NATATUSHA

NATATUSHA
Chp 04


__ADS_3

"Nat,,bangunlah we,"Ungkapnya dalam hati sambil memasang wajah khawatir dan berusaha membangunkan Nata.


"Minggir," Ucap Clarien dingin dan langsung menjewer Rival agar menjauh dari Nata, ya lelaki yang sedang berada di dekat mereka adalah Rival yang khawatir akan keadaan Nata.


"sakit njer," Rival berdiri sambil mengelus kupingnya.


"Mulai deh,, kalem Nata bakalan sadar udah jangan emosi," ucap Xian sambil menenangkan Clarien yang menampakkan wajah khawatir.


"Sorry... maafin adek kita dia emang gitu kalau udah berurusan sama Nata sekali lagi sorry," ucap Zhou pada Rival mengelus kupingnya dan masih menatap gadis cantik berbaring di kasur mewah itu.


"Gue tahu kok kalian khawatir jadi dahlah gue balik duluan besok aja kalo ada urusan apapun," balas Rival dingin sambil berlalu pergi meninggalkan kelima orang itu.


Rival berjalan menuju lantai bawah yang terdapat para sahabatnya yang sedang berbincang dengan Alvaro.Melihat Rival yang berjalan menuju arah mereka, membuat semuanya menoleh.


" Gimana udah sadar." Ungkap Maxi menatap Rival menunggu jawaban lelaki tampan itu.


"Belom, dia kecapekan kali kan perjalanan jauh, Ayo balik kita masih banyak pekerjaan," ajak Rival berjalan mendekati Alvaro dan berpamitan pulang, setelah mendapatkan izin dari Alvarodia berjalan keluar rumah diikuti keempat sahabatnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Nih... Nih nih kasih minyak kayu putih tumpahin aja dahh"ucap Stevie yang panik akan sepupunya yang tak kunjung bangun.


"Gilaa,Emang lo mauu diamuk Clarien? Ngadi ngadi jadi manusia," Ucap Xian sambil menjitak kepala Stevie tanpa perasaan.


"Aww,,sakit ogeb," ucap Stevie sambil mengelus kepalanya.


"Lagian lo,punya otak kenapa ga dipakai,"balas Xian dengan kesal menatap Stevie


"Ye kan gue panik," bales Stevie santai.


"udah,,,, kalian ngapain berantem segala," lerai Zhou yang melihat kedua sepupunya yang ribut.


"Bisa diem. Kalo ga bisa mending keluar jangan buat gue emosi," ungkap Clarien dingin.


Mendengar nada suara Clarien membuat, Xiab dan Stevie diem seketika sambil menatap khawatir Nata yang belom sadar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di balkon kamar sebuah mansion mewah, terdapat seorang lelaki tampan yang menatap gemerlap indahnya pemandangan kota yang menampilkan banyak lampu, dan kejadian siang tadi yang di alami gadis cantik, entah bagaimana kondisinya sekarang.


"gue harap lo segera pulih Nat, banyak yang harus Lo lakukan."


Setelah berbicara seperti itu, Rival berjalan meninggalkan balkon masuk kedalam rumah, dan mendapati sahabatnya yang sibuk berkutik dengan laptop.


"kalian sudah tau siapa mereka bukan?"


"sudah tapi kami tidak mendapatkan informasi apapun tentang yang kau gendong, Val"


"Dia Nata pemimpin kita, kedepannya kita akan berada di bawah Naungan dia"


mereka semua mengangguk, lalu melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda.


"apakah dia seram?"


"kalian semua sudah melihat king bukan? kemampuan king berada satu tingkat di gadis yang berambut pendek, jadi Lo semua tau gimana kekuatan dia."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Akhirnya bangun juga Lo,Nat," Ungkap Zhou lega sambil membantu Nata senderan di kepala ranjang.

__ADS_1


"Arghhh kepala gue sakit banget, rasanya pen gue copot," Balas Nata sambil memegang kepalanya.


"Jangan bege, nanti serem lu ga punya kepala," Balas Stevie sambil memberi air putih ke Nata.


