
"hm. Dari reaksi kalian semua saya rasa kalian sudah tahu siapa saya." tanya tian wira dan yang lain mengangguk meng iyakan.
"kalian tentu ingin tahu tentang tujuan kami datang ke tempat kalian secara tiba tiba." tanya tuan wira lagi dan lagi lagi mereka semua hanya mengangguk.
"pertama saya datang kemari untuk konfirmasi kepada ibu Aisyah, apa betul tanggal 12 april 2005 pukul 4 dini hari anda mekahirkan di rumah sakit bersalin harapan bunda di jalan xxx?" tanya tuan wira membuat Aisyah terkejut
"Dari mana anda tahu itu?" tanya Aisyah
"Teryata benar. saya ingin anda membaca surat ini." lalu memberikan surat dari mendiang mertuanya.
Setelah membaca Aisyah bingung apa maksud tuan wira membiarkannya membaca surat itu.
"Apa hubungan surat ini dengan saya?" tanya Aisyah heran.
"huft wanita melahirkan anak laki laki yang di maksud adalah anda nyonya." jawab tuan Wira membuat Aisyah terbelalak.
"Tidak ini pasti bohongkan?" tanyanya memastikan.
"saya pun inginkan kalau itu salah." jawab wira
__ADS_1
"Ada apa ma? kok mama panik gitu?" tanya Nesa penasaran. Aisyah memberikan kertas itu pada Nesa. Setelah membaca itu Nesa paham apa yang di bicarakan wira dan Aisyah.
Melihat kepanikan Aisyah , Wira tahu kalau Aisyah takut dia mengambil Nesa.
"Saya tahu nyonya Aisyah ini takut saya mengambil Nesa dari anda bukan? Tenang saja saya tidak mungkin memisahkan kalian mengingat anda sudah berjasa dalam merawatnya.
Saya hanya ingin semuanya jelas dan tidak ada lagi kekeliruan. Saya hanya ingin putri saya memanggil saya papi agar istri saya di atas sana tenang.
Saya juga ingin anda bertemu dengan putra yang telah anda lahirkan waktu itu.
Dia adalah Daniel dan Daniel ini ibu kandungmu." Daniel berhambur memeluk Aisyah dan dibalas pelukan hangat oleh Aisyah.
Daniel kira Wira akan membuangnya saat Nesa kembali tapi setelah melihat surat wasiat Wira dia sadar kalau papinya tetap menyayanginya dan perduli padanya.
Kehadiran Nesa bukan alasan pemutusan hubungan mereka. Bagi Daniel Wira dan Anggel adalah papi dan maminya selalu begitupun juga bagi wira Daniel tetap putranya.
Daniel melepas pelukannya lalu memandang Nesa.
"Maaf, selama ini aku berusaha menyakitimu. Karena tuan Danu menghasutku mengatakan kau adalah orang serakah yang menguairnya untuk nengambil hartanya.
__ADS_1
sekarang aku tau semuanya maka maafkan aku. Aku menyesal, maukah kamu memaafkan aku?" Tanya Daniel.
Nesa mengangguk lalu memeluk Daniel
"Iya aku sudah memaafkan kakak Daniel. yah walau umur kita sama maukah kak Daniel ku anggap kakak?"
"Terima kasih sudah memaafkan aku. Aku juga senang memiliki adik jadi yah kau bisa memanggilku kakak."
Nesa bahagia akhirnya memiliki banyak orang yang mengasihinya di sisinya sekarang. Dia memperkenalkan Aksa sebagai kekasihnya pada sang ayah dan kakak. Mereka menerima Aksa dengan senang hati karena mereka tahu aksa sangat menyayangi Nesa.
Mereka tahu Aksa selalu melindungi Nesa sekuat tenaga. oleh karenanya mereka tenang jika Aksa yang ada di sisi Nesa.
Akhirnya kesabaran Nesa selama ini membuahkan hasil yang begitu memuaskan. Dia dan orang terkasihnya memperoleh kebahagiaan. semua pertanyaan dalam hatinya akhirnya terjawab sudah.
the end....
Akhirnya novel pertama author yang satu ini tamat juga. Terimakasih kepada para readers yang sudah membaca novel aku yang satu ini.
Salam sayang
__ADS_1
Author