
Aksa mengurai pelukannya lalu mengecup kening Nesa.
"Terima kasih sayangku." ujarnya dan Nesa hanya tersenyum mengangguk. Tak lama Nesa memicingkan matanya.
"Bukannya kita kesini untuk membahas tentang nyonya anggelista dan menjelaskan tentang kejadian di gedung jaya group tadi? kenapa sekarang berubah menjadi pernyataan cinta kakak huh?" tanyanya pura-pura sebel. Aksa tersenyum lalu mengecup ujung hidung Nesa.
"Tapi kamu suka juga kan sayang?" tanya Aksa.
"Iya sih(dengan suara pelan seperti menggumam) tapi tetap saja kakak harus jelaskan semuanya dan beritahu aku apa pun yang kakak tau." kekeh Nesa.
Aksa merubah posisi duduknya jadi menyamping, sebelah kakinya di atas sofa, tubuhnya bersender pada sudut sofa.
"kesinilah sayang bersender padaku" pintanya sembari menarik tangan Nesa. Nesa menurut saja duduk membelakangi Aksa dengan punggung bersender pada dada bidang Aksa. Satu tangan Aksa melingkari perut dan memegang tangan Nesa sambil sesekali memainkan jari jemari Nesa. Sedang tangan yang satunya lagi sibuk memainkan rambutnya.
__ADS_1
"Senenarnya aku selalu diam diam menyuruh orang-orangku untuk mengawasimu. Selama ini aman-aman saja sampai aku melihat berita kematian wanita yang mirip denganmu, semua jadi sedikit kacau. Beberapa kali ada yang berusaha mencelakaimu dan sebelum mereka melakukannya anak buahku sudah mengatasinya. semakin lama jumlah mereka semakin banyak dan keahlian orang yang di kirim semakin hebat. suatu hari anak buahku kewalahan dan tiba-tiba ada sekelompok orang asing membantu mereka. Ternyata mereka di tugaskan oleh seseorang yang entah siapa untuk melindungimu." terang Aksa. Nesa terkejut saat tau kalau Aksa selalu mengawasi dirinya selama ini.
"kenapa kakak selalu mengawasi aku dan sejak kapan itu?"tanya Nesa. Aksa menghela nafas.
"Separtinya aku harus menceritakan tentang pertemmuan pertama kita. Apa kamu ingat?" tanya Aksa.
"iya saat aku dan teman-teman berkumpul di kafe dan kakak ternyata juga di sana. Waktu itu kakak menegur Ani dan Ani memperkenalkan kakak pada kita semua. Iyakan?" tanya Nesa dan Aksa menggelengkan kepalanya membuatnya mengernyit bingung.
"Jangan bilang kalau kakak adalah anak itu. Anak yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar." serunya tak percaya. Aksa kembali menghela napas.
"Bukannya aku tak mau memberi kabar. Bisnis papi di kota B mengalami masalah dan butuh waktu lama untuk menyelesaikannya. Papi memutuskan membawa kami sekeluarga ke kota B. Hari itu aku ke danau menunggumu sampai 3 jam lamanya dan sampai bidyguard papi menemukan dan membawa paksa aku pulang kamu tak kunjung datang. Aku sangat sedih dan takut kamu akan kecewa karena aku menghilang tanpa kabar tapi aku tidak punya pilihan lain. kami segera berangkat ke kota B. Di sana aku berusaha giat belajar dan berusaha agar dapat menyelesaikan studiku lebih cepat agar dapat segera kembali kemari. dan saat aku selesaikan s1 ku, aku segera meminta papi memberiku tugas di kota A. Begitu tiba di kota A aku berusaha mencarimu. Walau susah karena aku cuma tau namanu saja dan pada akhirnya justru Ani yang lebih dulu mengenalmu." jelasnya.
"maaf" katanya penuh penyesalan dan nesa memeluk aksa dengan erat.
__ADS_1
"tidak perlu meminta maaf. Bukan salah kakak dan sekarang aku bahagia telah menemukan kucing cengengku kembali, cup." katanya lalu mencium pipi Aksa membuat Aksa terkajut dan bahagia. Mereka kembali ke posisi nesa dalam dekapan membelakangi Aksa dan Aksa kembali memberi tahu Nesa apa yang terjadi.
"Aku mencari tahu siapa orang yang mengawasi dan melindungimu selain aku dan yang kutau mereka berasal dari group jaya dan yang membuat aku bingung yang berusaha mencelakaimu juga dari group yang sama. jadi, untuk saat ini tidak aman buatmu berada di sekitar mereka yang ada kaitannya dengan jaya group." jelasnya.
"selama ini yang bisa aku simpulkan bahwa latar belakang dirimu tidaklah sesederhana yang tampak bahkan kamu pun tidak sadar bkan?" tambahnya.
"lalu siapa sebenarnya aku? kalau di lihat dari reaksi mama saat aku tanya tidak ada kebohongan sedikitpun aku dapat. Tapi semua ini membuat aku semakin bingung." tanya Nesa sedih.
"kamu tenang ada aku di sisimu. Aku akan berusaha mengungkap rahasia apapun itu untukmu." terangnya.
"Terima kasih.!" saut Nesa.
"Jangan berterima kasih karena itu sudah kewajiban aku sebagai kekasihmu." tegurnya dan mendengar kata kekasih pipi Nesa mulai bersemu kembali.
__ADS_1