Nesa

Nesa
Liburan 3


__ADS_3

Rinto dan Aisyah semakin asik ngobrol berdua sambil membakar daging dan sayur. Rinto membalik dan mengipas sedang Aisyah membalur bumbunya. sesekali mereka tertawa bersama Nesa yang tanpa sengaja melihat tawa Aisyah jadi tersenyum bahagia. Dia tidak masalah mamanya mau dekat dengan siapa saja asal mamanya bisa merasa nyaman dan bahagia bersama orang itu.


"Akhirnya aku bisa melihat tawa lepas mama lagi. Kayanya om Rinto bisa membuat mama nyaman di dekatnya. semoga saja mama selalu bahagia. sudah cukup mama menderita selama ini di hianati dan di abaikan oleh papa. Ya Allah berilah selalu kebahagiaan buat mama. amiin!" batin Nesa. Tanpa terasa air matanya menetes dan dia segera menghapusnya dan itu semua tak luput dari perhatian Aksa. Aksa kagum akan ketegaran Nesa yang selalu dapat tersenyum menguatkan mamanya walau dia yakin pasti sulit pula bagi Nesa menghadapi rasa kecewanya pada papanya sendiri. Kalau itu dirinya dia tak yakin dapat tetap bisa tersenyum lagi.


Setelah beberapa lama Nesa menghampiri mamanya dan Rinto.


"Ekhem ekhem" dia berdehem sambil tersenyum sambil menaik turunkan alisnya menggoda mamanya. Aisyah yang di goda memalingkan wajahnya karena malu.


"Mana nih yang sudah masak? Asyik amat ngobrolnya ampe terasa dunia milik berdua aja," godanya.


"khuk khuk khuk." Aisyah tersedak liurnya sendiri mendengar godaan Nesa. Rinto dengan sigap memberinya air.


"Air nya dek. hati-hati" dan Aisyah segera meminum hingga tandas air di gelas itu. setelah itu keduanya baru sadar kalau itu gelas Rinto yang baru dia minum sedikit airnya dan "blush" keduanya kompak ngeblushing.


"Mama sama om Rinto kepanasan ya bakar-bakarnya kok mukanya merah gitu?" tanya nesa membuat Rinto maupun Aisyah kalangkabut di buatnya.


"Iya panas banget mama balik masuk ngadem di ace kamar bentar ya," jawab aisyah segera lalu kabur masuk kedalam rumah. Rinto hendak beranjak namun di cegah oleh Nesa. Aksa datang menggantikan tugas Rinto membakar saat tau Nesa ingin ngobrol serius dengan Rinto.


"om bisa kita bicara sebentar?" tanyanya.


"ya udah kalian pergi cari tempat nyaman untuk ngobrol aja dulu biar di sini aku yang tangani." tawar Aksa.

__ADS_1


"Baiklah ayo kita bicara." jawab Rinto akhirnya.


"makaaih ya kak Aksa," Nesa tersenyum manis pada Aksa. Aksapun membalas senyum hangat dan mengusrak rambut Nesa.


"Sama sama" jawabnya. Setelah itu Rinto dan Nesa pergi ketaman depan vila untuk mengorol.


"om tertarik sama mama aku?" tanya Nesa to the point. membuat rinto kaget dan gelisah gak tau mau jawab jujur apa tidak.


"gak perlu cemas om. Aku cuman mau mastiin aja om beneran serius suka atau hanya mau iseng iseng aja karena aku gak mau mama terluka lagi." terangnya.


"aku gak masalah om deket bahkan berhubungan sama mama kalau om bisa jamin mama gak akan pernah terluka lagi hatinya karena jika tidak sebaiknya om menjauh saja. Aku gak pernah pandang bulu kalau menyangkut mama. yang bisa bahagiain dia silahkan maju tapi bila mama terluka siap hadapin kemurkaan aku." lanjutnya lagi Rinto sejenak menghirup napas dalam dalam dan menghembusakan guna mengurangi kegugupannya.


"Bagaimana jelasinnya ya. Selama beberapa waktu ini om mengenal dan bicara sama mama kamu om merasa nyaman dan cocok banget. kalau ditanya cinta om belum pernah merasakannya jadi om gak tau. Tapi om selalu merasa ingin membuat dia tersenyum dan tertawa. om ingin dia aman di sisi om. ingin dia nyaman berada di sekitar om. kalau itu cinta maka om sudah jatuh cinta. om gak bisa janjiin apapun tapi om akan berusaha yang terbaik agar dia bahagia asal kamu mau nerima om. kamu tau sendiri om cuma pekerja serabutan selain kerja sama kamu dan om gak punya keluarga. jadi om sudah anggap kalian keluarga." jawabnya tulus.


"Terima kasih banyak om" kata Nesa Rinto menggeleng.


"Tidak, om yang harusnya berterima kasih." jawabnya.


Setelah itu mereka bergabung kembali ke tempat teman teman Nesa berkumpul. Sangking asiknya mereka ngobrol mereka tidak sadar kalau Nesa dan Rinto baru bergabung. Di sana juga sudah ada Aisyah ikut bergabung. Dia tersenyum melihat kedatangan putrinya. Tak lama semua sudah selesai di bakar dan mereka sibuk makan makanan yang tersedia. Selesai makan mereka ngobrol dan tak lama Aisyag bangkit untuk istirahat.


"mama tidur duluan ya nes." tanyanya di angguki oleh nesa.

__ADS_1


"tante capek istiarahat duluan ya?" tanyanya pada yang lain dan di angguki oleh anak anak yang lain. Sementara pada rinto dia hanya tersenyum dan mengangguk dan di balas senyum serta anggukan oleh Rinto. Tak lama setelah itu Rinto pun ijin masuk untuk istirahat asisten yang bekerja di vila pun sudah undur diri tinggallah mereka para anak muda yang asik bercanda dan tertaw bersama.


"Ah bosan ih...!" seru Ani.


"Iya ngapain ya serunya belum ngantuk kalo mau tidur mah." Irda ikut berkomentar.


"ngapain libur tidur cepet?" tanya Devi.


"Emang kalian mau ngapain lagi sekarang?" tanya Aksa.


"Iya mau apa lagi coba makan udah ngemil udah ngobrol udah bosen terus mau apa lagi coba?" tanya nesa. mereka tampak berfikir dan akhirnya Adnan angkat bicara.


"ah iya gimana kalau kita main trut or deal aja kan seru tuh.!" usulnya. yang lain manggut manggut tanda setuju.


"Terus hukumannya apa gak boleh beralkohol dong yah haram." tanya Nesa. lagi yang lain mengangguk tanda setuju. Adnan masuk kedalam vila tak lama dia keluar membawa ceret besar, gelas dan botol kosong.


"Air putih aja beser beser dah minum air banyak." jawabnya.


"yang gak bisa jawab atau melakukan tantangan harus minu air putih ini segelas penuh oke?" tantang Adnan.


akhirnya semua setuju dengan aturannya dan bersiap siap untuk memulai.

__ADS_1


Terimakasih banyak untu para raders yang sudah menyempatkan diri untuk mampir di karya pertamaku ini. mohon dukungannya dengan like dan komennya.


salam hangat author


__ADS_2