
Di Jalan yang sepi dan gelap, terdapat kedua lelaki tampan yang sedang menatap seorang lelaki yang sibuk dengan mangsanya.
Mereka merupakan mafia, yang ditakuti di seluruh belahan dunia. Tidak ada yang berani menyentuh mereka, bahkan kepolisian sekalipun,lebih memilih untuk melakukan kerja sama dengan mereka dengan tujuan menangkap para gengster yang melanggar aturan.
"Cukup dia telah mati"ucap seorang yang dengan beraninya sambil menepuk pundak lelaki itu. Nathan Iravan Jayendra.
lelaki itu menoleh dengan wajah datar, dan tatapan yang masih penuh amarah "****** ini, telah berani menjebak ku, dengan bubuk sialan itu"ucapnya dingin.
"tenang lah William! dia telah mati, bahkan orang yang menyuruhnya telah bersatu dengan tanah" Nathan menatap William untuk menenangkan laki-laki itu.William Kaivan Akhilendra, mafia terkenal dengan kekejamannya itu melirik Nathan dengan tatapan tajam, Nathan hanya menghela nafas dengan tatapan sahabatnya itu, baginya telah biasa menerima tatapan itu.
"ayok pergi tinggalkan saja ****** ini disini." Nathan menarik William untuk segera menjauh dari mayat perempuan yang tidak berbentuk lagi. William hanya mengikuti Nathan, Zoro yang melihat Nathan berhasil menarik William untuk menjauh dari mayat Perempuan itu,langsung berjalan mendekati sambil memegang botol cairan.
Zoro menatap mayat perempuan itu dengan datar,dan menuangkan cairan.
"Dasar ******!! kau hanya menyusahkan saja."
Zoro hanya berdiam diri sampai mayat itu melebur dengan sendirinya akibat cairan yang dirinya tuangkan. Melihat semuanya telah selesai, Zoro meninggalkan mayat perempuan itu. Menghilangkan bukti dan jejak adalah hal yang biasa mereka lakukan, tidak ada yang berani mengusik mereka, banyak yang berusaha mengusik mereka berakhir dengan menghilang tanpa jejak.
Di ujung jalan yang gelap, tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedang memperhatikan cara mereka membunuh perempuan malang itu.Melihat ketiga orang yang telah menghabisi perempuan itu menjauh, lelaki yang hanya menatap itupun berjalan mendekat kearah tempat mayat yang sudah melebur itu, menatap kasihan tapi sudah menjadi sebuah resiko besar berani mengusik para mafia itu, mengusik anak buahnya saja sudah mampu membuat jiwa seseorang ketakutan, apalagi yang dilakukan oleh perempuan ini sudah dengan bodohnya berusaha untuk menjebak seorang William Kaivan Akhilendra.
" Licik"ucapannya penuh misteri dan menatap sebuah kalung yang tergeletak tidak jauh dari mayat.
"Huh!!! bodoh sekali mereka meninggalkan jejak," Lelaki itu mengambil kalung tersebut dan meninggalkan tempat itu.
"William dan Nata ? Hm sepertinya sangat cocok, bukannya itu baik untuk kejayaan yang tidak akan menggoyahkan pilar kekuasaan? Hahaha sepertinya aku harus segera mempertemukan mereka."
Lelaki itu berjalan dan memasuki mobil yang telah menunggunya dalam kegelapan malam, ia menelpon kepolisian untuk segera menuju lokasi dan menangkap seseorang yang sedang mereka cari.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Didalam mobil mewah ini, berisi 3 orang lelaki tampan yang sibuk dengan pemikiran mereka. Hening itulah yang menggambarkan suasana mobil itu, Zoro yang sibuk dengan kemudinya itu pun melirik kearah Nathan dan mengkode lelaki itu,untuk segera memberitahukan tugas yang barusan mereka dapatkan, Nathan yang mengerti pun segera mengeluarkan berkas yang berada dalam laci mobil tersebut. Nathan melirik William yang sedang duduk dengan tenang di kursi belakang.
" Will, kepolisian meminta kita membunuh seorang ketua gengster yang melanggar aturan" Nathan memberikan sebuah berkas.
"kapan?" lelaki bernama William itu sibuk membersihkan darah yang berada di tangannya hanya melirik berkas yang berada di pangkuannya itu dengan sekilas.
"Malam ini, di gedung tua pinggir pantai, semua telah selesai, cukup kau mengeksekusi nya dari jarak jauh" jawab Nathan menatap William, lelaki itu hanya menganggukkan kepalanya.
Zoro menjalankan mobilnya kearah gedung tua pinggir pantai, ia memakirkan mobil yang dirinya kendarai kearah yang lumayan sepi tetapi masih bisa untuk memantau apa gedung itu, terlihat banyak para pengusaha yang berusaha untuk memasuki gedung tua itu, mereka datang untuk melihat barang yang akan dilelangkan.
