
"bagaimana ini, bagaimana jika Ibra yang telah di jebak. lalu apa yang akan ku lakukan?bukan kah semuanya telah berjalan sesuai rencana tapi kenapa menjadi seperti ini."
Nata duduk di kursi kebesarannya,tanganya di letakkan di dagunya lalu menatap kedepan.
Zhou berjalan memasuki ruangan Nata,terlihat saudaranya itu sedang memikirkan hal yang menganggu mereka semua.
"bagaimanapun jika dia tidak bersalah maka bekerja samalah,siapa tau musuh kalian orang yang sama."
Nata menoleh kearah Zhou "bagaimana jika semuanya musuh?"
"apakah kau yakin semuanya musuh?bukan kah selama ini bukti yang kau dapatkan dari dirinya semua?" tanya Zhou sambil alis terangkat sebelah.
Nata memikirkan apa yang di ucapkan Zhou merupakan sebuah kebenaran, dia tidak perlu mencari bukti. akan selalu ada yang mengirimkan bukti bukti kepadanya.
Nata menjambak rambutnya frustasi, apa yang di ucapkan Zhou bisa menjadi kenyataan atau bisa saja ada yang sedang memanfaatkan dirinya.
Zhou menatap Nata dengan tatapan kasihan,banyak yang telah gadis itu lalui untuk sampai pada titik ini. masa kecil yang terasingkan, kehilangan keluarga dan juga tidak tau siapa yang menjadi dalang semuanya.
"tidak, gua ga boleh nyerah gini aja, jika ada orang lain yang berada di balik ini semua. maka harus segera gua selesaikan. iya itu benar," Nata berjalan meninggalkan ruangannya.
Zhou yang melihat itu membiarkan Nata pergi, karena gadis itu butuh waktu untuk menyusun rencana dan berfikir apa langkah selanjutnya.
Nata berjalan menuju kamarnya, Ia merebahkan diri dan menatap langit kamar sambil membuka hp dan membaca sebuah email masuk yang berisi semua bukti.
"bukti lagi?siapa yang mengirimkan ini," Nata bingung lalu memikirkan.
Nata berdiri dari tidurnya mengambil laptop khusus yang dirinya gunakan untuk menyimpan semua bukti yang telah dirinya dapatkan, dengan tatapan bingung kenapa bukti semuanya sangat lengkap. jika dirinya ingin menghancurkan seseorang bisa saja hanya tinggal menyusun rencana lebih tepatnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
seseorang dengan berada dalam ruangan gelap, tersenyum penuh misterius menatap file yang telah berhasil dirinya kirim.
"bagaimana? apakah kau akan selamat kali ini. dramamu akan segera hancur,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Nata berjalan menuju ruangan keluarga di mansion mewah nya itu, terlihat keempat sepupunya sedang asik menonton file yang di putar.
Nata duduk di samping Clarien,ia hanya menatap kosong kearah tv, semua yang berada disana menoleh kearah Nata.
Zhou segera berdiri dari duduknya menuju dapur, sedangkan yang lain hanya mengabaikan Nata dan melanjutkan nonton mereka.
"tenaga siapapun dalangnya harus segera kita habiskan," bisik Clarien menepuk pundak Nata.
"nanti akan gue diskusikan dulu sama opah, sisanya kita liat aja nanti"
Zhou berjalan menuju Nata dengan sebuah piring yang berisi salad. gadis itu tau jika Nata tidak bisa memakan hal yang sembarangan.
"makan, Lo belum makan dari kemarin," ucap Zhou sambil sebelah tangannya menjulurkan piring.
"terimakasih," Nata segera mengambil piring itu dan mulai memakan saladnya.
"guys, gimana kalo kita balapan?"tanya Stevie.
"boleh tuh kapan," Nata menjawab sambil terus mengunyah.
"gimana kalo malam ini? udah lama ngak turun bukan kita?"tanya Xian menatap mereka semua.
"boleh tuh, gue denger ada lomba balap disekitar sini"sambung Clarien.
"gimana Zhou, Lo udah dapat linknya?"tanya Stevie.
