
Sehabis berbincang dan bercanda gurau bersama mereka berpamitan pulang kerumah masing-masing.
Ke esokan harinya di sekolah
"kring kring kring" beltanda masuk sekolah berbunyi. Semua siswa bergegas masuk ke kelas masing-masing. Di kelas nesa banyak kasak kusuk siswi terdengar tentang siswa ganteng yang baru muncul di sekolah.
"lo lat gak tadi di depan ada cowok ganteng banget" siswi no1
"Iya iya gua juga liat gantengnya bo kaya pangeran aja" siswi no 2
"sumpah gua gak bisa berkedip liat tuh cowok. Tito and the genk mah lewat ama tuh cowok" siswi no 3
"siapa sih tuh cowok kayanya siswa baru?" siswi no 1
"iya moga-moga dia sekelas ma kita, bisa cuci mata kita dari pada liatin mereka semua yang bikin mata tambah keruh" siswi no 4
Masih banyak lagi komentar yang lainnya. Nesa yang gak ngeh mulai bertanya pada temannya.
"mir ada apa sih kok tumben dari tadi semua pada kasak kusuk gak jelas, bahas apa emang?" tanyanya.
"Omegat omegat Nes lo gak tau apa?" tanya irda heboh. Nesa geleng kepala tanda gak tau.
"plak" paha Irda kena geplak Mira.
"Aduh sakit oge!" seru Irda sembari mengelus pahanya yang kena geplak Mira.
"Lagian lo udah jelas Nesa gak tau pake lo tanya lagi" jelas mira.
"Iya yah kok gua nanya kaya gitu?"
"Oh my God Irda udah ya pagi-pagi jangan jadi garem yah!" seru Ani.
"Kok garem emang gua asin?" tanya Irda.
"Gak, cuman lo naikin tensi darah mulu kalo lagi mode oon.
Belum sempat Irda membalas ledekan Ani bu guru masuk di ikuti seorang siswa di belakangnya. kelas mulai kasak kusuk lagi.
"OMG tuhkan cowok tadi!" siswi 1
"iya ya ampun mungkinkah dia jodoh gua" siswi 2
"jangan mimpi di siang bolong, gak liat apa lo mata tu cowok dari masuk kelas ngeliat kemana?" siswi 3
"OMG itu Nesa!" siswi 2
__ADS_1
"Iya jangan mimpi makanya" siswi 3
"Bakal ada couple seru nih di kelas" siswi 4
"Tapi kan Nesa terkenal anti cowok pasti di abaikan lagi!" siswi 2
"Ekhem...!" deheman bu Aini membuat kasak kusuk berhenti dan kelas hening kembali. semua mata fokus kedepan kelas termasuk Nesa. Dia terkejut melihat siswa baru itu.
"Itukan cowok yang gua tolongin malam itu? siapa ya namanya Adi edi oh iya Adnan," batin Nesa.Yah siswa baru itu adalah Adnan. Hari ini dia pindah kesekolah Nesa dan karena Ayah Adnan adalah donatur utama sekolah dia bebas memilih masuk kekelas Nesa yang merupakan kelas pilihannya. Adnan tersenyum ke arah Nesa membuat para siswi iri melihatnya.
"Lo utang penjelasan sama kita Nes tentang senyum tuh murid baru." bisik Mira di angguki teman yang lain.
"Iya gak sekarang tapi, nanti jam istirahat oke!" jawab Nesa.
"Baik semuanya kita kedatangan murit baru dikelas kita. silahkan pekenalkan namamu!" suruh bu aeni pada Adnan.
"pekenalkan nama saya Adnan putra kalian bisa panggil Adnan,"
"Baik Adnan silahkan duduk di bangku kosong di belakang Nesa!" kata bu aeni pada Adnan dan Adnan segera melangkah ke arah bangku kosong tatapannya tak beralih sedikitpun dari Nesa.
"Hai Nes masih ingat sama gua gak?" sapa Adnan saat di depan Nesa. Yang di sapa hanya tersenyum tipis. ke empat temannya menatap penuh tanda tanya padanya. Nesa hanya mengendikkan bahu. Setelahnya kelas berjalan seperti biasa.
"kring kring kring" bel istirahat berbunyi membuat para siswi bergerak mengerubungi Adnan. Nesa dkk berjalan menjauhi kerumunan. Adnan kualhan menanggapi mereka sampai tidak bisa munyusulnya.
Di perjalanan menuju kantin Adnan bertemu Tito and the genk.
"Kan gua udah bilang jangan sapa gua di sekolah!" seru Adnan.
"Sory bro kesepakatan dah batal kakak yang menyuruh kita ketangkep pasal pemerasan, jadi kita gak mau lakuin tugas dari dia lagi." jelas Dio.
