
Nata yang memakai pakaian santai, memasuki unit apartemennya. Ia berjalan menuju ruangan pribadi Ibra, mencari lelaki itu.
Ketika dirinya membuka pintu, yang terlihat hanya kosong. Dirinya berjalan memasuki ruangan itu, melihat beberapa berkas di atas meja dan membacanya.
Tak selang berapa lama,ia berdiri dan berjalan meninggalkan ruangan Ibra, gadis itu masuk kedalam kamar.
Terlihat Ibra yang masih tidur tanpa atasan pun,membuat Nata menghela nafas berjalan mendekati lelaki itu. Dirinya fikir, lelaki itu telah pergi bekerja ternyata masih tidur di kamar.
"OM IBRAAAAAAAA"
Nata berteriak di kuping Ibra, lelaki itu terkejut lalu berteriak ketika menatap Nata.
"HANTUU!!!"
"Mata kau botak hantu," ucap Nata sambil melempar bantal ke muka Ibra, sedangkan lelaki itu memasang wajah tidak bersalah.
"Loh yngggg,ih jangan lah ngambek aku ngak sengaja"
Ibra memeluk Nata yang tidak berbicara sedikitpun kepadanya, lelaki itu terlihat menenggelamkan kepalanya dileher Nata.
Nata terus mendiamkan Ibra, salah sendiri kenapa lelaki itu mengatakan dirinya setan. Mana ada setan cantik seperti dirinya ini.
Jika dirinya hantu, mungkin para kuntilanak yang berada di pohon akan terasa minder berhadapan sama dirinya. Tapi sebenernya dia bukan setan, hanya sedikit titisan dakjal yang bersembunyi di balik topeng manusia.
Ibra yang merasa lelah di diamkan oleh gadisnya itu, mengangkat Nata untuk duduk di pangkuannya, Ibra memasukan tanganya kedalam baju Nata. Ternyata gadis itu tidak menggunakan apapun.
Nata memberikan akses untuk Ibra bermain dilehernya itu. Tangan Nata tidak tinggal diam, tangannya mengelus punggung Ibra.
Setelah cukup bermain di leher gadis itu,Ibra mencium bibir Nata dan **********,tanganya pun masih bermain di dada gadis itu,ibra tidak melepaskan sedikitpun.
Nata terkekeh melihat muka Ibra yang menekuk "kasihan."
"sialan siapa yang nelfon ku, kenapa harus di waktu yang tidak tepat ini," ujar Ibra di dalam hati
Suara dering telfon dari hp Ibra menyadarkan mereka berdua,dengan perasaan emosi Ibra mengangkat telfonnya. Nata segera menarik selimut dan menatap lelaki itu yang terlihat emosi.
"SAYA SEGARA KESANA"
Ibra menahan emosinya, dia tidak ingin menakuti Nata. Segera ia memeluk gadis itu.
" Apa apa?"
__ADS_1
"Aku harus segera pergi"
"Kemana?"
" Aku ada urusan jangan menungguku, mungkin satu bulan lebih aku tidak kembali,jaga dirimu" ucap Ibra ******* sebentar bibir Nata.
Ibra mengambil baju kaos yang ada di dalam lemari dan memakainya, ia berjalan keluar kamar dengan cepat.
Nata yang melihat itu hanya tersenyum puas, mengambil baju nya yang tergeletak di lantai.
Nata berjalan keluar kamar dan masuk kedalam ruangan pribadi Ibra.
Nata sangat hapal, Ibra tidak akan pernah memasang cctv ketika dia tinggal bersama Nata, dengan begini membiarkan Nata leluasa mencari bukti tentang dirinya.
Nata mengambil berkas yang di meja, memotretnya mengirimkan kepada seseorang dan meninggalkan ruangan itu.
*****
Nata dengan tidak santai menggedor pintu apartemen di hadapannya. menunggu seseorang membukanya pintu dengan rasa bosan yang melanda. tidak ada tanda pintu terbuka lama sekali, ia sedikit menendang pintu tersebut,sambil mengumpat. telfon yang berada di tanganya itu berbunyi, ia dengan kesal dan wajah malas mengangkat telfon itu.
