Nesa

Nesa
Truth or deal


__ADS_3

Semua yang ada duduk mengelilingi meja. Aksa duduk di samping kiri Nesa dan di samping kanannya Ani segera duduk sehingga Adnan hanya mampu duduk di tengah Ani dan Mira.


"Nah giliran pertama gua yang mulai oke?" seru Ani antusias di angguki saja oleh yang lain. Botol mulai di putar dan mengarah pada Aksa.


"kak Aksa!" seru Ani, Mira,devi dan irda bersamaan. Nesa hanya melirik ke malu ke arah Aksa.


"oke kak truth or deal?" tanya Ani antusias membuat Aksa melirik waspada ke arah Ani.


"asli nih anak pasti punya ide gila lagi ngejain gua. awas aja lo kalo sampe ngerjain gua ntar gua potong tuh duit jajan lo" batin Aksa.


"Ayo kak buruan truth or dear nih?" Tanya Ani.


"truth aja deh" jawab Aksa pasrah.


"pertanyaannya adalah apa kakak sedang jatuh cinta?" tanya Ani langsung dijawab


"iya" oleh Aksa.


"kalau ada siapa namanya?" tanyanya lagi.


"Adek kakak yang manis satu ronde cuma sekali nanya sayang!" seru Aksa gemas.


"kakak ku yang ganteng nya gak terbantahkan tadi itu pertanyaannya belum kelar tapi kakak udah jawab. enak aja pertanyaan segampang itu." jelas Ani sambil tersenyum merasa menang sudah menyudutkan kakak tersayangnya itu.


"Tuh kan udah gua duga nih anak mulai usil. ya masa gua nyebutin nama Nesa? gak belum saat nya. Gua belum beneran sukses sekarang buat bisa jagain dia dari mereka semua. Gua harus sabar supaya kucing kecilku ini tidak terluka." batin Aksa.


"jangan ngelamun melulu kak. jawab dong!" seru Ani. Tanpa ba bi bu Aksa lantas meminum air dalam gelas sampai tandas.


"yah kok milih hukuman sih?" tanya Irda kecewa.


"kan terserah saya mau pilih apa." jawab Aksa.


"Nah sekarang giliran gua yang muter!" seru Aksa. Botol mulai di putar dan perlahan berhenti di hadapan Nesa.

__ADS_1


"Truth or dear?" tanya Aksa.


"Truth aja deh!" jawab nesa pasrah.


"Berapa kali lo pernah ciumman dan siapa yang pertama nyium lo?" tanya Ani membuat Aksa dan Adnan pasang telinga dengan sedikit gelisah penasaran dengan jawaban yang akan di lontarkan Nesa.


"Gak pernah sama sekali," jawab Nesa santai membuat semua temannya menatap ke arahnya apalagi setelah pernyataan berikutnya.


"pacaran aja gak pernah apa lagi mo ciuman ya masa gua ciuman ma pacar orang lain." lanjutnya. Membuat Aksa dan Adnan tersenyum tenang. Sedang para sahabatnya terbelalak.


"jadi benar lo gak pernah pacaran?" tanya Mira.


"Gua kira lo bilang gak mau pacaran gara-gara patah hati" lanjutnya dan yang lain ikut mengiakan.


"kebanyakan nonton drakor sih lo pada jadi hidup elo tuh penuh dengan drama." jawab nesa sambil geleng geleng kepala tidak menyangka kalau temannya bisa berfikir seperti itu tentang dirinya.


"Ya kan kitakan mikir gitu soalnya lo cuek banget kalo ada yang nembak lo. Bahkan lo nolak mereka santai tanpa beban gitu. padahal, yang nembak lo itu ganteng semua loh." terang Devi.


"Ya udah gak usah di bahas lo semua udah gak penasaran lagikan? kalo masih gih nanya buruan biar gak asal mikir lagi lo tentang hidup gua." tanya Nesa.


"sampai gua bisa mandiri atau sampe ada yang bisa ngebuat gue yakin kalo dia emang pilihan yang tepat." jawabnya membuat semua hanya manggut manggut paham.


"Ya udah giliran gua yang muter botolkan?" tanya nesa semua mengangguk. Botol terputar perlahan berhenti di Aksa lagi.


"kok gua lagi sih?" tanyanya.


"jangan salahin gua kak salahin noh botolnya." jawab nesa asal sambil tersenyum.


"truth or deal kak?" tanya Nesa.


"deal aja deh." jawabnya takut di tanya sembarangan lagi.


"kalau gitu kakak getokin semua tuh pala mereka soalnya udah berani mikir tentang gua yang aneh aneh!" tantangan dari Nesa tanpa menunggu lama.

__ADS_1


"tok tok tok tok tok" suara getokan kepala mereka.


"aduh sakit woi"


"aduh lah kok gua juga kena kan gua gak ikut ikutan mikir gitu tentang elo." protes Adnan.


"gak adil aja kalo lo gak ngerasa." jawab Aksa dengan santainya membuat Adnan geram.


"udahan ah capek gua. Besokkan kita mo main di pantai nih mending istirahat aja dulu gak cape apa lo perjalanan jauh?" ujar Nesa lalu bangkit.


"hoam gua udah ngantuk kalo kalian mo lanjut ya lanjut aja" lanjutnya.


"gua juga udahan ah cape mo tidur." jawab Ani


"ya udah yok ngantuk juga gua." ajak Devi. Irda dan Mita mengangguk lalu bangkit menyusul Nesa dan Ani yang sudah duluan masuk. sedang Adnan dan Aksa bangkit tanpa mengucapkan apa apa lagi segera ke kamar masing masing.


Saat tengah malam Nesa mimpi buruk dan terbangun.


"Huff untung cuman mimpi. tapi kok gua bisa mimipi kaya gitu sih? ah mungkin cuma bunga tidur aja. Tapi, siapa wanita yang seumuran bunda itu? kok mirip gua manggil gua abaknya lagi. au ah pasti cuman bunga tidur." gumamnya menatap mamanya.


"jadi haus gua." gumamnya lalu bangkit jalan ke arah nakas di atas meja samping tempat tidur.


"yah kok habis sih" keluhnya melihat teko air yang di angkatnya kosong.


"Terpaksa deh ke dapur dulu ambil air mana haus banget lagi." gumamnya lalu berjalan keluar kamar membawa serta teko air yang telah kosong itu untuk di isi kembali di dapur. Saat jalan ke arah dapur Nesa mengerutkan alis heran soalnya terlihat lampu dapur menyala.


"siapa yang masuk dapur tengah malam gini yah?" gumamnya sambil tetap berlalu ke arah dapur. Sampai di pintu dapur dia terkejut melihat siapa yang ada di dalam dan orang itu pun terkejut melihatnya dan dengan segera mengganti raut terkejutnya menjadi tatapan lembut.


"Mau ambil minum juga ya?" tanyanya setelah melihat teko air di tangan Nesa. Nesa hanya mengangguk swmbari tersenyum.


"nih ambil ini saja nanti gua isi lagi." sambil mengambil teko air di tangan Nesa yan kosong menukarnya dengan teko air miliknya yang sudah terisi panuh. Nesa tersenyum kearahnya dengan hangat dia pun membalas senyum Nesa tak kalah hangatnya.


sekali lagi author ucapkan terima kasih banyak bagi yang mau membaca novel karangan author. jangan lupa tinggalkan jejak dengan like dan komennya juga ya?

__ADS_1


salam hangat author


__ADS_2