NATATUSHA

NATATUSHA
Chp 15


__ADS_3

Zhou berdiri meninggalkan ketiga adiknya, dan berjalan menuju keluar rumah sakit untuk mengambil barang yang dirinya minta ke Nata tadi.


" Mbak Zhou?" Tanya kurir


" Iya mas saya zhou" balas Zhou ramah.


" Ini pesananmya mba" kurir itu memberikan Zhou barang yang ia bawa.


" Ini uanganya, terimakasih mas" Zhou mengambil barangnya.


Zhou berjalan masuk kembali ke rumah sakit, ia berjalan menuju ruangan dokter. Semua dokter yang sedang beristirahat berdiri ketika melihat Zhou.


" Apa itu dok?" Tanya seorang dokter melihat Zhou membawa tas.


" Asi, kalian bisa cek dulu. Lalu berikan kepada bayi yang berada di kamar nomor 405" balas Zhou sambil meletakan tas itu,dan memberi nomor ruangan bayi yang membutuhkan asi.


"Baik dok" salah satu dokter itu mengambil dan mengecek asi itu, meminta izin kepada Zhou membawa satu plastik untuk di bawa keruangan bayi.


Zhou mengikuti dokter tersebut, berharap asi yang di berikan Nata Cocok untuk bayi itu.


Zhou melihat dokter di depannya itu, memasukkan asi yang berada dalam kantong  kedalam botol, lalu memberikan Dikit dikit kepada bayi yang berada di atas kasur yang di jaga oleh suster. Mereka menunggu reaksi bayi itu apakah cocok atau tidak, asi yang diminum oleh bayi itu tidak menimbulkan reaksi apapun.


" Dok, sepertinya ASI yang dokter berikan sangat cocok dengan bayi ini. Dia tidak menimbulkan apapun pada kondisi bayi"


" Baguslah jika begitu. Berikan bayi ini ASI eksklusif tadi, jika perlu lagi hubungi saya"


Zhou berjalan meninggalkan ruangan bayi itu,dan memasuki ruangan Xian sambil tersenyum. Ia membuka hpnya dan mengirim pesan.


" Nat, thanks untuk asi tadi. Ternyata sangat cocok dan tidak ada efek kepada bayi itu."


***


"Sayang aku harus pergi " ucap Ibra  yang telah rapih.


Lelaki itu telah rapih dengan stelan jas hitamnya, membuat ketampanan dan wibawa seorang Ibrahimovic ngeluar seketika. Nata yang sedang berada di dapur pun, mematikan kompornya dan berjalan menuju Ibra.


" Kamu mau kemana?" Tanya Nata


Ibra menyerahkan dasi kepada Nata dan naikan gadis itu di atas kursi kecil agar sejajar dengan dirinya.


" Aku ada urusan penting" Ibra menatap Nata yang sibuk dengan dasinya.


" Apakah akan pulang larut?" Ucap Nata.


" Tidak tau,ada apa sayang?" Ibra mengambil jam tangan dan memakainya.


" Tidak aku hanya bertanya saja" Nata tersenyum dan menepuk pundak Ibra merapihkan jasnya.


Ibra mengeluarkan sebuah kartu dan kunci, menyerahkan kepada Nata. Nata menerima itu sambil memasang wajah bingung.


" Kartu gold ini adalah akses masuk apartemen kita, yang platinum akses masuk untuk Zhou." Ibra menjelaskan kepada Nata, Nata hanya mengangguk.


" Dan kunci mobil ini, untuk mobil yang berada di bawah, aku berharap nanti kamu telah berada di apartemen. Karena aku akan kembali kesana" sambung Ibra.


" baiklah aku akan kesana, sebelum itu aku akan kembali kerumah sakit" ucap Nata.


"Kita liat, apakah apartemen ini telah menjadi namaku" 


Nata berjalan mengandeng Ibra menuju pintu rumah, mengantarkan lelaki itu sebelum pergi.


" Ya sudah, aku pergi jaga dirimu" ucap Ibra sambil mengecup bibir Nata sekilas dan mengusap rambutnya.


" Hati hati" Nata melambaikan tangan menatap Ibra yang berjalan menjauh.