"done yang turun, Nata dan Clarien. kita cuma kawal mereka," Ujar Zhou sambil mengangkat tanganya.
"TR is back?" Xian menatap Nata dan Clarien.
"pasti" jawab Nata dan Clarien serempak.
"yok ke mall dulu kita," ajak Nata.
"ehh Clarien kita mau ke mall lu mau ikut gak?"ujar Xian melirik Clarien.
"gak, gue mau langsung cek ke arena"ujar Clarien dingin sambil menghidupkan rokoknya lalu menenteng jaket di sampingnya.
"ya udah, ntar kita nyusul yak tihati lu cill"teriak Zhou yang hanya mendapatkan kode tangan dari Clarien.
"kebiasaan tuh anak"ujar Nata cuek dan mengambil hpnya lalu berjalan.
mereka bergegas menuju garasi, memasuki mobil sendiri dan menyusul mobil Nata yang telah keluar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah selesai berbelanja, keempat gadis itu berkumpul di pakiran,untuk membahas tujuan mereka selanjutnya.
"Langsung nyusul ke arena?"tanya Xian.
"Langsung aja yoklah." jawab Zhou tanpa menunggu persetujuan yang lain.
Nata berjalan mendekati Zhou Stevie dan Xian "Gue ada urusan di kantor, kalian pergi duluan aja nanti gue nyusul." balasnya dingin sambil masuk kedalam mobil.
Tin.... Tinn.....
Mobil Nata berjalan meninggalkan Zhou Stevie dan Xian setelah mendapatkan izin dari ketiga temanya.
"yok kita ke area nyusul si Clar,"ujar Stevie masuk kedalam mobil dan menjalankannya disusul Zhou dan Xian.
Selama diperjalanan menuju tujuan, Nata yang melajukan mobilnya dengan ngebut, tanpa sadar Nata telah dihadang oleh ratusan orang yang berpakaian hitam, sepertinya mereka telah mengetahui tentang Nata yang akan mengambil jalan sepi ini untuk ke kantornya.
"Sialan!!!! sepertinya mereka mengetahui kalo gue bakalan lewat sini,"ungkap Nata dalam hati sambil memukul stir dan mulai menurunkan kecepatan laju mobil yang sedang dikendarai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Disisi lain, di mobil yang sedang di tumpangi Ibra berjalan kearah Yang sama dengan Nata, untuk menuju ke arah apartemen dirinya, karena hari ini dia telah kembali tanpa sepengetahuan Nata.
"bos, di depan sepertinya ada mobil yang di hadang"Ujar sopir Ibra yang melihat kedepan dan terdapat mobil Nata yang di hadang.
"Aishh merepotkan saja.tolong berhenti"Ujar Ibra sambil meletakkan bukunya di samping kiri dan mulai turun mobil.
"itu mobil Nata bukan?kenapa ada disini dan siapa mereka?"
__ADS_1
Ibra keluar dari mobil, lalu berjalan menuju Nata dan menatap tajam orang orang yang berada dihadapan gadisnya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
disisil lain Nata sibuk meraba bagian jok mobilnya,tatapan nya terus mengarah ke depan beberapa orang telah berjalan menuju mobilnya.
"Tenang, harus tenang Nat,"Ujar Nata di dalam hati dan sedikit panik karna dia tidak menemukan apapun senjata di mobilnya dan dia langsung ditarik keluar mobil oleh orang orang itu.
"LEPASIN TANGAN KOTOR KALIAN!," Ungkap Nata dingin, sambil menjauhkan tangan orang orang itu.
"NATA NATA AKHIRNYA GUE BISA NEMUIN KEADAAN YANG PAS SAAT LU SENDIRIAN." Jawab seorang lelaki yang berdiri dengan jarak sangat dekat dan memandang Nata penuh akan siasat licik. Niko Andalas lelaki yang selalu menginginkan Nata menjadi wanitanya.
"Untuk menemui gue sendiri, lu perlu bantuan sebanyak itu,"Balas Nata sambil tersenyum dan melirik orang orang di belakang Niko.