"Lelaki itu akan melelang sebuah berlian imitasi yang berisi narkotika,siapapun yang membelinya akan memiliki akses untuk mengetahui jalan keluar masuknya narkotika itu, tapi tidak ada yang tau bahwa mereka akan di jebak oleh lelaki tua itu,Cukup saat acara dimulai,kau harus menembaknya, untuk semua rencananya telah disiapkan Varen dan Rakha, CCTV sudah gue sadap jadi selamat menjalankan misi mu bos. "
Zoro membuka Tas yang berisikan senjata milik William.
Senjata utama dari seorang William itu, tanpa ia ketahui merupakan senjata dari pasangan milik Nata, senjata yang emang di khususkan untuk mereka berdua, seseorang telah merencanakan untuk segera mempersatukan Nata dan William demi mempertahankan posisi utama mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Stevie Xian dan Zhou berjalan keluar dari mobil dan menuju posisi mereka bertiga, Sedangkan Nata sedang sibuk mengisi peluru kedalam pistol yang baru mereka beli. Clarien menatap Nata yang sibuk menyiapkan semuanya,ia menoleh kearah gedung tua yang telah ramai orang berdatangan.
"Penjabat kaya, tapi mereka bodoh" ucap Clarien menyalahkan rokoknya sambil menatap mobil mewah yang berhenti didepan gedung.
"Mereka memang kaya, tapi mereka akan selalu tertipu oleh para bajingan itu" balas Nata sambil merapikan penampilannya, kemudian ia turun dari mobil menatap sekeliling.
"cukup menungguku diujung jalan nanti," Nata menunduk menatap Clarien yang berada didalam mobil, Clarien yang mendengar perintah itupun hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Nata berjalan dengan santai layaknya seorang pengusaha yang sedang mengikuti pelelangan tersebut. Tidak ada yang menyadari bahwa gadis itu akan membuat keributan. Nata berjalan menuju Kursi paling belakang ditempat yang sangat gelap, dirinya hanya berdiam menunggu acara akan dimulai.
Disisi lain, William dan Nathan berjalan memasuki gedung tua mereka berdua berjalan ke area kursi bagian belakang dan gelap, posisi mereka bersebrangan dengan posisi Nata saat ini.
"Selamat malam semuanya!!! terimakasih telah datang di acara pelelangan ini," ucap wanita yang berdiri diatas panggung dengan pakaian yang minim.
Pelelangan itu berjalan dengan lancar, Hingga tiba, dimana terdapat lelaki tua yang berdiri dipanggung sambil memegang kotak kaca, yang berisi berlian imitasi itu.
Membuat kedua orang yang berdiri dalam gelap, mengeluarkan senyuman misterius kearah lelaki tua itu, mereka telah menyiapkan senjata didalam genggaman tangan mereka, hanya menunggu petunjuk untuk segera membunuh lelaki tua itu.
Baik Nata dan William tanpa mereka sadari,target mereka adalah orang yang sama yaitu lelaki tua yang berdiri sambil menatap semua.
KRINGGGG......
Kringg...........
Alarm kebakaran bergema diruangan itu,membuat semua orang tampak panik termasuk lelaki tua yg berdiri di atas panggung, Nata dan William mengeluarkan senjata mereka mengarahkan pistol yang berada digenggaman mereka kearah lelaki tua itu.
Nata melepaskan tembakannya kearah lelaki tua itu, tembakan yang keluar dari pistol yang di genggamannya itu membuat lelaki tua itu jatuh, membuat William yang masih mengambil jarak bidik kaget melihat targetnya telah jatuh kelantai.
Semua orang yang sibuk mencari jalan keluar, menoleh kearah suara orang yang jatuh dan menatap lelaki tua yang telah tergeletak dilantai membuat suasana menjadi kacau.
Beberapa bodyguard lelaki tua itu mendekati mayat lelaki tua itu dan mencari pelakunya, sedangkan William masih mencari orang yang telah membunuh mangsanya tersebut.
William mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan, mendapatkan seorang gadis yang sedang menyimpan pistol ditangannya dengan cepat, tapi masih terlihat oleh dirinya.
Nata yang merasa ada yang memperhatikan dirinya, menoleh untuk mencari seseorang itu, dan mendapatkan seseorang lelaki yang berdiri disebrangnya, menatapnya dengan heran.
__ADS_1
Baik Nata ataupun William Mereka saling memandang, Tidak lama hanya 15 detik sebelum Nata menghilang berbaur bersama semua orang yang telah di evakuasi.....
" Tatapan itu?"