"Tapi, gua tetap mo deketin Nesa. Gua yakin gua bisa dapetin hatinya." jawab Adnan.
"Terserah lo aja deh" pasrah Dio.
"Ya udah gua mau nyusul do'i kekantin dulu oke, bye" Kata Adnan kemudian berlalu meninggalkan mereka.
"menurut lo dia bakal berhasil gak?" tanya Dio.
"Tau ah tuh cewek kan jinak-jinak merpati. Gua sanksi dia bisa," jawab Tito di angguki Dio dan yang lain.
Di kantin Nesa di dudukkan lalu di tatap oleh ke empat sahabatnya.
"Kenapa lo semua liatin gua kaya gitu? emang gua ada utang sama lo pada sampe tatapan lo pada kaya tukang kredit yang blom di bayar setaun?" tanya Nesa.
"Iya lo ada utang. utang penjelasan tentang Adnan ganteng kenapa dia bisa kenal elo tapi lo gak pernah cerita pertemuan kalian?" tanya Irda.
__ADS_1
"Giliran cowok aja lo lemotnya ilang," ledek Nesa mengalihkan pembicaraan.
"Jangan melenceng dari topik jelasin dulu," seru Mira penasaran.
"Gua udah pernah cerita kok" jawab nesa.
"kapan....?" tanya mereka serempak.
"inget gak malam kita icip-icip makan di wrung tenda jalan mawar?" tanya Nesa, mereka hanya mengangguk tanda ingat.
"Pipi gua memar kena tonjok lantaran nolongin orang di keroyok preman," lanjutnya.
"Trus apa hubungannya Sama pertanyaan kita?" tanya Ani diangguki yang lain.
"Ya adalah soalnya tuh cowok murid baru yang tadi," jawab nesa membuat ke empat temannya kaget.
"Tapi lo gak bilang dia cowok ganteng dan gak sebutin nama," kata Devi.
"Emang penting ganteng gaknya tuh orang?" di angguki temannya.
"Gua lupa namany makanya gak sebutin, gak penting juga buat gua." lanjutnya teman-temannya hanya geleng-geleng kepala.
"Pesen makan gih gua laper karena lo pada habis korek info dari gua lo yang pesenin terus bayar." seru Nesa tersenyum menang.
"Biar gua aja emang lo mau makan apa?" tanya Adnan tiba-tuba dateng.
"Eh lo gak usah lah biar mereka aja," tolak Nesa.
"gak apa-apa gua aja itung-itung ungkapan makasih gua," tawar Adnan kekeh.
"Ya udah terserah." pasrah Nesa.
Selang beberapa lama makanan mereka datang dan mereka makan dengann tenang. Belum selesai makan, ulfi and the geng datang menghampiri mereka menyapa Adnan dengan lemah lembut sembari menyindir nesa dkk.
"Hai kamu anak baru itukan. Kenalkan nama aku Ulfi," sapa ulfi ramah sambil mengulurkan tangan, Adnan hanya nengangguk menyebut namanya tanpa nenyambut uluran tangan Ulfi. Tangan ulfi yang menggantung dia tarik balik sambil tersenyum kecut. Membuat Mira, Devi, Ani, dan Irda tersenyum mengejek.
"lo kok makan bareng kumpulan anak miskin ini sih? Gak risih lo dari penampilan lo kayanya orang kaya.?" tanya Riri nyolot karena sebenarnya gak ada yang tau dia anak pengusaha kaya raya termasuk para sahabatnya. Dia tidak suka orang mendekati dirinya hanya karena statusnya.
"iya mending sama kita aja!" ajak Ulfi.
"Gak usah gua nyaman kok sama mereka. malah gua risih ma lo pada jadi nyingkir deh gua eneg nyium bau parfum lo," jawab Adnan nembuat Ulfi and the genk malu dan berlalu tanpa kata.
"ha ha ha ha... sadis lo Adnan gua gak nyata tuh lidah udah kaya silet aja." Mira tertawa tebahak-bahak di ikuti yang lainnya.
"Udah kasian anak orang udah malu masih di ledekin!" seru Nesa.
__ADS_1
"gua bukan mau hina mereka tapi emang gua gak tahan nyium bau parfum yang menyengat," jawab adnan.
Setelah makan mereka ngobrol sambil bercanda bareng. Semenjak itu Adnan jadi akrab sama Nesa dkk. Kadang mereka ke kantin bareng ke perpus bareng bahkan hangout bareng. Kadang juga Adnan mengajak Nesa keluar berdua Nesa mau saja karena Adnan asik di ajak ngobrol. Nesa sudah nyaman dengan keakraban mereka bahkan Nesa menganggap Adnan adalah sahabatnya. karena memang dia tidak mau jalin hubungan lebih dari berteman sama cowok. setidaknya belum untuk saat ini.