Ibra berjalan dengan aura dinginnya, membuat beberapa orang yang berada di kawasan Nata memilih menunduk.


Ibra memasuki mobil dan mengendarai dengan kecepatan tinggi keluar dari kawasan tempat tinggal Nata.


Nata menatap kepergian mobil Ibra dengan dingin,lalu kembali masuk kedalam rumah sambil memutarkan kunci di tangannya.


***


Nata berjalan menuju ruangan Xian sambil meminum susu kotak favorit. Langkahnya terhenti ketika bertemu anak kecil perempuan yang terus menatap dirinya. Nata yang bingung pun menghampiri anak perempuan itu, ia berjongkok di hadapannya.


" Haiii" ucap Nata sambil melambaikan tanganya.


" Hai Kakak" ucap anak itu dengan riangnya.


" Kamu tadi menatap ku? Ada apa?" Tanya Nata


Anak perempuan itu menunduk sambil memelintir ujung bajunya "apakah kakak marah" ujarnya sambil terdengar sedih.


"Oh tentu tidak sayang" Tangan Nata mengelus rambut gadis itu. Gadis itu mendongakkan dan menatap Nata. Nata hanya tersenyum.


" A-aku ingin susu yang kakak minum" ucap gadis itu sambil menunduk kembali.


" Kamu mau ini?" Tanya Nata kembali, gadis itu mengangguk.


" Tapi sayangnya ini udah habis, bagaimana kalo kakak beliin kamu" ucap Nata sambil menoel hidung gadis itu.

__ADS_1


" Boleh?" Gadis itu menatap Nata berbinar.


" Hayo izin sama orang tua kamu dulu" ucap Nata.


Gadis itu mengangguk lalu menarik Nata menuju  ruang tunggu.


"Nenek" gadis itu menghampiri seorang wanita tua yang bersama sang suster, terlihat suster itu membisikkan sesuatu kearah wanita tua itu. Wanita tua itu hanya tersenyum , Nata yang menatap itu pun melirik sekitar.


" Boleh aku pergi sama kakak itu" ucap gadis kecil itu sambil menatap neneknya sedih. Neneknya mengangguk.


Gadis itu berlari menuju Nata dan mengenggam tanganya. Nata menatap anak kecil itu lalu menggendong nya.


" Hayok kakak kita pergi" ucap gadis kecil itu dengan semangat.


" Let's go" Nata sambil mengecup pipi anak itu sekilas.


Nata membawa anak itu, menuju minimarket yang berada di seberang rumah sakit. Nata masih menggendong anak perempuan yang menatap penuh binar kearah Nata.


" Jadi kamu boleh ambil apapun yang kamu mau" ucap Nata sambil menurunkan anak itu dari gendongannya.


" Tidak perlu kakak, cukup susu yang tadi saja" ucap gadis kecil itu sambil tersenyum.


" Siapa namamu?" Tanya Nata sambil menggandeng tangannya.


" Aku Vina" balas anak itu sambil mendongakkan menatap Nata. Nata menoleh kebawah dan tersenyum.


" Kalo Kakak namanya Nata" sambung Nata.


" Natadecoco?" Ucap anak itu bingung.


Nata tertawa mendengar ucapan gadis kecil itu, ia membuka lemari berisi susu dan mengambilnya beberapa dan meletakan di keranjang yang ia bawa. Nata menarik anak itu menuju rak lainnya. Nata mengambil beberapa Snack dan juga roti untuk Vina dan neneknya. Nata menggandeng Vina berjalan menuju kasir untuk membayar.


" Kakakkk.... " Vina itu menarik baju Nata.


" Iya sayang kenapa?" Tanya Nata, gadis itu menunjuk feerizer yang berisi es krim.


" Kamu mau?"  Vina hanya mengangguk.


" Ambilah kamu mau yang mana" ucap Nata.


Vina berlari menuju tempat es krim tersebut membukanya dan mengambil satu cup kecil. Vina kemudian berlari menuju Nata, sebelum sampai kepada Nata, Vina tidak sengaja menabrak seorang gadis, membuat es krim yang di pegangnya terjatuh di sepatu gadis itu.


" ANAK KECIL BODOH!!! LO GAK LIAT HAH SEPATU GUE KOTOR!!" Bentak gadis itu, Vina hanya menunduk sambil menangis.