"Nah itu tuh,,, gue juga khawatir kalo ga ada kepala," Balas Nata santai sambil minum kemudian di semburkan kembali.


" anjirrrr!!!!! ini air kok asin,lo kasih apaan cok," Balas nata sewot.


"Buset salah air," Balas Stevie sambil ngakak.


Nata sambil memasang muka datar menatap Stevie "Gue tandain lu."


Stevie yang mendapatkan tatapan dingin dari Nata "Maaf cuy," sambil nyengir.


Clarien masuk ke kamar diikutin Xian "Baru juga sadar lo udah rusuh aja, gimana ada yang sakit?," sambil menatap Nata.


"aman bestie," Ungkap Nata.


Xian menata meja kecil didepan Nata yang telah terisi full makanan "Makan lo baru sadar, heran gue lo pingsan atau latihan mati."


Nata memakan makanan yang telah disediakan "Simulasi dulu nanti kalo mati dah tau tata caranya."


"Gue yang paling waras cukup mengalah," Ungkap Zhou sambil mengelus dada.


"Napa lo, jantungan?"tanya Stevie sambil menoleh kearah Zhou.


Sambil memasang muka datar, Zhou berjalan kearah sofa kamar Nata "iye karena beban jagain lo semua."


"Ada kamera loh lambaikan tanganmu bestie," balas Xian sambil rebahan dilantai.


Clarien sibuk dengan laptop dan duduk di sofa sambil meminum kopinya. Membuat semua yang dikamar memandangi dirinya.


Sadar akan dipandang "Apa ngomong aja" ungkap Clarien sambil menatap yang lain.


Nata sambil Sambil memakai masker dan menatap Clarien dari kaca "Bener ada apa?"


Akses Gue di jebol sama orang nih shitt gue benci banget"ujar Clarien yang masih sibuk dengan laptopnya sambil menghidupkan rokoknya


"Kok bisa cil,dan kok lu tahu?"ucap Xian Sambil bangkit dari lantai menuju sofa samping Clarien.


"Loh Bodoh atau bego sih" ucap Zhou sambil melempar bantal ke arah Xian.


"Oh ya lupa gue ya maaf woy"ucap Xian sambil menangkap bantal yang di lempar Zhou.


"Dahlah gue ke supermarket depan dah mau beli rokok lagi rokok gue abis sama beli cemilan dah byee" Ujar Clarien yang sambil mengambil Jaket dan topinya dan berjalan keluar kamar menuju pintu


Sesampainya Clarien di supermarket dan dia sibuk mencari rokoknya dia gk sengaja di tabrak seorang laki laki yang tak lain adalah Ical


Clarien menoleh tanpa berkata apapun dengan muka datarnya dan membuat ical merasa gak enak hati


"Eh sorry sorry gue gk sengaja sorry banget yah"Ucap ical yang gak sengaja nabrak Clarien dan menatap wajah gadis dingin itu sambil berkata di dalam hatinya.


"Anjir tuh muka dingin banget tapi cantik sih ehh tapi kok kek kenal gue" ucapnya di dalam hati sambil masih bengong menatap wajah gadis itu.


Clarien yang menatap ical sekilas kembali mencari rokoknya dan pindah ke lorong makanan ringan.


"Ehh tunggu woii cewe es batu" ujar ical sambil menyusul Clarien.


"Pergilah Gue gak mau di ganggu"ucap Clarien dingin dan membuat ical diam dan lalu pergi ke kasir sambil membayar belanjaannya

__ADS_1


"Ehh loo...." Ucap ical kepotong karna di usir Clarien dan berlalu pergi ke kasir dengan perasaan yang gak enak di hati


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Snack buat lu pada"ujar Clarien dingin sambil melempar sekantong snack ke atas kasur dan langsung di serbu sama ke empat sepupunya itu


"Wihhh makasih cil tahu aja lo" ujar Xian yang sambil membuka snack dan liatin Clarien yang menghidupkan rokoknya dan berjalan ke balkon


"Hmm"hanya terdengar suara deheman Clarien yang langsung ke arah balkon sambil merokok


"Lo bisa g sehari aja gitu gk ngerokok?g sehat cuy" ujar Stevie yang mengambil rokok Clarien lalu menyalakan, merokok setiap hari kalau kata Clarien tuh "TIADA HARI TANPA ROKOK"


"besok jangan lupa misi dari kakek, dan juga ngambil barang Nata. Sekalian beli perlengkapan untuk sekolah," ujar Zhou sambil duduk di sofa.


