Nesa

Nesa
Liburan


__ADS_3

Hari ini adalah hari di mulainya liburan sekolah. Nesa mengajak Aisyah, Rinto dan teman-temannya liburan. Alhasi Adnan menawarkan libur kepantai dan menginap di villanya.


"Liburan ya? Gimana kalau kepantai daerah selatan kota B gua punya vila disana itung-itung hemat biaya penginapan," tawarnya.


"Boleh juga tuh denger-denger pantai di sana indah jadi penasaran," jawab Ani antusias.


"Tapi, kota B kan jauh kasian mama kalo naik motor jauh," tolak Nesa.


" naik mobil aja kita biar nanti kak Aksa yang jadi supir kita." saran Ani.


"Emang kak Aksa mau?" tanya Nesa.


"kak Aksa kan mulai sibuk kerja nanti ganggu kerjaan dia lagi." tambahnya.


"Ya udah gua telfon dulu nanya orangnya bisa apa gak." jawab Ani.


"tut tut tut" bunyi sambung pertama belum di angkat. Pada bunyi berikutnya baru di angkat.


"Ya assalammu alaikum dek kenapa?" tanyanya.


"Wa alaikum salam kak. Gini kak langsung aja kita mau liburan ke kota B karena temen kami ada yang punya vila di sana mama aisyah bakal ikut Nesa gak mau kalo mama kecapean naik motor jauh. makanya ķita mo tanya kakak bisa gak anterin kita kalo perlu ikut gabung bareng kita." terang Ani.


"kapan berangkatnya dek?" tanyanya.


" dua hari lagi kak." jawab Ani.


"Oke kakak ikut dua hari lagi kita beragkat." kata Aksa membuat Ani kegirangan.


"Hore.... kakak memang kakak palig the best deh seantero jagad. makasih kakakku sayang!" sorakkya girang.


"hm sama-sama. ya udah kakak kerja dulu." katanya.


"iya kak. Assalamu alaikum.!" pamitnya di telefon langsung mematikan sebelum kakaknya menjawab.


"Oke semuanya beres kakak udah setuju ikut libur bareng kita jadi kita naik mobil." seru Ani.


"sempit dong kalo naik mobil semua?" tanya irda.


"ngak kok kitakan cuma berdelapan tambah kak aksa sembilan nah mobil yang di pake gede kok kita berempat kan kecil semua bodinya jadi bisa di tengah berempat. Nah Mira duduk di belakang bareng Adnan ma om Rinto." ya mereka semua kenal Rinto. Tapi, taunya cuman sebagai kerabat Nesa. Aisyah yang sudah tau kerjaan Nesa dan Rinto mengiyakan hubungan itu. karena, takut ada yang tau kerjaan anaknya yang walau gampang bagi Nesa tetap berbahaya baginya kalau banyak yang tau identitasnya sebagai heackers.


"Gua gak usah masuk hitungan. Gua berangkat duluan besok nyiapin vilanya sama keperluan lainnya disana. Nanti tinggal gua sharelock posisi gua ma kalian." terang Adnan.

__ADS_1


"tuhkan jadi pas. tiga belakang, tiga tengah, dan dua depan." seru Ani tersenyum penuh arti kearah Nesa.


"Napa lo senyam senyum gak jelas kaya gitu mencurigakan banget lo?" tanya Nesa curiga akan kelakuan Ani.


"Gak lonya aja yang kelewat curigaan gua cuman seneng mo berangkat liburan. Lo kasih tau mama ma om Rinto gih biar siap!" jawab Ani tetap tersenyum.


"Iya nanti di rumah gua kasih tau bunda sama ngabarin om Rinto." jawab Nesa masih memicingkan mata melihat curiga akan senyum Ani jepadanya.


"Ya udah balik yuk kasian bunda di rumah sendiri di rumah gua duluan ya!" seru Nesa.


"Iya gua juga udah mau pulang nih siap siap besokkan gua udah berangkat duluan yuk bareng ke parkiran." tawar Adnan pada nesa di angguki olehnya.


"kita kita juga balik nih yok sekalian bareng!" seru Ani di angguki yang lainnya.


Sampai di rumah Nesa langsung mencari mamanya.


"Assalamu alaikum... mama.... ma .. mama...!" serunya heboh.


"wa alaikum salam bunda di sini nak di halaman samping." jawab Aisyah.


"ngapain mam?" tanya Nesa setelah duduk di samping mamanya.


"gak cuma duduk-duduk aja nikmatin udara sore hari." jawab Aisyah.


"Jauh amat nak kekota B. Gak bisa yang deket-deket aja?" tanya Aisyah balik.


"kebetulan temen aku ada vila disana ma deket pantai lagi. kak Aksa juga udah siap mo bawa kita pakai mobil jadi gak masalah jauh dikit." jawabnya.


"Ya udah kalau rencananya udah mantap mah," jawab Aisyah tersenyum penuh arti pada nesa.


"Jadi kak Aksa nih yang anter?" tanya Aisyah sambil menaik turunkan alisnya tersenyum ke arah Nesa seperti menggodanya.


"blush" pipi Nesa sontak memerah di goda Aisyah.


"Mama apaan sih. Awas aja ma sampe bocor aku bakal ngambek loh." ancam Nesa.


