Nesa

Nesa
eps 27


__ADS_3

Saat sedang makan Devi sedikit melamun dan membuat Nesa bertanya karena heran dengan perubahan sikapnya.


"lo kenapa Dev? kok melamun." tanya Nesa


"Enggak kok cuma agak mules dikit. gua ke toilet bentar ya?" jawab Devi beralasan


"Ya udah sono jangan sampe beser" jawab Irda


"hus banyak orang makan jangan kaya gitu. ya udah gih sana. perlu di temani?" tanya Nesa pada devi dan Devi menggeleng. Devi bangkit membawa tasnya.


"lo mo ke toilet ato balik sih pake bawa tas segala?" tanya Ani mulai ikut curiga sama tingkah Devi yang tiba tiba murung dan diam.


"Gua lagi dapet. pembalut gua ada dalem tas. ya kali gua neteng neteng pembalut di depan banyaknya pengunjung kafe ini." alasan Devi.


Sesampainya di toilet tangis yang di tahan sedari tadi mulai pecah. Devi menangis sambil menutup mulut agar isakannya tak terdengar keluar bilik toilet.


"Kenapa hiks. kenapa hiks dari banyak laki laki hiks yang mengejar ngejar lo. lo harus hiks pilih kak Aksa sih Nes?" tanyanya sendiri sambil terisak.


"lo gak tau apa gua itu sudah lama suka sama kak Aksa. Bahkan gua selalu berusaha berada deket kak Aksa saat ada kak Aksa di deket kita. apa lo gak bisa liat gua coba deketin dia. huhuhu." air matanya kian deras mengalir.


"Apa gua yang kurang peka ya? Bodoh lo bukan kurang peka tapi lo berusaha untuk nutup mata melihat perhatian kak Aksa yang berbeda saat sama Nesa." omelnya sendiri pada dirinya.

__ADS_1


"percuma gua comblangin dia sama banyak cowok yang deketin dia.


lo pembohong katanya lo gak mau pacaran ternyata lo nunggu kak Aksa toh.


Gak gua gak bisa gini terus. Gua harus iklas kalo sahabat gua bahagia. Ya vua pasti bisa vua cuma butuh waktu nenangin diri." putus Devi. Dia tidak mau teman temannya melihat mata bengkaknya dan belum sanggup bertemu dengan Nesa. Akhirnya dia putuskan keluar dari kafe diam diam. lalu mengirim chat pada grou temannya bahwa dia harus buru buru berangkat ke luar kota karena eyangnya sakit.


"Nih anak buru buru banget. pasti eyangnya sakit parah." kata mira prihatin tanpa curiga sedikit pun.


"iya mungkin. kita doakan saja semoga eyangnya Devi baik baik aja. Aamiin," do'a Nesa diamini oleh temen yang lain.


"Ya udah yok balik udah sore banget ini." seru Ani.


"iya. tunggu bentar. mbak bilnya..!" panggil Nesa pada pelayan.


"Hai" sapa Aksa sambil melambaikan tangan.


"ciye cie di jemput nih ye?" goda temen teman Nesa.


"Kok di sini? Bukannya lagi meting bareng klien?" tanya Nesa sambil tersenyum. Aksa menghampiri dan meraih kepala kekasihnya dan mengecup keningnya sayang.


"Ekhem. jangan mesra mesra di depan umum dong. kasihanilah kami yang jomblo ini!" sewot Ani.

__ADS_1


"Iya ih kalian ini katanya mo di rahasiain tapi mesra aja di umumin." tegur Mira.


" iya ih kakak. jangan kaya gitu. kan aku malu." kata Nesa malu malu.


"Maaf yank habis kangen seharian gak ada kabar. ini aku dari tempat meting langsung ke sini." jawab Aksa.


"Ya udah gih lo balik bareng kak Aksa kan? gua pake motor lo ke market bentar ya?" izin Ani karena memang dia boncengan bareng Nesa ke sekolah. karena dia menginap di rumah Nesa sejak 2 hari lalu.


"Ya udah yok kita pulang juga deh. udah mau malem ini." kata Mira


"iya yok." irda


Aksa membukakan pintu Nesa dan membantunya masuk dengan melindungi kepala Nesa agar tidak terbentur. lalu dia menutup pintu dan berjalan memutar lalu duduk di kursi kemudi.


"An langsung balikkan ka rumah?" tanya Nesa


"iya bu" jawab Ani lalu berlalu.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata menatap penuh kesedihan ke arah mereka.


"mereka memang saling menyayangi. begitu serasi bersama." kata Devi sendu.

__ADS_1


"aku harus mengakhiri perasaan aku sama kak Aksa sebelum merusak persahabatan kami." lanjutnya meyakinkan dirinya sendiri.


"semangat devi. kamu pasti bisa."


__ADS_2