" males gue," Balas Xian sambil buka sosmed


" lo mah pemalas. Pantesan ga maju maju idup lo," Balas Zhou lempar Xian dengan bantal.


"kalo bego ya bego aja asli, diantara kita berlima cuma satu yg paling pinter, udahlah kita lebih baik sadar diri," balas Clarien teriak dari balkon


"Nah denger itu, kita tuh bego ya cuma sok pintar aja," sambung Stevie yang duduk di samping Clarien.


Sedangkan keempat temannya ribut, Nata sibuk fokus membaca buku tebal yg digenggamnya.


"berisik lo pada, sono balik ke kamar kalian, besok jam 7 udh ada dimeja makan, kalo kalian telat liat aja hukuman dari gue."


Mendengar suara dingin dari Nata membuat keempat sepupunya lari kalang kabut keluar kamar.


" Sialan gue kira lo paling serem, ternyata ada bocah yg diam diam menghanyutkan." Ungkap Xian natap Clarien yg lari di sampingnya.


"Berdoa aja besok kita ga ada yng telat, lu


lo pada tau siapa Nata bukan," ungkap Zhou sambil masuk kekamarnya.


" Siap." Balas ketiga orang yg berdiri didepan kamar mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"hoammm...jam berapa nih?"ucap Zhou sambil bangkit dari tidurnya dan melihat jam yang terletak tidak jauh dari kasurnya.


"Kepagian gue bangun masih jam 5 dah mending gue mandi terus masak deh"ucap Zhou yang langsung ke kamar mandi dan bergegas untuk mandi.


setelah mandi Zhou bergegas turun dan langsung menuju ke dapur untuk masakin makanan untuk para sepupunya


"Masak apa nih yah gue?ah masak yang ada aja dah yang penting makan mereka"ujar Zhou sambil menyiapkan bahan untuk masak.


sementara di sisi lain di kamar Clarien Stevie dan Xian telah bangun, sedangkan Nata masih sibuk dengan berkasnya, dirinya belum tidur sama sekali. gadis itu hanya fokus kepada berkasnya, ia akan segera kembali ke Mansion sendiri dan melanjutkan pekerjaannya.


"akhirnya selesai juga saatnya manggil mereka" Zhou yang selesai masak terus menata makanannya di atas meja.


"CLAIREN XIAN STEVIE turun makanan sudah siap"suara teriakan Zhou yang terdengar sampai ke kamar para sepupunya itu karna Zhou menggunakan toa untuk memanggil mereka,ketiga gadis itu keluar dari kamar mereka menggunakan pakaian serba hitam, seperti yang di ingatkan zhou. bahwa hari ini Mereka ada misi.


"loh mau acara?banyak amat"ucap Xiab yang sambil duduk di meja makan dan ngambil piring dan sendok


"Ada apa gerangan nih banyak banget" Sambung Stevie yang melihat meja makan full oleh makanan buatan Zhou.


"eh, Nata mana" ujar Clarien sebelum memulai makannya. Xian dan Stevie mengangkat bahunya tanda mereka tidak tau.


"udah makan aja, dia pasti lagi sibuk. lagian dia ga makan yang kek ini" balas Zhou sambil makan.

__ADS_1


setelah makan, keempatnya berjalan keluar rumah sambil membawa peralatan mereka, memasuki satu mobil yang akan di Kendarakan oleh Clarien. karena hari ini gadis itu yang akan mengambil ahli.


sedangkan Nata, gadis itu sibuk dengan pekerjaannya. ia merapikan berkas yang akan dibawanya kembali ke Mansion.


__ADS_2