
Setelah di dalam mobil dan semua temannya pergi Aksa mulai bertanya pada Nesa.
"Gimana? Gak ada yang menyulitkan kamu kan?" Tanya Aksa pasalnya kekasihnya itu memasang wajah kesalnya.
"Mereka itu sahabat aku jadi mereka akan bahagia kalau aku bahagia." jawab Nesa.
"lalu apa yang membuat wajah cantik pacarku ini tertekuk seperti itu hm?" tanya Aksa sambil mengacak rambut Nesa.
"kakak dan adik ini nih yang membuat aku kesal." jawab Nesa menunjuk Aksa membuat Aksa mengernyit heran.
"Apa yang di lakukan Ani dan apa yang aku lakukan yang membuat sayangku kesal hm?" tanya Aksa
"Ani membuat aku mentraktir semua teman dan parahnya dia bawa kita ke kafe dan makan sepuasnya habis uang jajanku untu 2 bulan. 4 bulan ke depan aku harus ekstra irit biar keuangan aku gak kacau. Sedang kakaknya ini, sudah bilang mau hubungan kita itu rahasia tapi di depan umum mepet mepet aja. malah bikin malu main cium cium di depan yang lain lagi." keluh Nesa dan Aksa tersenyum di buatnya.
__ADS_1
"Karena traktiran itu untuk pajak jadian kita biar aku yang ganti oke? Aku tak mau pacar aku kurus karena mengirit uang jajan. Kalau soal yang satu itu kakak janji deh akan tahan diri saat di tempat umum tapi, (tersenyum melirik Nesa) kalau kita berdua saja aku bisa manja manja kaya gini kan?" tanyanya sambil menarik Nesa masuk ke dalam pelukannya.
"Kak pulang yuk udah sore banget ini."
"Bentar aku mau isi tenaga dulu. soalnya udah dari pagi gak ketemu." jawab Aksa sambil terus memeluk dan sesekali mencium kening kekasih tercintanya itu. Nesa hanya bisa membiarkannya karena dia pun merasa nyaman dan terlindungi di dalam pelukan kekasihnya itu. Setelah 10 menit berlalu Nesa mulai protes.
"Udah ah kak. ayo pulang keburu malem nanti mama khawatir. lagian aku mau bantu beres beres rumah persiapan pernikahan mama sama om Rinto."
"kita mau ke mana emangnya kak?" tanya Nesa
"kita cari kebaya buat mama sebagai hadiah kejutan sebelum menikah. Walau sederhana setidaknya mama tetap harus tampil berbeda dari hari biasa. sekalian kita cari baju couple buat kita." jawab Aksa membuat Nesa tersenyum
"memang terbaik deh pacar aku ini. cup!" seru Nesa lalu mengecup sekilas pipi Aksa membuat Aksa tersenyum lebar.
__ADS_1
Aksa mulai menjalankan mobilnya. Dia berkendara dengan kecepatan sedang dan setelah 30 menit berkendara mereka sampai di sebuah butik yang terlihat mewah dan elegan sekali lihat saja sudah dapat di tebak hanya orang kelas atas yang mampu membeli baju yang terpajang di dalamnya. Bagaimana tidak, selembar bajunya setidaknya setara dengan gaji setahun kariawan biasa. Melihat butik yang mewah Nesa sedikit tak nyaman.
"Apa tidak sebaiknya kita ke tempat yang lebih sederhana saja kak?" tanya Nesa
"memang kenapa hm?" tanya Aksa balik
"Ini tempatnya pasti mahal deh kak." jawab Nesa membuat Aksa tertawa
"ha ha ha ha kamu ini ada ada saja. Tidak masalah sayang jangan sungkan sungkan dengan kekasihmu ini. walau aku tau kau tak mau menjadi beban atau bergantung sama orang lain. tapi, setidaknya buat aku jadi pengecualian. Aku selama ini bersusah payah mengumpulkan pundi pundi uang untuk kamu jadi gunakan sesukamu jangan buat usahaku seperti tak di hargai. oke?" Tanya Aksa dan Nesa hanya mampu menghela napas dan mengangguk pasrah mengiakan.
"Ayo masuk dan kita akan pilih baju untuk mama. Tapi, sebelumnya kita harus pilih baju untuk kamu ganti dulu. masa kamu keliaran malam malam pake seragam?"
"iya. Ya udah ayo masuk biar bisa cepet selesai."
__ADS_1