"Lu masih cantik aja, bahkan lebih cantik kalo lu berada di bawah gue," ucap Niko sambil mencium aroma parfum yang hanya terbuat khusus untuk Nata.
"Mimpi lu terlalu tinggi."
Nata langsung menghajar Niko dan menghajar setengah dari jumlah lawan, karena sadar akan kalah jumlah dan penuh luka akhirnya, Nata melarikan diri sambil menekan tombol Urgent yang terdapat di jam yang sedang digunakan nya yang langsung terhubung kepada sahabatnya.
Terlalu fokus Nata melarikan diri dari kejaran musuh dan menghindari tembakan peluru, membuat Nata menabrak Ibra yang telah berdiri di depannya.
"sayang, kamu kenapa di sini hayo kabur,"Ucap Nata sambil panik dan menggenggam tangan Ibra untuk berlari bersamanya.
"awas,," ungkap Ibra dingin dan menarik Nata kedalam pelukannya dan menghadang peluru yang mengarah ke arah Nata.
Terdengar suara tembakan yang mengarah kearah mereka membuat Nata memeluk Ibra erat, seakan Nata sadar dirinya tidak merasakan tembakan membuat dirinya menatap Ibra yang tersenyum kearahnya sambil menahan rasa sakit.
"Kok gue ga ngerasa sakit?darah? bodoh kenapa dia berkorban."
Nata berbicara dalam hati dan melihat darah yang telah memenuhi tangannya yang sedang memeluk Ibra dan kemudian menatap Ibra.
"sayang,kamu baik baik saja?"Ujar Ibra santai padahal di punggungnya terdapat peluru sambil terus memeluk Nata.
"kenapa kamu,nanya aku sayang. kamu terluka," Balas Nata yang bergetar dan berada dalam pelukan Ibra, membuat Sehun memeluknya dan mencium kening Nata untuk menenangkan gadis itu.
"aku ga masalah terluka asal jangan kamu, diem disini jangan berisik mereka tidak akan menemukan kita," ujar Ibra sambil bersembunyi bersama Nata.
Sedangkan Nata terus menekan peredaran darah Ibra untuk membuat darahnya berhenti keluar "kenapa mereka lama sekali menerima sinyal gue. Ibra maaf maaf banget,"Ujar dalam hati.
Ibra dan Nata tetap bersembunyi dibalik tembok yang penuh akan semak belukar,untuk menghindari orang orang yang mengejar mereka.
"CARI MEREKA SAMPAI DAPAT!!!."
Niko yang kehilangan jejak nata dan Ibra terus menyuruh anggota untuk berpencar.
"Gue pastikan gue dapatkan lu Nata." Ucapnya sambil geram melewati tempat persembunyian Nata.
"Tidak akan semudah itu lu memiliki wanita milik gue,"Ungkap Ibra dalam hati setelah mendengar ucapan Niko dan sambil memeluk Nata untuk memudahkan gadis itu melakukan tugasnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Disisi lain arena, anggota inti Ex- iscam, sedang bercanda gurau sambil menunggu pimpin mereka datang, sesuai janji untuk berkumpul diarena.
Ibra kembali membawa anggotanya, karena dirinya tau bakalan ada yang berusaha untuk menghancurkan dirinya kembali. dengan tujuan utama semua nya ia bawa kembali.
"Gilaaa... si kutub nyasar kali ya dari tadi ngomong di jalan tapi ga sampe sampe aja," Ujar Cleon sambil memakan kuaci yang tadi dia beli dijalan.
"Tumben sekali, si kutub ga seusai janjinya," Bales Ariel.
"Mungkin dia ada urusan mendadak, jadi ya telat kesini," sahut Sam sambil fokus dengan hpnya.
Sedang asik bercanda, mereka mendapatkan telfon dari supir Ibra.
"Hallo den maxi."
"iya pak ada apa? Dimana Ibra?" Balas maxi
"den tolongin tuan den, tuan tadi menolong gadis tapi tidak tau mereka lari kearah mana. aden kesini ya lokasinya udh bapak kirim."
" baik pak makasih."
" WOIII SI IBRA DALAM BAHAYA BURU TOLONGIN," teriak Maxi sambil masuk ke mobil, membuat ketiga teman nya langsung lari menuju arah mobil Maxi.
