ibra sambil mengelus rambut Nata.
" Ta-tapi aku Disni tinggal bersama saudara ku" ucap Nata melirik Ibra.
"Tidak apa kalian akan pindah. Kamu akan tinggal bersamaku, dan saudaramu akan tinggal di apartemen sebelah." Ucap Ibra santai sambil mengeluarkan hpnya. Nata yang menatap itu hanya memutar bola matanya malas.
" Guys!! Liat ini!"teriak Xian,membuat ketiga gadis lainnya berlari kearah balkon.
" Ada apa dan kenapa"ucap Zhou dengan khawatir.
" Ada apa sih njing" Stevie menatap Xian
" Siapa yang sama Nata?" Xian sambil menunjuk Nata yang di bawah berbicara kepada seseorang lelaki.
" IBRAHIMOVIC!!" Kaget Clarien dan segera membawa ketiga temannya masuk.
" Sialan, sudah lama kita mencari lelaki itu" balas Stevie dengan emosi.
" Bukankah dia tidak berada disini?" Xian dengan bingung.
" Entahlah tapi satu hal yang harus kita tau, lelaki itu telah masuk kedalam perangkap. Mari kita ikuti drama Nata." Zhou merapikan pakaian yang ia kenakan layaknya tidak terjadi apapun,begitu pun dengan ketiga gadis lainnya.
"Ibra!!! Ayok masuk" Nata melambaikan tanganya di depan muka Ibra yang sedang melamun.
" Hah! Ayok." Ibra tersadar lalu tersenyum kearah Nata.
Ibra berjalan mengandeng tangan Nata, membuat gadis cantik itu hanya menatap tanganya datar. Mereka berdua telah sampai di lantai tempat Nata tinggal, gadis itu mengetuk pintu menunggu seseorang membukanya.
Zhou dengan segera membuka pintu, dan menatap bingung kearah Ibra lalu berali menatap Nata.
" Kamu udah pulang dek? Ya Tuhan kakak khawatir sama kamu." Zhou memeluk Nata, sedangkan Nata hanya mengikuti alur dari Zhou.
" Jangan lupa penjelasan" setelah berbisik Nata, Zhou melepaskan pelukannya menatap Ibra, meminta penjelasan kearah Nata.
" Saya IBRAHIMOVIC, panggil Ibra. Tadi adik anda telah menyelamatkan saya,sebagai timbal balik saya antar dia kerumah dengan selamat,kebetulan sudah malam." Ibra menatap Zhou.
Zhou mengangguk " terimakasih telah mengantarkan adik saya kembali om."
" Tidak apa yasudah, Nata saya kembali tidak baik. Sudah malam dan ada lelaki kemari." Ibra berpamitan kemudian meninggalkan Nata dan zhou, kedua gadis itu mengintip kearah Ibra yang pergi meninggalkan mereka,tidak lama terdengar suara mobil yang menjadi.
Nata menarik Zhou masuk,tidak lupa mengunci pintu. Menatap keempat gadis lainnya yang menunggu pernyataannya.
" Ibrahimovic? Apakah dia yang kalian cari?" Ucap Nata yang di anggukan oleh mereka semuanya.
" Bagaimana kau mengenalnya?" Tanya Stevie.
" Aku telah bersama nya selama dua tahun kalian kembali kesini" balas Nata sambil duduk dengan santai.
" Bagaimana bisa?" Cecar Xian.
" Panjang jika harus gue perjelas, intinya dia telah masuk dalam perangkap gue dari lama"
Nata merebahkan tubuhnya.
" Lalu apa yang akan kita lakukan " Clarien yang dari tadi diam ikut masuk kedalam pembicaraan.
Zhou meletakkan minuman dan snack kedepan saudaranya yang sedang berkumpul.
" Tidak perlu apapun, hanya saja biarkan lelaki bodoh itu membalikan semua aset nya menjadi nama ku."
" Bagaimana bisa Nat." Zhou menatap Nata.
" Apa yang tidak bisa gue lakukan, kapanpun persiapkan diri kalian untuk pindah dari kawasan ini"
" Oke "
__ADS_1
Mereka menghabiskan malam dengan menceritakan hal yang terjadi selama Nata tidak bergabung dengan mereka. Begitu juga Nata menceritakan apa yang terjadi.
Meraka meluapkan beban dan emosi yang selama ini mereka tanggung. Mereka memutuskan untuk tetap bertahan sampai dendam ini terselesaikan.