Nesa

Nesa
Tentang perasaan Aksa


__ADS_3

Nesa terkejut saat tau ternyata Aksa diam diam melidunginya. Dia bahagia ternyata Aksa perduli padanya. Dia merasa tenang dan nyaman bersender di bahu aksa. selang beberapa saat dokter keluar.


"Bagaimana keadaan mereka dok?" tanya Aksa dan Nesa bersamaan.


"yang wanita cuma luka lecet namun sedikit trauma membuat dia sedikit tertekan sebaiknya hibur dia jangan biarkan dia sendiri perhatian dan kasih sayang kalian akan baik bagi perkembangan mental paska trauma.


untuk yang pria ada beberapa luka dalam dan memar dengan minum obat teratur dan istirahat yang cukup kondisinya akan berangsur membaik." jelas dokter Aksa dan nesa mengangguk dan berterima kasih lalu dokter pamit undur diri.


Keadaan Aisyah dan Rinto perlahan membaik Nesa selalu menunggui mereka saat pulang sekolah dan sediakan bubur buatannya agar mereka bisa makan dengan baik. Nesa tau makanan rumah sakit menghancurkan selera makan jadi dia selalu menyadiakan makanan sehat dari rumah. Aksa tak pernah absen menemani Nesa di rumah sakit bahkan kerjaannya di bawaa ke rumah sakit.


Setelah seminggu Rinto sudah bisa pulang. sebenarnya Aisyah 3 hari lalu sudah bisa pulang tapi dia bersikeras menginap di rumah sakit menunggui Rinto membuat Nesa pasrah membiarkan Aisyah tinggal. Aksa selalu siaga di sisi Nesa bahkan saat pulang dia yang mengantar mereka kerumah. Sedang para sahabat Nesa hampir setiap hari berkunjung di rumah sakit dari siang sampe sore. mereka ingin menginap tapi di larang Aksa dan Nesa. Selama ini Aksa selalu menjaga Nesa dari jauh karena Nesa adalah kelemahan dia saat ini selain Ani tentunya. oleh sebab itu dia tau semua yang terjadi pada Nesa tanpa terkecuali.


Dia kenal Nesa bahkan jauh lebih dulu ketimbang Ani hanya saja Nesa sepertinya tidak ingat.

__ADS_1


flash back on


Aksa kecil sedang bersedih di sebuah danau saat itu usianya baru 9 tahun. Dia kabur dari rumah karena selalu di paksa belajar dan tak di ijinkan bermain dengan teman teman. sebagai ahli waris perusahaan besar dia di tuntut harus berpengetahuan luas dan serba bisa tentunya. saat sedang menangis datang anak cewek berumur sekitar 6 tahun menghiburnya. yah dia adalah Nesa memang umur Nesa lebih muda 2 tahun dari Ani itu karena kejeniusannya dia hanya 4 tahun di bangku sekolah dasar.


"nih tissu kakak ganteng kok nangis sih?" tanya nesa kecil pada Aksa kecil sambil menyodorkan selembar tissu. Aksa kecil mendongak melihat gadis kecil tersenyum lebar menampilkan gigi depan yang kosong membuatnya tertawa.


"ya gitu dong bial tetep ganteng emang kenapa anak cowok kok nangis?" tanyanya polos.


"Aku sebel sama mama aku tiap hari aku disuruh belajar belajar belajar terus aja. Aku gak pwrnah di ijinin main. lagian untuk apa sih terlalu sukses kalo nantinya kaya Aku gak bisa bahagia.?" jawab Aksa kecil.


"baiklah kucing kecilku." jawab Aksa karena Nesa kecil terlihat imut, lucu dan menggemaskan dia memanggilnya seperti itu.


"no kakak aku bukan litle cat namaku Nesa atau eca no litle cat is not good." tolak Nesa kecil pada panggilan yang di beri Aksa kecil.

__ADS_1


"itu adalah panggilan sayang aku sama kamu oke. dan kamu mau panggil aku apa saja boleh sebagai panggilan sayang." tawar Aksa kecil.


"hem apa ya... oh iya gimana kalo aku panggil kucing cengeng aja kan biar sepasang." jawab Nesa memasang wajah imutnya membuat Aksa kecil gemas dan mencubit pipi tembemnya.


"aduh sakit tau kucing cengeng" protes Nesa


"iya kamu memang akan jadi pasangan aku nanti. Aku akan belajar lebih rajin supaya kucing cengeng ini jadi pasangan kucing kecil saat besar nanti." janjinya.


Sejak saat itu mereka selalu bertemu di sana diam diam setiap minggunya. sampai Aksa dan keluarga harus pindah ke kota B ketena bisnisnya di sana terkendala. Aksa tidak sempat pamit membuat Nesa kecil sedih dan marah karena Aksa ingkar janji untuk selalu menemuinya hingga perlahan Nesa melupakan sosok kucing cengengnya cinta masa kecilnya.


Setelah itu Aksa giat belajar untuk menyelesaikan studinya agar bisa kembali kekota A bertemu kucing kecilnya. sampai dia mendapat gelar s1 fak bisnis dia kembali ke kota A mengambil alih bisnis keluarganya di dana. Tanpa sengaja justru salah satu teman adiknya adalah kucing kecilnya. Dia langsung mengenalinya dari mata milik kucing kecilnya itu. setelah di selidiki ternyata memang dia sang kucing kecil. Ani lebih dulu kenal Nesa remaja karena Ani duluan ke kota A bersama dengan asisten rumah kepercayaan keluarganya. itu karena Aksa bilang dia akan kembali ke kota A saat studinya selesai. Dari pada pindah sekolah di tengah semester mending sekolah di kotaA duluan. karena dia tidak mau pisah dari kakaknya yang sudah seperti ibu dan ayah baginya.


Setelah itu dia selalu menaruh orang kepercayaannya disekitar Nesa untuk mengetahui segala tentangnya dan melindunginya. Dari situ jaga dia tau ada sekelompok orang yang mengawasi dan melindungi Nesa baru baru ini. serta ada orang yang berusaha mencelakainya entah siapa mereka Aksa terus saja mencari tau tapi selalu saja menemui jalan buntu. Sampai saat ini Aksa percaya asal usul Nesa tidaklah sesederhana yang terlihat. Tapi dia bertekad akan menyingkirkan siapa saja yang berniat mencelakai Nesa.

__ADS_1


Dia juga berusaha lebih sukses dan lebih kuat agar bisa melindungi nesa dari orang serakah yang menginginkan dirinya menjadi menantu agar bisa memanjat naik status sosialnya. Mereka tak segan segan menghalal kan cara cara kotor menyingkirkan penghalangnya. Selain bisnis dia juga memperkuat diri dengan merekrut tentara bayangan menjadi anak buahnya untuk menyingkirkan perusuh dan kecoa kecoa pengganggu. serta melindungi orang terkasihnya.


__ADS_2