" LO!!! BISA NGAK USAH BENTAK BENTAK ANAK KECIL JUGA NGAK SIH!!" balas gadis lainnya.


"dasar anak sialan!" Gadis itu mendorong Vina.


" Gosah nangis!!! Pokoknya Lo ganti sepatu gue" ucap gadis itu sambil menjambak Vina.


Semua orang yang berada disitu berusah melepaskan jambakana gadis itu kearah Vina, Vina hanya menangis merasa sakit di kepalanya.


Nata terkejut melihat keadaan yang terjadi, Vina yang menangis dan seorang gadis yang terus memaki nya.


" Ada apa ini" ucap nya dingin,membuat semua orang menatapnya.


" Lo siapa sih ikut campur aja, hey anak sialan ganti sepatu gue"  ucap gadis itu berusaha untuk menjambak Vina kembali.


Nata yang melihat itu tidak tinggal diam, ia menghempaskan tangan gadis itu.


"Lo !!! "


" Jangan sekali sekali pun kau berani menyentuh putri ku" ucap Nata sambil menampar waja gadis itu.


" Lo!!! Sialan dasar ******!" Bentak gadis itu.


Nata yang mendengar pun, langsung menjambak gadis itu,Menatap nya tajam. Gadis itu berusaha melepaskan cengkraman Nata di rambutnya.


" Mba, tadi anak mbak di Jambak MB"


" Terus tadi di dorong dan di maki maki"


"Iya mbak!! Jambak aja mbak"


" Viralkan mbak"


Nata menatap gadis itu tajam, dan melepaskan jambakan nya, kemudia menampar gadis itu dengan kuat, membuatnya jatuh terduduk di lantai.


Nata berjongkok sambil menggenggam erat dagu gadis itu tidak melupakan tatapan tajamnya.


"Sekali lagi kau berani menghina siapapun,akan ku pastikan hari itu terakhir kau berada di dunia ini" ucap Nata sambil menghempaskan muka gadis itu kuat.


Nata berbalik dan menggendong Vina. Meninggalkan tempat gadis yang masih di kerubunin para ibu ibu, Vina terus memeluk Nata dan menyembunyikan wajahnya. Nata mengelus punggung Vina untuk menenangkan gadis itu.


" Tidak ada sayang kakak ada disini" ucap Nata sambil mencium pipi Vina.


Nata berjalan keluar dari minimarket tersebut dan menyebrang memasuki kawasan rumah sakit, ia membawa Vina yang masih menangis ke taman. Nata menurunkan Vina kekursi dan berjongkok meneliti setiap jengkal badan Vina.


Nata memeluk Vina untuk menenangkan gadis kecil itu, Vina masih memeluk Nata dan berakhir dengan tertidur di pelukan Nata.

__ADS_1


Nata masuk kedalam rumah sakit, beberapa suster menyapanya. Nata hanya membalas mereka dengan senyum dan masih menggendong Vina.


Salah satu suster berjalan mendekati Nata " maaf dok, Vina biar saya yang membawanya. Anda telah di tunggu diruangan mba Xian."


Nata menyerahkan Vina kenapa suster tersebut "tolong antarkan dia kembali, jika dia mencari saya. Antar saja keruangan Xian."


" Baik dok" suster itu meninggalkan Nata sambil mengendong Vina.


Nata menatap kepergian suster tersebut, lalu berjalan menuju ruangan saudaranya yang bodoh itu.


Nata membuka ruangan Xian "Assalamualaikum."


Xian menatap Nata ngeri, Stevie merebahkan dirinya. Zhou hanya menggelengkan kepalanya.


" Lu kristen njeng!" Bentak Clarien.


Nata menggaruk kepalanya "oh iya gue lupa."


" Gini nih kalo sekolah cuma sampe gerbang" ucap Xian santai.


" Eh babi, itu bukannya Lo ya" balas Nata sewot.


" Eh iya njeng, kenapa gue buka aib" Xian terkekeh malu.


Nata menatap Xian ngeri lalu berjalan menuju sofa di samping Clarien.


" Gue ada info" ucap Clarien


" Besok kita semua akan berangkat untuk menjalankan misi" sambung Zhou.