Yah memang Nesa udah tertarik ma Aksa semenjak mereka kenal karena melihat Aksa yang penyayang dan peduli terhadap Ani. Apalagi Aksa selalu lembut dan perhatian padanya setiap kali bertemu. Tapi dia pendam perasaannya soalnya dia tetap pada prinsipnya yang gak ingin pacaran dan dia juga gak mau persahabatannya dengan Ani terusik karena perasaannya. Nesa selalu menceritakan apapun kepada Aisyah sehingga Aisyah tau tentang perasaan putrinya itu. Aisyah juga tau perasaan Aksa terhadap Nesa dari cara Aksa menatap Nesa tapi, Nesa gak percaya dan gak mau terlalu berharap.


"iya gak bakal. tenang aja mulut mama aman kok. tapi muka kamu kalo ngeblush gitu bakal ketauan loh." ledek mamanya.


" mama ish udah ah aku mau mandi," berlari masuk kerumah karena malu. Aisyah hanya tersenyum melihat kelakuan putrinya.

__ADS_1


Sesampai di kamar Nesa mengabari Rinto tentang liburannya dan di setujui oleh Rinto.


Dua hari berikutnya mereka semua telah berkumpul di rumah Nesa bersiap berangkat. Aksa dan Rinto sibuk menyusun barang bawaan Aisyah menyuguhkan minuman untuk semua sebelum berangkat soalnya hari ini begitu panas.


Setelah semua siap nereka naik ke mobil.


" Nes kamu di depan ya aku mau bareng mama." pinta Ani setelah semua naik mobil tinggal dia dan Nesa yang belum. Ani memang sengaja mengajak ngobrol Nesa biar terakhir naik agar nesa duduk samping kakaknya. Dia sudah tau perasaan kakaknya untuk Nesa dan dia sangat mendukung menurutnya hanya nesa yang paling pantas buat kakaknya. karena, Nesa orangnya tulus dan cantik tentunya. sebenarnya dia tidak tau soal perasaan Nesa jadi dia gak mau terang-terangan comblangin Nesa ma kakaknya takut nesa ngindarin kakaknya nanti.


Ani masuk duduk disamping mama nesa tanpa menunggu jawaban nesa. mau tak mau Nesa duduk di kursi depan di samping kak Aksa.


"duh jantung tenang dong ketahuan nanti kalo kak Aksa denger kan malu" batin Nesa smbil mencoba menenangkan dirinya.


"duh kok gua malah deg degan gini sih disamping kucing kecil gimana nih kalau dia denger. tenang Aksa tenang cuma duduk bersebelahan ini." batin Aksa berusaha menenangkan dirinya pula.


"semuanya siap?" tanya Aksa setelah menenangkan dirinya.


"siap!" jawab mereka kompak.


Aksa melihat ke arah Nesa mendekat tangannya meraih sabuk pengaman di belakang Nesa memasangkannya sembari tersenyum dan mengelus puncak kepala Nesa.


"Pakai sabuk pengaman biar aman" katanya lembut.


"blush" Nesangeblusing dan makin deg degan dibuatnya. dia segera memalingkan wajah ke arah jendela takut ketahuan sambil dia memegang dadanya yang berdebar gak karuan. Aksa mendengar suara detak jamtun nesa yang lumayan keras.


"apa gua salah denger ya apa itu suara jantung gua? ah gak gua gak salah. Oh kucing kecilku rupanya gua gak bertepuk sebelah tangan rupanya. makasih sayang, sabar saat aku berhasil kau akan jadi orang yang berdiri di sampingku sku janji. batin Aksa tersenyum bahagia mengetahui fakta bahwa gadis yang di cintainya juga merasakan perasaan yang sama padanya walau dia tak tau seberapa besar rasa itu tapi, dia lga setidaknya ada peluang dia bisa menggapai hati Nesa.


"ekhem" Ani berdehem membuyarkan lamunan aksa.


"ayo kak berangkat." serunya.


Sepanjang perjalanan di mobil sangat rame kadang mereka bercanda, tertawa, bahkan menyanyi bersama. Setelah dua jam mereka semua kelelahan dan ter tidur tinggal Nesa dan Aksa yang masih bangun. Aksa melihat kearah Nesa.


"Tidur lah perjalanan masih jauh kamu pasti capek" katanya lembut sambil mengelus puncak kepala Nesa. Nesa memejamkan mata dan tak lama tertidur. melihat itu Aksa tersenyum bahagia. melihat kepala Nesa hampir terantuk jendela Aksa meraihnya dan menyenderkannya di bahunya mengelus pelan pipi Nesa dan mengecup kepalanya. Ani yang terbangun melihat itu hanya tersenyum bahagia dan kembali menutup matanya.


"semoga Nesa bisa membalas cinta kak Aksa padanya agar kami bisa menjadi saudara sungguhan nantinya." batinnya.


Setelah kurang lebih 4 jam perjalanan mereka akhirnya sampai. Aksa menepuk pelan pipi Nesa untuk membangunkannya.


"Nes bangun" merasa ada yang menepuk pipinya mata nesa terbuka dan "blush" pipi Nesa memerah malu mengetahui ia tidur bersender di bahu aksa.


"maaf kak" ujarnya pelan.

__ADS_1


Aksa mengusrak pelan rambut Nesa dan tersenyum.


__ADS_2