"apa yang terjadi we?" balas Cleon.
"Supirnya tadi nelfon gue, katanya Ibra nolongin cewek dan mereka ngilang gatau kemana," Balas Maxi sambil membawa mobilnya ngebut untuk menuju lokasi Sehun.
"cewek? sejak kapan Ibra mau berdekatan sama cewek kecuali si Caca bodoh itu?" balas Ical membuat semua menoleh ke arahnya.
"eh itu anggota cewek yang di kasih tau Ibra sama Kitakan?"tanya Maxi sambil melihat anggota Nata yang di lapangan
" keknya gue tau deh siapa yang di tolong Ibra,pasti yang tidak ada diantara keempat gadis itu,"balas ical dan mendapatkan anggukan paham dari mereka.
"Njir... si kutub nyolong start," Cleon.
" Tau aja yang cantik si kutub," Ariel
"ada apa sama lu. tumben lu mau nolongin cewek." Maxi.
"ini beneran si Ibra jatuh cinta kah?" Ujar Cleon.
"keknya iya, gak mungkin dia mau nolong perempuan,Caca aja ngak mau dia tolong,"sambung Maxi yang mengendari mobil menuju alamat yang dituju.
Hening itulah yang menggambarkan suasana mobil yang terisi keempat lelaki tampan itu.
"ini bukan nya lokasi anggota Black death bukan." ungkap Cleon sambil turun dan menatap puluhan mayat.
Keempat lelaki itu menelusuri jalan yang sepi dan terdapat puluhan mayat, untuk mencari supir Ibra.
"Pak ilham bukan?" Ariel menunjuk arah seseorang yang terluka dibalik pohon. membuat mereka berempat lari kearah lelaki paruh baya itu.
"pak,di mana Ibra," ujar Maxi yang sampai duluan.
"tuan pergi bersama wanita cantik untuk menghindari para musuh," pak ilham sambil menahan sakit di sekujur tubuhnya.
" Ariel lu bawa pak ilham ke Rs sekarang,"Titah cleon.
" oke," bales ariel sambil menggendong pak ilham di punggung nya dan berlari kearah mobil mereka, menjalankan dengan ngebut menuju RS.
__ADS_1
" jangan berpencar, kita gatau berapa musuh yang sedang mencari mereka berdua," titah Sam diangguki kedua temannya.
Ketiga lelaki tampan itu menyelusuri area sepi itu untuk menemukan orang yang mereka cari.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain arena, terdapat keempat gadis yang sedang menunggu sepupu cantik mereka datang, dan melihat tanda urgent di hp mereka sendiri membuat mereka lari kearah mobil yang terparkir.
"Gue duluan," Teriak Clarien sambil ngebut membawa motornya.
"Gue harap lu baik baik aja Nata," ucap mereka berempat sambil melajukan ngebut kendaraan mereka menuju lokasi gps jam Nata.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"IBRAAAAAA," Teriak ketiga lelaki yang sedang menyelusuri jalan sepi itu sambil melirik kanan kiri.
"Wahh wah wahhh ada inti Ex - iscam, ngapain bro lu semua ada di area musuh," ucap lelaki yang merupakan anggota inti black death, sambil menatap ketiga remaja itu. Abimana
"Dimana ketua kita," Sam dingin.
"Santai disini ga ada ketua lu," balas abimana.
"banyak bacot lu."
Setelah perkataan dari Cleon, ketiga lelaki itu melawan puluhan anggota black death yang berusaha menghalangi jalan mereka.
"Sial!! kita kalah jumlah," Jawab Maxi sambil terus melakukan perlawanan.
Dari arah yang berlawanan dari kedatangan ketiga lelaki tersebut, terdengar suara mobil dan motor yang dikendarai ngebut kearah mereka.
"MINGIRR OOII," teriak Maxi dan membuat mereka membukakan jalan.
Tiga mobil dan satu motor berhenti di tengah tengah keributan itu, dan menampilkan keempat cewek cantik yang menampilkan muka datar.
"Mereka disini."