"Oke kemana" Nata menatap mereka semua.


" Tapi Lo, tidak terlibat kali ini" ucap Stevie ragu.


Nata mengangkat alisnya sebelah. Zhou melirik Clarien menyuruh gadis itu menjelaskan kepada Nata.


" Canda woi. Santai aja muka Lo tuh, lo yang bakalan mimpin misi kali ini" ucap Clarien menatap Nata ngeri.


" Kapan?"


" Tengah malam nanti, akan ada helikopter yang menjemput kita di atas gedung ini" Zhou memberikan Kotak Informasi ke Nata.


Nata membukanya lalu kemudian mengangguk, dan menyerahkan kembali ke Zhou.


Nata menatap mereka semua "kita ubah strategi nya"


Nata menjelaskan strategi yang dia susun dalam sekejap setalah membaca kotak informasi dari sang kakek. Keempat saudaranya lain,menatap Nata penuh keyakinan karena jika wanita itu telah merubah strategi secara mendadak berarti ada yang salah dalam strategi pertama.


" Kami  paham" keempat gadis itu mengangguk menatap Nata.


****


Malam ini, kelima gadis yang begelar the ozama itu. Berjalan di atap rumah sakit, di depan mereka telah ada helikopter dan seorang pilot yang berdiri menyambut mereka.


Mereka menggunakan pakaian anti peluru yang telah di modifikasi menjadi baju kaos hitam, Zhou berjalan sambil membawa sebuah koper mini yang berisi peralatan mereka, Xian berjalan sambil memasukan beberapa barang yang dia perlukan, Stevie berjalan sambil merapikan rambutnya yang berterbangan dan menenteng iPad di tangannya, Clarien berjalan sambil mengisi amunis kedalam pistolnya, sedangkan Nata dia berjalan sambil meminum susu pisang di tangannya.


" Selamat malam nona, helikopter telah siap silakan. Tuan akan memberikan dimana kalian akan mendarat nanti"


" Terimakasih"


Zhou Stevie dan Xian masuk kedalam helikopter yang sedang menyala itu, mereka bertiga duduk di kursi belakang dan memakai pengaman.


Clarien membuka pintu di bagian depan,  ia duduk dan memasang sabuk pengaman. Melirik Nata yang masih berjalan santai.


" Si kampret! Orang udah siap dia santai kali" omel Xian menatap Nata.


" Santai lah" jawab Stevie.


" Semua persiapan telah selesai nona, selamat menjalankan tugas"


Nata mengangguk dan berjalan menuju sisi lain helikopter, ia duduk dan menggunakan sabuk pengaman. Ia menerbangkan helikopter yang membawa mereka ke tempat dimana misi mereka akan terlaksana.


" Tidurlah, perjalanan kita cukup jauh" ucap Clarien sambil sedikit berteriak.


Stevie Zhou dan Xian memejamkan mata mereka, mereka selalu percaya apapun yang di lakukan Nata. Karena gadis itu sudah sangat terlatih dalam Medan apapun.


Mereka berempat sempat iri kepada Nata, kakek mereka melatih gadis itu sampai sempurna. Tetapi, ketika mereka mengetahui alasan dibalik latihan keras yang kakek mereka lakukan untuk Nata,mereka memilih untuk tidak mengikuti program yang di lakukan Nata.


Nata terus menerbangkan helikopter mencapai tempat yang mereka tuju. Clarien terus bercerita sambil memantau keadaan malam ini, gadis itu terus meneropong setiap hal yang berada di bawah. Clarien tidak bisa tidur,karena bagi dirinya dan Nata malam adalah kehidupan mereka,jika siang mereka akan mengisi tenaga dengan tidur.


" Perkotaan kalo malam kelihatan cantik ya" Clarien terus meneropong kota dibawahnya.


" Iya tapi banyak manusia bodoh yang hidup dalam dunia malam" jawab Nata masih fokus menerbangkan helikopter.


" Berapa lama kita akan sampai?" Tanya Clarien menoleh kearah Nata.


"8 atau 10 jam " Nata mengangkat bahunya.


"Stok bahan bakar kalian bawa bukan?" Sambungnya.

__ADS_1


" Bawa noh di bagasi" jawab Clarien melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.


__ADS_2