"kalian di mana, kenapa tidak membuka pintu?"
"woi,,, sini buru kami ada di komplek. biasa kumpul sama ibu-ibu. Lo di cari buru sini"
Nata mematikan telfonnya secara sepihak, ia berlari menuju lift yang berada di lantai apartemennya itu, dengan sigap dirinya masuk dan menekan tombol lantai 1.
Di sisi lain, Clarien dan yang lain. sedang bergabung dengan ibu ibu komplek yang mengadakan arisan. Mereka di undang, dengan senang hati mereka datang ke sana. sekalian makan gratis.
"nak Clarien, mana nih nak Nata?" tanya ibu ibu dengan make-up emak emak jaman now.
"santai Bu, dia lari larian mungkin ke sini"balas Xian sambil mengambil nasi.
"oh iya, kenapa tidak di ajak sekalian tadi"
"gini ya Bu RT, anak itu baru bangun jam segini"
"dasar pemalas?" tanya salah satu ibu yang tidak suka dengan kehadiran mereka.
"bukannya pemalas Bu, dia itu seorang pengusaha. perusahaan dia berada di luar negeri,jadi kalo dia bekerja disaat kita semua tidur," balas Zhou
"alah perusahaan apaan dih"
__ADS_1
"itu mulut lancar banget ngatain orang, udah ngaca belom?" balas Nata yang baru datang.
"eh bocah sembarangannnnn kamu, ngak sopan"
"diem deh, berisik banget emng ibu di undang kesini? noh kelihatan banyak yg ngak suka sama ibu nya mending pulang aja" jawab Nata santai lalu berjalan menuju ibu ibu yang menunggunya.
ibu tersebut yang merasa malu pun akhirnya berjalan meninggalkan mereka semua, ibu ibu lain hanya tertawa.
"bagus nak, emang harus kaya itu, dia tuh biang onar di sini" Bu RT menatap Nata sambil tertawa di ikuti ibu ibu yang lainnya.
"sudah ibu ibu, suruh dulu nak Nata makan. ayok nak" salah satu ibu membawa Nata menuju meja hidangan. Bu Laras yang punya hajatan
"eh, gpp nih Bu?" tanya Nata tidak enak.
"gpp makan aja nak, ibu tau kamu belom makan kan" jawab Bu Laras, Nata hanya mengangguk.
Nata setelah mendapatkan izin, ia mengambil makanan untuk dirinya lalu duduk bergabung sama ibu ibu yang telah bergosip dengan saudaranya.
"loh serius Bu? yang mana orangnya penasaran nih" jawab Xian.
"tuhhh" ucap Bu Laras sambil mengkode dengan mata.
"pffttty" Xian menahan tawanya.
"i-itu Bu?ngak salah" tambah Stevie.
semua ibu ibu mengangguk dan mereka tertawa sambil melanjutkan cerita meraka. Nata dan Clarien masih sibuk makan, kuping mereka hanya mendengar lalu mengangguk untuk menyetujui usul ibu ibu.
****************
kelima gadis itu kembali ke rumah sang kakek, terlihat rumah mewah yang hanya terisi oleh keluarga besar Ozama. keempat gadis lainnya berjalan menuju daerah keluarganya tinggal, hanya Nata yang berjalan menuju ruangan pribadi tanpa niat kembali kepada paviliun keluarganya.
Nata mengunci dirinya di ruangan pribadinya, ia menatap lukisan keluarganya. tatapan kosong ia keluarkan sambil menatap lukisan keluarganya.
"apa kabar? Nata rindu kalian, kenapa harus pergi ketika nata belum kembali."
Nata duduk di kursi utamanya, membuka email yang telah lama dirinya abaikan. banyak email yang belum terbaca oleh dirinya.
dengan perasaan yang tidak baik baik saja, ia memutuskan untuk membaca satu persatu email keluarga dirinya.
" email apa ini,kenapa isinya penawaran untuk menjadi model?oh astaga boleh di coba,lumayan untuk beli bakso hahah"
__ADS_1
Nata mengisi biodata untuk ajang pencarian model itu, dirinya telah menerima email. Ia sambil tersenyum sendiri sambil menatap email itu.