Cleon sambil menatap mereka heran.
"Lu lupa ? salah satu dari mereka yang sedang bersama Ibra saat ini."
Maxi Sam Cleon menatap keempat gadis itu dengan tatapan tenang.
"Kalian?"
Abimana kaget, melihat kedatangan dari TR. yang dibalas dengan tatapan dingin dan aura yang tidak bersahabat dari keempat gadis itu.
"DIMANA NATA."
Clarien menatap Abimana dan anggota nya dengan pandangan tidak bersahabat.
"kita gatau," balas Abimana dengan gemetar. Membuat keempat wanita itu tersenyum remeh.
"Bohong lu ga natural."
Clarien turun dari motor, lalu memukul beberapa anggota Abimana dan membuat pertarungan yang sempat terhenti, lanjut kembali.
" MAXI LU PERGI CARI IBA DAN NATA, URUSAN DISINI BIAR KITA YANG URUS," teriak Sam dan mendapat anggukkan Maxi.
"Bawa ini, lu bakalan dapat posisi mereka berdua."
Xian melempar hpnya kearah Maxi dan melanjutkan pertarungan mereka.
Maxi berlari kearah Gps yang tertera di hp salah satu wanita yang sedang berkelahi itu. lalu dirinya menemukan Nata yang sedang berusaha berjalan kearah mereka.
"T- tolongin guee."
Nata sambil membopong Ibra dan menatap maxi.
"tarok dia dipunggung gue sekarang."
Maxi berjongkok dan mengkode Nata untuk menaruh Ibra di punggung nya.
Setelah mendengar Maxi, Nata menaruh Ibra di punggung Maxi dengan hati hati. Dan membuat Maxi dan Nata berlari menuju mobil salah satu sahabat Nata.
"Lu duduk dan pangku kepala Ibra paham." Maxi
"iya,udh buru" Nata masuk dan memangku kepala Ibra.
Melihat Nata dan Ibra yang sudah nyaman, Maxi mengendarai mobil tersebut dengan ngebut menuju Rs terdekat.
Sedangkan keenam remaja yang sedang berkelahi itu pun berhasil memukul mundur lawan dan mengalami luka luka.
Clarien yang melihat musuh mundur pun berlari menuju arah mobil Nata dan mengecek mobil tersebut.
"Sial ternyata Nata udh di pantau, bodoh!! gue terkecoh kali ini. "
Clarien menemukan cctv dan gps yang bukan, milik mereka di mobil Nata dan tidak menemukan brangkas senjata yang biasa selalu ada di mobil mereka semua.
"Ada apa cla," Stevie berjalan mendekati Clarien dan ikuti yang lainnya.
"Mereka udah tau Nata akan lewat jalan ini."
Sambil membalikkan Badan Clarien menunjukkan Gps dan cctv yang bukan milik mereka, membuat mereka terkejut.
"Ada Yang sabotase mobil ini." Ujar Sam dingin dan di anggukan Clarien.
"Yok kita susul mereka ke RS, nanti kita bahas disana, kita ga bisa nyerang mereka tanpa strategi,"ujar Cleon mendapatkan anggukkan mereka semua lalu berjalan kearah kendaraan mereka.
"Gue pastiin lu bakalan mati, Niko,"Desis Clarien sambil melajukan motornya ngebut mendahului ketiga mobil di belakangnya.
"Siapa pun Lu yang buat masalah, salah cari lawan lu bro," Cleon dan Sam berbarengan berbicara dalam hati dan mengendarai mobil Nata mengikuti Clarien yang berada di depan mereka.
"Gue bakalan sediakan tempat paling nyaman untuk lu tidur Niko,"Xian sambil mengikuti mobil Nata.
" Gue pastikan lu tidur dengan damai," Stevie fokus kedepan.
" Lu memancing malaikat maut yang lagi tertidur, Niko," ujar Zhou fokus mengendarai mobil mengikuti mobil Xian didepannya.
Ketiga mobil dan satu motor meninggalkan lokasi itu dan melaju ngebut menyusul salah satu mobil yang lebih dahulu meninggalkan mereka menuju RS.
__ADS_1