
Di Rumah Nesa
"Assalamu alaikum." Nesa
"Assalamu alaukum tante" Aksa
"wa alaikum salam. Eh nak Aksa masuk nak. kok bisa sih dateng bareng Nesa kesininya? Trus motor kamu dimana nak?" Aisyah
"ma kalo nanya itu satu satu dong. kita kan bingung jawabnya." Nesa
"kita emang sengaja bareng kesini tan. Motor Nesa ada kok di bawa sama anak buah aku." Aksa menjawab sambil mencium punggung tangan Aisyah.
"eh iya. tuhkan jadi lupa salim. mama sih banyak tanyanya." gerutu Nesa sambil mencium punggung tangan mamanya.
"kok nyalahin mama sih. Ya kamunya itu harusnya sebelum duduk ya salim dulu."
Melihat ada dua gelas jus di meja Nesa bertanya.
"Om Rinto kesini tadi ma?"
"tidak, kan kamu tau om Rinto ke luar kota dari kemaren. Mungkin besok baru balik. Emang kenapa?"
__ADS_1
"ini gelas siapa?" Tanya Nesa sambil menunjuk gelas di atas meja.
"Oh itu! Mama lupa Ani ada di sini. Dia lagi ke toilet." jawab Aisyah sambil menepuk keningnya.
"Oh kok tumben sendiri kesininya. biasanyaL juga rame rame ama yang lain." Tanya Nesa.9
"Mereka pada ngilang semua. Mira ama Irdakan kemaren di sekolah udah bilang sama kita kalo sabtu minggu mereka lagi kumpul kelurga besar mereka. kalo Devi sih katanya nyokapnya minta di temenin belanja sama nyalon. Dari pada BT sendiri mending gua kesini. Eh elunya ngilang seharian gak ada kabar. Gua heran tumbenan lo sabtu gini keluar. ternyata lagi ngedate ma kak Aksa." omel Ani membuat Nesa gelagapan.
"Kalian udah resmi pacaran toh?" tanya Aisyah penasaran.
"mama kepo deh."
"Kamu ini ditanya serius kok jawabnya gitu sih? kalo kamu gak mau jawab ya tinggal tanya ama Aksa aja." kata Aisya menatap aksa sambil mengangkat alisnya kode kalau Aksa yang harus menjawab.
"Akhirnya kalian udah bisa jujur ma perasaan masing masing." seru Ani heboh.
"lo udah tau tentang...
"tentang lo yang naksir kak Aksa diem diem ato sebaliknya gua udah tau semua. li berdua aja yang gak peka ama perasaan masing masing. ya gak tan?"
"iya bener kami semua udah tau dari cara kalian menatap satu sama lain."
__ADS_1
"Tapi lo gak keberatan kan An?"
"Ya enggak lah. setidaknya kita nantinya bisa jadi keluarga yang sebenernya." jawab Ani bahagia.
"Eh tapi, gua minta hal ini cukup kita aja dulu yang tau ya?"
"kenapa emangnya?" tanya Ani bingung. oh gua tau lo pasti malu soalnya udah sering ngomong gak mau pacaran.
"q gitu. Aku ada alasan tersendiri yang belum bisa aku kasih tau ke kalian. Kami maaih perlu cari tau kehelasan masalah ini. Nanti kalau sudah pasti pasti bakal aku kasih tau." jelas Nesa membuat Ani dan Aisyah menghela napas pasrah soalnya mereka tau gimana Nesa itu. jika dia bilang tidak maka tak akan ada yang bisa merubahnya. Toh hubungan itu mereka yang jalani jadi biar mereka yang putuskan bagaimana baiknya untuk mereka asal mereka baik baik saja.
"Terserah lo dah. Gua cuma ikut seneng aja kalau lo jadi saudara gua beneran. Yang penting lo sama kak Aksa tetep bahagia. Eh tapi tunggu dulu. Gimana sama tuh tiga curut apa lo juga gak mau mereka tau? Mereka padti bakal kecewa sama kita kalau tau dari orang lain nantinya atau gak sengaja tau sendiri." tanyanya mengingat ke 3 sahabatnya belum tau masalah Nesa sama Kakaknya jadian.
"Ya gak mungkinlah gua rahasiain dari mereka. Biar gimana juga kita berlima itu satu paket. jadi gak boleh sampe ada yang merasa di bohongi atau gak di anggap." jawab Nesa membuat Ani tersenyum bahagia.
"Ya udah gimana kalau kita ngumpul di tempat biasa lusa sore. Biar enak ngomongnya.?" tawar Ani.
"Boleh juga. Ya udah gitu aja." putus Nesa.
"Aku gak di ajak nih yank?" Tanya Aksa sambil memeluk pinggang Nesa posesif.
"jangan mulai deh kak lebaynya. kita ini kimpul cewek cewek doang jadi kakak gak usah ngekorin pacar kakak gitu. posesif amat sih?" sungut Ani karena kakaknya mulai pamer kemesraan di dipannya.
__ADS_1
"Sadar kak di sini ada mama masa mesra mesraan gitu di depan mama sih?" sambungnya. Aisyah hanya bisa tersenyum dengan celotehan Ani.
"mama mah santai orangnya yang penting kalian gak kelewat batas aja. ingat norma norma yang ada." jelas Aisyah membuat Aksa tersenyum sambil mengangguk.